alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e8c3a9a09a3964698b4571/kenapa-harus-ke-kota
Kenapa harus ke kota?
Kenapa harus ke kota?
Pertanyaan ini muncul buat beberapa orang terutama para pemuda yang akan memulai karir (baca kerja). Mereka pasti akan galau setengah mati antara harus memilih untuk tetap tinggal di desa atau mencoba mengadu nasib dengan modal ijazah mencari pekerjaan ke kota besar. Bagi pemuda lulusan sarjana ada beberapa scenario untuk pergi meninggalkan desa dan bekerja di kota. Karena di kota besar misal Jakarta atau Surabaya banyak terdapat perusahaan dan pabrik maka mereka bisa melamar kerja di sana dan di sektor swasta lainnya. Ataupun bisa juga dengan mengikuti tes CPNS untuk menjadi pegawai negeri di instansi pemerintah.
Berikut ini adalah alasan kenapa orang harus dan tidak harus pergi ke kota untuk mengadu nasib, terutama bagi pemuda yang ingin mencari kerja

1. Pemuda harus ke kota karena di sanalah banyak lowongan pekerjaan. Dan kita akan berfikir akan dengan mudah mendapat pekerjaan.
2. Di kota memiliki UMR (Upah Minimum Regional) yang lebih besar.
3. Di kota penduduknya padat dan kita bisa mendapat jejaring lebih baik.
4. Banyak terdapat tempat hiburan di kota. Banyak pusat perbelanjaan, taman bermain dsb.

Nah berikut alasan kenapa kita tidak harus ke kota untuk mencari penghidupan :
1. Di kota memang banyak lowongan pekerjaan akan tetapi hal itu juga diimbangi dengan banyaknya pencari kerja. Podo wae alias sama saja. Kita juga bisa dibilang susah cari kerja di kota.
2. UMR di kota memang lebih besar, akan tetapi jika dibandingkan dengan biaya hidup di kota yang mahal maka hal itu akan podo wae. Jadi gaji yang relatif lebih ‘banyak’ itu sebagian besar akan kita gunakan untuk kehidupan sehari-hari.
3. Di kota memang banyak hiburan. Tapi ingat jika kebablasan kita akan ikut gaya hidup yang tidak baik, yaitu free sex, minum alcohol, dan dampak narkoba.
4. Belum lagi di kota besar karena penduduknya banyak maka bisa dipastikan terjadi kemacetan karena tiap orang memiliki kendaraan pribadinya. Jangan lupa kiriman tiap musim hujan, pasti ada banjir di daerah Jakarta. *pada basah semua deh.

Nah saya sedikit resah dengan banyaknya anak dari desa yang mereka brilian, memiliki kemampuan akademik dan kemampuan sosial yang baik akan tetapi mereka lebih memilih untuk ke kota. Saya sebenarnya tidak mempermasalahkan mau hidup di kota atau di desa itu terserah pribadi masing masing, tapi dari yang saya lihat banyak dari pemuda tersebut yang mulai kehilangan jatidiri. Semua berlomba hidup dengan standart kota. Anak gaul musti makan di restoran, anak gaul musti dugem, ato lebih parah free sex. Padahal menurut saya masyarakat desa kalo boleh saya jujur memiliki pedoman hidup dan falsafah yang sangat dalam. Kalau semua ingin dan berlomba bekerja ke kota lantas siapa yang akan mengolah sumber daya alam, sawah, kebun, dan belum lagi budaya-budaya daerah yang mulai ditinggalkan pemudanya. Pemuda lebih tertarik dengan music barat, dan gaya hidup barat. Padahal kalau kita dalami apa sih yang bagus dari barat? Budaya barat sedikit banyak diadopsi oleh masyarakat perkotaan.
Jadi saya minta dan mohon kepada anak bangsa yang masih peduli kepada nasib bangsanya, marilah kembali ke desa. Kita bangun desa, kita hijaukan lading persawahan, kita temukan cara menanam padi yang paling efektif, kita temukan cara menangani hama, dan seluk beluk pertanian sehingga kita lebih produktif dan tidak import lagi. Kebanyakan kita hanya teriak ketika harga kebutuhan mahal, padahal kita sendiri tidak menghargai para petani, dan pemudanya tidak mau memikirkan cara untuk memajukan pertanian, untuk memperkuat ketahanan pangan bangsa.
Semua terserah anda, tapi saya rasa kalau kita masih bangga dengan menggunakan produk luar negeri dan tidak segera membangun kemandirian pangan dan membangun desa kita akan semakin tertinggal.
kalo di desa pekerjaan ya cuma di sawah ganemoticon-Traveller
pa lagi di pelosokemoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By iehfkhanz
kalo di desa pekerjaan ya cuma di sawah ganemoticon-Traveller
pa lagi di pelosokemoticon-Cape d...


nah mangkanya kita bikin kerjaan ndiri
karena ente gak bisa lihat peluang di kampung
dan masih pengenan kayak orang orang
Kata siapa UMR di kota lebih besar?
Ane mau tanya Karawang sama Jakarta gedean mana UMRnya? emoticon-Embarrassment
Asal jangan jd prnjahat aja kaya orang lampung. Bukannya Nyari duit halal malah jd begal
Negara trbaik adalah negara yg sdh bsa mandiri dan berdaulat secara pangan. Sayangnya indonesia blum bsa dikatakan berdaulat scara pangan karna indonesia blum memiliki manajemen pertanian yg baik, dan bergantung pda produk impor.maka itu jdi petani aja yg blum merantau, bantuin bapak.
kalo ane sdh terlanjur merantau. emoticon-Big Grin
alangkah lebih hebat jika semua sarjana2 dari desa yg kuliah di kota, kembali ke desa utk memajukan desa mereka emoticon-Big Grin
sebenernya ane mau di desa gan.
tapi belom ketemu jalannya aja, entah mau dagang atau ngapain.

yg jelas sumpek di kota begini
Jangan coba2 ke jakarta gan... kota jakarta itu keras dan sadis gan...
di jakarta kalo gak punya koneksi mah malahn bisa2 sengsara hidup di kota jakarta gan...
untung ane ga tinggal di ibukota, ane tinggalnya di bekasi emoticon-Cool
kenapa harus kekota?
karena tidak ke desa emoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By eddiesangadjie
Jangan coba2 ke jakarta gan... kota jakarta itu keras dan sadis gan...
di jakarta kalo gak punya koneksi mah malahn bisa2 sengsara hidup di kota jakarta gan...


setuju ama agan yang satu ini... di kota kalo nggak ada chanel nggak ada kenalan bakalan susah....