alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dikritik M Nuh soal Penghentian Kurikulum 2013, Ini Komentar Anies Baswedan
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54853c7414088dfe4a8b4567/dikritik-m-nuh-soal-penghentian-kurikulum-2013-ini-komentar-anies-baswedan

[THE BATTLE] Dikritik M Nuh soal Penghentian Kurikulum 2013, Ini Komentar AB

Spoiler for bermula dari keluhan guru:


Dikritik M Nuh soal Penghentian Kurikulum 2013, Ini Komentar Anies Baswedan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah Anies Baswedan menyatakan bahwa keputusannya menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 dan kembali pada Kurikulum 2006 merupakan langkah tepat bagi pendidikan nasional. Ia menolak jika kebijakannya itu disebut sebagai sebuah kemunduran.

Anies menjelaskan, penerapan Kurikulum 2013 tidak diimbangi dengan kesiapan pelaksanaannya. Ia juga menyebut substansi pelaksanaan kurikulum tersebut tidak jelas dan tidak terdokumentasi dengan baik.

"Tidak ditemukan penjelasan Kurikulum 2006 diubah dengan Kurikulum 2013. Kajiannya mana? Dokumennya mana? Mana buktinya kalau Kurikulum 2006 lemah sehingga perlu diubah?" kata Anies, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/12/2014), ketika dimintai tanggapan kritikan dari Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengaku tidak ingin menyalahkan Kurikulum 2013. Anies hanya menyayangkan karena penerapan kurikulum tersebut sangat tergesa-gesa.

Anies menuturkan, banyak guru dan siswa yang keberatan akibat ketergesaan menerapkan Kurikulum 2013. Padahal, kata Anies, guru adalah kunci utama untuk menyukseskan penerapan kurikulum tersebut.

"Kurikulum berubah tidak otomatis kualitas pendidikan meningkat. Tapi kalau kualitas guru meningkat, pendidikan kualitasnya pasti meningkat, itu kuncinya," ujar Anies.

Anies sebelumnya menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sementara itu, sekolah yang telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang. (baca: Mulai Semester Genap, Kurikulum 2013 Dihentikan)

M Nuh menyatakan kecewa dengan keputusan Anies itu. Ia menganggap kebijakan menghentikan Kurikulum 2013 merupakan sebuah kemunduran. (baca: Kritik Anies, M Nuh Nilai Penghentian Kurikulum 2013 Langkah Mundur)

source: http://edukasi.kompas.com/read/2014/...campaign=Kknwp

Diubah oleh: hayden.c
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 4
Kemendikbud Memutuskan Penghentian Kurikulum 2013 Dan Kembali Ke KTSP Kurikulum 2006

Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan resmi menghentikan kurikulum 2013 (K13) dan kembali ke kurikulum 2006 KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester tidak akan menerapkan Kurikulum 2013 lagi.

Proses Penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir.

Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.

Kemendikbud Memutuskan Penghentian Kurikulum 2013 Dan Kembali Ke KTSP Kurikulum 2006

Kurikulum Sekolah 2013 Diganti Dikembalikan Ke Kurikulum 2006 KTSP

Berikut pemberitaan yang dimuat di laman website setkab go id dengan informasi yang berkaitan dengan Kecuali Sekolah Yang Sudah Melaksanakan 3 Semester, Pemerintah Hentikan Kurikulum 2013 dan berikut adalah pernyataan resmi Mendikbud tentang penghentian kurikulum 2013.

Mendikbud mengemukakan, Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah diterapkan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Karena itu pemerintah memutuskan hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.

Selain sekolah tersebut, menurut Mendikbud, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013. Ia minta agar sekolah-sekolah ini kembali menggunakan Kurikulum 2006.

Mendikbud menjelaskan, keputusan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 diambil berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakannya karena beberapa hal.

Penyebab Sekolah Belum Siap Melaksanakan Kurikulum 2013 dan alasan penyebab kurikulum 2013 dihentikan antara lain adalah oleh sebab berikut ini :

  • Masalah kesiapan buku.
  • Sistem penilaian.
  • Penataran guru.
  • Pendampingan guru.
  • Pelatihan Kepala Sekolah.


Menurut Mendikbud, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

Dan ini adalah bagian dari alasan yang menyebabkan Kurikulum 2013 Diganti KTSP berdasarkan pernyataan resmi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diutarakan langsung oleh Anies Baswedan selaku Mendikbud.

Sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester tidak akan menerapkan Kurikulum 2013 lagi. Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015," kata Anies yang dikutip dari detik.com.


Surat Penghentian Kurikulum 2013


Setelah menyampaikan secara langsung pemberhentian implementasi dan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada sekolah-sekolah yang baru menerapkan kurikulum 2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan akan menyampaikan surat penghentian kurikulum 2013 kepada seluruh sekolah di Indonesia.

Pada tanggal 5 Desember 2014 Anies Baswedan Mendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 179342/MPK/KR/2014 Perihal Pelaksanaan Kurikulum 2013 yang ditujukan kepada Kepala Sekolah di seluruh Indonesia.

Isi surat edaran pelaksanaan kurikulum 2013 yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut :

Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.

Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.

Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai :

  1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum.
  2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum.
  3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum.
  4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.


Keputusan Kurikulum 2013 Dihentikan

Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk :
1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester

Yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015.

Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dan lain-lain.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.

2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan

yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013.

Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013.

Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang.

Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas.

Serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.

Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini.

Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak.

Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jakarta, 5 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Anies Baswedan
Diubah oleh hayden.c
Kritik Anies, M Nuh Nilai Penghentian Kurikulum 2013 Langkah Mundur

SURABAYA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menilai kebijakan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah kembali pada Kurikulum 2006 adalah langkah mundur. Kurikulum 2013 secara substansi dinilainya tidak ada masalah.

"Kalau ada masalah teknis, mestinya dicarikan solusi perbaikannya, bukan balik ke belakang sebab KTSP secara substansi ada kekurangan dan secara teknis juga perlu penyiapan lagi," kata Nuh di Surabaya, Minggu (7/12/2014), seperti dikutip Antara.

Nuh menjelaskan, bukti Kurikulum 2013 tidak ada masalah secara substansi adalah dengan tetap diberlakukannya untuk 6.221 sekolah. Jika ada masalah, kata dia, maka tentu tidak akan dipakai sama sekali.

"Untuk itu, mestinya, alternatifnya ya penerapannya tidak langsung 'dibajak' dengan dibatasi pada 6.221 sekolah itu, melainkan sekolah mana saja yang siap, ya dipersilakan menerapkannya, apakah siap secara mandiri atau siap berdasarkan penilaian pemerintah," katanya.

Selanjutnya, untuk sekolah-sekolah yang tidak siap akan "disiapkan" oleh pemerintah melalui pendampingan dan pelatihan sampai benar-benar siap. Penyiapan guru dan buku itu merupakan tugas pemerintah.

"Kalau kembali pada Kurikulum 2006 atau KTSP itu justru mundur, karena secara substansi belum tentu lebih baik, lalu butuh waktu lagi untuk melatih guru lagi (dengan KTSP) dan bahkan orang tua harus membeli buku KTSP," kata Nuh.

Menurut dia, Kemendikbud sudah pernah mengadakan UKG (uji kompetensi guru) untuk mengevaluasi penguasaan guru terhadap KTSP itu pada 2012. Ternyata, kata dia, nilai rata-rata adalah 45. Padahal Kurikulum 2006 itu sudah enam tahun berlaku.

"Jadi, kita perlu pelatihan guru lagi, padahal kita sudah melatih guru untuk Kurikulum 2013 dengan nilai UKG pada Kurikulum 2013 itu mencapai 71, meski tentu nilai 40 masih ada, tapi guru dengan nilai di atas 80 juga ada," katanya.

Oleh karena itu, ukuran penguasaan guru terhadap substansi dan metodologi Kurikulum 2013 juga masih lebih baik daripada penguasaan terhadap Kurikulum 2006 (KTSP). Saat itu, UKG dilakukan pada 1,3 juta guru.

"Kita juga sudah merancang solusi untuk penyiapan guru yang nilai UKG-nya tidak bagus atau 40, yakni pendampingan dan klinik konsultasi bagi guru yang mengalami kesulitan itu. Bahkan kita juga sudah merekomendasikan reformasi LPTK sebagai 'pabrik guru'," katanya.

Selain itu, jika kembali pada Kurikulum 2006 (KTSP), ujar Nuh, hal itu akan mengharuskan orang tua untuk membeli buku baru. Padahal, buku-buku Kurikulum 2013 selama ini sudah digratiskan. (baca: Kurikulum Kembali ke 2006, Buku Pelajaran Mesti Beli Lagi?)

"Nanti, mafia buku akan merepotkan masyarakat lagi," katanya.

Ia mengakui bahwa buku Kurikulum 2013 memang ada yang terlambat, tapi pemenuhan atas keterlambatan itu menjadi tugas pemerintah.

"Itu tugas pemerintah, bukan justru dengan cara 'membajak' Kurikulum 2013. Saya kira itu tidak etis secara akademis. Tapi, kalau game politik, ya nggak tahu-lah," kata Nuh.

Ditanya tentang keberatan guru terhadap sistem penilaian Kurkulum 2013 yang naratif atau deskriptif, ia mengatakan, hal itu hanya soal pembiasaan karena hal baru memang membutuhkan pembiasaan.

"Yang penting, penilaian numerik disertai narasi itu lebih objektif karena banyak negara maju atau banyak sekolah berkualitas yang memakai cara itu, sehingga dua anak yang sama-sama memiliki nilai 7 akan diketahui perbedaan dari kekurangan keduanya. Nilainya bisa sama, tapi kekurangannya beda," katanya.

Nuh menambahkan, Kurikulum 2006 (KTSP) juga bukan tanpa masalah, di antaranya pelajaran sejarah untuk SMK tidak ada, jam pelajaran Bahasa Inggris lebih banyak dua kali lipat daripada Bahasa Indonesia, tidak adanya mata pelajaran yang mendorong analisa data (survei TIMMS/PISA), dan sebagainya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. (baca: Mulai Semester Genap, Kurikulum 2013 Dihentikan)

Sementara itu, sekolah yang telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang. (baca: Besok, Surat Edaran untuk Hentikan Kurikulum 2013 Dikirim ke Semua Sekolah)

"Dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, maka Kurikulum 2013 dihentikan," kata Anies di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Anies mengatakan, saat ini ada 6.221 sekolah yang sudah pakai Kurikulum 2013 selama tiga semester lebih.

"Mereka akan jadi contoh bagi sekolah yang belum siap," tambah Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini kembali menyinggung soal pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu cepat. Anies pun berharap agar pelaksanaannya yang sudah dievaluasi kali ini bisa berjalan setahap demi setahap.

Sekolah yang dijadikan contoh pun nantinya akan jadi model dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 yang ideal bagi sekolah-sekolah lain.

source: http://edukasi.kompas.com/read/2014/...tm_source=news
kalau menurut Pak Anies itu yang terbaik apa salahnya dikembalikan ke 2006. dan untuk menuju ke kurikulum yg baik harus di kaji matang2 agar tidak membingungkan para Guru.
Banyak amat trid beginian
setuju dikembalikan ke yang lama...faktor guru kayaknya yang jadi aktor utama...gak siap emoticon-I Love Indonesia (S)
pelajaran gado-gado hanya ditaun 2013
Quote:

emoticon-Recommended Seller:
mantaplah
Dikritik M Nuh soal Penghentian Kurikulum 2013, Ini Komentar Anies Baswedan Dikritik M Nuh soal Penghentian Kurikulum 2013, Ini Komentar Anies Baswedan
Pak Nuh kritik Pak Anis pas wawancara di TV pake bawa2 kenaikan BBM, jelas ga fokus nih orang btw system pendidikan yg kemarin saja masih ga manusiawi pada anak ini malah mau ditambah jam dan materi pelajarannya, mungkin pak Nuh perlu dikirim studi banding ke sekolah anak2 petinggi silicon valley kali {http://www.kaskus.co.id/thread/54844...silicon-valley) emoticon-Ngakak
Diubah oleh aghilfath
Pakar anggota 'tim kurikulum 2012 kemendikbud' memang gak beres.
beda kurikulum 2006 dan 2013 apa ya gan?

yah gurunya juga musti diregenerasi
dalam artian pembelajaran sprt mahasiswa
disuruh mencari sendiri sama dosennya
bukan ala anak sd didikte
Quote:


kurikulum 2006: seperti agan dulu sekolah
2013: gak ada "pelajaran" pada umumnya (matematika, bahasa indonesia, biologi, sejarah dihapus semuanya), semua pelajaran dilebur jadi 1, namanya "tematik". Misalnya: tema "Diriku", "Keluargaku", "Lingkunganku" gitu.. didalam tema-tema itu ada unsur matematikanya, biologinya.. dst.

Yang jadi masalah adalah ketidaksistematisan pelajarannya. Bayangin, anak kelas 1 SD dituntut langsung bisa baca, langsung harus tau pengurangan 14 - 7 = ... Dengan persiapan penjumlahan 1 lembar, dan pengurangan 1 lembar.
Kelas 2 harus bisa konversi kilometer ke desimeter.

Intinya: kurikulum ngehe...

Fahri Hamzah (PKS) bilang, Jangan diberhentikan kurikulum 2013, karena itu melibatkan stake holder. Bahasanya kayak proyek.
akhir nya in my life time ktemu menteri pendidikan yang otak nya waras, ane terharuemoticon-Sorry
M Nuh....
banyak cacat tuh mentri
Udah kadung terima DP dari produsen buku kalee tuh orang, makanya ngotot banget ngritik .
Semasa dijabat M.Nuh byk masalah kan??
Kok masih berani ngritik?? Apa ngga punya kaca??

yg penting +1 emoticon-Big Grin
Ya..., diikuti saja prosesnya, kita percayakan (saja) ke Pak Anis..., beliau (sangat) berpengalaman) dalam bidang ini.
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
menurut ane sih Kurikulum 2013 bukan sepenuhnya jelek; cuma emang terkesan terlalu kejar tayang...banyak yg belum mateng dalam perencanaannya. tapi ikut pak menteri aja lah
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di