Quote:
Ditegur karena menyalip, pengendara KIA Picanto lepas tembakan
Merdeka.com - Aksi koboi yang sembarangan melepaskan tembakan kembali terjadi. Kali ini kejadian nahas tersebut dialami Dwi Prasetyo saat ia dan keluarganya melintas di Tol Jorr menuju ke Bogor, Jawa Barat.
Kejadian mengerikan tersebut diceritakan oleh Donang Wahyudi, rekan Dwi Wahyudi melalui akun Facebook pribadinya, Selasa ((28/7). Aksi penembakan tersebut terjadi pada Senin (27/8).
Donang menjelaskan jika mobil temannya tersebut ditembak oleh pengemudi KIA Picanto dengan nomor polisi B 1191 SZN. Mobil Dwi ditembak di kaca bagian pintu sopir.
Berikut kronologis lengkap penembakan tersebut
Senin 27 Juli 2015, saya bersama Istri dan 2 anak saya (5th dan 1th ) pergi menuju daerah Bogor. Kami menuju Bogor menggunakan Toll Jorr. Suasana toll saat itu lengang tidak begitu padat. Posisi saya mengemudi, di sebelah saya baby car seat, kedua anak saya di baris tengah bersama ibunya, biasanya anak saya yg paling kecil duduk di baby car seat.
Beberapa kilometer menjelang persimpangan jagorawi pondok indah saya pindah dari lajur 3 (paling kanan) ke lajur dua (tengah) karena siap-siap beberapa kilometer di depan harus belok kiri ke arah jagorawi. tiba tiba mobil Picanto merah memotong persis di depan mobil saya dengan sangat dekat dan kecepatan tinggi, yang menurut perhitungan saya sangat berbahaya memotong dgn kondisi saat itu, karena posisi saya dan mobil truk di depan saya sebenarnya tidak terlalu jauh juga. Sontak satu mobil kaget, istri saya sampai komentar, "ngawur banget itu mobil". Terus terang saya emosi ketika itu, wong saya jalan santai, pelan, bersama anak anak mau refreshing malah ketemu sopir ngawur kayak begini mau bikin celaka saja.
Setelah memotong lajur saya, Picanto merah berada di depan saya karena posisi terjepit tidak bisa ke kanan lagi. Lalu saya kasih dim (lampu jauh beberapa kali) dengan maksud memberi sinyal kalau cara menyetirnya membahayakan mobil kami. Kemudian lajur kanan kosong dan Picanto merah pindah ke kanan, setelah itu lajur 2 kosong dan saya mempercepat laju kendaraan, namun sesaat mobil saya sejajar dengan mobil Picanto, tiba tiba ada semacam suara benturan diikuti dengan kaca retak, sesaat saya pikir mobil saya dilempar batu atau apalah dari mobil Picanto tersebut karena saya ingat mobil Picanto kaca sebelah kiri terbuka sesaat sebelum mobil saya sejajar dgn picanto. Saya cek kaca kembali, kaca pecah dan ada lubang kecil 1 buah. ASTAGHFIRULLAH, mobil saya ditembak!
Situasi saat itu saya bingung harus bagaimana, lalu saya inisiatif ambil lajur 3 mengikuti mobil tersebut, tidak berani terlalu dekat karena dia bawa senjata (waktu itu masih berfikiran senjata api). Setelah itu mobil tersebut ke kiri dan melambatkan mobilnya sambil membuka kaca pintu sopir, lalu memandang ke mobil saya (seperti menantang) dan kemudian melaju lurus ke arah Tol Pondok Indah, tidak tahu harus bagaimana lalu saya berinisiatif memfoto mobil tersebut.
Sementara saya merasa foto sudah cukup lalu ambil kiri kearah Jagorawi dengan harapan bertemu petugas secepatnya.
Terus terang kami sekeluarga shock dengan kejadian ini. Alhamdulillah sekeluarga selamat.
gila, senjata ilegal di indonesia aja orang tersinggung maen tembak.gimana kl senjata legal di indonesia ?.
bisa bisa orang2 pada maen tembak-tembakan di jalan gara2 di salip/ke serempet/di tabrak.tawuran bukan maen lempar batu lagi tapi pakai pistol, ak47, uzi, m16.nanti yg copet/nodong/rampok di angkot/metromini/kopaja/bis ga sembunyi2 tapi langsung nodong pakai pistol.nanti penduung partai bentrok perang berhadapan pakai senjata otomatis.
