alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5565195b5c7798324c8b456a/bisnis-quotmobile-doctorquot-bisakah
Bisnis "Mobile Doctor". Bisakah??
Assalamualaikum wr wb! Selamat pagi!

Mohon ijin untuk sedikit curhat disini!

Beberapa hari yang lalu ane mengantar orang tua ane berobat jalan di sebuah rumah sakit.

Seperti biasa, ane melihat antrian orang-orang sakit membeludak, bahkan semenjak BPJS "ngetrend", antrian makin bertambah, bahkan pasien harus rela ambil cuti dan melantai untuk dapat giliran.

Ane pun bertanya-tanya..

Apakah bisa seorang dokter melayani pasien lebih mobile lagi?

Apakah bisa seorang dokter merawat pasiennya langsung ke rumah atau tempat kerja mereka, sehingga tak perlu mengorbankan waktu-waktu produktifnya dengan bermacet-macet ria di jalan untuk berobat?

Apakah peraturan yang berlaku membolehkan adanya "mobile doctor" ini (baik pertanggungjawaban medis maupun legal perijinannya), dan kalau iya mungkin bisa jadi peluang?

Barangkali ada agan/sistah domisilinya di Kota Bandung yang sevisi dan semisi dengan ane kita bisa kerjasama untuk mencoba?? (Teteupp!.. Ujung-ujungna ngajak bisnis! Hehe.emoticon-Malu (S) )

Hatur nuhun sudah berkenan mendengarkan curhatan saya!emoticon-Kiss (S)

Wassalamualaikuum!
mobile clinic udah ada lama gan, tapi terbatas untuk keperluan yang umum atau sebaliknya kasus khusus, misalnya epidemi dan sebagainya.

pertanyaannya waktu mau dijadikan jenis bisnis baru, apalagi untuk dihubungi dengan bpjs, ada kendalanya :

1. kausal pembayarannya blom ada di bpjs, dan gak bakal berubah cuma untuk 1 bisnis baru kecuali ente anak menteri. terlebih karena ini mobile.

2. yang bisa disuruh2 itu dokter umum yang baru lulus, karena dokter itu jabatan profesionalis, gak bisa disebut dibawah pengusahanya, terutama kalau bukan dokter juga. tes aja.. sakti kalo bisa.

3. kunjungan dokter ke rumah pasien ada di kode etik kedokteran (kalo gak salah), tapi untuk post treatment, dan udah jarang sekali di praktekkan.

4. kalau bisa melewati semu permaslahan di atas, begitu mobile clinicnya parkir, tetep aja ada antrian panjang berjam2nya, karena yang terjadi sebenernya cuma pindah alamat klinik dengan jumlah dokter yang lebih dikit.. jadi ngantrinya malah lebih panjang.

5. ente sadar gak dokter ikut aturan bpjs karena dipaksa? kalo gak ikut ijin prakteknya bisa dicabut. ente mau gak kuliah ratusan juga, kadang sampe miliaran buat jadi specialist, cuma buat dibayar 25rb per pasien? (dokter umum). bpjs itu curang dan gak adil ke dokter. mereka diam aja karena sangat setia sama sumpah dokternya.

jadi dengan kerepotan yang udah ada, ane ragu mau ditambah dengan urusan musti ikut jalan kesana kemari.
Quote:Original Posted By crownroadsteer
mobile clinic udah ada lama gan, tapi terbatas untuk keperluan yang umum atau sebaliknya kasus khusus, misalnya epidemi dan sebagainya.

pertanyaannya waktu mau dijadikan jenis bisnis baru, apalagi untuk dihubungi dengan bpjs, ada kendalanya :

1. kausal pembayarannya blom ada di bpjs, dan gak bakal berubah cuma untuk 1 bisnis baru kecuali ente anak menteri. terlebih karena ini mobile.

2. yang bisa disuruh2 itu dokter umum yang baru lulus, karena dokter itu jabatan profesionalis, gak bisa disebut dibawah pengusahanya, terutama kalau bukan dokter juga. tes aja.. sakti kalo bisa.

3. kunjungan dokter ke rumah pasien ada di kode etik kedokteran (kalo gak salah), tapi untuk post treatment, dan udah jarang sekali di praktekkan.

4. kalau bisa melewati semu permaslahan di atas, begitu mobile clinicnya parkir, tetep aja ada antrian panjang berjam2nya, karena yang terjadi sebenernya cuma pindah alamat klinik dengan jumlah dokter yang lebih dikit.. jadi ngantrinya malah lebih panjang.

5. ente sadar gak dokter ikut aturan bpjs karena dipaksa? kalo gak ikut ijin prakteknya bisa dicabut. ente mau gak kuliah ratusan juga, kadang sampe miliaran buat jadi specialist, cuma buat dibayar 25rb per pasien? (dokter umum). bpjs itu curang dan gak adil ke dokter. mereka diam aja karena sangat setia sama sumpah dokternya.

jadi dengan kerepotan yang udah ada, ane ragu mau ditambah dengan urusan musti ikut jalan kesana kemari.


Makasih buat tanggapannya, gan! emoticon-Cendol (S)

Yang ane maksud bukan mobile clinic yang pake infrastruktur mobil yang harus parkir di tempat tertentu (kalo itu yang ane tangkep), tapi dimana dokter menerima panggilan untuk kunjungan ke rumah atau kantor pasien, hehe. emoticon-Malu (S)

Apakah SOP penanganan pasien berbeda ketika di rumah sakit/klinik dengan di rumah? emoticon-Bingung (S)

Okeh, brarti ada "kesenjangan" koordinasi, yah, kalau berhubungan antara non-dokter dengan dokter dalam satu atap? emoticon-Bingung (S)

Iyes, ane juga punya temen dokter BPJS yang pernah curhat diberi bayaran segitu. Karena enggak punya wewenang, cuma bisa turut prihatin dan berharap ada perbaikan bayarannya. emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By Akang Yamato


Makasih buat tanggapannya, gan! emoticon-Cendol (S)

Yang ane maksud bukan mobile clinic yang pake infrastruktur mobil yang harus parkir di tempat tertentu (kalo itu yang ane tangkep), tapi dimana dokter menerima panggilan untuk kunjungan ke rumah atau kantor pasien, hehe. emoticon-Malu (S)

Apakah SOP penanganan pasien berbeda ketika di rumah sakit/klinik dengan di rumah? emoticon-Bingung (S)

Okeh, brarti ada "kesenjangan" koordinasi, yah, kalau berhubungan antara non-dokter dengan dokter dalam satu atap? emoticon-Bingung (S)

Iyes, ane juga punya temen dokter BPJS yang pernah curhat diberi bayaran segitu. Karena enggak punya wewenang, cuma bisa turut prihatin dan berharap ada perbaikan bayarannya. emoticon-Berduka (S)


kunjungan ada layanannya di rs swasta gan............. asal kuat bayarnya aja

hehehe
Quote:Original Posted By crownroadsteer


kunjungan ada layanannya di rs swasta gan............. asal kuat bayarnya aja

hehehe


Boleh tau, gan. Rincian layanannya kayak pegimana?

Kalo bisa sama perkiraan biayanya juga. Hehe emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By Akang Yamato


Boleh tau, gan. Rincian layanannya kayak pegimana?

Kalo bisa sama perkiraan biayanya juga. Hehe emoticon-Malu (S)


minta ke rumah sakitnya aja dengan alasan2nya, nanti menyesuaikan denga jadwal dokternya.

biayanya sekitar 2 sampe 3 kali lipat plus sewa peralatan yang diperlukan.

berapanya tergantung rumah sakitnya. tanya aja ke rs, nanti juga dikasih tau semua biayanya
kalo agan nonton film warkop Dono Kasino Indro,konsep mobile doctor sudah ada sejak jaman WarKop DKI muda..contoh di film ada adegan adiknya Kasino sakit lalu manggil dokter buat ke rumah periksa adiknya...
Quote:Original Posted By jokowisata
kalo agan nonton film warkop Dono Kasino Indro,konsep mobile doctor sudah ada sejak jaman WarKop DKI muda..contoh di film ada adegan adiknya Kasino sakit lalu manggil dokter buat ke rumah periksa adiknya...

Bentoel, gan.

Penerawangan saya memang kayak gitu, dimana dokter bisa dipanggil ke rumah pasien.

Mungkin untuk kasus sakit yang ringan-ringan (batuk-pilek, flu ringan, panu, dll.) sehingga RS/klinik enggak terlalu terbebani oleh kunjungan pasien-pasien dengan masalah yang ringan, sehingga bisa fokus untuk menangani penyakit yang lebih serius.

Kalau pun pasien yang dikunjungi ternyata kena penyakit yang serius, dokter yang berkunjung bisa ngasih rujukan.

Naah!.. Kira-kira apa standart-nya dimana suatu penyakit dianggap ringan dan gimana prosedurnya apabila pasien yang dikunjungi perlu rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi lagi (dari kunjungan dirujuk ke klinik, atau langsung ke RS misalnya) apakah perlu kerjasama terlebih dahulu atau bagaimana?
Karena ini sub forum bisnis, jadi gw coba bahas dari sini bisnis juga yah..

1. Target marketnya siapa? Kalau menengah keatas, udah ada layanan dokter panggilan di RS swasta. Kalo menengah kebawah, biaya operasionalnya kayaknya terlalu tinggi, karena pasti harus ada kendaraan, supir (kalau dokternya gak bisa/males bawa sendiri), bensin, dan pastinya fee dokternya juga lebih besar karena secara fisik juga lebih melelahkan..

2. Biasanya yang punya klinik pasti punya apotik juga, karena pendapatan utama bukan dari jasa pemeriksaan tapi dari penjualan obat. Layanan dokter di klinik yang nempel dengan apotik itu lebih ke semacam strategi pemasaran obat2 di klinik tersebut. Sementara kalau mobile, otomatis tidak bisa menyediakan obat2an juga. Kenapa? Karena menurut aturan yang gw tau, yang berhak memberikan obat hanya apoteker, sementara dokter hanya membuat resepnya saja (Walaupun di lapangan bisa saja dokter diam2 juga memberikan obat). Kayaknya agak terlalu mahal kalau apoteker dan obat2annya ikut si dokter kemana-mana.

3. Kalau dari sisi perijinannya, kayaknya bisa aja tapi tetap harus ada klinik tetapnya dengan peralatan lengkap untuk memenuhi standar perijinan.

4. Untuk rujukan, si dokter yang memutuskan. Jika si pasien harus dirujuk ke rumah sakit, tinggal dibuatkan surat rujukan/pengantar saja. Tidak perlu ada kerja sama antara dokter dengan RS yang dirujuk karena suratnya sifatnya global, isinya cuma keterangan penyakit yang mungkin diderita dengan disebutkan gejala2 yang mendukung. Terserah si pasien mau ke RS yang mana.
Quote:Original Posted By zeal
Karena ini sub forum bisnis, jadi gw coba bahas dari sini bisnis juga yah..

1. Target marketnya siapa? Kalau menengah keatas, udah ada layanan dokter panggilan di RS swasta. Kalo menengah kebawah, biaya operasionalnya kayaknya terlalu tinggi, karena pasti harus ada kendaraan, supir (kalau dokternya gak bisa/males bawa sendiri), bensin, dan pastinya fee dokternya juga lebih besar karena secara fisik juga lebih melelahkan..

2. Biasanya yang punya klinik pasti punya apotik juga, karena pendapatan utama bukan dari jasa pemeriksaan tapi dari penjualan obat. Layanan dokter di klinik yang nempel dengan apotik itu lebih ke semacam strategi pemasaran obat2 di klinik tersebut. Sementara kalau mobile, otomatis tidak bisa menyediakan obat2an juga. Kenapa? Karena menurut aturan yang gw tau, yang berhak memberikan obat hanya apoteker, sementara dokter hanya membuat resepnya saja (Walaupun di lapangan bisa saja dokter diam2 juga memberikan obat). Kayaknya agak terlalu mahal kalau apoteker dan obat2annya ikut si dokter kemana-mana.

3. Kalau dari sisi perijinannya, kayaknya bisa aja tapi tetap harus ada klinik tetapnya dengan peralatan lengkap untuk memenuhi standar perijinan.

4. Untuk rujukan, si dokter yang memutuskan. Jika si pasien harus dirujuk ke rumah sakit, tinggal dibuatkan surat rujukan/pengantar saja. Tidak perlu ada kerja sama antara dokter dengan RS yang dirujuk karena suratnya sifatnya global, isinya cuma keterangan penyakit yang mungkin diderita dengan disebutkan gejala2 yang mendukung. Terserah si pasien mau ke RS yang mana.


Makasih udah mau mampir, gan!

1. Sasarannya, sih, pengennya kelas menengah-menengah sama menengah-bawah, tapi ane masih nol soal pengetahuan usaha kesehatan, apa saja keperluan operasional seorang dokter harus mengunjungi rumah/kantor pasien, sehingga banyak yang menggarapnya di kalangan menengah ke atas, setahu ane dulu ada sejenis mantri yang suka melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien yang ada di lingkungan menengah ke bawah.

2. Apakah bisa kalo kita enggak harus bikin apotek secara fisik? Misalnya dengan kerjasama dengan apotek tertentu, sehingga kita bisa ambil dari sana tanpa harus bangun sarana fisik?

3. Kira-kira punya referensi lengkap regulasi penyelenggaraan usaha kesehatan, gan?

4. Kalau surat rujukan itu bersifat universal alias bisa diterima oleh semua fasilitas kesehatan, apakah bisa dijamin seratus persen bakal dilayani enggak yah? Kan, kalau enggak salah ada kasus juga ada pasien yang ditolak dirawat sama RS padahal sudah ada surat rujukan.
Dokter "Panggil" ke rumah untuk skrg cuma dinikmati kalangan atas.,krn costnya tinngi. Atau si dokter punya kedekekatan dgn keluarga pasien

Untuk kelas ekonomi dbwhnya paling bs mantri atau mhswa koas.

Dengan konsep "datang" ke rumah, itu sudah ada dari jama tabib cina kuno atau zaman romawi. Cuma untuk dinikmati semua kalangan dan masyarakat, maka dgn perkembangan zaman,didirikanlah pusat kesehatan/ RS. Jadi sebenarnya pada awalnya layanan kesehatan itu terbatas.
ikut menanggapi gan... mobile doctor nieh udah diterapkan biasanya untuk event gtu... biayanya dihitung per jam untuk dokternya perawat dan driver... sedangkan panggilan kerumah juga udah ada tp tentu doctor feenya lumayan lah... karena waktu ke lokasi trus peralatan yg qta bawa mobile... coba aja gan...
Quote:Original Posted By Akang Yamato


Makasih udah mau mampir, gan!

1. Sasarannya, sih, pengennya kelas menengah-menengah sama menengah-bawah, tapi ane masih nol soal pengetahuan usaha kesehatan, apa saja keperluan operasional seorang dokter harus mengunjungi rumah/kantor pasien, sehingga banyak yang menggarapnya di kalangan menengah ke atas, setahu ane dulu ada sejenis mantri yang suka melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien yang ada di lingkungan menengah ke bawah.

2. Apakah bisa kalo kita enggak harus bikin apotek secara fisik? Misalnya dengan kerjasama dengan apotek tertentu, sehingga kita bisa ambil dari sana tanpa harus bangun sarana fisik?

3. Kira-kira punya referensi lengkap regulasi penyelenggaraan usaha kesehatan, gan?

4. Kalau surat rujukan itu bersifat universal alias bisa diterima oleh semua fasilitas kesehatan, apakah bisa dijamin seratus persen bakal dilayani enggak yah? Kan, kalau enggak salah ada kasus juga ada pasien yang ditolak dirawat sama RS padahal sudah ada surat rujukan.


1. Konsepnya ingin dokter panggilan yang datang ke rumah-rumah atau dokter mobile yang berhenti di spot khusus macam puskesmas keliling atau sim keliling?

Yang gue tau untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan, perlu ada dokter, perawat dan peralatan dasar. Kalau mau memberikan obat, berarti apoteker harus ikut serta. Kalau bentuknya kayak puskemas/sim keliling harus menyediakan ruang tertutup untuk pemeriksaan (bisa pakai tenda atau bagian belakang mobil seperti ambulan). Untuk dokter yang datang ke rumah, cuma membawa peralatan diagnosa minimal saja, tindakan yang dilakukan juga terbatas dan hanya melakukan diagnosa dan memberikan resep atau rujukan, walau bisa memberikan obat, biasanya obatnya terbatas obat yang dijual bebas/obat warung.

Untuk dokter, ada fee jaga/duduk dan fee tindakan (suntik/operasi kecil/dsb). Sementara untuk petugas yang lain biasanya flat rate (CMIIW)


2. Yang wajib fisiknya ada itu kliniknya, bukan apoteknya. Karena perijinan yang dilihat itu bangunannya dan fasilitas/peralatan yang tersedia. Mobile Doctor itu adalah sebagai fasilitas tambahan dari klinik tersebut, walaupun dalam bisnisnya Mobile Doctor adalah yang utama.

3. Bisa dilihat di web kemenkes atau IDI

4. Dilayani pasti dilayani, tapi apakah bisa dilayani dalam konteks pelayanan Rawat Inap atau membutuhkan fasilitas khusus, itu urusan yang berbeda. Surat pengantar itu tidak memberikan jaminan seseorang dirawat di RS bersangkutan atau tidak, karena terkait biaya (pasien tidak mampu membayar), fasilitas yang tersedia (pasien membutuhkan ruang NICU, tapi di RS tersebut tidak ada) atau ketersediaan tempat (Ada ruang NICU tapi hanya ada 1 dan sedang digunakan pasien lain). Perlu diketahui bahwa surat pengantar biasanya pasien membawa suratnya ke dokter spesialis terlebih dahulu sesuai surat rujukannya, baru setelah itu perlu tindakan lain (rawat inap, rawat jalan, test lab, dsb) atau tidak itu sudah kebijakan dokter spesialis tersebut. Untuk kejadian pasien yang ditolak, biasanya hanya pada kasus tertentu saja, misalnya ruang perawatan penuh karena sedang ada wabah, dsb.



Yang sulit sebenarnya nanti adalah menentukan harga pelayanan yang rendah (target menengah-bawah) tapi dengan beban operasional tinggi. Hitung-hitungannya kudu tepat banget.
Quote:Original Posted By socceripoy
Dokter "Panggil" ke rumah untuk skrg cuma dinikmati kalangan atas.,krn costnya tinngi. Atau si dokter punya kedekekatan dgn keluarga pasien

Untuk kelas ekonomi dbwhnya paling bs mantri atau mhswa koas.

Dengan konsep "datang" ke rumah, itu sudah ada dari jama tabib cina kuno atau zaman romawi. Cuma untuk dinikmati semua kalangan dan masyarakat, maka dgn perkembangan zaman,didirikanlah pusat kesehatan/ RS. Jadi sebenarnya pada awalnya layanan kesehatan itu terbatas.


Quote:Original Posted By nurseria
ikut menanggapi gan... mobile doctor nieh udah diterapkan biasanya untuk event gtu... biayanya dihitung per jam untuk dokternya perawat dan driver... sedangkan panggilan kerumah juga udah ada tp tentu doctor feenya lumayan lah... karena waktu ke lokasi trus peralatan yg qta bawa mobile... coba aja gan...


Quote:Original Posted By zeal


1. Konsepnya ingin dokter panggilan yang datang ke rumah-rumah atau dokter mobile yang berhenti di spot khusus macam puskesmas keliling atau sim keliling?

Yang gue tau untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan, perlu ada dokter, perawat dan peralatan dasar. Kalau mau memberikan obat, berarti apoteker harus ikut serta. Kalau bentuknya kayak puskemas/sim keliling harus menyediakan ruang tertutup untuk pemeriksaan (bisa pakai tenda atau bagian belakang mobil seperti ambulan). Untuk dokter yang datang ke rumah, cuma membawa peralatan diagnosa minimal saja, tindakan yang dilakukan juga terbatas dan hanya melakukan diagnosa dan memberikan resep atau rujukan, walau bisa memberikan obat, biasanya obatnya terbatas obat yang dijual bebas/obat warung.

Untuk dokter, ada fee jaga/duduk dan fee tindakan (suntik/operasi kecil/dsb). Sementara untuk petugas yang lain biasanya flat rate (CMIIW)


2. Yang wajib fisiknya ada itu kliniknya, bukan apoteknya. Karena perijinan yang dilihat itu bangunannya dan fasilitas/peralatan yang tersedia. Mobile Doctor itu adalah sebagai fasilitas tambahan dari klinik tersebut, walaupun dalam bisnisnya Mobile Doctor adalah yang utama.

3. Bisa dilihat di web kemenkes atau IDI

4. Dilayani pasti dilayani, tapi apakah bisa dilayani dalam konteks pelayanan Rawat Inap atau membutuhkan fasilitas khusus, itu urusan yang berbeda. Surat pengantar itu tidak memberikan jaminan seseorang dirawat di RS bersangkutan atau tidak, karena terkait biaya (pasien tidak mampu membayar), fasilitas yang tersedia (pasien membutuhkan ruang NICU, tapi di RS tersebut tidak ada) atau ketersediaan tempat (Ada ruang NICU tapi hanya ada 1 dan sedang digunakan pasien lain). Perlu diketahui bahwa surat pengantar biasanya pasien membawa suratnya ke dokter spesialis terlebih dahulu sesuai surat rujukannya, baru setelah itu perlu tindakan lain (rawat inap, rawat jalan, test lab, dsb) atau tidak itu sudah kebijakan dokter spesialis tersebut. Untuk kejadian pasien yang ditolak, biasanya hanya pada kasus tertentu saja, misalnya ruang perawatan penuh karena sedang ada wabah, dsb.



Yang sulit sebenarnya nanti adalah menentukan harga pelayanan yang rendah (target menengah-bawah) tapi dengan beban operasional tinggi. Hitung-hitungannya kudu tepat banget.


Makasih buat tanggapan dari gan/sist semua!..

Kebetulan kemarin dikasih referensinya kayak disini (Masih sedikit krunya, mungkin baru startup)

Dan dilihat, pricing-nya berkisar 400-500 ribu rupiah.

Agak berat, neh, kalo buat nyasarin ke kalangan menengah-kebawah ternyata!.. emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By Akang Yamato
Assalamualaikum wr wb! Selamat pagi!

Mohon ijin untuk sedikit curhat disini!

Beberapa hari yang lalu ane mengantar orang tua ane berobat jalan di sebuah rumah sakit.

Seperti biasa, ane melihat antrian orang-orang sakit membeludak, bahkan semenjak BPJS "ngetrend", antrian makin bertambah, bahkan pasien harus rela ambil cuti dan melantai untuk dapat giliran.

Ane pun bertanya-tanya..

Apakah bisa seorang dokter melayani pasien lebih mobile lagi?

Apakah bisa seorang dokter merawat pasiennya langsung ke rumah atau tempat kerja mereka, sehingga tak perlu mengorbankan waktu-waktu produktifnya dengan bermacet-macet ria di jalan untuk berobat?

Apakah peraturan yang berlaku membolehkan adanya "mobile doctor" ini (baik pertanggungjawaban medis maupun legal perijinannya), dan kalau iya mungkin bisa jadi peluang?

Barangkali ada agan/sistah domisilinya di Kota Bandung yang sevisi dan semisi dengan ane kita bisa kerjasama untuk mencoba?? (Teteupp!.. Ujung-ujungna ngajak bisnis! Hehe.emoticon-Malu (S) )

Hatur nuhun sudah berkenan mendengarkan curhatan saya!emoticon-Kiss (S)

Wassalamualaikuum!


Gan,

ane pribadi kurang gtu paham juga soal kesehatan, tapi setau gua emg kalo lu mau tweak proses2 yg berhubungan sama obat kedokteran bpjs emg perlu koneksi yang kuat.
Di tmpt kita ada yg startup tes darah mobile juga bareng telkom sm ada koneksi ke dinas. Coba agan PM dia langsung tanya. Kalo ga bales kasih tau ane nanti ane kontek personally orgnya kl lg ga sibuk emoticon-Smilie
Ni gan orangnya : ini

×