alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Standard And Poor’s: Outlook Rating Indonesia Membaik Dari Stable Menjadi Positif
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/555ed519de2cf2c2778b4569/standard-and-poors-outlook-rating-indonesia-membaik-dari-stable-menjadi-positif

Standard And Poor’s: Outlook Rating Indonesia Membaik Dari Stable Menjadi Positif

Hendri Tri Widi Asworo  Kamis, 21/05/2015 16:21 WIB
Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/201...enjadi-positif

Bisnis.com, JAKARTA--Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) pada hari ini, Kamis (21/5/2015) merevisi outlook rating Indonesia dari Stable menjadi Positive Outlook dan sekaligus mengafirmasi rating pada BB+. Perbaikan outlook ini mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.

Dalam siaran pers-nya, sovereign analyst utama S&P untuk Indonesia, Kyran A. Curry, mengatakan bahwa faktor utama yang mendukung perubahan outlook adalah perbaikan kerangka (framework) kebijakan yang mampu meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan. Kebijakan yang lebih efektif dan terarah telah memperkuat sektor fiskal dan cadangan devisa, serta memperbaiki ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menyatakan bahwa perbaikan outlook S&P tersebut sesuai dengan prediksi. Namun target berikutnya adalah peningkatan rating hingga memperoleh predikat investment grade dari S&P. "Saat ini, S&P adalah satu-satunya lembaga pemeringkat yang belum menempatkan Indonesia pada posisi investment grade," katanya dalam siaran pers, Kamis (21/5/2015).

Outlook rating dari S&P tersebut merupakan pengakuan atas ketahanan perekonomian Indonesia sebagai hasil koordinasi kebijakan yang telah ditempuh oleh otoritas perekonomian, meskipun terdapat tekanan baik domestik maupun global. Rating action S&P ini juga memperlihatkan peningkatan optimisme dunia internasional atas prospek kinerja ekonomi Indonesia.

Komen ane:
Keliatannya carut marut, rupiah terpukul, investasi naik turun, IHSG ke langit ke jurang, tapi kok dinaikin yah ratingnya sama S&P, apa jangan2 cuma buaian belaka nihhhhh... Tapi ane ambil positifnya aja deh... emoticon-Cool

Karena Hapus Subsidi BBM, Ekonomi Indonesia Naik
Sumber: http://www.aktualpost.com/karena-hap...ia-naik-57072/
Budi Satria Friday, 22 May 2015

Lembaga Pemeringkat International, Standard and Poor’s (S&P) memperbaiki peringkat ekonomi Indonesia dari stabil menjadi positif, BB+ dikarenakan penghapusan subsidi BBM. Menurut ESDM Sudirman bahwa dengan dihapuskannya subsidi BBM yang selama ini tidak produktif, ekonomi Indonesia kan mengalami perbaikan di masa depan.

“Rating (Peringkat) ekonomi Indonesia yang mengalami perbaikan versi S&P, terutama penyumbang terbesarnya adalah karena pemerintah berani mengambil terobosan besar dengan mengalihkan subsidi BBM ke sektor yang lebih produktif. Inilah yang menjadi terobosan perbaikan ekonomi ke depan,” kata Sudirman dalam acara Konferensi Indonesia Petroleum Association (IPA) di JCC Senayan, Jakarta, Jum’at (22/05/2015).

Sudirman juga menambahkan bahwa dana subsidi BBM yang nilainya mencapai Rp 200 triliun, akan dialihkan ke pembangunan infrastruktur, dan hasilnya belum terlihat saat ini , namun di masa yang akan datang akan luar biasa.

Dalam waktu terakhir ini, Pemerintah pimpinan Joko Widodo, sudah mulai mengerjakan beberapa proyek infrastruktur diantaranya pembangunan jalan tol Bendungan, Infrastruktur perbatasan, pembangkit listrik, pelabuhan dan juga bandara.

Komen ane:
Yah kalo emang rakyat harus menunggu karena ini bukan sesuatu yang instan, mungkin bisa dimaklumi...
tapi kalo sampe beberapa taun ke depan belum ada 1 pun infrastruktur yang dijanjikan beres, yah berarti ingkar janji sama rakyat namanya

Rating Kredit Indonesia Membaik, S&P Janjikan Kenaikan Lagi
sumber: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/...kenaikan-lagi/
Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia
Kamis, 21/05/2015 20:45 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) memperbaiki peringkat kredit Indonesia dari Stable menjadi Positive Outlook dan sekaligus mengafirmasi rating pada BB . Perbaikan outlook ini membuka peluang Indonesia memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.

Dalam siaran persnya, Kamis (21/5), Analis Surat Berharga S&P untuk Indonesia, Kyran A. Curry mengatakan faktor utama yang mendukung perubahan outlook adalah perbaikan kerangka kebijakan yang dianggap berhasil meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan. Menurutnya, kebijakan yang lebih efektif dan terarah telah memperkuat sektor fiskal dan cadangan devisa, serta memperbaiki ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo langsung merespon positif pengakuan S&P. Dia menyatakan perbaikan outlook tersebut sesuai dengan prediksinya. Ke depannya, Agus Martowardojo punya target menjadikan Indonesia berpredikat laik investasi (investment grade) dari S&P. Saat ini, S&P adalah satu-satunya lembaga pemeringkat yang belum menempatkan Indonesia pada posisi investment grade.

Secara lebih rinci, S&P menyebut sejumlah syarat jika Indonesia ingin naik peringkat dalam 12 bulan ke depan. Antara lain jika target peningkatan kualitas pengeluaran pemerintah tercapai, konsistensi melepas harga BBM mengikuti mekanisme pasar, dan mengalokasikan anggaran investasi pemerintah secara efisien.

Bunga Utang Berpotensi Turun

Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan meningkatnya peringkat kredit Indonesia di mata S&P mampu meringankan biaya utang pemerintah yang bersumber dari pasar luar negeri. "Maka cost of fund-nya akan lebih murah dan menambah basis dari investornya.Karena kalau untuk investor global dan asing yang ingin investasi biasanya ada syarat negara tersebut sudah harus investment grade," katanya.

Namun, Bambang belum bisa mengestimasi berapa persen potensi penurunan biaya bunga surat utang negara. "Hukum ekonomi logis, demand tinggi sementara supply tetap. Maka bond kita akan menjadi lebih bagus dan cost of fund-nya akan lebih rendah," katanya.

Pengumuman rating tersebut bertepatan dengan rencana pemerintah menerbitkan surat berharga syariah berdenominasi valas atau sukuk global. Meski peringkat utang membaik, Bambang masih bungkam ketika ditanya kepastian tanggal terbit instrumen pembiayaan syariah tersebut. "Sekarang masih book building," katanya. (ags)

Quote:

Quote:


Quote:


Quote:

Quote:


Mampir ke trit ane yang lain gan/sis:
Spoiler for Hot trit ane lainnya gan/sis::
Spoiler for Trit ane lainnya gan/sis::

Diubah oleh charlies280590
Halaman 1 dari 4

Berita terkait:

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...ting.Indonesia
Kamis, 21 Mei 2015 | 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P), Kamis (21/5/2015), menaikkan outlook rating Indonesia dari Stable menjadi Positive Outlook. Hal ini sekaligus mengafirmasi rating pada BB+. Perbaikan outlook ini mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.

Sovereign analyst utama S&P untuk Indonesia, Kyran A Curry, mengatakan, faktor utama yang mendukung perubahan outlook adalah perbaikan kerangka kebijakan yang telah berhasil meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan. "Kebijakan yang lebih efektif dan terarah telah memperkuat sektor fiskal dan cadangan devisa, serta memperbaiki ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," sebutnya dalam siaran pers.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menyatakan, perbaikan outlook S&P tersebut sesuai dengan prediksi, tetapi target berikutnya adalah peningkatan rating hingga memperoleh predikat investment grade dari S&P. Saat ini, S&P adalah satu-satunya lembaga pemeringkat yang belum menempatkan Indonesia pada posisi investment grade.

"Outlook rating dari S&P tersebut merupakan pengakuan atas ketahanan perekonomian Indonesia sebagai hasil koordinasi kebijakan yang telah ditempuh oleh otoritas perekonomian, meskipun terdapat tekanan baik domestik maupun global," sebutnya. Rating action S&P, sebut dia, juga memperlihatkan peningkatan optimisme dunia internasional atas prospek kinerja ekonomi Indonesia.

Secara lebih rinci, S&P menyatakan bahwa terdapat kemungkinan peningkatan rating Indonesia dalam 12 bulan ke depan. Apabila target peningkatan kualitas pengeluaran pemerintah dapat dicapai, termasuk konsistensi penerapan kebijakan harga BBM sesuai harga pasar dan pengalokasian anggaran investasi pemerintah secara efisien.
Editor : Erlangga Djumena
Yang mau refreshing dengan berita adem, silahkan mampir di trit ini
emoticon-Cool

Peringkat Utang Indonesia Berpotensi Naik

http://economy.okezone.com/read/2015...erpotensi-naik
Jum'at, 22 Mei 2015 - 16:06 wib

JAKARTA - Indonesia menerima secuil kabar baik dari Standard & Poor’s (S&P). Lembaga pemeringkat itu memperkuat peluang peningkatan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi dalam setahun mendatang.

S&P mengubah proyeksi utang Indonesia atas peringkat BB+, satu notch di bawah level layak investasi terendah. Outlook berubah dari stabil menjadi positif berkat kebijakan finansial terbaru pemerintah berikut performa keseluruhan Indonesia, demikian keterangan S&P. Perubahan proyeksi menjadi positif mengisyaratkan potensi kenaikan level dalam 12 bulan.

S&P menyatakan, perkembangan kredibilitas kebijakan demi memperkuat ketahanan moneter serta pengelolaan sektor finansial sebagai dua di antara penilaian kenaikan outlook. “Kami memprediksi tindakan ini bakal memperkuat prospek pertumbuhan dan kekuatan eksternal Indonesia,” kata S&P dalam pernyataan pers yang dirilis Kamis.

S&P hanya satu-satunya dari tiga lembaga pemeringkat internasional yang menilai utang pemerintah Indonesia dalam level sampah (junk). Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia ke level layak investasi pada Desember 2011. Sebulan kemudian, Moody’s memberlakukan peringkat yang sama.

Menurut S&P, kenaikan peringkat utang Indonesia dalam setahun mendatang bergantung pada kemampuan pemerintah memperkuat cara membelanjakan anggaran. Upayanya termasuk memungkinkan pelonggaran penyesuaian harga bahan bakar, ketimbang menggunakan anggaran guna mendanai subsidi. Pemerintah juga diharapkan dapat mengalokasikan investasi publik secara lebih efisien.

Citigroup menduga kuat S&P bakal menaikkan peringkat utang Indonesia sebanyak satu notch menjadi BBB. Namun, dampaknya terkait penarikan investasi ke Indonesia, yang sangat dibutuhkan demi mendanai target infrastruktur ambisius pemerintah, barangkali tak terlalu “signifikan.”

Nomura, perusahaan finansial berbasis Jepang menyebut alasan perubahan proyeksi “tak mendasar.” Mereka memperkirakan tak bakal ada penguatan level. Sebab, Nomura tak yakin Indonesia dapat memenuhi persyaratan kenaikan peringkat S&p dalam setahun mendatang. Sementara itu, pujian bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo datang dari Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pada Kamis. Hari itu sekaligus mengakhiri kunjungan dua harinya di Jakarta.

“Dalam pembicaraan kemarin dengan Presiden [Joko] Widodo dan Wakil Presiden [Jusuf] Kalla, saya sangat terkesan dengan komitmen Indonesia membuka pintu investasi yang penting bagi rakyat, termasuk perawatan kesehatan serta penguatan pembelajaran di sekolah-sekolah,” sahut Kim kala memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia.

Bagaimanapun menurut Kim, Indonesia mesti secepatnya memperkuat infrastruktur demi memenuhi target pertumbuhan ekonomi terkini. Ia menilai perbaikan rute transportasi, listrik dan sektor lain yang menghadapi hambatan logistik akan memperkuat pertumbuhan Indonesia sebesar 2 persen secara tahunan.

Perekonomian Indonesia bertumbuh hanya 4,7 persen dalam Kuartal I, laju terendah dalam lebih dari lima tahun. Lambannya pemulihan ekonomi global memang menjadi salah satu pemicu utama. Namun, pemerintah juga bertanggung jawab lantaran lambat membelanjakan anggaran. (Oleh I Made Sentana)

Komen ane: lebih baik lambat membelanjakan anggaran ketimbang buru2 tapi salah sasaran toh...
Jujur sih ane ga paham..
Baca di sebelah katanya ini bukan kabar baik.. Hmm..
Ini warisan SBY ... JKW gak boleh klaim ya ...emoticon-Mad


SOP NASBUNG emoticon-Ngakak
Itu hanya rating pembayaran hutang bukan mencerminkan ekonomi suatu negara.
trit yang isinya zombie nastak pada coolay emoticon-Takut
jokowi e-pek nih,pasti emoticon-Recommended Seller
Quote:


Memang bukan indikator mutlak perekonomian suatu negara gan...
tapi gak sedikit pelaku finansial yang nengok outlook ekonomi suatu negara sebelum si pebisnis bertransaksi di negara bersangkutan...
terutama mengenai infrastruktur, saham dan lain2...

Quote:


emoticon-Ngakak (S)
tapi itu penaikan dikaitin sama pencabutan subsidi BBM tuh gan, yang notabene dicabutnya pas pemerintahan pak dhe...
gak mungkin.. pasti salah data... coba aja tanya ke beye.. datanya beye selalu benar..
Diubah oleh fleet
Maunya mungkin kayak aladin
Subsidi dicabut pagi trus 'cling' sore infrastruktur terwujud
Quote:


Apa perlu ditanya rame2 gan lewat twitinya pak beye...???
emoticon-Malu (S)
gan, pcuma post berita begini panasbung ga kan ngerti..
mereka cman pengen subsidi bbm sebanyak" nya sama fixed kurs..
kalo bsa sekalian hidup nya juga d subsidi

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Prestasi Presiden siapa ini, gan? emoticon-Request
Akhirnya ada berita bagus jg dri jokower...
Quote:


Orang goblog kaya lu itu tau apa....
Mending lu matiin komputer trus pergi ronda sana sama hansip yg lain
Dalam dunia investasi internasional gak semua penanam modal mengerti kondisi suatu negara, biar ringkas kadang mereka pake semacam indeks yang dibuat lembaga pemeringkat. Ibarat kaya kita pengen belanja online, cari dulu reviewnya di beberapa situs yang dianggap cukup bagus penliaiannya sebelum memesan barang tertentu.

Ada beberapa lembaga pemeringkat yang yang dijadikan acuan saat ini seperti Standard & Poor's, FItch, dan Moody.

Orang lain boleh punya penilaian dan peringkat yang berbeda di luar lembaga pemeringkat di atas.
Biasanya indeks utamanya ada dua yang diliat investor: kelayakan utang dan kondisi ekonomi secara umum.

Kalau perngkatnnya yang dikasih makin baik, makin bagus juga citra Indonesia di mata penanam modal.
semoga saja semakin membaik emoticon-Smilie
Quote:


Prestasi presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia gan
emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Sip gan, terima kasih penjelasannya, ane pajang di pejwan yah
Quote:


lah S&P kan memang rating agency .. emoticon-Big Grin

emang rating agency itu tugasnya melihat outlook suatu negara berdasarkan banyak hal .. salah satunya kebijakan penting yang mendasar termasuk subsidi BBM ... artinya apa? artinya ruang fiskal semakin terbuka, postur APBN semakin baik .. dan ini suatu poin PLUS buat outlook ekonomi Indonesia ...

dari dulu kan pemerintahan kita gak berani ambil kebijakan gak popular ini .. fyi, selain Brunei, Malaysia dan Indonesia .. di ASEAN udah gak ada lagi yang subsidi BBM nya loh .. emoticon-Big Grin

dari situ aja terlihat gimana tata kelola pemerintahan nya kan? emoticon-Big Grin

-----------
dan lihat hasilnya kan? rating naik .. investor semakin melirik .. investor bisa lebih banyak (relatif) .. kalau investor banyak, pengangguran bisa dikurangi, atau pertumbuhan bisa didorong .. selain itu suku bunga pinjaman kita juga bisa turun sedikit .. beban bunga kita menurun .. dengan beban bunga yang menurun, ruang fiskal semakin besar kan?

jadi ... ok dong secara umum? emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di