alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[NGAREP BANGET, DALAM MIMPI MU]Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Asean, Mungkin Nggak Ya??
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548d2f1f582b2edc628b4578/ngarep-banget-dalam-mimpi-mubahasa-indonesia-jadi-bahasa-asean-mungkin-nggak-ya

[NGAREP BANGET, DALAM MIMPI MU]Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Asean, Mungkin Nggak Ya??

Jakarta - Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 hanya tinggal selemparan batu saja. Saat itulah negara-negara di Asia Tenggara seolah tak bersekat karena memiliki pasar tunggal yang membuka arus perdagangan jasa, barang dan tenaga kerja. Pertanyaannya, mungkinkah bahasa Indonesia -- yang digunakan penduduk mayoritas di Asean -- menjadi bahasa pengantar di kawasan ini?

Pakar bahasa dari Universitas Indonesia Totok Suhardijanto, PhD, tak menampik kemungkinan prestisius itu. "Saya yakin potensinya ada," ujar Totok di sela acara Prakonvensi Bahasa dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2015 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Prakonvensi ini berlangsung 12-13 Desember 2014 di Batam dan dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau M Sani.

Optimisme Totok ini didasari oleh betapa besarnya pengguna bahasa Melayu, sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Totok mencatat, secara sosial ekonomi jumlah penutur aktif dan pasif bahasa Melayu sekitar 268 juta atau 40% persen dari populasi di Asean. Kedua, jumlah penutur Melayu tersebar di lebih dari 50 persen wilayah Asia Tenggara termasuk Kepulauan Kokos (Keeling), Pulau Chrismas, Andaman dan Srilangka dan banyak lagi, selain Indonesia dan Malaysia.

"Apalagi GNP negara dengan bahasa kebangsaan bahasa Melayu mendominasi lebih kurang 50 persen dari total GNP Asia Tenggara," ujar Totok dalam acara bertema 'Bahasa Melayu untuk Indonesia yang Bahari dan Baharu', bertempat di Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (12/12/2014).

Ada juga potensi kultural yang memungkinkan bahasa Melayu yang di negara kita berkembang menjadi bahasa Indonesia bergerak sebagai bahasa paling berpengaruh di Asean, yaitu pertama, bahasa Melayu menjadi lingua franca di sebagian wilayah Asia Tenggara lebih dari 1.000 tahun. Kedua, fonologi dan struktur gramatikal bahasa Melayu yang mudah. Ketiga, semakin banyaknya peminat dan pembelajar bahasa Indonesia.

Namun tidak bisa dipungkiri menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di Asean bukan perkara mudah. Hal ini karena bahasa kita memakai nama negara yaitu bahasa Indonesia, yang tentunya tidak setiap negara tetangga bersedia menerimanya karena ego kebanggaan kepada bangsanya sendiri. Beda dengan bahasa Inggris yang disebut English, alias tidak memakai nama negara asalnya yaitu British atau United Kingdom. Karena itulah bahasa tersebut bisa diterima di banyak negara Barat dan belahan bumi lainnya.

Ego kebangsaan itu juga diungkapkan oleh Tarman Azzam, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat yang berbicara di forum yang sama. Dia menceritakan pada tahun 2007 saat menghadiri Konfederasi Wartawan ASEAN di Bangkok, pihak Thailand sebagai tuan rumah menekankan pentingnya persatuan Asean. Tapi ketika menyangkut soal bahasa, mereka sangat hati-hati

"Tidak ada rumusan bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu ASEAN," ujar Tarman mengingat pertemuan itu.

Totok tidak memungkiri adanya hambatan ego seperti itu. Lalu apa solusinya? "Kita bisa mengakali dengan strategi budaya," ujar peneliti bahasa ini.

Totok terinspirasi oleh Korsel yang kini berpengaruh kuat karena terobosan budaya lewat drama dan musik (K-Pop). Strategi ini membuat banyak anak muda tertarik mengenal Korsel lebih dalam dan bahasa Korea menjadi bahasa yang sangat diminati.

"Masyarakat Indonesia yang harus lebih dulu masuk lewat budaya. Jika 'virus' budaya Indonesia sudah menyebar, maka pemerintah mau tidak mau akan turun tangan untuk menyokong. Saya rasa lewat kebudayaan adalah strategi yang paling cocok," ungkap Totok.

MEA 2015

Terkait Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai pada akhir 2015, Tarman Azzam menilai bahwa persoalan bahasa nyaris tidak disinggung oleh para penguasa Asean ketika menyepakati MEA satu dekade lalu.

"Konsep tentang bahasa tertinggal," ujarnya.

Sementara, Totok menyambut baik kebijakan pemerintah yang menerapkan Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) saat MEA berlaku nanti. "Nanti setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia harus mengikuti uji itu," ujarnya.

Tentunya, UKBI selain melindungi tenaga kerja dalam negeri, juga akan menempatkan bahasa Indonesia sebagai tuan di negeri sendiri.

http://news.detik.com/read/2014/12/1...ngkin-nggak-ya

gak mungkin banget, secara orang indo aja banyak yg lebih bisa bahasa inggris emoticon-Ngakak

ngarep bener nih org!! emoticon-Ngakak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
emang kenapa koh. sirik amat?
4LaY LuW T5!!
Quote:


BANYAK ?

elu aja kaga bisa bahasa inggris kok bilang banyak

emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak
kalo cewek sunda lagi di khentot ngomong nya apa yah? kalo jepang kan ikeh ikeh kimochi emoticon-Ngakak
Mimpi... Bahasa pemersatu kita itu bahasa arab. Bahasa surgawi, bahasa yang akan kita pakai di surga nantinya.. Ngapain juga kita pake bahasa indo. Miskin kosakata, penuh kealayan dan keambiguan. Contoh : bisa pintar dan bisa ular.. Ambigu sekali
di vietnam ada pelajaran bahasa indonesia loh om TS emoticon-Big Grin
iya.. Vietnam lagi belajar Indonesia lho..

emoticon-Matabelo

Spoiler for Cara Cepat Mendapatkan Uang Dalam 1 Jam di Indonesia:
halah...

di BP kaskus aja banyak yang pake bahasa jawa dari pada indonesia, padahal ini bukan forum regional.

banyak yang melanggar sumpah pemuda 1928.

"berbahasa satu bahasa indonesia"

emoticon-Stick Out Tongue

tar ada yang terguncyang ga ya ???
Quote:


suram
yakin tidak bakal bisa jadi pemimpin asean dlm kemajuan ekonomi dan tekonologi, sprt inggris jadi bahasa dunia krn kemajuan mereka, akhirnya hanya (akan) bisa jualan budaya lewat sinetron dan musik smodel ka-pok, drama korea. ujung2nya bahasa indonesia hanya jadi bahasa alay nya para alayers negara2 tetangga

kesihan emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
lah klo potensi emang ada, tapi kan ga semudah ituemoticon-Ngakak
k4l0 b4h4s4 4l4y s1h 1y4
cy11nn....
ngarep banget elu semua tong. kita mesti lengserin dulu si joko, baru bisa bhs indonesia jadi bahasa regional, bahkan dunia emoticon-Ngakak
orang indonesia sedang mengalami inferiority complex, mereka butuh pengakuan dunia supaya bisa menghapus rasa inferior nya.

Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, Sudah Siap?

[NGAREP BANGET, DALAM MIMPI MU]Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Asean, Mungkin Nggak Ya??

BEBERAPA tahun berjalan kita sering mendengar wacana bahwa Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa resmi ASEAN. Wacana tersebut diperkuat dengan adanya usulan dari delegasi RI untuk Asian Inter Parliamentary Assembly (AIPA) 2011 di Kamboja untuk merealisasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN. Wacana tersebut tentunya membawa nuansa positif bahwa bahasa yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia akhirnya juga akan diterima oleh negara-negara lain. Akan tetapi, di balik wacana dan upaya tersebut terselip pertanyaan, “Seberapa pantas dan siap kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional?”

Berdasarkan data dari Pusat Bahasa, Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Indonesia sudah tersebar di 45 negara. Jumlahnya pun kini terus meningkat dengan semakin banyaknya minat orang asing mempelajari budaya Indonesia. Di sisi lain, bahasa Indonesia juga dipakai sebagai bahasa sehari-hari di beberapa daerah di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Bahkan Pemerintah daerah Ho Chi Minch City, Vietnam telah mengesahkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua sejak 2007. Belum lagi tersebar luasnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di berbagai negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Australia, Malaysia, Kuwait, dan negara-negara lain yang akhirnya menjadi jembatan penyebaran bahasa Indonesia.



Perkembangan teknologi informasi juga mendukung berkembangnya pemakaian sebuah bahasa. Blog, media sosial, forum, dan portal informasi daring (online) tentunya menjadi wadah positif bagi bahasa sebagai alat komunikasi publik. Mengutip data dari internetworldstat.com, bahasa Indonesia masuk dalam 10 bahasa di dunia yang sering dipakai di internet, khususnya Wordpress. Di pihak lain, Indonesia juga menjadi negara pemakai media sosial dan aplikasi kirim pesan instan terbanyak di dunia.Tidak jarang jika ketersediaan dan pembaharuan aplikasi smartphone berpengantar bahasa Indonesia juga cepat tersedia.



Selain sisi fakta aktual yang sudah terlihat dari perkembangan bahasa Indonesia, kita perlu mengetahui beberapa syarat bahasa untuk bisa menjadi bahasa internasional. Prof. Berthold Damhauser, pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Bonn University menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat pertama adalah bahasa tersebut harus digunakan dalam diplomasi dan perdaganagan internasional. Dari sisi tersebut Indonesia sudah memiliki prospek yang bagus karena telah menjadi negara resmi PBB yang aktif dalam forum internasional, seperti APEC, memiliki pengaruh besar di KTT ASEAN, dan menjadi anggota G-20. Di berbagai forum internasional seperti Le MOCI International, United Nation Conference on Trade and Development (UNCTD), APEC, dan berbagai forum lain disebutkan bahwa Indonesia masuk ke dalam lima negara tujuan investasi terbaik di dunia. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif yang bisa dimanfaatkan untuk terus memafaatkan forum tersebut untuk “mengekspansi” bahasa Indonesia. Tidak bisa dimungkiri bahwa bahasa menjadi pintu sebuah hubungan antarnegara. Akan tetapi, kita mau menjadi negara pemilik pintu tersebut, atau hanya bisa meminjam pintu orang lain?



Syarat selanjutnya adalah sebuah bahasa harus berperan besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Dari sisi itu, tentunya mutlak bahasa Indonesia sudah memenuhi syarat tersebut. Di berbagai tingkat pendidikan mulai usia dini hingga perguruan tinggi, sudah ditunjang pengantar, referensi buku, bahan dan peraga pendidikan berbahasa Indonesia. Akan tetapi, sebenarnya hal tersebut masih perlu jauh dikembangkan. Sebagi seorang mahasiswa Program Studi Indonesia, ada beberapa hal yang membuat saya cukup miris. Masih terdapat banyak buku-buku wajib penunjang mata kuliah ke-Indonesiaan yang berpengantar bahasa asing. Hal tersebut seharusnya menjadi sebuah evaluasi bagi kalangan akademik di seluruh Indonesia. Sebenarnya kita memiliki banyak sekali informasi dan bahan kajian di sekeliling kita, tetapi kita sering alpa dengan kekayaan tersebut. Akhirnya penyaji-penyaji kekayaan tersebut lebih banyak datang dari orang asing, dan kita hanya bisa menjadi konsumen.



Tinggi budi dan keagungan budaya penutur atau perdabannya. Secara fundamental jelas bahwa bangsa Indonesia memiliki keagungan budaya dan peradaban yang begitu tinggi. Menjunjung tinggi sopan santun, tata krama, adat istiadat, gotong royong, tetapi apakah keagungan itu masih melekat pada diri kita? Di era globalisasi dan modernisasi ini kita lebih suka menggunakan dan mengkonsumsi budaya asing daripada budaya kita sendiri. Bagaimana bisa sebuah bangsa yang ingin bahasanya diakui secara internasional namun tidak menjunjung tinggi budayanya sendiri? Jika kita terus menjadi konsumen budaya asing maka yang ada bahasa dan budaya kita akan terus tergerus keagungannya. Seperti kata Marcus Garvey: “Seseorang tanpa pengetahuan akan sejarah, asal-usul, dan budaya, tidak lain seperti sebuah pohon tanpa akar.”



Syarat selanjutnya adalah kesederhanaan sistem bunyi dan gramatikalnya sehingga mudah dipelajari. Secara teoretis jelas bahwa bahasa Indonesia memiliki sistem bunyi yang sederhana sehingga secara umum mudah dipelajari oleh penutur asing. Dari segi gramatikal, bahasa Indonesia juga memiliki tata bahasa yang sederhana karena tidak memiliki sistem waktu dan kata ganti orang yang rumit seperti bahasa Inggris atau Arab. Akan tetapi yang menjadi permasalahan bagi orang asing dalam mempelajari sistem imbuhan yang rumit sehingga menimbulkan kesulitan mencari kata dasar dan memakai pengimbuhan. Oleh karena itu, ahli-ahli akademik perlu mengembangkan cara dan metode agar bahasa Indonesia jauh lebih mudah dan menyenangkan untuk digunakan.



Syarat terakhir, pemiliknya harus memiliki rasa percaya diri dan peduli terhadap bahasanya sendiri. Kita lihat ke dalam diri kita sebagai bangsa Indonesia. Sering kali kita malu menggunakan bahasa Indonesia di kancah tertentu, bahkan mulai merebak dalam pergaulan. Kita sering dan lebih percaya diri ketika memakai kata-kata asing yang padahal banyak sekali padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Lebih dalam lagi, kita juga sering minder menggunakan bahasa daerah yang menjadi bahasa ibu atau bahasa pertama kita. Kita perlu belajar banyak dari negara lain seperti Jepang. Mereka selalu aktif dalam penelitian, inovasi, dan pengambangan dalam segala bidang, namun tetap menjunjung dan mengembangkan bahasa mereka dalam segala aspek. Ketika orang lain belajar dan berada di Jepang pun secara tidak langsung dituntut untuk memahaminya.



Catatan-catatan di atas akhirnya menjadi cambuk bagi diri kita sebagai bangsa Indonesia. Bumbu-bumbu manis akan keagungan bangsa dan bahasa Indonesia sudah cukup membuat kita lupa untuk berpikir lebih maju. Sudah saatnya kita mengintrospeksi diri, melihat segala peluang, dan mengembangkan segala potensi yang kita miliki. Delapan puluh lima tahun sudah, bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. Tidak mudah para pemuda saat itu mempersatukan bangsa dengan bahasa Indonesia, maka jangan mudah pula kita menyepelekan bahasa kita.



Muh Irfan

Mahasiswa Program Studi Indonesia

Universitas Indonesia
(rfa)

Sumber: maaf tahun 2013

siapa yang bilang cuman mimpi....
buktinya ada yang sampe mengesahkan sebagai bahasa resmi kedua sesudah bahasa asli...
Quote:


itu berarti vietnam mengalami inferiority complex
Kalo bener kejadian,
bahasa alay bakal ikutan go asean nih emoticon-Ngakak (S)
Quote:


bego luh. malah bangga pakai bahasa alay
halah, kok ngomong nyebarin budaya segala emoticon-Ngakak (S)

pelem indonesia saja penuh horor seks. masa budaya kek gitu mau di sebarin?? emoticon-Ngakak
Quote:


mati aja lu malingshit emoticon-fuck
Quote:


ngapain juga elo pake bahasa indo emoticon-Gila
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di