alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
The Fermi Paradox - Where is Everybody
4.93 stars - based on 202 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54bf25e4118b46be528b456b/the-fermi-paradox---where-is-everybody

The Fermi Paradox - Where is Everybody

Chapter I Introduction

Quote:


Wilkommen, Welcome, Selamat Datang, Irrashaimase!

The Fermi Paradox - Where is Everybody



WOWW !!! AKHIRNYA TRIT INI JADI HT emoticon-Mewek (trim's y'all emoticon-Blue Guy Peace)
Spoiler for ht:


makasih very much juga buat agan-agan yang lemparin cendolz emoticon-Toast
Spoiler for cendol:


Note : Trit ini dibuat dan dirangkum (RipOFF) berdasarkan artikel Gizmodo/waitbutwhy by Tim Urban Sumber. karena ane merasa blog ini mengulas paling komplit bahasan The Fermi paradox dan tuturbahasanya juga lucu.

3 .. 2 ..1 begin!

di suatu malam yang jernih, sempatkan sekali waktu memandang ke langit penuh gemintang.
The Fermi Paradox - Where is Everybody

The Fermi Paradox - Where is Everybody

sebagian orang (terutama yang lagi galau) pasti tergugah hatinya, dan langsung berubah menjadi pujangga (sebagian orang lagi ndablek alias sebodo).

tapi siapapun pasti merasa ada yang kurang "umm wait .. there's something wrong"

Langit sedemikian luas, bintang sedemikian banyak, tapi kenapa sebegini sunyi senyap .. kemana perginya semua orang? (*FYI orang disini bukan manusia lho) kenapa belum ada yang datang ke sini?

Quote:


kalo kita berpegang ke Drake Equation , kan harusnya kita dapetin hasil kurang lebih 1000 sampe 100,000,000 civilization di galaxy bima sakti aja. mosok dari segini banyak alien, kaga ada satupun yang nyasar ke sini.

ini yang dirasain oleh Enrico Fermi kala itu.

Chapter II Tipe-tipe peradaban.

Tahun 1964 Nikolai kardashev yang berasal dari rusia mengajukan proposal jenis-jenis peradaban yang ada di alam semesta ini.

Total ada 3 jenis peradaban (*tambahan dari agan SkyHighzzz: tipe peradaban Kardashev ternyata sampai V, thx):

peradaban Tipe I : yaitu peradaban yang menggunakan planet sebagai sumber energi, bahkan cenderung menghabiskan sumber daya planet itu sendiri (kita mungkin berada disini, walopun belum sepenuhnya, Carl Sagan bilang peradaban manusia itu masih di kisaran 0.7)

Peradaban Tipe II : yaitu peradaban yang menuai energi dari bintang induk mereka. Bijimane caranya mungkin masih gelap untuk manusia, tapi seseorang bernama Freeman Dyson dengan berani-beraninya berteori. kalau peradaban tersebut membuat kubah segede Sharivan (lebih gede dari gavan dong) yang menutupi bintang, lalu mengubah radiasi panas dari bintang itu menjadi energi. Kubah ini dinamakan Dyson Sphere.

The Fermi Paradox - Where is Everybody

peradaban Tipe III : jauh lebih advance dong dari kedua peradaban diatas, nah peradaban tipe ini udah menuai energi dari seluruh galaxy mereka gan. emoticon-Matabelo

kayaknya susah emang dibayangin, tapi kalo perbandingannya dengan peradaban manusia yang baru 100rebuan tahun, dengan usia bumi yang 4.5Milyar tahun aja kita udah kaya gini. apalagi ada sebuah peradaban kuno, yang usia planetnya .. say 8 miliar tahun?

ingat lho, big bang itu boy band korea (SALLLLAAAHH!!! emoticon-Blue Guy Bata (L)) big bang itu terjadi 13 milyar tahun yang lalu (MTL) mungkin aja kan ada peradaban kuno sebelum bumi yang udah berevolusi ketingkat ekstrim (who knows)

bayangin aja, evolusi teknologi manusia 4 milyar tahun yang akan datang kaya gimana.

Oh well, yang pasti si sifat dasar peradaban tipe III adalah ekspansif. dimana mereka akan membuat koloni-koloni di planet dan bintang yang ada di galaxy mereka. (Spore? everyone?)

Ini memang spekulatif, tapi kalolah kita anggap rentang waktu sebuah peradaban lompat dari satu sistem planet ke sistem laen adalah 500 tahun maka kurang lebih dalam 3.5 milyar tahun harusnya mereka udah nguasain seisi galaxy.

The Fermi Paradox - Where is Everybody

spekulasi lagi, kalau 1% aja dari seluruh peradaban intelek survive cukup lama sampe masuk ke peradaban kategori III, hitungannya kurang lebih ada 1000 peradaban tipe III di galaxy kita aja loh gan. Bagaimanapun, biar sedikit pastilah kita orang pinggiran mendeteksi atau paling ngga merasa kehadiran mereka.

tapi nyatanya kan, kita ga melihat apapun, ga mendengar apapun, dan ga dikunjungi siapapun.

trus "WHERE THE HELL ARE ALL NIGGAS??!" - selamat datang di Fermi Paradox. emoticon-Shakehand2

chapter III jawaban dari Fermi paradox.

ya trus terang belom ada jawaban sih gan, ente kena tipu. tapi paling ngga, kita bisa bilang kemungkinan terbaik yang bisa menjelaskan paradox itu adalah kurang lebih CMIIW ya sebagai berikut:

GRUP 1 : Tidak ada tuh yang namanya Tipe II dan III peradaban, makanya ga ada tanda-tanda dari mereka.

Grup ini menyatakan kemungkinan peradaban tipe I gak bakal sampe ke tipe II - III karena ada sesuatu yang menyebabkan begitu, yang dinamakan The Great Filter.

gambarannya kayak gini
The Fermi Paradox - Where is Everybody

pada suatu kurun waktu, semua peradaban berlomba-lomba berevolusi dari tipe 0 ke tipe diatasnya, sampai suatu saat mereka terbentur dinding yang memfilter sebagian besar dari mereka. yang memungkinkan cuma segelintir saja dari mereka yang bisa terus berevolusi ke tahap berikutnya.

analogi lain dari ini adalah sperma, anggap aja sperma bokap ente berlomba-lomba ke sel telur nyokap ente, sampe jadi ente gan emoticon-Ngakak

nah, kalo lah kita anggap teori ini bener. yang jadi pertanyaannya adalah, bilamana (kapan) The Great Filter ini terjadi?

kalo kita berkaca ke peradaban kita sendiri, lalu kita tanya kapan terjadi the great filter, maka jawabannya ada 3

kemungkinan : we're rare, we're first or we're fucked.

1. we're rare (kita satu-satunya anomali yang berhasil melewati the great filter)

teorema ini didukung Peter Ward dalam bukunya Rare Earth (sepertinya akan dijelaskan di trit sendiri). Disini kita anggap the great filter udah terjadi, ga tau entah itu saat kita melompat keluar kolam primordial dari bentuk protein organik ke mahluk hidup bersel tunggal, ketika Hominidae mulai belajar mukul pake tulang, ketika australopithecines mulai berjalan pake dua kaki, atau bahkan event katatrospik yang lewat-lewat.

ya kalo emang begini ceritanya, kita adalah pemenang. dan dengan kemajuan teknologi kita, bisa dibilang ga ada lagi yang bisa nahan kita untuk terus berkembang jadi tipe II dan III.

2. we're first. (kita yang pertama melewati the great filter)

sama dengan poin 1 diatas, cuma bedanya kali ini ada beberapa peradaban laen yang berhasil melompati the great filter, cuma sayangnya mereka mengekor di belakang kita. Kita tetep jadi pemenang. breaking the filter bukan sekedar anomali, tapi cuma probability. dan walopun sempit probabilitanya, tapi kita berhasil! berhasil! hore!

Spoiler for dora:


3. we're fcuked. (kita belom melewati the great filter)

ini yang bikin eneg, kemungkinan paling jelek adalah kiamat belom datang. bisa jadi the great filter itu, asteroid salah alamat, gamma burst ray atau yang paling radikal adalah semua kehidupan dirancang untuk self destruct.

Quote:


dalam nilai-nilai filosofis, ane lebih setuju dengan alasan ini. Bagus dalam mengerem kesombongan manusia.

Grup 2: adalah antonim dari grup 1, yang menyatakan Tipe II dan III ada, tapi ada alasan logis kenapa kita ga dengar apa-apa dari mereka.

mereka mengesampingkan the great filter, dan menyatakan evolusi itu terjadi ubiquotus dan lumrah. peradaban manapun bisa menjadi tipe I/II/III.

grup ini mengajukan beberapa kemungkinan:
1. entitas super intelek kemungkinan udah pernah ke bumi, tapi pada zaman dahulu kala.

mikirnya gini gan, yaelah manusia pinter kaya gini baru berapa lama sih, paling lama 100.000 tahunan yang kalo dibandingin ama skala usia alam semesta ga ada seujung kukunya. kalo emang kehidupan lain udah berevolusi milyaran tahun lalu, bisa jadi mereka udah pernah ke bumi dah dari kapan tau.

bisa jadi pas mereka kesini, planet ini masih dipenuhi raptor sama t-rex jadinya mereka pergi lagi. Atau pas dateng yang ada orang-orang item bugil nari-nari ngelilingi api, ga penting gitu deh pokoknya.

2. Bumi ada di daerah pinggiran.

analoginya, kalau yang rame banyak manusianya itu Jakarta, bumi itu ada di Boven Digoel Papua. Sebenernya ini sama dengan teori dasar Urban Planning (kebetulan ane orang planning) yang mengatakan sebaran Central Bussines District itu teraglomerasi (bergumpal) ke pusat kota. Kalao dalam galaxy kita anggap pusat kotanya yang pusat galaxy.

buminya tuh disini
The Fermi Paradox - Where is Everybody

3. Peradaban tipe III gak mau campur urusan peradaban primitif

coba bayangin, peradaban tipe II atau III udah advance, mereka udah bisa menuhin semua kebutuhan mereka tanpa harus kemana-mana, ngapain lagi ngurusin manusia dan bumi yang gak penting.

kalo yg ane bayangin peradaban tipe III itu udah semi dewa, yang tinggal jentik tangan udah bisa bikin apapun sekehendak mereka.

Atau mungkin mereka udah naik level jadi the elevated one (semacam goal semua mahluk hidup), mereka udah ga tinggal lagi di dimensi fisik, mereka udah nanggalin atribut fisika mereka dan cuma tinggal kesadaran murni, imajine that! macam tinggal di dunia matrix, immortal lagi.

4. Galaxy dalam perang bintang

kenapa kita ga dengar sinyal apa-apa dari luar sana, karena semua orang lagi ngumpet diplanet mereka masing-masing. cuma ada satu mahluk idiot bernama manusia terus menerus ngirim sinyal ke angkasa, awas aja ntar didatengin predator baru nyaho dah.

beberapa film hollywood udah mengambil tema ini, macam Battleship dan Avenger. Ngkong Stephen Hawking *RIP sendiri udah wanti-wanti, agar manusia jangan bikin kontak sama sekali sama alien, ini sama aja ngundang maut.

ingat ga peradaban aztec yang hancur didatengin penjajah spanyol, nah kita bakalan mirip kayak gitu ntar. teknologi kita jauh ga ada apa-apanya dibanding mereka, kalo beneran kita diinvansi habislah. (kecuali alien jago silat, ntar diadu sama mad dog lebih greget)

5. ada satu peradaban super yang dominan di galaxy

ini macam film highlander "There can be only one", jadi satu peradaban ini bakal dateng ngancurin semua peradaban yang dianggap mengancam kedaulatan mereka. Hancurkan sebelum tumbuh berkembang.

atau bahkan malah, semua mahluk hidup di galaxy sengaja dikembang biakkan sama mereka, untuk suatu saat bakal di jadiin bahan baku makanan. (ingat the harvester di star trek dan mass effect?)

6. Manusia terlalu primitif

Oke siapa bisa kasih garansi kalo alien masih pake teknologi kuno bernama radio??? bahkan dalam usianya yang belom ada 200 tahun, kita sendiri nganggap teknologi itu udah kuno. Udah terganti sama Irda, gsm, cdma, lte etc etc. Lha wong SETI masih pake radio koq. (*sanggahan dari agan battle.kiwi & bwt.jualan : gsm, cdma juga termasuk radio, thx)

bisa jadi, alien udah pake teknologi Subspace atau undus mundus network buat berkomunikasi, tapi kitanya aja yang belom tau
gimana cara dengernya.

Michio Kaku menganalogikan begini "manusia tidak ubahnya semut, yang sama sekali tidak sadar ada jalan layang 10 jalur disamping sarang mereka"

7. kita sudah mendapat kontak, tapi pemerintah menyembunyikan kenyataan ini.

yg ini kaporitnya konstipasi theorist (freemesen etc), ceritanya di adopsi oleh film Men in Black.

8. The Prime Directive

diantara semua pilihan, ini adalah pilihan yang paling masuk akal. Star trek tampaknya mengadopsi pola pikir ini.

intinya, semua mahluk cerdas digalaxy sana sudah berkongsi satu sama lain, dan membentuk federasi. Lalu untuk melindungi keragaman kultural, mereka menerapkan sebuah peraturan untuk tidak melakukan kontak kepada peradaban dibawah tipe II.

alesannya banyak, ya selain keragaman kultural itu sendiri adalah karena ketidak siapan peradaban primitiv itu. Ingat kata Thor yang bilang, dengan buat senjata menggunakan energy dari tesseract berarti manusia sudah siap ke perang dengan level lebih tinggi.

nah bayangin, kalo ga ada prime directive dengan enaknya peradaban tinggi menjajah dan menghancurkan peradaban rendah (macam Navy Seal lawan suku terasing amazon yang masih pake tombak), ya habislah peradaban di galaxy ini. ga ada lagi kesetimbangan peradaban.

Ini yang ingin dijaga oleh federasi.

Tampaknya poin no.8 inilah yang paling disukai oleh UFO Enthusiast. hehe

diluar grup 1 dan 2, ada satu lagi solusi Fermi Paradox yang rada nyleneh, yaitu:
1. Tidak ada itu yang namanya realitas, manusia hidup dalam simulasi komputer.

The Fermi Paradox - Where is Everybody

kayaknya mengawang-awang dan fantastis, tapi jangan salah loh gan. ini beneran ada paper ilmiahnya, yang bikin orang Oxford lagi namanya Nick Bostrom. (paper bisa dilihat Disini).

Katanya ada entitas super cerdas di sebuah universe yang sedang membuat simulasi alam semesta, yaitu alam semesta yang kita tinggali sekarang. nah sayangnya yang ada diprogram baru manusia, belum ada alien-alien lainnya.

sedangkan luasnya alam semesta cuma berupa hologram aja, sebenarnya alam semesta simulasi itu terbatas (macam truman show gitu)

chapter 4. penutup

Puyeng kan gan? bagaimanapun namanya teori ya cuma sebatas teori, semua berbalik lagi ke kepercayaan masing-masing, kalo bener mah namanya fakta dong. (*sanggahan agan SoraKaizen: Teori adalah sebuah hipotesa yang sudah teruji kebenarannya, thx)

yang bisa diambil hikmahnya adalah, dalam fermi paradox, manusia cenderung dalam posisi insignificant alias ga penting. ini bagus buat dasar filosofis, bagaimana kita sekali lagi menyadari betapa kecilnya diri kita sendiri di alam semesta ini.

Oh ya gan trit ini sebenernya komplemen dari trit ane yang berjudul How to find habitable planets Sini, dan semacam prequel ke trit ane (under development) yang berjudul Rare Earth (Insya Allah ane buat dalam waktu dekat - Kalo sempeeeet)

Silahkan komentar gan emoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer
Diubah oleh Icchi.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 68
The comments

Quote:


thx gan atas masukannya

Quote:


share di marih dong gan, biar sama-sama puyeng. Thx buat cendole gan.

Quote:


Quote:


I stand corrected, gan. Thx udah mengkoreksi.

Quote:


hahahaha kaboooor sebelom kena getok. Nice quote gan emoticon-2 Jempol

Quote:


kayaknya ane pernah baca juga teori macem ini, mmmm .. tar ane riset dulu (pake wiki + gugle wkwkwk )

Quote:


ya ga tau gan. si fermi tuh yang ngomong kaya begitu .. ane mah cuman nerusin omongan dia dowang.

Quote:


kalo ngirim parcel mah bisa kali gan, parcelnya dalam bentuk pasukan droid tapi. lengkap dengan senjata anti matternya.

Quote:


Makasih atas input nya emoticon-Shakehand2

Quote:


prolbabi .. ehh probably gan .... agan abis nonton pilem interstellar ye? heheheh
ya kalau benar "alien" udah naek lepel jadi mahluk 4 atau 5 dimensi, maka kemungkinan mereka ada dimana-mana? soale waktu juga udah bukan barang aneh buat mereka.

untuk yang pro religi, pasti udah gak asing dengan konsep ini. "sesuatu yang melihat kita dari tempat yang tidak bisa kita lihat?"

Quote:


granted .. kasssihhh daaahhh

Quote:


tak pejengi

Quote:


Quote:


nice share gan, ntar ane perdalam dulu link nya
Diubah oleh Icchi.
pake pict dong gan emoticon-Smilie , ane demen nih bahas beginian
Quote:


ada yang pernah nyasar ke bumi gan... dari planet namekemoticon-Ngakak
kelar baca

dan pusing...

emoticon-Ngakak (S)

selalu seru kalo ngomongin paradox

walaupun kenyataannya (yang kita tahu saja), cuma bumi dan pengisinya aja entitas hidup yang eksis saat ini.

ane ga menafikan penampakan pesawat asing lho emoticon-Big Grin
ane suka ama agan yg campur humor di tulisannya tapi bahas ginian harus serius buat ngundang ahli alien/keplanetan kaskus

Btw gsm,cdma,wifi dll itu juga pake teknologi radio gan cuma beda nama ama penggunaan aja
Nah, bayangkan ada alien datang ke bumi, bilang mereka datang dengan damai. Apa respon penduduk bumi?
-Pihak penguasa akan mencoba menangkap mereka, dan menguasai teknologi maupun pengetahuan mereka.
-Sebagian ilmuwan mungkin lebih tertarik berinteraksi dan belajar dari mereka, tapi sebagian mungkin lebih tertarik untuk meneliti tubuh mereka.
-Dan penduduk, sebagian bakal menganggap mereka cuma jin yang bermaksud menggoyahkan iman mereka.
Quote:


sip, masukan ditampung.

Quote:


The Fermi Paradox - Where is Everybody

Quote:


Whoah!! ini ane lempar dulu deh ke khalayak ramai, ane perlu riset dulu (wiki+gugle) buat bales komen ente gan huehuheuheue
Diubah oleh Icchi.
Quote:


Quote:


logikanya emang gitu, manusia jadi kaya orang udik baru ketemu mall. tapi malah kebalikannya sama film2 dong gan? biasanya malah alien bringas-bringas huehuheuheu.

Quote:


Sip gan, trims atas masukannya emoticon-2 Jempol

btw, om TS .. The Fermi Paradox - Where is Everybody ini kalau di kehidupan nyata, di Kaskus bisa dilihat contohnya di Forum Edu dan SF-SF nya,

katanya member Kaskus ada 7 juta, tapi di SF-SF Edu kek Forsaintek dan Forsex sepi kek kuburan, rame bentar pas ada HT lalu sepi lagi, where is everybody ? emoticon-Frown

back to topic .. misalnya, cuma misalnya lho .. ada kehidupan laen di alam semesta dengan peradaban yang lebih tinggi dari manusia bumi, untuk alasan apa mereka harus repot repot menjumpai manusia bumi yang sudah tersohor sebagai mahluk yang paling welas asih di seantero galaksi ?




-------- emoticon-Ngacir


terus, misalnya lagi, bagaimana jika

nun jauh disana diantara milyaran bintang dan planet .. ternyata ada sebuah peradaban tipe I, yang mahluk mahluknya (asumsikan mereka juga punya pikiran dan perasaan) baru mencapai level 0,3 dimana peradaban mereka belum mengenal mesin, dan masih hidup dengan bertani dan beternak sederhana, tentu saja dengan keadaan tersebut, mereka gak pernah dengar soal Fermi Paradox,

bila malam tiba emoticon-Moon di planet mereka (yang mungkin punya 3 bulan yang bersinar), "orang orang" tersebut menatap milyaran bintang dengan mata telanjang dan bertanya tanya apakah ada mahluk laen selain mereka yang hidup diantara bintang tersebut ? dan pada saat yang sama di bumi, manusia dengan teleskop tercanggihnya juga meneropong luar angkasa, bertanya hal yang sama.

selanjutnya .. kenapa bukan manusia yang lebih maju peradabannya yang suatu saat - bila telah menemukan teknologi baru - akan lebih dahulu menemukan mereka ? emoticon-Bingung (S)

pertanyaannya .. bila kaum kita manusia yang welas asih ini bisa menemukan mereka dengan planet berbulan 3-nya yang makmur dan penuh SDA, sementara mereka begitu lemah dan bodoh .. coba tebak apa yang akan dilakukan kita manusia pada mereka ?

membimbing mereka dengan telaten dan penuh kesabaran kek kisah malaikat di cerita cerita kuno peradaban manusia bumi ? atau .. emoticon-Takut (S)




emoticon-Ngacir ----- emoticon-Ngacir
Quote:


Njirrr .. ngagak di bis sendirian ane.

Pegimane gak 7 Juta, Prime ID 1 klon 10, kalo mo maen jujur user kaskus paling cuman 500.000 orang wuakakakakaka (just kidding min)


Quote:


Dengan Skenario ga ada federasi atau alien lain yang lebih cerdas dari manusia?

ane berani bertaroh 200% manusia pasti menjajah alien tersebut karena emang udah bawaan orok manusia jadi mahluk invansif, penjajah.

bisa jadi di film2 kita selalu bayangin alien itu jahat, kuat, menakutkan ... siapa tahu, justru kitalah yang jahat, kuat dan menakutkan bagi mereka.

Nice insight gan emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
wow keren gan
calon ht nih
Boleh rada SARA gak sob. tapi jangan bata ane ya.

kayaknya nabi ISA tu sekarang lagi ngungsi ke peradaban tingkat tinggi --langit ke tujuh (ini sejarah agama ane ya gan). tapi masih dalam sekitaran/tetanggaan sama galaksi kita. soalnya di bumi ini masih peradaban low-middle end gitu lah --yg masih kayak ABG banyak penasaran-- masih mencoba-coba yang kadang banyak berakhir destruktif. makanya ISA ngungsi ke peradaban tingkat tinggi yang sudah mencapai tingkat PENCERAHAN dan CINTA kASIH. emoticon-Hammer2

kayaknya nabi SAW juga sempet mampir sebentar ke langit ketujuh ini waktu MI'RAJ.emoticon-Bedug

jujur aja, pikiran ane kayaknya lebih ke : ADA entitas lain yang lebih cerdas di luar sana. emoticon-Cool emoticon-Baby Boy 1

masa iya jagat seluas ini kita doang yg ninggalin. sepi amat sob.

malah ada pertanyaan di benak ane yg lebih kachau : sebenernya TUHAN (maaf ya) ngapain coba nyiptain jagat ini. apa bosen sendirian terus butuh permainan (sekali lagi maaf ya).
Diubah oleh geniar
Quote:
ambil sda nya dan bunuh makhluknya atau jadiin ternak
Quote:
mungkin tuhan tuh maha kesepian
Quote:


mungkin lebih bijak agar tak mencampuri kehidupan mereka seperti yg dilakukan Enterprise di Star Trek.
ilmuan emang suka bikin teori emoticon-Ngakak
Quote:


Goldilock zone adalah wilayah yang ideal bagi timbulnya kehidupan. Selama ini kita mengenal goldilock zone di dalam tata surya, di mana suhunya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Sebenarnya ada juga goldilock zone untuk kawasan galaksi. Dan tata surya kita justru berada di goldilock zone, yaitu tidak terlalu tengah dan tidak terlalu pinggir.

Kalo terlalu tengah, maka bukan metropolis peradaban yang akan dijumpai, tetapi wilayah mati karena dibakar radiasi jutaan bintang.

Tapi kalo terlalu pinggir, planet-planetnya kurang mengandung atom-atom yang berat, sehingga kebanyakan berupa gas giant. Kekurangan atom-atom berat juga membuat kehidupan sukar timbul, walaupun ketika planetnya banyak mengandung air dalam bentuk cair.

The Fermi Paradox - Where is Everybody

Justru di bagian hijau itu yang bisa menghasilkan kehidupan.

Quote:


Kita menjadi welas asih kan merupakan produk dari evolusi.

Pertanyaannya, apakah evolusi di bumi ini merupakan satu-satunya macam evolusi yang ada? Jika iya, maka kita bisa yakin kalo makhluk penghuni planet lain juga welas asih. Tapi kan kita tidak/belum tahu kebenarannya, karena sampel evolusi yang kita tahu memang baru ada satu.

Quote:


Kembali lagi, apakah macam evolusi cuma ada satu? Kalo iya, maka alasan mereka mencari kita adalah sama dengan alasan kita mencari mereka, whatever that is. emoticon-Malu (S)



Diubah oleh peyotpetot
Quote:


yo i om TS,

selama ini manusia cenderung terjebak dalam pola pikir kalau human race adalah lesser species di antara - andai ada - species species lain di alam semesta (maksudnya secara sains lho, kalau secara agama kan konon manusia ciptaanNya yang paling sempurna .. emoticon-Takut (S)).

kabarnya ..ada satu teori kalau dulu awal kehidupan di bumi dimulai dari 1 partikel yang terselip di meteorit yang setelah melalui proses puluhan juta tahun bisa jadi kek sekarang.

nah, bagaimana bila proses yang sama juga terjadi di satu/ beberapa planet lain dengan tingkat kecepatan evolusi yang berbeda tergantung kondisi planet tersebut ?

tentu saja bukan berarti "mereka" - kalau ada - akan berbentuk sama persis dengan penghuni bumi, manusia sering memakai dasar berpikirantropomorfisme (yang bisa benar bisa juga gak) untuk memahami mahluk non manusia, padahal bisa saja "mereka" itu punya bentuk fisik, cara hidup dan kegiatan yang sama sekali beda dengan manusia.

contoh:

ternyata mahluk planet ZX kalau lagi senggang, hobinya ngemil manusia bumi yang lezat sebagai makanan kecil sambil nonton pertandingan balap UFO antar alien. emoticon-Hammer (S)

btw .. contoh inipun jugak masih kepengaruh pola antropomorfisme yang terinspirasi dari kebiasan manusia bumi nyamil makanan kecil pas nonton TV.




-------- emoticon-Ngacir
Quote:


Quote:


iya bro,

sebagai orang yang - sedikit banyak - percaya sama Tuhan, gw jugak menduga kalau Boss Besar ini punya beberapa sifat dan jurus simpanan yang misterius.

berdasar teoti Kreasionis ..bisa saja Dia membuat (atau sudah dibuat lama berselang) planet laen yang ada kehidupannya jugak, ya kek semacam chanel TV alternatif selain siaran acara bumi. emoticon-Hammer

dan nantik suatu saat .. barangkali kalau DIA butuh acara yang lebih rame, oleh DIA 2 stasiun (bumi dan alien) tersebut diijinkan ketemu, entah bagaimana hasil pertemuannya, hanya sang Sutradaralah yang tahu.

emoticon-Cape deeehh





-------- emoticon-Ngacir
Halaman 1 dari 68


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di