alexa-tracking

Pola Pikir Manusia (Mindset)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55b30072dc06bd5f648b4568/pola-pikir-manusia-mindset
Pola Pikir Manusia (Mindset)
Selamat pagi kawan - kawan sekalian, agan - agan dan aganwati.

Seperti yang kita ketahui, pola pikir atau mindset adalah sebuah hal yang sangat penting untuk menjalin sebuah komunikasi yang sangat baik.
Tiap orang memiliki pola pikir yang berbeda - beda.

Menurut Wikip*dia :
A mindset is a set of assumptions, methods, or notations held by one or more people or groups of people that is so established that it creates a powerful incentive within these people or groups to continue to adopt or accept prior behaviors, choices, or tools .

Menurut abang goo*le :
The established set of attitudes held by someone.

Disini ane mau mencoba berdiskusi.
Apakah dengan memiliki pola pikir yang negatif juga sebuah hal yang jelek?
Perilaku apakah yang dapat mengubah pola pikir kita menjadi lebih baik?
Mohon sharingnya atas pengalaman pola pikir kalian.

Spoiler for Share:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Book for Sharing by Kaskuser
Beda ya menurut om bejo pola pikir negatif dan waspada

Contohnya, om bejo bilang kalau cewek yang nggak cantik itu karakternya jelek

Ini bukan saya bilang kalau om bejo punya pikiran negatif, tapi lebih ke waspada,

Om bejo jadi lebih selektif dalam memilih pasangan

Alih alih terjebak dengan dongeng seperti "dont judge a book by its cover"

Om bejo jadi bisa lebih tegas terhadap diri sendiri, kalau hubungan ribet TINGGAL, ini misalkan om bejo sudah punya pacar ya

Waspada itu penting, bukan berarti pikirannya negatif thinking terus

Yang penting balance saja sih ya, jangan terlalu polos, jangan terlalu curigaan mulu

Btw om bejo juga nggak sempurna, pendek, item, dan gendut, makanya om bejo sadar diri, gimana punya karakter yang menarik

Quote:


Makasih atas sharing yang telah ente sharing kan.

Kenapa ane bilang waspada ini bisa jadi negatif.
Oke kita anggap saya adalah seorang yang sangat waspada. Misal waspada untuk dibohongi.
Secara ga langsung saat berbicara dengan orang tersebut, ane akan lebih waspada. Mencoba mendengar - menderang. Karena ada sikap waspada ini, kadang ane malah jadi "Neg think ke orang tersebut" padahal belum tentu orang tersebut itu bermaksud jahat juga. Mungkin aja dia baik. Cuman karena saya waspada, akibatnya saya menurunkan presentase kemungkinan dia niatnya baik. *Pengalaman diri sendrii sih*

Sesuai definisi diatas, mindset adalah set of attitude kita.
Dengan adanya set of attitude waspada. Dapat menimbulkan negatif thinking gitu sih.
Kan beda2 manusia
Quote:


Kan tidak semua pola pikir bagus bro.
Pola pikir atau mindset itu kan menentukan perilaku anda.

Arti "bagus" memang relatif. Disini pingin tau sharing dari lainnya, jadi bisa menimbang" juga kan setiap orang yang baca. apakah perlu mengubah pola pikir? atau tidak?

Why not trying if its for our own good anyway
Quote:

Bukannya perasaan dan suasana hati mempengaruhi pikiran ya? dan pikiran mempengaruhi sikap dan tindakan...

Jadi sebaiknya ubah pola pikir dulu, baru kemudian tindakan dan perilaku akan berubah dengan sendirinya... Bener engga?
Quote:


Perasaan dan suasana hati bisa mempengaruhi pikiran. Akan tetapi kalo hal ini sebuah hal yang logical. Maksud gua. Kayak berbisnis misal. Itu pengaruhnya not that impactful kayak berbicara mengenai "love".

Yesss mengubah pola pikir, justru itu yang dicari. How to? Its not easy i know. But how to. Maybe ada orang yang berhasil.
Soalnya ane mostly neg think. Mostly, kadang pernah positif think.
Nah mau mencoba mengurangi namanya neg think ini.
Soalnya malah jadi surem dah kalo neg think, ga enak.
Wah, si papat buat thread. emoticon-Ngakak (S)

Ok, balik serius. emoticon-army

Negatif memang buruk, tapi tetap berguna untuk keseimbangan pola pikir, minimal sebagai penggembira dengan catatan tidak menjadi mayoritas di dalam kepala. Sejauh yang saya tahu manfaatnya hanya dua: untuk mawas diri dan kritik.

Mawas diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Ya, tahu sendiri kan orang baik sekalipun tetap mempunyai musuh dan ini sudah menjadi kodrat semesta yang membentuk perbedaan pola pikir, sejalan dengan prinsip tabula rasa.

Kritik, ini siapa pun juga tahu kalau sifat alamiah manusia memang gemar menyalahkan orang lain. Kasus sederhana, tindak-tanduk pejabat pemerintah. Saat kerja di dalam ruangan dibilang tidak merakyat, giliran blusukan ke lapangan dibilang pencitraan. Ah, jadi ingat salah satu kaskuser yang pernah mengatakan: manusia hanya ingin mendengar dan melihat apa yang mereka mau. (haihai Kak Intanasara) emoticon-Malu

Ada pengalaman pribadi yang tidak terlupakan saat dua tahun menjadi admin sebuah website sejarah dengan kunjungan yang sangat ramai. Sumpah, saya merasakan betapa sulitnya menjadi seorang pemimpin sebuah entitas, meskipun itu hanya sebuah website. Ketika saya posting Sejarah Kartini, ramai-ramai orang non-Jawa megkritik dengan alasan pahlawan wanita bukan hanya Kartini, tapi juga ada Christina Martha Tiahahu, Dewi Sartika, Rangkayo Rasuna Said, Cut Nyak Dien, dll. Kasus lain saat saya posting Sejarah Gajah Mada. Duarrr ... ramai-ramai member dari Tanah Pasundan mengutuk dengan latar belakang sejarah kelam Perang Bubat. Kasus lain lagi saat saya posting Sejarah Arung Palaka. Duarrr … malah menjadi ajang bacot member dari Makassar vs Bone. emoticon-Nohope Belum lagi balada tangis Soekarno saat hendak merangkul Aceh untuk menjadi bagian NKRI yang menjadi dasar kebencian rakyat Aceh terhdap pemerintah Indonesia. emoticon-Nohope

Situasi yang sangat sulit dan secara nyata saya merasakan itu. Mungkin hal-hal seperti ini yang dirasakan para pemimpin-pemimpin seperti Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil, dll. Seperti makan buah simalakama, melakukan satu tindakan dengan mengorbankan tindakan yang lain. Kasarnya apapun yang dikerjakan selalu salah. Terlepas itu semua, hal ini membuat saya menjadi lebih matang dalam menyikapi perbedaan pola pikir.

Kesimpulan: pola pikir bersifat dinamis, berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi yang ada di hadapan. emoticon-I Love Kaskus (S)
Quote:


saya sih tetep berpendapat kalau waspada dan negatif thinking itu berbeda

itu keliatan kok dari pembawaan, bahkan gaya post sekalipun

misal gaya post, coba mampir ke berita politik, langsung deh, kalau agan tipikal kayak saya yang optimis, mencoba mengambil hikmah dari setiap kejadian buruk sekalipun, pasti agan tidak akan merasa nyaman begitu nimbrung diberita politik

ya itu tadi, saya setuju, pola pikir yang salah menciptakan pola kerja yang salah juga

buat saya sih, tidak ada yang pasti, selama kita selalu welcome dengan kritik, pembaruan pola pikir menjadi lebih baik itu sangat mungkin

sebagai contoh

toh selama ini belum ada yang bisa bantah argumen saya soal ini

"cewek kalau tidak cantik biasanya karakternya juga tidak menarik"

kalaupun ada yang tidak cantik dan karakternya menarik, jumlahnya suangaaat sedikit

Saya bukan orang yang negatif thinking, buat saya itu tidak membawa kemana mana, hidup cuma dipenuhi dengan kebencian, hatinya nggak damai emoticon-Ngakak

pola pikir,
pengetahuan, pengalaman, insting, tindakan.

ini menurut ane yg sangat bergantung pada pola pikir kita.
Spoiler for ...:


pola pikir negatif.
suatu yg jelek?
engga.
klo kita ngerti itu negatif, berarti kita ngerti juga kan apa sesuatu yg berlawanan dg itu yg positif.
klo ga ngerti apa positifny, berarti, cari dulu apa sih positifnya atau apa sih lawannya.. yg akhirny lawan itu yg jadi tindakan selanjutnya.

Spoiler for beda2:


Spoiler for hargai:
wah.. bikin threat pat? calon HT nih... emoticon-Big Grin
ane nyimak aja dah. punya agan tersenyumlah bagus tuh dimasukin dalam prolog atau latar belakang teorinya. emoticon-Angkat Beer
ane ada pertanyaan bagaimana pola pikir terbentuk? dan apa yg mendasari terbentuknya pola pikir?. emoticon-Peace
Nyimak ah

Yang mempengaruhi, mungkin dari lingkungan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sekolah, dll...
Quote:


quote nya mbah weirdo intansara ini ? mirip kutipan Benjamin Angel, Whoami emoticon-Belo
Quote:


loe klo ngetik sadar gag si ka
komen2 kek gini yg bikin gue kesemsem ma loe...sumfehemoticon-Matabelo
Wah baru sempet buka. Thread bagus gini malah sepi yang baca emoticon-Ngakak (S) Khas kaskus banget.

Uhm pola pikir negatif, itu tanda masih manusia. Kalau positif terus, mungkin udah di alam lain atau bukan manusia.

Kecenderungan pola pikir negatif dipengaruhi pengalaman buruk, apalagi traumatis di masa lalu. Selama kecenderungannya ga berlebihan, masih bisa diterima. Kecuali udah over sampai-sampai ga bisa mikir positif lagi, bahaya.

Perilaku untuk berpikir positif: kalau memang pikiran negatifnya dipengaruhi pengalaman masa lalu, mungkin perlu pemberesan masa lalu. Memaafkan yang sudah terjadi, dan move on. Selain itu, kesadaran bahwa ada kecenderungan berpikir negatif itu juga suatu rem kok. Pada dasarnya orang yang sadar dia kurang baik, itu akan terus memperbaiki diri atau seengganya ga kebablasan. Beda halnya kalau orang itu ga sadar akan keadaannya.

Sharing:
Apa ya? emoticon-Ngakak (S) Kalau cerita ntar jatuh-jatuhnya jadi SARA, walaupun fakta. Jadi skip dulu dah emoticon-Big Grin

Intinya ya manusiawi berpikir negatif, karena ga ada orang yang sempurna. Justru kesadaran bahwa manusia tidak sempurna yang mau memperbaiki diri itu haruslah diacungi jempol emoticon-Smilie
nyimak dulu threadnya bang pat emoticon-linux2

menurut ane mah bang fat. biasanya yah kalau pemikiran negatif kemungkinan besar terjadi sesuatu yang tidak baik.

faktor perasaan juga berlaku seperti moody . ahbingung jelasinnya.

semoga jadi HT aja emoticon-Angel
Quote:

brarti aing bkn manusia lgi mah emoticon-Frown
Gue gak pinter ber essay, gue share pikiran gue pake narasi aja ya.. wkwkwkw

--

Suatu ketika ada seorang yang jelek, item, dan tonggos, sebut aja Manyun, curhat ke temennya yang ganteng, kaya, dan populer, sebut aja Moren. Kira-kira gini percakapannya:

Manyun: ren, hidup gue ngenes banget sih. udah umur 30 tahun gue belom ngerasain pacaran. boro2 pacaran, mau pedekate aja cewek2 udah pada kabur duluan. gue salah apa? padahal gue cuma mau kenal. kenapa gue dilahirin jelek banget, sampe2 orang lain pada berhamburan ngeliat gue.. apa orang jelek gak pantes punya pasangan?

Moren: Itu dia kesalahan lo. Lo terlalu berpikir negatif. Lo terlalu menganggap rendah diri lo sendiri. gimana orang lain mau menghargai lo klo lo nya sendiri gak mau menghargai diri lo sendiri?

Manyun: Ya gue berpikir kayak gitu ya karena orang2 disekitar gue menilai gue kayak gitu. Coba jujur, gak pake tipu2 atau cuma sekedar mau hibur gue. menurut lo secara fisik gue jelek gak?

Moren: nngg.. yang jelas gak seganteng gue lah..

Manyun: Tuh kan,.. jawaban lo mengindikasikan klo gue emang jelek. biarpun emang iya..

Moren: Ya pokoknya jangan selalu negatif thinking lah... Lo gak bakal bisa nunjukin kelebihan lo klo hawa lo selalu negatif gitu.. Intinya, klo mau ada yang suka sama lo.. Gak usah minder, Be yourself! tunjukin pesona lo..

Manyun: Pesona pale lo kotak! Lo enak jing ganteng, kaya, populer, bisa seenaknya ngomong be yourself. Lo diem aja juga cewek2 ngerubutin lo... lo gak pernah dapet penolakan kayak gue, lo selalu dapet apa yang lo mau, lo gak pernah punya pengalaman traumatis sama cewek2.. lah gue, gue ngelirik aja disangkain penjahat, cewek2 baru liat DP gue langsung di delcon, gimana gue gak selalu nethink coba..?

Moren: ya pasti adalah suatu saat yang suka sama lo.. sabar aja..

Manyun: Kapan?

Moren: nanti, lebaran monyet..

Manyun: Elu monyetnya!

--

Bagi orang-orang seperti Manyun berpikiran negatif udah menjadi karakter dia. Bukan dia yang mau, tapi terbentuk dengan sendirinya dari pengalaman-pengalaman dan respon lingkungan terhadap dia. Emang keliatannya pikiran Manyun salah, tapi mau gimana lagi? Pikiran itu cuma reaksi alami sebagai manusia yang menyesuaikan keadaan.

--

Menurut gue,
Ngerubah pola pikir dari negatif ke positif itu gak mudah.. Butuh ilmu Ikhlas. Ikhlas itu datang ketika kita bisa menerima keadaan seutuhnya, nerima kelemahan-kelemahan kita, nerima kegagalan2 kita, nerima kejelekan kita, nerima pandangan orang lain terhadap kita, nerima segala sesuatu yang gak sesuai sama nilai idealisme kita sebagai sesuatu yang gak lepas dari diri kita.

Gue sendiri mengakui klo gue adalah seorang negatif. Selalu ngeliat keburukan sebelum kebaikan. Selalu skeptis, dan selalu sinis klo ngeliat sesuatu yang bertentangan sama logika gue. Tapi gue gak akan menilai itu sebagai sesuatu yang salah / benar, baik / buruk, karena itu relatif. Dan gue sebenernya sedikit bangga sama pikiran negatif gue.. emoticon-Big Grin, kenapa ya?
Quote:

klo ane sendiri ga gitu mikirin yg jelek2...
klo kita ud mikirin yg jelek2 otomatis tindakan kita keluar jdi jelek pula...
cara g mikir jelek2 yg ente ubah yg awalnya resikonya apa, ubah jdi klo gw ngelakuin itu untungnya apa. nah stlh uda mikir yg bgus otomatis tindakan kita keluar jg bagus...
inget jg emosi menular, klo ente mikir misalnya ntar gw dibully, ntar gw dihajar ,ntr gw gagal
entah bagaimana ente bener2 dptin yg jelek2, org lain melihat ente jdi korban...
cba aja deket2 ke org yg sucks psti ente ga tahan jga , jgnkan ngobrol deket2 aja uda ga enak....
×