alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/554c774dc0cb1718298b4569/diskusi-ask-adakah-pemain-komoditi-yang-minat-produk-organik-di-forbis
[DISKUSI/ASK] ADAKAH PEMAIN KOMODITI YANG MINAT PRODUK ORGANIK DI FORBIS ?
Halo agan-agan kaskuser..

Ane sekedar mau bertanya, atau berdiskusi sekalian..

Apakah ada yang berminat main beras di sini?
atau komoditi organik lainnya?
Pada khususnya untuk jenis bahan pangan organik

Ane punya visi untuk mensterilkan tubuh kita dari pestisida dan zat2 berbahaya lainnya.

Jadi ane sangat penasaran seberapa besarkah minat terhadap komoditi organik? Apa yang menurut agan-agan yang sudah berpengalaman di bidang ini yang menjadi kendala dalam mendagangkan produk organik.

Code:
PENJELASAN SINGKAT DARI PRODUK PANGAN ORGANIK

Bahan pangan organik adalah bahan pangan yang diproduksi dengan menggunakan metode pertanian organik, yang membatasi input sintetik modern seperti pestisida sintetik dan pupuk kimia.
Penggunaan pestisida organik seperti toksin Bacillus thuringiensis masih digunakan. Bahan pangan organik juga tidak diproses menggunakan iradiasi, pelarut industri, atau bahan tambahan makanan kimiawi


PERBEDAAN HASIL PANGAN ORGANIK vs NON ORGANIK

Quote:Original Posted By BERAS ORGANIK vs NON ORGANIK


.............................................................ORGANIK.................................................NON ORGANIK

1. Fisik :...................................................LICIN...............................................................Kasar
2. Warna:.............................................MENGKILAP .....................................................Kusam
3. Aroma:..............................................TERASA ............................................................Apek
4. Daya serap air: ...................................SEDIKIT........................................................Banyak
5. Tektur:..........................................LEBIH PULEN ................................................Kurang pulen
6. Waktu memasak:.......................... LEBIH CEPAT ................................................. Lebih lama
7. Nasi: ............................................TAHAN LAMA ..................................................Cepat basi
8. Nutrisi: .........................................LEBIH TINGGI.................................................Lebih rendah
9. Dicerna: .......................................LEBIH MUDAH ..................................................Lebih sulit
10. Glukosa: ................................MUDAH DICERNA ...............................................Tidak terurai
11. Karbohidrat: ............................MUDAH TERURAI............................................. Tidak terurai
12. Protein: ................................. MUDAH TERURAI .............................................. Tidak terurai
13. Penderita Kencing Manis:...................BAIK.......................................................... Tidak baik
14. Penderita Asam Urat:....................... BAIK ...........................................................Tidak baik
15. Penderita Vertigo:...............................BAIK ..........................................................Tidak baik
16. Penderita Darah Tinggi: ......................Baik ...........................................................Tidak baik
17. Penderita Jantung: .............................BAIK ..........................................................Tidak baik
18. Kimia berbahaya: ...........................TIDAK ADA ........................................... Ada kontaminasinya
19. Zat Peptisida: ................................TIDAK ADA ........................................................Ada


Quote:Original Posted By SAYURAN ORGANIK vs NON ORGANIK


Pupuk :Sayuran produksi konvensional menggunakan pupuk berbahan kimia untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, sedangkan tanaman organik hanya menggunakan pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos.

insektisida : Tanaman pangan pada umumnya disemprot dengan insektisida berbahan sintetis. Sedangkan Sayuran organik menggunakan insektisida berbahan alami, yang dapat mengatasi masalah hama dan serangga.

Gulma : Produk konvensional menggunakan herbisida untuk mengatasi masalah gulma, sementara organik menggunakan tanaman lain, mengolah tanah, penyiangan, merotasi tanaman, dll untuk mematikan atau mengendalikan gulma.
Kelebihan

Sayuran organik mengandung pestisida lebih sedikit dibanding non-organik

Pestisida adalah bahan kimia seperti fungisida, herbisida, dan insektisida. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam pertanian konvensional. Satu zat berbahaya dalam pestisida adalah residu. residu menempel pada tanaman yang kita berikan pestisida dan tak bisa hilang dengan mudah. Bahkan sisa pestisida ini tidak bisa dihilangkan dengan proses mencuci, karena bisa terserap oleh akar dan mengendap didalam tumbuhan. Residu pestisida ini merupakan neurotoksin yang meracuni syaraf.

Karena sayuran organik terbebas dari bahan kimia, tanaman pangan organik pasti lebih sehat dalam jangka panjang.

Sayuran organik lebih tahan lama dan juga lebih segar

Sayuran organik biasanya lebih segar dan lebih lezat saat dimakan. Sayuran yang dibudidayakan secara alami ini juga bisa bertahan lebih lama, sehingga sekaligus meminimalisasi penggunaan bahan pengawet.

Sayuran organik juga lebih bergizi
Selain memiliki rasa yang relatif lebih lezat, sayuran organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Tak hanya itu, buah-buahan dan sayuran organik juga memiliki kandungan 27% vitamin C , 21% Zat besi , 29% magnesium ,13.6% fosfor , dan 18% polyphenol lebih tinggi dibandingkan non-organik.

Penelitian juga telah menemukan bahwa asam salisilat rata-rata lebih banyak 600% di dalam sup organik. Sup wortel organik mengandung 1.040 nanogram salisilat, dibandingkan dengan sup wortel non-organik yang hanya 20 nanogram. Daging organik juga sedikit mengandung lemak jenuh, dan yang lebih banyak adalah lemak sehat.

Tidak mengandung antibiotik
Hewan organik tidak diberikan antibiotik, hormon pertumbuhan, atau Sayuran buatan dari bahan sampingan/limbah. Penggunaan antibiotik dalam produksi hewan ternak pedaging akan menciptakan strain bakteri baru yang resisten terhadap antibiotik. Hal ini berarti bahwa ketika seseorang jatuh sakit karena strain ini, maka ia akan kurang merespon terhadap pengobatan antibiotik.
Tidak ada rekayasa genetika

Dengan kemajuan teknologi, rekayasa genetika untuk pangan kini sudah menjadi hal yang biasa untuk meningkatkan produksi. Penelitian menyebutkan bahwa tikus dilaboraorium yang diberi jagung hasil rekayasa genetika mengembangkan tumor diotak dan akhirnya mati. Sayuran organik adalah satu-satunya Sayuran yang bebas dari hasil persilangan.

Tentunya, ramah lingkungan!
Mengurangi polusi (udara, air dan tanah), menghemat air, mengurangi erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan menggunakan lebih sedikit energi. Selain itu, pertanian organik lebih baik bagi ekosistem yang berada disekitarnya. Pertanian tanpa pestisida juga lebih aman bagi para petani yang mengelola produksi Sayuran.



Sekalian minta tolong untuk jawab 1 pertanyaaan gan.

Kenapa agan pilih atau tidak memilih produk bahan makanan organik?




Semoga bahasan yang ada di thread ini bisa menjadi info yang baik dan berguna bagi kaskuser lainnya

Untuk semua yang berpartisipasi, di awal thread ini ane doakan

Semoga sukses selalu gan'



-------------------------------UPDATE--------------------------------

Berikut ini adalah komen2 tambahan dari kaskuser yang berkontribusi di thread ini

MASALAH YANG SEDERHANA TAPI BERDAMPAK BESAR
Quote:Original Posted By _ _ _
masalah di edukasi produk aja sih gan masalahnya. dri UPT setempat juga gak ada pengarahan untuk ber cocok tanam organik


KERUSAKAN LAHAN AKIBAT KIMIA NON ORGANIK
Quote:Original Posted By lxuser
Sekedar sharing aja gan, ane dulu lama menjadi pedagang beras, dan keluarga sudah 20 thn ada di bisnis beras. Yg jadi masalah sekarang ini adalah tanah pertanian kebanyakan sudah jenuh dengan bahan kimia yg berlebihan, apalagi di dAerah dataran rendah yg kebanyakan menampung residu bahan kimia dari pertanian yg berada di daerah pegunungan, dan yg lebih parah lagi pola pemupukan petani kita kebanyakan "salah kaprah" karena tanah yg jenuh banyak petani yg menggunakan pupuk berlebihan bahkan sampai 300% dari aturan, sehingga banyak organisme/mikroorganisme yg mungkin populasinya sangat sedikit, Ini menurut analisa ane yg sering denger curhatan petani.

Jadi menurut ane pertanian organik akan lebih mudah dilKukan di dataran tinggi, itu juga harus melibatkan beberapa petani disekitar agan agar juga bertani organik, kalau tidak tetep aja kena residu kimia dari lahan sawah di sekitar agan.

bagi agan yg berada di kampung pertanian organik sebenernya lebih hemat biaya tapi butuh kerja keras yg lebih, dan pertanian organik itu sustainable/ berkelanjutan, semakin lama aplikasinya semakin subur lahan yg dipakai, krn populasi organisme yg mendukung pertanian semakin padat. FYI organisme pengurai itu adalah salah satu unsur penting selain air dan sinar matahari dalam sustaiable farming. Sudah lama negara maju sperti jepang mengaplikasikannya bahkan dulu sempat import besar2an cacing tanah dari US. Tapi untuk transformasi ke pertanian organik itu gak gampang, 2-3x panen hasil yg diperoleh kemngkinan besar mengecewakan.

Terus untuk pemasaran sebenernya sudah sangat banyak permintaan, terutama di kota2 besar.
niat banget pengen nanem padi organik. sayangnya ga didukung sama petani lain. dripada beras kita ga ada yg beli d tengkulak. ya ngikut aja lah.

biaya meng edukasi petani sekampung ini yg mahal
Quote:Original Posted By _ _ _
niat banget pengen nanem padi organik. sayangnya ga didukung sama petani lain. dripada beras kita ga ada yg beli d tengkulak. ya ngikut aja lah.

biaya meng edukasi petani sekampung ini yg mahal


Menurut agan apa yang membuat tengkulak gak minat? Sekain masakah harga tentunya..
masalah di edukasi produk aja sih gan masalahnya. dri UPT setempat juga gak ada pengarahan untuk ber cocok tanam organik
Quote:Original Posted By _ _ _
masalah di edukasi produk aja sih gan masalahnya. dri UPT setempat juga gak ada pengarahan untuk ber cocok tanam organik


Sebagai trader ato retailer menurut agan marketnya udah siap blom?
market udah kebuka n jalan lama gan perihal beras organik. browsing2 aja. masalahnya belum merata aja tiap daerah ga semua upt mengupayakan petani nanem beras organik. padahal kesejhteraan petani naik klo nanem padi organik. harga di tingkat petani udah tinggi. bisa 12rb/liter. kalo padi biasa super harga ke petani cuma 9rb an
Quote:Original Posted By _ _ _
market udah kebuka n jalan lama gan perihal beras organik. browsing2 aja. masalahnya belum merata aja tiap daerah ga semua upt mengupayakan petani nanem beras organik. padahal kesejhteraan petani naik klo nanem padi organik. harga di tingkat petani udah tinggi. bisa 12rb/liter. kalo padi biasa super harga ke petani cuma 9rb an


Gimana untuk komoditi lain gan? Seperti sayur dn buah2an organik?
justru sayur organik yg banyak dipasar. maen2 aja ke ranch market. kemcik. kerfur gan...
majeng dulu di trit sepuh gini
kalau ane tertarik gan sama beras organik tp keterbatasan dgn ilmu pertanian organik.

lebih memilih organik gan karna dengan organik kita bisa meminimallisir bahan kimia pestisida yg masuk ke tubuh kita.
bercocok tanam pun tidak sesulit yg bukan organik gan, contohnya yah tanaman sayur metode hidroponik yg bisa dilakukan di pekarangan rumah emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By aldiistihsan
majeng dulu di trit sepu gini


silahkan gan, sama-sama cari ilmu

Quote:Original Posted By oke.aw.aw
kalau ane tertarik gan sama beras organik tp keterbatasan dgn ilmu pertanian organik.

lebih memilih organik gan karna dengan organik kita bisa meminimallisir bahan kimia pestisida yg masuk ke tubuh kita.
bercocok tanam pun tidak sesulit yg bukan organik gan, contohnya yah tanaman sayur metode hidroponik yg bisa dilakukan di pekarangan rumah emoticon-Smilie


kalau untuk konsumsi pribadi, produk organik jadi pilihan gak selama ini?
Sekedar sharing aja gan, ane dulu lama menjadi pedagang beras, dan keluarga sudah 20 thn ada di bisnis beras. Yg jadi masalah sekarang ini adalah tanah pertanian kebanyakan sudah jenuh dengan bahan kimia yg berlebihan, apalagi di dAerah dataran rendah yg kebanyakan menampung residu bahan kimia dari pertanian yg berada di daerah pegunungan, dan yg lebih parah lagi pola pemupukan petani kita kebanyakan "salah kaprah" karena tanah yg jenuh banyak petani yg menggunakan pupuk berlebihan bahkan sampai 300% dari aturan, sehingga banyak organisme/mikroorganisme yg mungkin populasinya sangat sedikit, Ini menurut analisa ane yg sering denger curhatan petani.

Jadi menurut ane pertanian organik akan lebih mudah dilKukan di dataran tinggi, itu juga harus melibatkan beberapa petani disekitar agan agar juga bertani organik, kalau tidak tetep aja kena residu kimia dari lahan sawah di sekitar agan.

bagi agan yg berada di kampung pertanian organik sebenernya lebih hemat biaya tapi butuh kerja keras yg lebih, dan pertanian organik itu sustainable/ berkelanjutan, semakin lama aplikasinya semakin subur lahan yg dipakai, krn populasi organisme yg mendukung pertanian semakin padat. FYI organisme pengurai itu adalah salah satu unsur penting selain air dan sinar matahari dalam sustaiable farming. Sudah lama negara maju sperti jepang mengaplikasikannya bahkan dulu sempat import besar2an cacing tanah dari US. Tapi untuk transformasi ke pertanian organik itu gak gampang, 2-3x panen hasil yg diperoleh kemngkinan besar mengecewakan.

Terus untuk pemasaran sebenernya sudah sangat banyak permintaan, terutama di kota2 besar.

Ohya definisi pertanian organik sendiri menurut agan2 disini apa sih?
Quote:Original Posted By lxuser
Sekedar sharing aja gan, ane dulu lama menjadi pedagang beras, dan keluarga sudah 20 thn ada di bisnis beras. Yg jadi masalah sekarang ini adalah tanah pertanian kebanyakan sudah jenuh dengan bahan kimia yg berlebihan, apalagi di dAerah dataran rendah yg kebanyakan menampung residu bahan kimia dari pertanian yg berada di daerah pegunungan, dan yg lebih parah lagi pola pemupukan petani kita kebanyakan "salah kaprah" karena tanah yg jenuh banyak petani yg menggunakan pupuk berlebihan bahkan sampai 300% dari aturan, sehingga banyak organisme/mikroorganisme yg mungkin populasinya sangat sedikit, Ini menurut analisa ane yg sering denger curhatan petani.

Jadi menurut ane pertanian organik akan lebih mudah dilKukan di dataran tinggi, itu juga harus melibatkan beberapa petani disekitar agan agar juga bertani organik, kalau tidak tetep aja kena residu kimia dari lahan sawah di sekitar agan.

bagi agan yg berada di kampung pertanian organik sebenernya lebih hemat biaya tapi butuh kerja keras yg lebih, dan pertanian organik itu sustainable/ berkelanjutan, semakin lama aplikasinya semakin subur lahan yg dipakai, krn populasi organisme yg mendukung pertanian semakin padat. FYI organisme pengurai itu adalah salah satu unsur penting selain air dan sinar matahari dalam sustaiable farming. Sudah lama negara maju sperti jepang mengaplikasikannya bahkan dulu sempat import besar2an cacing tanah dari US. Tapi untuk transformasi ke pertanian organik itu gak gampang, 2-3x panen hasil yg diperoleh kemngkinan besar mengecewakan.

Terus untuk pemasaran sebenernya sudah sangat banyak permintaan, terutama di kota2 besar.

Ohya definisi pertanian organik sendiri menurut agan2 disini apa sih?


tanah yang sudah rusak apa bisa dikembalikan fungsinya gan?

btw ane copas ke post 1 ya kalimat agan

oiya penjelasan dari komoditi organik juga akan ane tambah di atas sebentar lagi
Ijin nimbrung.. Pertanian organik memang murah costnya, tapi harganya terlampau mahal. Siapa yang mau makan beras organik? Saya sih lebih prefer beras biasa.

Tanah yang sudah rusak bisa diremajakan kembali, google aja pasti ketemu. Bahkan di bekas lahan tambang sekalipun bisa diolah kembali untuk pertanian.

Quote:Original Posted By yonathan86
Ijin nimbrung.. Pertanian organik memang murah costnya, tapi harganya terlampau mahal. Siapa yang mau makan beras organik? Saya sih lebih prefer beras biasa.

Tanah yang sudah rusak bisa diremajakan kembali, google aja pasti ketemu. Bahkan di bekas lahan tambang sekalipun bisa diolah kembali untuk pertanian.



jadi menurut gan kendalanya adalah harga jual ya?

menurut agan, kisaran harga berapa pantasnya bahan makanan pokok?
misalnya beras... terlepas dari organik maupun bukan

baru nyadar agan crown buat thread juga

ijin nyimak gan, sambil belajar dari para sepuh bisnis emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By crownroadster


tanah yang sudah rusak apa bisa dikembalikan fungsinya gan?

btw ane copas ke post 1 ya kalimat agan

oiya penjelasan dari komoditi organik juga akan ane tambah di atas sebentar lagi


Pasti bisa gan, walau butuh waktu....yg pernah ane denger sih dgn aplikasi pupuk kandang sekitar 9 ton per hektar sawah, utk hasil panen pertama bs cm 50% dari panen normal, tp selanjutnya akan naik bahkan sampai melebihi pertanian dengan pupuk sintetis. Mungkin dengan menambahkan cacing dan mikroba pendukung lain bs lebih cepat mengembalikan kesuburan tanah.

Ohya mengenai pertanian organik dan kimia, sampe sekarang ane masih bingung bedanya...lawong tanaman untuk tumbuh pasti butuh bahan kimia...wkkwkwwk...oksigen, air, nitrogen, posphat, kalium semua kan bahan kimia gan.
Quote:Original Posted By ariepriyambadha
baru nyadar agan crown buat thread juga

ijin nyimak gan, sambil belajar dari para sepuh bisnis emoticon-Malu (S)


sama2 belajar gan.. hehehe


Quote:Original Posted By lxuser


Pasti bisa gan, walau butuh waktu....yg pernah ane denger sih dgn aplikasi pupuk kandang sekitar 9 ton per hektar sawah, utk hasil panen pertama bs cm 50% dari panen normal, tp selanjutnya akan naik bahkan sampai melebihi pertanian dengan pupuk sintetis. Mungkin dengan menambahkan cacing dan mikroba pendukung lain bs lebih cepat mengembalikan kesuburan tanah.

Ohya mengenai pertanian organik dan kimia, sampe sekarang ane masih bingung bedanya...lawong tanaman untuk tumbuh pasti butuh bahan kimia...wkkwkwwk...oksigen, air, nitrogen, posphat, kalium semua kan bahan kimia gan.


ada kategori zat organik dan non organik gan

nanti ane update kalo datanya ketemu
Quote:Original Posted By crownroadster


sama2 belajar gan.. hehehe




ada kategori zat organik dan non organik gan

nanti ane update kalo datanya ketemu


kalo disebut sintesis vs alami betul gak ya kira2.

Maap bukannya ane anggota illuminati, tp ane salut sama israel yg sudah bisa mengembangkan pertanian sustainable, tanpa bahan sintesis, mereka mengandalkan hubungan simbiosis dalam ekosistem.
Krn akan jadi sia2 kalau kita sudah pupuk secara alami tapi masih menggunakan pestisida dan herbisida yg berbahaya, jadi termasuk pemberantasan hama hrs dilakukan secara alami jg...krn setiap hama pasti ada predatornya, misal tikus diberantas dengan burung hantu, rumput dengan belut, quite complicated ya gan kalo emang mau benar2 alami....hehhehe
Quote:Original Posted By lxuser


kalo disebut sintesis vs alami betul gak ya kira2.

Maap bukannya ane anggota illuminati, tp ane salut sama israel yg sudah bisa mengembangkan pertanian sustainable, tanpa bahan sintesis, mereka mengandalkan hubungan simbiosis dalam ekosistem.
Krn akan jadi sia2 kalau kita sudah pupuk secara alami tapi masih menggunakan pestisida dan herbisida yg berbahaya, jadi termasuk pemberantasan hama hrs dilakukan secara alami jg...krn setiap hama pasti ada predatornya, misal tikus diberantas dengan burung hantu, rumput dengan belut, quite complicated ya gan kalo emang mau benar2 alami....hehhehe


tenang aja gan. Di dunia nyata, si wahyudi gak ada hubungannya sama pasukan laminating dan remason.. itu cuma buat jualan buku doang.
kadang orang pilih jawaban yang rumit pada permasalahan hidupnya untuk menjustifikasi realita yang sulit mereka terima. Yang untung, ya yang jualan novel2nya itu..

back to topic, israel bukan satu2nya, jepang, australia dan banyak sekali negara produktif lain udah berada di tingkat tersebut. jadi bukan mereka yang sangat maju, kitanya yang sangat terbelakang. Diomongin panjang2 nanti bakal lari ke politik hehehehe.

Pesan moralnya, lebih baik kita memikirkan solusi yang produktif daripada terus ngeliat luka kita sendiri di cermin.

Dan atas alasan itu jugalah ane buka thread ini... untuk kita melangkah ke depan.