alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Apa Ada Seni yang Buruk?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/552775a6a2c06ee3248b456d/apa-ada-seni-yang-buruk

Apa Ada Seni yang Buruk?

Kenangan itu nggak selalu tentang hal-hal yang baik, tapi juga hal-hal yang buruk. Hal-hal yang buruk juga patut dikenang, karena bisa jadi pembelajaran untuk kita ke depannya, untuk mengingat-ingat lagi kenapa kita jadi seperti kita yang sekarang – karena kita yang hari ini adalah hasil dari apa yang kita buat dan kita alami dulu.

Begitu juga dengan museum. Nggak semua barang yang disimpan dan dipamerin di sana harus melulu barang yang bagus. Lagi pula, toh dalam seni itu bagus dan buruk sifatnya sangat relatif kan?

Apa Ada Seni yang Buruk?


Buat yang belum tau, ada beberapa museum di Amerika yang namanya Museum of Bad Art, atau MOBA. MOBA ini ada di 3 tempat, yaitu di Dedham (Massachusetts), Sommerville, dan Brookline (Massachusetts). Menurut mereka, MoBA ini punya koleksi kurang lebih 500 potong benda seni yang saking buruknya sampe sayang kalo diabaikan, dan 25-35 di antaranya dipamerkan sepanjang waktu.

Apa Ada Seni yang Buruk?


MOBA didirikan pada tahun 1994 oleh seorang makelar barang antik yang bernama Scott Wilson yang memamerkan sebuah lukisan yang ditemukannya di dalam tong sampah ke teman-temannya. Judul lukisan itu adalah “Lucy in the Field with Flowers” yang sekarang jadi signature museum itu. Siapa pelukisnya, sampai hari ini nggak ada yang tau. Dalam waktu satu tahun, makin banyak jumlah koleksi dan peminatnya sampe akhirnya mereka ngebuat museum di lantai bawah tanah sebuah teater di Dedham. Menurut salah seorang pendiri MOBA, Jerry Reilly, “Ketika setiap kota punya sedikitnya satu museum yang didedikasikan untuk karya seni terbaik, MOBA hanyalah sebuah museum yang mengoleksi dan memamerkan karya seni terburuk.” Tapi nggak asal jelek terus bisa masuk MOBA lho, karena mereka juga punya kriteria tersendiri. Karya yang layak masuk MOBA harus asli dan dibuat dengan tujuan yang serius. Mereka boleh aja “jelek” tapi nggak membosankan. Itu aturannya. Hmmm… Mungkin memang yang membuat orang tertarik itu sesuatu yang nggak bikin bosan sih ya, bukan sekedar enak dipandang mata.

Menurut salah seorang pendiri lainnya, Marie Jackson, “MOBA adalah tempat untuk merayakan hak seorang seniman untuk gagal dengan rasa kemenangan.” Keren. Jadi, siapa bilang kegagalan itu sebuah aib? Sembilan dari 10 karya seni yang kepingin masuk ke MOBA juga bisa jadi ditolak karena dianggap “kurang jelek’. Jelek pun bukan berarti harus murahan kan ya? Hehe. Selain itu MOBA juga nggak terima hasil karya anak-anak.

Kita juga cenderung lupa untuk melihat museum sebagai tempat keramat budaya yang semata-mata terbuat dari penilaian dan selera manusia, sementara selera tiap orang kan beda-beda. Yang menurut kamu jelek, bisa aja menurut orang lain bagus. Selain itu, keadaan sebuah museum juga lebih sering dibentuk karena sumbangan dana dari pada pendonor. MOBA ini bisa jadi jawaban yang jujur untuk hal-hal seperti ini, bahwa selera itu nggak bisa dibeli dengan uang.

Ada yang menuduh MOBA ini anti-seni, padahal sebenarnya tujuan MOBA adalah mendukung para seniman untuk lebih berani berekspresi tanpa ragu. Sama seperti Museum of Non-Visible Art yang, sesuai dengan namanya, menampilkan karya-karya yang nggak terlihat alias masih dalam bentuk konsep.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Salah satu lukisan terkenal yang dipajang di MOBA adalah “Sunday on the Pot with George”, yang juga nggak diketahui siapa pelukisnya. Seorang pengunjung museum mengaku menangis ketika melihat lukisan yang banyak membuat banyak orang tertawa.

Mungkin sebaiknya kita juga belajar untuk lebih mengapresiasi karya seni orang lain ya. Nggak semua yang dibuat orang yang terkenal itu lebih baik dari orang awam, bukan? Dan seni yang buruk… apa itu sebenarnya? Bukankah semua seni dibuat dengan tujuan keindahan?

Gimana menurut kamu ?
Diubah oleh samanosuke20
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2

20 Seniman Terkenal dan Studionya

Rumah adalah tempat kembali yang nyaman. Tempat lahirnya ide-ide, meracik harapan, dan membuat karya besar. Bagi para seniman, rumah kedua dari rumah mereka sebenarnya adalah studio, tempat karya-karya besar mereka dibuat. Studio bagi mereka adalah tempat untuk melahirkan karya yang indah. Seorang seniman biasanya menciptakan karya mereka dengan media dan muse. Di studio-studio inilah keajaiban karya seni dunia tercipta. Kali ini, kopling akan berikan gambaran 20 seniman terkenal dengan studionya.

1. Salvador Dali

Apa Ada Seni yang Buruk?


2. Pablo Picasso

Apa Ada Seni yang Buruk?


3. Jackson Pollock

Apa Ada Seni yang Buruk?


4. Claude Monet

Apa Ada Seni yang Buruk?


5. Ron Mueck

Apa Ada Seni yang Buruk?


6. Hans Hartung

Apa Ada Seni yang Buruk?

7. Antonio Recalcati

Apa Ada Seni yang Buruk?


8. Yue Minjun

Apa Ada Seni yang Buruk?


9. Herman Nitsch

Apa Ada Seni yang Buruk?


10. Gustave Clarence Rodolphe Boulanger

Apa Ada Seni yang Buruk?

11. Edvard Munch

Apa Ada Seni yang Buruk?


12. Emilio Vedova

Apa Ada Seni yang Buruk?


13. Mark Rothko

Apa Ada Seni yang Buruk?

14. Nara Yoshitomo

Apa Ada Seni yang Buruk?


15. David Hockney

Apa Ada Seni yang Buruk?


16. Louise Bourgeois

Apa Ada Seni yang Buruk?


17. Cy Twombly

Apa Ada Seni yang Buruk?


18. Lee Bontecou

Apa Ada Seni yang Buruk?


19. Francis Bacon

Apa Ada Seni yang Buruk?


20. Roy Lichtenstein

Apa Ada Seni yang Buruk?
Diubah oleh samanosuke20
ane gak kenal semuwanya,
leonardo da vinci? m.angelo? kgak ad?

Seni dan Agama

Seni dan agama itu termasuk budaya, dan keduanya seringkali berkaitan. Melalui karya-karyanya dalam bentuk tiga dimensi dan dua dimensi, seni banyak membantu penyebaran agama, serta memperindah agama.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Manuskrip yang diambil dari Al-Quran, berasal dari abad 13-14 dan ditemukan di Spanyol


Apa Ada Seni yang Buruk?


Manuskrip dari Majma-al Tawarikh


Dalam agama Islam, kebanyakan seni yang dipakai adalah seni kaligrafi. Tapi nggak hanya itu, karena di Islam juga ada seni keramik, seni arsitektur, dan seni musik. Seni lukis juga sebenarnya ada, tapi lebih banyak berbentuk geometris atau dalam bentuk arsitektural bangunan karena salah satu kepercayaan di agama Islam adalah nggak diijinkan untuk membuat gambar serupa manusia. Tapi sebenarnya, ada beberapa seniman Muslim yang pernah melukiskan tentang sejarah Islam, seperti misalnya lukisan di atas yang saat ini berada di Metropolitan Museum of Art di New York. Sedangkan dalam aliran sufi, juga ada seni tari.

Di beberapa negara barat, seperti Amerika Serikat, seni Islam juga banyak diajarkan di universitas, karena tanpa belajar seni, orang nggak akan mendapatkan gambaran lengkap tentang budaya secara global juga sejarah agama. Sementara penganut agama Islam saat ini jumlahnya sekitar 23% dari seluruh penduduk dunia, jadi memang mempelajari seni dan budaya Islam itu penting.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Sistine Chapel, “The Creation”, Michelangelo


Sementara, dalam ajaran Kristiani, seni lebih berkembang bebas karena nggak ada peraturan yang mengikat seperti dalam agama Islam. Sejak ratusan tahun yang lalu, orang sudah banyak membuat lukisan tentang kelahiran Kristus, proses penciptaan manusia, dan sebagainya, yang sampai sekarang menjadi karya-karya klasik di banyak gereja, terutama di Eropa.

Di masa kini, ada seorang pendeta Kristen dari Amerika Serikat yang menggunakan seni untuk menyebarkan injil kepada generasi muda. Nama pendeta yang berusia 65 tahun ini adalah Chuck Terrell. Cara ini ia gunakan karena menurutnya generasi muda saat ini nggak hanya belajar dari yang mereka dengar, tapi juga dari yang mereka lihat dan lakukan.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Salah satu foto yang dijual oleh Chuck Terrell untuk biayanya mengembangkan proyek seni religius


Terrell yang memang mempunyai latar belakang pendidikan seni ini menamakan proyeknya sebagai “Art Jam”. Kakek dan nenek Terrell juga sepasang pengabar injil, dan mereka menggunakan musik. Sementara Terrell lebih memilih seni visual. Sayangnya, Terrell nggak mempunyai cukup dana untuk mengembangkan Art Jam, karenanya dia membuat beberapa karya untuk dijual dan dananya digunakan untuk proyeknya itu, seperti misalnya foto laki-laki berpakaian Indian yang sedang berkuda sambil berdoa di atas.

Menurut kamu sendiri, apakah kamu akan lebih tertarik lagi untuk mempelajari agama yang kamu anut kalau lebih banyak melibatkan unsur seni di dalamnya?
Diubah oleh samanosuke20
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03

5 Lukisan Yang Terinspirasi Oleh Laut

Apa Ada Seni yang Buruk?


Alam akan selalu menjadi inspirasi bagi pelukis. Alam menyediakan banyak ruang bagi pelukis untuk dieksplorasi dan dengan segala keindahannya maupun kemisteriusannya, alam selalu memancarkan pesona yang tak habis untuk digali.

Salah satu bagian alam yang kerap menjadi objek lukisan adalah laut. Dengan luas yang masif dan menutupi sebagian besar bumi, ia hadir menjadi sosok yang tak bosan-bosannya menjadi bahan lukisan. Selalu ada sisi dirinya yang menarik untuk dibekukan dalam bentuk lukisan. Semenjak dahulu kala.

Dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional, kali ini kita akan melongok 5 lukisan menjadikan laut sebagai bahan inspirasinya.

The Fighting Temerarie, Joseph Mallord William Turner, 1839

Apa Ada Seni yang Buruk?


Joseph Mallord William Turner adalah pelukis lanskap lautan terbaik sepanjang masa. Berani dan memiliki teknis yang sempurna, masterpiece Turner ini, The Fighting Temerarie, adalah representasi yang tak biasa dari kapal bangsawan, yang biasanya dilukiskan dengan megah dan mewah. Tapi di sini Turner memberi penghormatan pada kapal Temeraire yang gagah dengan menggambarkan dirinya dalam pelayaran terakhirnya, tepat sebelum kapal tersebut pensiun. Karya luar biasa ini terpilih sebagai lukisan terbaik di Inggris dalam sebuah jejak pendapat yang dilakukan oleh National Gallery di London pada tahun 2005.

The Wave, Katsushika Hokusai, 1830

Apa Ada Seni yang Buruk?


Pelukis Jepang selalu menawarkan pendekatan yang berbeda, bahkan nyaris mistis, dalam menggambarkan fenomena alam. Gelombang dalam lukisan The Wave karya Katsushika Hokusai ini bukan hanya sebagai peristiwa yang terjadi di laut, tapi juga digambarkan dalam rupa berbentuk monster, sebuah sosok raksasa lautan yang mengancam setiap kapal yang lewat dengan taringnya yang tajam dan berani. Kuku samudera yang mengerikan terlihat begitu perkasa dan sepertinya mengancam untuk menelan gunung Fuji yang suci, yang diwakilkan sebagai latar, dan menjadi korban berikutnya dari sang gelombang.

The Gulf Stream, Winslow Homer, 1899

Apa Ada Seni yang Buruk?


Sisi kelembutan, keindahan dan pesona laut yang biasanya digambarkan dalam bentuk lukisan dipatahkan oleh gambaran yang memberikan rasa putus asa dalam lukisan The Gulf Stream oleh Winslow Homer ini. Penggambaran yang mengerikan, bahkan sangat menakutkan, tentang pelaut yang terombang-ambing di tengah lautan yang diamuk badai, sementara barisan hiu siap menerkam di sekitarnya terasa begitu realistis, sehingga memberi sensasi terror bagi yang melihatnya. Lukisan ini mungkin merupakan bukti terbaik akan latar belakang Homer sebagai wartawan.

La terrace de Sainte Adresse, Claude Monet, 1867

Apa Ada Seni yang Buruk?


Daftar ini rasanya tak lengkap tanpa memasukkan karya Claude Monet. La terrace de Sainte Adresse menampilkan lukisan yang menampilkan paralelisme yang terpampang jelas dengan karya Diebenkorn tentang lautan. Mereka menggambarkan laut sebagai tempat yang bersahabat, mudah dilalui, bahkan rekreasional untuk bersantai. Komposisinya terbagi atas tiga tingkatam, langit, laut dan daratan. Dan lukisan tersebut dipermanis secara vertikal dengan dua bendera besar yang berkibar ditiup angin laut. Lukisan ini begitu indah sehingga sulit untuk tidak merasa tergoda untuk turut berada di sana dan menikmati pemandangan di minggu sore yang cerah.

The Monk by the Sea, Caspar David Friedrich, 1809/10

Apa Ada Seni yang Buruk?


Bertentangan dengan ketenangan yang terdapat pada karya Fitz Hugh Lane atau kemewahan dramatis dalam karya Ivan Aivazovsky, dalam lukisan The Monk by the Sea karya Caspar David Friedrich kita akan berhadapan dengan dengan karya yang lebih sul8it. Horizontalitas yang terdapat dalam lukisannya terasa sangat kontras dengan skala gambar biksu digambarkan dengan sangat kecil. Bahkan nyaris tidak signifikan dibandingkan dengan luasnya lautan yang menjadi latar. Tapi ini justru menjadikan lukisan memiliki makna romantisme tertentu. Apakah lautan dengan sengaja murni menjadi latar belakang sang biksu, atau mungkin kita melihat sebuah percakapan yang aneh antara sang laki-laki dengan lautan yang tak berbatas? Sebuah cermin mistis dari pikiran sang biksu?
Diubah oleh samanosuke20
lukisan yang pertama bagus juga gan
semuanya indah gan

Seni Lukis Bergaya Militer

Apa Ada Seni yang Buruk?


Seni militer atau military art adalah sebuah aliran seni yang tentunya bertemakan tentang militer. Aliran ini lebih mementingkan subjeknya dibandingkan dengan materi atau gaya yang digunakan. Yang paling sering muncul dalam military art ini adalah lukisan tentang peperangan, penderitaan rakyat, juga kemenangan atas sebuah perjuangan yang melibatkan kaum militer, dan kebanyakan lukisan-lukisan ini memang dibuat pada masa perang.

Military art ini sudah ada sejak jaman purba di Mesir, Cina, Yunani, dan Romawi. Di masa kejayaan kekaisaran Romawi yang terakhir bahkan uang koinnya sering menunjukkan gambar para tentara dan pujian kepada kaum militer.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Pada Abad 20, military art ini sangat berkembang pada masa Perang Dunia I. Banyak seniman yang diminta oleh pemerintah membuat karya seni yang untuk tujuan propaganda dan “merekam” kejadian-kejadian di masa perang, tapi beberapa seniman yang tidak mau terikat oleh program ini berperang sebagai tentara biasa dan melukis di kancah peperangan, termasuk George Grosz dan Otto Dix yang terkenal dengan lukisannya yang berjudul “The Trench”. The Trench yang menggambarkan mayat-mayat korban peperangan ini sempat menimbulkan masalah. Karya-karya Grosz dan Dix ini lalu dibakar oleh Nazi setelah mereka mengadakan pameran.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Paul Nash, seorang pelukis asal Inggris juga membuat beberapa lukisan tentang perang dan sempat terluka parah. Setelah lukanya sembuh, dia direkrut menjadi seniman perang secara resmi dan membuat banyak lukisan dari Perang Dunia I dan II.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Poster-poster juga berkembang di tahun 1914 yang isinya adalah rekrutmen relawan perang dan lain sebagainya. Salah satu poster yang terkenal di masa ini adalah Lord Kichener Wants You yang dibuat oleh Pemerintah Inggris yang kemudian ditiru oleh Amerika Serikat dengan tokoh Uncle Sam.

Para pelukis besar yang terkena oleh dampak perang pada masa ini dan melukisan betapa menghancurkannya perang itu salah satunya adalah Picasso dengan lukisannya yang berjudul “Guernica“. Selain itu ada Henry Moore yang melukiskan para penduduk sipil yang sedang tidur di sebuah stasiun di London Underground yang dibom, dengan judul “The Blitz”. Karya-karya Edward Ardizzone banyak dipuji oleh kaum militer karena menurut mereka, dia adalah satu-satunya seniman yang dapat menangkap atmosfir di masa perang dengan baik. Selain itu, ada juga Nancy Spero yang melukis dan membuat poster anti perang.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Military art tidak hanya menggambarkan keadaan di masa perang, tapi juga pada masa damai. Seperti misalnya lukisan yang dibuat oleh seorang sersan Amerika, Kristopher Battles, yang membuat lukisan tentang pendistribusian beras di Carrefour di Haiti setelah terserang gempa pada tahun 2010.
Diubah oleh samanosuke20

Otak Abu-abu Para Seniman

Beberapa saat yang lalu, di media sosial sempat banyak orang mencoba lebih mengenal diri mereka: apakah yang dominan dalam kepala mereka adalah otak kiri atau otak kanan? Tanpa tes yang dilakukan di internet, seorang teman mengajarkan kepada Kopling bahwa untuk mengetahui otak sebelah mana yang lebih dominan, cukup dengan cara melipat tangan seperti posisi berdoa dengan spontan. Yang ibu jari kirinya di atas ibu jari kanan saat melakukannya, berarti otak kirinya lebih dominan, dan sebaliknya. Entahlah, cara ini memang akurat atau nggak.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Konsep otak kiri dan kanan ini dikembangkan oleh sebuah riset pada tahun 1960 oleh Roger W. Sperry dari Amerika Serikat. Menurutnya, orang yang otak kanannya lebih dominan itu lebih visual, dan mereka memproses informasi yang masuk ke dalam kepalanya dengan cara yang intuitif. Sementara, orang yang otak kirinya lebih dominan biasanya lebih analitis dan mereka lebih dapat menyambung-nyambungkan potongan informasi menjadi satu kesatuan yang utuh. Sperry mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981 karena teorinya ini.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Banyak yang bilang, para seniman biasanya mempunyai otak kanan yang lebih kuat, karena memang orang dengan otak kanan yang kuat itu cenderung lebih kreatif. Ada juga orang yang mengatakan bahwa seseorang bisa menjadi seniman karena bakat turunan, atau bawaan dari lahir, jadi sulit buat orang yang nggak terlahir di dunia seni untuk bisa menjadi seorang seniman.

Namun, sebuah artikel yang dipublikasikan pada akhir bulan Maret 2014 di jurnal “NeuroImage” membeberkan sebuah fakta baru. Artikel yang berjudul panjang “Drawing on the right side of the brain: A voxel-based morphometry analysis of observational drawing” ini mengatakan bahwa menjadi seorang seniman itu bukan cuma permasalahan otak kiri, otak kanan, dan bakat. Hasil temuan menyatakan terdapat peningkatan materi syaraf yang berhubungan dengan persepsi visual, navigasi spasial, dan kemampuan motoris. Jadi, ada peningkatan materi abu-abu dan putih di kedua bagian otak, baik kiri dan kanan, di otaknya para seniman.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Jurnal “NeuroImage” ini juga pernah memuat sebuah riset kecil yang melibatkan 21 mahasiswa sekolah seni dari Camberwell College of Art dan The Royal College of Art di London, serta 23 orang non-seniman. Di risetnya, otak para peserta di-scan dan mereka juga diminta untuk mengerjakan tes gambar. Dari hasil scan otak, ternyata para mahasiswa sekolah seni, yang tentunya hasil gambarnya lebih bagus, mempunyai materi abu-abu (grey matter) yang lebih besar di bagian otak yang disebut precuneus, sebuah wilayah otak yang berperan untuk berbagai jenis fungsi pergerakan manusia, tapi paling utama yang berhubungan dengan kreativitas, seperti penggambaran visual, atau kemampuan memanipulasi, mengkombinasikan, dan mendekonstruksi gambar visual di otak. Penelitian lain yang melibatkan para musisi dan non-musisi juga menyatakan kalau para musisi memiliki materi abu-abu yang lebih besar di bagian otak bernama Heschl’s gyrus, sebuah bagian di otak yang memberikan respon terhadap suara.

Jadi, kreativitas bukan hanya permasalahan otak kiri dan otak kanan, karena materi abu-abu ini berada di kedua bagian otak, walaupun masih nggak jelas apa yang membuat materi abu-abu ini membesar di bagian-bagian tertentu di otak para seniman. Meskipun begitu, para peneliti berpendapat bahwa materi abu-abu ini membesar bukan hanya karena bawaan dari lahir, tapi juga karena didorong oleh lingkungan sekitar. Salah satu penulis The Independent, James Vincent, mengatakan bahwa kemampuan artistik dan kreativitas seseorang itu bisa dilatih.

Jangan pernah merasa kurang kalau kamu bukan berasal dari keluarga seniman. Terlahir dari keluarga seniman memang menjadi nilai tambah, tapi untuk menjadi seniman baik seseorang harus rajin melatih otak dan mengubah cara berpikir.
Diubah oleh samanosuke20
ane dominan otak kanan tuh emoticon-Malu (S) apakah juga mempengaruhi kidal ? soalnya ane sering pake tangan kiri
thread nya keren tapi salah kamar emoticon-Salah Kamar

Pothole Project

Apa Ada Seni yang Buruk?


Apa Ada Seni yang Buruk?


Ada sebuah proyek seni yang sangat menarik bernama “Project Pothole” yang digagas oleh Juliana Santacruz Herrera. Dia membuat lubang-lubang di jalanan kota Paris menjadi sebuah karya seni yang sangat menarik. Dengan menggunakan bahan-bahan seperti benang katun, potongan kain warna-warni, Juliana membuat suasana kota yang cenderung pucat dan keabu-abuan, menjadi lebih enak dilihat.

Apa Ada Seni yang Buruk?


Apa Ada Seni yang Buruk?


Apa Ada Seni yang Buruk?


Tidak jauh dari Paris, tepatnya di Inggris, seorang Pete Dungey juga merasa terganggu dengan kondisi jalanan yang berlubang. Berbada dengan Juliana, Pete menggunakan bahan tanaman dan bunga warna-warni untuk menghias ‘kanvas’ yang terbuat dari aspal tersebut. Nama proyeknya adalah “Pothole Gardens”.

Sebuah proyek sederhana dari kedua seniman namun mempunyai impact yang luar biasa, khususnya bagi masyarakat kota Paris dan juga Inggris dimana Pete dan Juliana hidup. Seru juga nampaknya kalau ada proyek serupa dilakukan di Jakarta. Selain secara visual sangat menarik, juga memberikan kontribusi ke lingkungan tempat kita tinggal.

Tapi semisalnya Pete dan Juliana tinggal di Jakarta, apa kepikiran ya bikin proyek seperti ini? Selain lubangnya yang ekstra besar dan dalam, juga jumlahnya yang luar biasa banyak. Hmmm, itu kalau kita lihat dari sisi negatifnya. Positifnya? Area lubang yang jadi ‘kanvas’ kita bermain jadi lebih besar dan lebih banyak. Tentunya itu sulit didapatkan di kota yang jauh lebih maju seperti Paris. Ayo, Siapa yang tertarik buat proyek seperti ini di Indonesia?
Diubah oleh samanosuke20
bawah ane otak ngeres emoticon-Ngakak
asyiiikkkkkk ngeres emoticon-Big Grin
materi abu2 grey matter not 50 shades of grey kan yah emoticon-Big Grin

salkam keknya gans

Diubah oleh samanosuke20
Post ini sudah di merge/move
Lagu-Lagu yang dibuat Wali itu juga termasuk Seni yang Buruk menurut saya
aku ingin otakku selalu berwarna gan emoticon-Matabelo
apa ada seni yang buruk? entahlah gan, ane pikir emang relatif sikk..mungkin dinilai dari keseriusan berseni itu sendiri...ahh, ngemeng ape ane, btww yang instalasi di jalan itu keren jugak..
Haha ane gak begitu tertarik sama konten trit ente gan, justru yng menarik itu judul trit ente haha emoticon-Ngakak dimana letak keburukan seni ya? Gambar abstrak aja yang ga jelas bisa diebut seni
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di