alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e7481fd44f9f5e648b4568/cara-pandang-agar-hidup-lebih-baik
CARA PANDANG AGAR HIDUP LEBIH BAIK
CARA PANDANG AGAR HIDUP LEBIH BAIK

Halo Gan, ane mau menshare pengalaman ane . pas umur ane 20 tahun ane tertarik untuk mencari kebenaran, sehingga ane sering merenung dan berdiskusi sama temen ane yang belajar filsafat tentang apa itu yang dimaksud kebenaran sejati.

Tapi lambat laun ane sadar semakin ane mencari kebenaran semakin ane banyak melihat kesalahan dari orang-orang disekitar ane, baik keluarga, saudara, teman bahkan diri ane sendiri sehingga ane memandang keluarga , saudara dan teman ane nggak ada yang bener , semuanya punya salah.

kenapa ane bisa jadi berpikir seperti itu , ketika jika kita mencari KEBENARAN maka kita hanya akan berpikir dua hal yaitu BENAR atau SALAH, jadi kita hanya akan memandang segala sesuatu kedalam dua hal yaitu BENAR atau SALAH. hal inilah yang membuat pikiran kita jadi sempit dan tidak toleran terhadap orang lain, karena kita akan memandang orang lain serba SALAH jika dia melakukan sesuatu yang kita anggap salah, meskpun pada kenyataannya dia juga melakukan sesuatu yang kita anggap benar.

kita tidak akan memandang kebaikan yang dilakukan orang lain, karena cara pandang BENAR atau SALAH tidak mentoleransi kesalahan, jika kita menggunakan cara pandang BENAR atau SALAH maka kita tidak akan menilai sesuatu dengan setengah BENAR, seperempat BENAR, atau seperempat SALAH. semuanya hanya akan terbagi dua yaitu BENAR dan SALAH.

Setelah ane mentok untuk mencari KEBENARAN dan ane sadar mencari KEBENARAN hanya membuat pikiran ane sempit, tidak toleran, sering berdebat dan menyalah-nyalahkan orang lain. akhirnya ane menemukan titik terang yang membuat pikiran dan jiwa ane lebih tenang.
saat ini ane tidak lagi mencari BENAR SALAH tetapi mencari mana BAIK BURUK dan mencoba melakukan yang BAIK serta meninggalkan yang BURUK..

dan ternyata mencari dan melakukan sesuatu yang BAIK itu lebih baik bagi diri ane dan orang-orang disekitar ane, ane tidak lagi memandang orang lain itu HITAM PUTIH, tetapi ane memandang orang lain lebih berwarna , ada yang abu-abu , merah, kuning, hijau dan tentu saja ada tidak ada orang yang seluruhnya HITAM dan tidak ada orang yang seluruhnya PUTIH. setiap pasti punya KEBAIKAN dan KEBURUKANNYA masing-masing.

cara pandang ini membuat ane lebih toleran kepada orang lain, serta memandang positif hidup ini.

mencari kebenaran hanya akan melahirkan perdebatan
seperti pengacara yang berdebat diruang sidang

mencari kebaikan akan melahirkan diskusi
melahirkan solusi yang lebih baik

melakukan kebaikan akan menciptakan kerjasama
membuat hidup lebih produktif
Kaya mario teguh emoticon-Matabelo
yap, setiap orang memang punya kebaikan dan keburukannya sendiri2 emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By paruruu
Kaya mario teguh emoticon-Matabelo


Kalo dirimu kayak mario bross mbak emoticon-Matabelo
Bener bgt gan, kita harus bersikap toleran, karena tiap orang beda pemikiran dan sudut pandang. Yang terpenting hilangkan ego. emoticon-Cool
Kalo pas jumatan ada nih yang menerapkan prinsip "mencoba melakukan yang BAIK serta meninggalkan yang BURUK.."

Pergi bawa sendal buruk, pulang bawa sendal yang baik dan bagus emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By raden.parikesit
Bener bgt gan, kita harus bersikap toleran, karena tiap orang beda pemikiran dan sudut pandang. Yang terpenting hilangkan ego. emoticon-Cool


awalnya mulanya dari cara berpikir kita gan, kita ingin memandang sesuatu menggunakan perspektif BAIK BURUK, atau dari perspektif BENAR SALAH.

ketika kita memandang sesuatu dari perspektif BAIK BURUK, kita bisa menilai sesuatu itu lebih berwarna dan lebih bertingkat, kita bisa menilai sesuatu itu BURUK, KURANG BAIK, SEDANG , BAIK dan BAIK SEKALI.

tetapi ketika kita memandang sesuatu secara BENAR SALAH, kita hanya akan menilai sesuatu itu kalo nggak BENAR ya SALAH. sehingga agak sulit bagi kita untuk bersikap toleran jika kita menggunakan pola pikir BENAR SALAH.
Quote:Original Posted By the.stats


awalnya mulanya dari cara berpikir kita gan, kita ingin memandang sesuatu menggunakan perspektif BAIK BURUK, atau dari perspektif BENAR SALAH.

ketika kita memandang sesuatu dari perspektif BAIK BURUK, kita bisa menilai sesuatu itu lebih berwarna dan lebih bertingkat, kita bisa menilai sesuatu itu BURUK, KURANG BAIK, SEDANG , BAIK dan BAIK SEKALI.

tetapi ketika kita memandang sesuatu secara BENAR SALAH, kita hanya akan menilai sesuatu itu kalo nggak BENAR ya SALAH. sehingga agak sulit bagi kita untuk bersikap toleran jika kita menggunakan pola pikir BENAR SALAH.


Iya gan, pernyataan ente sangat membantu. Thanks emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By the.stats


awalnya mulanya dari cara berpikir kita gan, kita ingin memandang sesuatu menggunakan perspektif BAIK BURUK, atau dari perspektif BENAR SALAH.

ketika kita memandang sesuatu dari perspektif BAIK BURUK, kita bisa menilai sesuatu itu lebih berwarna dan lebih bertingkat, kita bisa menilai sesuatu itu BURUK, KURANG BAIK, SEDANG , BAIK dan BAIK SEKALI.

tetapi ketika kita memandang sesuatu secara BENAR SALAH, kita hanya akan menilai sesuatu itu kalo nggak BENAR ya SALAH. sehingga agak sulit bagi kita untuk bersikap toleran jika kita menggunakan pola pikir BENAR SALAH.

Sama seperti yg ane alami sekarang gan. Ane berusaha mencari dan merumuskan apa kebenaran yg sejati itu. Tapi lama-lama ane sadar bahwa yg selama ini dianggap 'kebenaran' tidak sepenuhnya benar. Ane jadi cenderung menyalahkan 'kebenaran' itu. Ironisnya, secara tidak sadar, ane sendiri juga sedang mengikuti 'kebenaran' itu sekarang. Jadi di satu sisi ane menentang 'kebenaran' itu tapi di sisi lain ane (secara tidak sadar) juga mengikutinya. Ane jadi bingung sekarang emoticon-Bingung (S) emoticon-Bingung (S)

Akhirnya ane sekarang juga seperti agan, mencari kebaikan. Kebaikan di sini tentunya berasal dari hati. Hati lebih lembut, tidak kaku, fleksibel, jadi tidak akan seenaknya menyalahkan atau membenarkan sesuatu. Hati mejadikan kita lebih bijaksana. Persis seperti yg agan tulis, hati menjadikan lebih berwarna dan bertingkat emoticon-Big Grin

Sepertinya kebenaran itu bukan tentang dualitas, polaritas, atau hal semacamnya. Kebenaran itu satu kesatuan, utuh, tidak bisa dipisah-pisah: kanan-kiri, positif-negatif, baik-buruk, dll. Tapi ilmu ane belum sampai sana, masih dangkal banget emoticon-Big Grin
Yang paling simpel yang mandangnya ke kiri dan ke kanan sebelum nyeberang jalan gan, biar hidup lebih baik dan aman sampe tujuan.
ini yg bkin semangat untuk bekerja dan berbakti
Quote:Original Posted By alfafingerstyle

Sama seperti yg ane alami sekarang gan. Ane berusaha mencari dan merumuskan apa kebenaran yg sejati itu. Tapi lama-lama ane sadar bahwa yg selama ini dianggap 'kebenaran' tidak sepenuhnya benar. Ane jadi cenderung menyalahkan 'kebenaran' itu. Ironisnya, secara tidak sadar, ane sendiri juga sedang mengikuti 'kebenaran' itu sekarang. Jadi di satu sisi ane menentang 'kebenaran' itu tapi di sisi lain ane (secara tidak sadar) juga mengikutinya. Ane jadi bingung sekarang emoticon-Bingung (S) emoticon-Bingung (S)

Akhirnya ane sekarang juga seperti agan, mencari kebaikan. Kebaikan di sini tentunya berasal dari hati. Hati lebih lembut, tidak kaku, fleksibel, jadi tidak akan seenaknya menyalahkan atau membenarkan sesuatu. Hati mejadikan kita lebih bijaksana. Persis seperti yg agan tulis, hati menjadikan lebih berwarna dan bertingkat emoticon-Big Grin

Sepertinya kebenaran itu bukan tentang dualitas, polaritas, atau hal semacamnya. Kebenaran itu satu kesatuan, utuh, tidak bisa dipisah-pisah: kanan-kiri, positif-negatif, baik-buruk, dll. Tapi ilmu ane belum sampai sana, masih dangkal banget :D


masalah pertama ketika kita mencari kebenaran adalah merumuskan apa yang kita maksud dengan kebenaran, masaalah kedua adalah definisi kebenaran bagi setiap orang dan setiap kelompok menjadi begitu berbeda-beda bahkan bertentangan. sehingga tidak ada kebenaran bersama tetapi yang ada kesepakatan bersama.

hal ini tidak terjadi ketika kita mencari kebaikan , kebaikan tidak dirumuskan tetapi berasal dari pengalaman hidup sebagai contoh saling menghargai itu baik karena semua orang butuh dihargai, sehingga mencari kebaikan lebih realistis, bahkan lebih dari itu kebaikan itu bisa diimplementasikan bukan hanya sekedar teori daan ide.

setiap orang memang mencari kebaikan bagi dirinya masing-masing akan tetapi hal itu bisa dikelola sehingga tidak saling bertentangan dan merugikan satu sama sama lain dan bahkan bisa menguntungkan satu sama lain, sebagai contoh semua orang ingin berpergian dengan nyaman , tetapi bukan berarti setiap orang harus menggunakan mobil pribadi, masyarakat yang baik menciptakan tranportasi umum yang nyaman dan murah sehingga orang setiap orang bisa berpergian dengan nyaman dan murah.