- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Pajak Barang Mewah Masih Dikenakan untuk Motor, Rumah dan Pesawat
TS
deniswise
Pajak Barang Mewah Masih Dikenakan untuk Motor, Rumah dan Pesawat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) masih tetap ada.
Namun hanya komoditas tertentu saja yang dikenakan PPnBM.
"Pajak barang mewah masih dikenakan kendaraan bermotor, pesawat, kapal, rumah mewah dan apartemen," ujar Bambang di ruang DPD RI, Rabu (17/6/2015).
Bambang memaparkan untuk barang mewah seperti tas dan baju dengan merk luar negeri sudah dibebaskan. Hal ini menyusul dengan diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10 tahun 2015 terkait penghapusan pajak barang mewah.
"Sudah keluar PMK, pemberlakuan ada tanggalnya," papar Bambang.
Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, PPnBM untuk merk ternama seperti Louis Vuitton, Gucci, Hermes dan sejenisnya telah bebas pajak. Dengan begitu harganya turun 40 persen.
Tujuan Kementerian Keuangan menghapus PPnBM untuk komoditas tersebut, agar masyarakat bisa meningkatkan daya belinya. Selain itu masyarakat tidak perlu belanja ke Singapura lagi.
"Ke Singapura mau buat apaan sih, memang ada tempat wisata alamnya, paling hanya untuk belanja," kata Bambang.
sumber
lui vitong turun 40%
Namun hanya komoditas tertentu saja yang dikenakan PPnBM.
"Pajak barang mewah masih dikenakan kendaraan bermotor, pesawat, kapal, rumah mewah dan apartemen," ujar Bambang di ruang DPD RI, Rabu (17/6/2015).
Bambang memaparkan untuk barang mewah seperti tas dan baju dengan merk luar negeri sudah dibebaskan. Hal ini menyusul dengan diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10 tahun 2015 terkait penghapusan pajak barang mewah.
"Sudah keluar PMK, pemberlakuan ada tanggalnya," papar Bambang.
Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, PPnBM untuk merk ternama seperti Louis Vuitton, Gucci, Hermes dan sejenisnya telah bebas pajak. Dengan begitu harganya turun 40 persen.
Tujuan Kementerian Keuangan menghapus PPnBM untuk komoditas tersebut, agar masyarakat bisa meningkatkan daya belinya. Selain itu masyarakat tidak perlu belanja ke Singapura lagi.
"Ke Singapura mau buat apaan sih, memang ada tempat wisata alamnya, paling hanya untuk belanja," kata Bambang.
sumber
lui vitong turun 40%
0
813
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan