alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tolak Grasi Terpidana Mati Kasus Narkoba, Jokowi Dianggap Tak Mengerti HAM
4.09 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54870800a09a39b4368b456c/tolak-grasi-terpidana-mati-kasus-narkoba-jokowi-dianggap-tak-mengerti-ham

Tolak Grasi Terpidana Mati Kasus Narkoba, Jokowi Dianggap Tak Mengerti HAM

JAKARTA, KOMPAS.com
- Komisi Untuk Orang
Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)
mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo
yang akan menolak grasi yang diajukan 64
terpidana mati kasus narkoba.


Saat memberikan kuliah umum di Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (9/12/2014),
Jokowi mengatakan, Indonesia sudah sampai ke
tahap darurat narkoba. Menurut Jokowi,
kesalahan para terpidana kasus narkoba sulit
untuk dimaafkan karena umumnya adalah
para bandar besar yang demi keuntungan
pribadi dan kelompoknya telah merusak masa
depan generasi penerus bangsa



"Itu berarti Jokowi enggak mengerti HAM," kata
Koordinator Kontras Haris Azhar kepada
Kompas.com , Selasa (9/12/2014) malam.
Haris menilai, hukuman mati bukan cara yang
tepat untuk menghukum terpidana kasus
narkoba. Jika terpidana narkoba di hukum
mati, menurut dia, belum tentu para bandar
atau pengedar narkoba akan jera



Sebaliknya, lanjut Haris, Jokowi justru
berpotensi melakukan pelanggaran HAM.
Kesaksian-kesaksian yang seharusnya bisa
diberikan si terpidana terkait kasus yang
menjeratnya, akan hilang percuma.
"Yang harus dibongkar bea cukainya dong.
Emang narkoba punya pelabuhan sendiri?"
ujar Haris.


Haris mengatakan, hukuman yang tepat untuk
bandar narkoba adalah hukuman seumur hidup.
Menurut dia, hukuman seumur hidup sudah
cukup berat untuk dijalani oleh para terpidana
kasus narkoba.
"Taruh saja di Nusakambangan, enggak boleh
dijenguk," ujar Haris.


Sebelumnya, Jokowi memastikan akan menolak
permohonan grasi yang diajukan oleh 64
terpidana mati kasus narkoba. Kepastian itu
disampaikan Presiden Jokowi di hadapan civitas
akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dalam kuliah umum yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Selasa


"Saya akan tolak permohonan grasi yang
diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba.
Saat ini permohonannya sebagian sudah ada di
meja saya dan sebagian masih berputar-putar
di lingkungan Istana," kata Presiden Jokowi.


Presiden Jokowi menegaskan, kesalahan itu sulit
untuk dimaafkan karena mereka umumnya
adalah para bandar besar yang demi
keuntungan pribadi dan kelompoknya telah
merusak masa depan generasi penerus bangsa.


[url= nasional.kompas.com/read/2014/12/09/21122531/Tolak.Grasi.Terpidana.Mati.Kasus.Narkoba.Jokowi.Dianggap.Tak.Mengerti.HAM] sumber_gan [/url]

sepertinya esbeye selama 10
tahun ngasih grasi banyak
banget deh, ga cuma buat
bandar narkoba tapi buat
koruptor juga...
ssttttty!!!!!! biar kerempeng tapi tegas! ga
seperti pendahulunya gede kaya
kebo tapi memble
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
KONTRAS drpd kicau ga jelas, mending fokus angkat kasus Alm. Munir dan Tragedi 98
Tegas tetap pilihan sikap terbaik emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
klo penjara seumur hidup mending jangan deyh, kasian mending tembak mati aja....emoticon-Bingung (S)
Quote:


nah ini gw setuju

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Kontras ga paham kalo HAMburger itu enak, makanya yg dibela kontras dikit2 bawa HAMburger
Quote:


emoticon-Matabelo
busett , presiden menolak grasi bisa dianggap melanggar HAM

kalau begitu suruh undang2nya dirubah aja , bahwa grasi bukan hak presiden emoticon-fuck
grasi = hak pengampunan dari presiden.

64 orang itu memang dihukum mati semua ? emoticon-Bingung (S)

di detik tidak tertulis dihukum mati... emoticon-Bingung (S)


"Untuk meminta grasi, minta pengampunan, 64 pengedar yang sudah diminta pengadilan, datang ke meja saya. Saya mau bertanya, apa yang harus saya lakukan? Sudah bertahun-tahun tidak segera diputuskan. Saya sampaikan tidak ada yang saya beri pengampunan untuk narkoba," kata Jokowi.
Diubah oleh zerodark30
ga usah bicara ham untuk narkoba, teroris, dan koruptor..!!!
ngentod lo kontras.
pengedar narkoba menjerumuskan generasi penerus bangsa itu ga melanggar ham??

harusnya anak sodara elo jadi pemakai narkoba baru lo rasain efeknya njing emoticon-fuck

kalo gw presiden, gw kasi aturan: no negotiation with terrorist and drugs.
Diubah oleh silverlight
dikasih grasi --> lembek, ada konspirasi,...emoticon-Mad
gak dikasih grasi --> kejam, gak ngerti ham..emoticon-Mad
dikasih hukuman seumur hidup --> malah dagang dr penjara. peg kalapas pd makmur..emoticon-Hammer

yg paling cocok ya dikubur idup2 deh...biar adil

HAMburger emang enak gan...
Dikasih Grasi = Melindungi Bandar Narkoba
Ga Dikasih Grasi = Gak Ngerti HAM

Besok Gua Bakal Bilang Ke Anak Cucu , Jangan Sampe Jadi Presiden Di Indonesia..... RIBET SERBA SALAH emoticon-Big Grin
Quote:


Nah mending itu deh, daripada narkoba doang...
Kalau menurut ane keputusan jokowi sudah tepat.. Ngapain gembong2 narkoba di kasi grasi?.. Gimana nasib manusia2 yg hidup nya sudah rusak karena narkoba tuh?.. Kalau perlu sekalian aja hukuman mati biar ada efek jera nya emoticon-Smilie
Quote:


Diseret sampai mati pake kudanya wowo aja gan. Biar wowo ada kerjaan
presiden jaman sekarang, harus jadi fansnya ayang raisa
"semua serba salah~"

Bandar narkoba...yang mabok bisa jutaan orang..yg rusak generasi muda ...emoticon-Embarrassment

Ni kontras blom pernah ngerasain gimana sakitnya sakaw..trus mati pelan2...?

Bela ham kok membabi buta....emoticon-Gila







Quote:


yoi bro... I agree with u
"Yang harus dibongkar bea cukainya dong.
Emang narkoba punya pelabuhan sendiri?" ujar Haris."


quotes ter-epic minggu ini..hanya haris kontras dan penciptanya yang tau apa maksudnya..
ati ati fpi,taupig cs..kalian punya saingan berat
Diubah oleh tonidookie
Quote:


ane setuju gan,,, masalahnya ujung2nya semua berlindung ke HAM,, gak
bikin jera


kaos TV SAMPAH
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di