- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Klub Penunggak Gaji Melenggang, APPI Meradang
TS
kellyrp
Klub Penunggak Gaji Melenggang, APPI Meradang
JAKARTA - Harapan besar dikembangkan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) kepada promotor dua turnamen Piala Indonesia Satu dan Piala Kemerdekaan 2015. Sebab, belum lama ini Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyatakan bahwa klub penunggak gaji bukan wewenang mereka melarang untuk ambil bagian.
Artinya, klub penunggak gaji bisa bebas melenggang untuk ikut dalam dua turnamen tersebut. Bagi pemain itu menjadi masalah tersendiri jika pihak promotor tetap mengakomodir klub yang bersangkutan. "Bagaimana mau menjamin tidak ada tunggakan lagi kalau musim lalu saja klub Liga Indonesia dan Divisi Utama banyak yang nunggak," sebut Valentino Simanjuntak, CEO APPI kepada Jawa Pos News Network (JPNN), Kamis (23/7) kemarin.
Untuk itu, APPI mendorong supaya masalah tunggakan gaji tersebut bisa diselesaikan dulu oleh pihak klub sebelum turun dalam turnamen tersebut. Valentino mengungkapkan bahwa pihak promotor harus bijak dalam menangani masalah tersebut. Apalagi ini menyangkut jaminan finansial terhadap para pemain yang selama ini kerap menjadi korban.
Lebih lanjut, Valentino berharap, promotor Piala Indonesia Satu juga menerapkan hal yang sama. "Jadi harus ada kontrak yang jelas buat pemain. Sekali lagi ini, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sebelumnya," tegasnya.
Terpisah, Zuhairi Misrawi, anggota Tim Transisi, membenarkan bahwa klub yang bermasalah dengan pemainnya boleh ambil bagian di Piala Kemerdekaan 2015. Kendati demikian, dia menyatakan bahwa klub harus berbenah ke depannya.
"Nanti ‘kan turnamen hanya jalan sebulan, itu kami menjamin bahwa hak-hak pemain terselesaikan," tegasnya. Termasuk juga berkaitan dengan asuransi kepada pemain jika nanti mendapatkan cedera dalam turnamen.
Kesemuanya itu sudah disepakati klub dan Tim Transisi di dalam pakta integritas yang disaksikan langsung Menpora Imam Nahrawi. "Itu menjadi modal kami untuk menggaransi teman-teman pemain," kata Zuhairi.
Sementara itu, Heru Nugroho Sekjen BOPI mengungkapkan, bahwa pihaknya memberikan kewenangan buat promotor untuk melakukan verifikasi klub. "Jadi, klub peserta bukan kewenangan kami dalam melakukan verifikasi, karena ini hanya sebatas turnamen," timpalnya.
http://m.kaltimpost.co.id/berita/detail/238447-klub-penunggak-gaji-melenggang
bayar woy... enak aja abis make ga pake bayar.
Artinya, klub penunggak gaji bisa bebas melenggang untuk ikut dalam dua turnamen tersebut. Bagi pemain itu menjadi masalah tersendiri jika pihak promotor tetap mengakomodir klub yang bersangkutan. "Bagaimana mau menjamin tidak ada tunggakan lagi kalau musim lalu saja klub Liga Indonesia dan Divisi Utama banyak yang nunggak," sebut Valentino Simanjuntak, CEO APPI kepada Jawa Pos News Network (JPNN), Kamis (23/7) kemarin.
Untuk itu, APPI mendorong supaya masalah tunggakan gaji tersebut bisa diselesaikan dulu oleh pihak klub sebelum turun dalam turnamen tersebut. Valentino mengungkapkan bahwa pihak promotor harus bijak dalam menangani masalah tersebut. Apalagi ini menyangkut jaminan finansial terhadap para pemain yang selama ini kerap menjadi korban.
Lebih lanjut, Valentino berharap, promotor Piala Indonesia Satu juga menerapkan hal yang sama. "Jadi harus ada kontrak yang jelas buat pemain. Sekali lagi ini, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sebelumnya," tegasnya.
Terpisah, Zuhairi Misrawi, anggota Tim Transisi, membenarkan bahwa klub yang bermasalah dengan pemainnya boleh ambil bagian di Piala Kemerdekaan 2015. Kendati demikian, dia menyatakan bahwa klub harus berbenah ke depannya.
"Nanti ‘kan turnamen hanya jalan sebulan, itu kami menjamin bahwa hak-hak pemain terselesaikan," tegasnya. Termasuk juga berkaitan dengan asuransi kepada pemain jika nanti mendapatkan cedera dalam turnamen.
Kesemuanya itu sudah disepakati klub dan Tim Transisi di dalam pakta integritas yang disaksikan langsung Menpora Imam Nahrawi. "Itu menjadi modal kami untuk menggaransi teman-teman pemain," kata Zuhairi.
Sementara itu, Heru Nugroho Sekjen BOPI mengungkapkan, bahwa pihaknya memberikan kewenangan buat promotor untuk melakukan verifikasi klub. "Jadi, klub peserta bukan kewenangan kami dalam melakukan verifikasi, karena ini hanya sebatas turnamen," timpalnya.
http://m.kaltimpost.co.id/berita/detail/238447-klub-penunggak-gaji-melenggang
bayar woy... enak aja abis make ga pake bayar.
0
1.7K
18
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan