CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Catatan Perjalanan OANC /
[CatPer] Ber-8, Kami Menggapai Puncak Gunung Prau, Via Dieng Wetan - Kalilembu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54741945a3cb17f6268b4582/catper-ber-8-kami-menggapai-puncak-gunung-prau-via-dieng-wetan---kalilembu

[CatPer] Ber-8, Kami Menggapai Puncak Gunung Prau, Via Dieng Wetan - Kalilembu

Quote:


Spoiler for indahnya Gunung Prau:


CatPer ini dimulai dari curcol dulu, jadi ceritanya pendakian ini diprakarsai oleh Ci Novi dan Mbak Enjel, mereka teman ane pas pendakian ke Gunung Papandayan bulan Februari yang lalu. Mbak Enjel juga telah mengompori beberapa teman – temannya untuk ikutan. Nah, karena mereka tau kalo ane udah pernah mendaki Gunung Prau, jadinya mereka meminta ane menjadi Team Leader untuk pendakian ini. Ane sih oke oke aja, dan disepakati tanggalnya itu 14 – 16 November 2014.

Namun 2 minggu sebelum berangkat si Enjel melihat postingan di fb seseorang yang baru saja turun dari Gunung Prau yang mengatakan rusaknya jalur Patak Banteng dan karena sudah masuk musim hujan jalur menjadi licin, ada pegangan berupa tali kecil yang itu pun dipegang sekitar 20 pendaki sekaligus. Habis baca postingan itu mbak Enjel and the gank mengundurkan diri. Hiks, emoticon-Frown jadilah ane sama Ci Novi aja yang masih tetap ingin kesana. Terus Ci Novi bergerilya mencari pasukan lagi setelah ditinggalkan Mbak Enjel Dkk, akhirnya dapat 3 orang mereka adalah Pasangan Zaki n Rere dan si kecil Jiuni. Udah 5 nih anggotanya. Ane rasa masih kurang, ane buatlah ajakan di berbagai forum, terus nemu lagi yang minat, mereka adalah sepasang remaja yang masih berstatus mahasiswa di Depok yaitu Kholis dan Fajar. Dan di menit – menit terakhir temen sekantor ane, Andrew ikutan juga. Jadinya fix 8 orang yang ikutan.

Setelah fix dengan jumlah yang ngikut, sekarang ane sibuk nyari tranportasi yang pas buat ke sana. Karena waktu yang sudah mepet maka tiket kereta udah pada ludes, jadinya satu – satunya opsi itu naik bus. Ane telponin satu per satu PO Bus yang ke Wonosobo, hasilnya gag ada bus yang berangkat setelah jam kantor, umumnya mereka berangkat jam 15.00 – 16.30. Huft, tak ingin menyerah, 1 hari sebelum keberangkatan ane berinisiatif menuju Pool Damri di Kemayoran buat nanya informasi apakah ada bus yang ke Wonosobo yang berangkat malam. Bingo, ternyata memang ada bus Damri yang ke Wonosobo berangkat malam, tepatnya jam 20.00, sayangnya pihak Damri yang ane tanya gag bisa memastikan busnya kelas apa yang berangkat jam segitu, apakah ekonomi, AC ekonomi atau AC Patas, si petugas cuma bilang untuk datang kembali esok hari menjelang keberangkatan sekitar habis maghrib lah.

Quote:


Jam 17.00 ane sama Andrew udah buru – buru cabut dari kantor, ke kosan Mas Nanda dulu buat ambil keril sama packing – packing ala kadarnya yang penting masuk dulu ke dalam keril. Habis itu langsung cabut menuju Pool Damri Kemayoran, Jalan Antasari hingga Sudirman dilibas dengan lancar, nah masuk senayan sampai HI macetnya ampun dah, mana bawa keril lagi, huhuhu.

Akhirnya jam 18.30 kami sampai juga di pool, ane langsung ngantri ke loket untuk beli tiket, si mbak yang manis bertanya ke ane udah punya pacar belum, mas? Eh salah maksudnya mau kemana, mas? Ane jawab Wonosobo, 8 orang! Si mbak bales 816 ribu, mas. Jadi 1 orangnya kena 102 ribu untuk bis kelas AC Patas.

Ternyata pas ane lagi ngantri tadi sudah datang Fajar sohib dekatnya Kholis, begitu juga dengan Ci Novi dkk. Akhirnya saling berkenalanlah kami, ngomong ngalor ngidul nunggu keberangkatan bis jam 8.

Akhirnya jam 8 kami sudah dipersilahkan naik ke dalam bis, duh ternyata bisnya begini, ane kira kelas AC Patas setara dengan bis Damri yang ke bandara ga taunya begini aja. Bis udah lumayan tua, terus bangkunya 60 orang jadi lumayan tuh dengkul gag ada space sama bangku di depan, udah gitu acnya itu ac central jadi kalo dingin ya dingin banget, terus orang – orangnya juga asal ngambil nomor bangku tempat duduk jadinya kami terpisah – pisah, padahal di tiket ada nomor bangkunya lho. Ya sudahlah terima aja nasib, toh pilihannya Cuma itu aja kan. Jam 20.15 bis pun keluar dari poolnya menuju tol dalam kota, awal perjalanan lancar jaya dan baru sampai di Cempaka Putih udah macet!

2 jam melalui macet akhirnya si bis ini lolos juga dari macet dan mulai lancar lagi, kalo udah begini enaknya tidur. Sekitar jam 1an malam bis berhenti di rumah makan (sensor namanya), jam segitu mau makan apa kan ga enak lagi ngantuk – ngantuknya paling pipis doang. Masuklah para penumpang ke toilet yang tersedia, dan hoek hoeek, brak brak ada yang muntab marah Ah, WC kere iki, ora ono banyune, tapi dijaluk rongewu pisan” wajar saja orang – orang marah, wc ko gag ada air, urinoirnya pada mampet. Astaga, kenapa rumah makan yang seperti ini dipilih sama Damri.

30 menit sudah, akhirnya bis melanjutkan perjalanannya kembali, karena ac central, malam itu didalam bis kerasa dingin banget, beberapa penumpang yang dibelakang ada yang muntah, haduh, nasib nasib malang bener yak. Akhirnya si sopir menurunkan suhu ac-nya.

Jam 06.00 bis kembali berhenti di rumah makan daerah Tegal, waktunya sarapan. Harganya lumayan mahal, untuk nasi sayur dan lauk telor bulat kena 14 ribu. 30 menit kemudian bis berangkat lagi.

Bis melewati Purwokerto, Purbalingga, dan Banjarnegara sepanjang jalan tersebut satu per satu penumpang turun, pas sampai Terminal Mendolo Wonosobo hanya tersisa 10 orang saja. Oh iya, pas di jalan Purbalingga ada perbaikan jalan jadinya kena macet tuh pas disana. Oke lanjut lagi.

Spoiler for Bus Damri yang kami naiki:
Diubah oleh mcnugraha
Halaman 1 dari 3

Terminal Mendolo Wonosobo Menuju Dieng

Quote:


Disini ane langsung menuju agen Rosalia Indah, sebelumnya ane udah booking duluan via telpon, ane langsung ketemu sama Mbak Pudji yang menjadi petugas agen Rosalia Indah di Terminal Mendolo, nama ane sudah tercatat untuk 8 bangku, langsung ane bayar 880 ribu, per orangnga 110 ribu untuk bis kelas executive. Beres sama tiket pulang, sekarang cari bis yang bisa mengantarkan kami ke Dieng.

Ane langsung disamperin sama 2 orang calo (kampret! kenapa makhluk ini selalu ada ditiap perjalanan yang ane lakukan), dia meminta 18 ribu per orangnya untuk sampai Dieng. Dalam hati ane wah kemahalan nih, harusnya Cuma 13 – 15 ribu. Tapi ya sudahlah ane ngalah tadinya harga yang dipatok 20 ribu Cuma dapat kortingan 18 ribu. Terus gag Cuma kami ber delapan aja, ada 4 orang lainnya yang juga ingin mendaki prau, jadinya mkrobis ini telah terisi 12 orang, langsung tuh si calo menagih uang kepada kami. Udah beres, langsung deh berangkat.

Spoiler for mikrobis yang kami charter:


Sekitar 1,5 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di Dieng, kami berhenti tepat di Homestay Bu Djono. Kemudian Pak Pur si sopir mikrobis ini memberikan nomor kepada ane, siapa tau bisa ngejemput nantinya.
Kami langsung masuk ke restonya Bu Djono, selain homestay Bu Djono juga terdapat resto yang harganya terbilang normal untuk ukuran tempat wisata. Selagi yang lainnya memesan makan siang, ane ke pos lapor, mencatat nama – nama kelompok ane, dan membayar retribusi sebesar 4 ribu per orang.

Nah, makanan sudah siap saji ada yang pesan nasi goreng ada juga sop ayam, kalo minumnya pada kompak nih mesannya teh jahe tradisional, untuk makan nasi goreng dan teh jahe hanya 17,5 ribu aja. Habis pada makan, pada gantian mandi tuh.

Menuju Puncak Prau Via Dieng Wetan

Nah, makanan sudah siap saji ada yang pesan nasi goreng ada juga sop ayam, kalo minumnya pada kompak nih mesannya teh jahe tradisional, untuk makan nasi goreng dan teh jahe hanya 17,5 ribu aja. Habis pada makan, pada gantian mandi tuh.

Habis selesai mandi semuanya, hujan turun dengan begitu derasnya, kami pun urung untuk memulai pendakian, menunggu hingga hujan reda. Akhirnya jam 15.40 hujan sudah reda, kami pun memulai pendakian ini. Sebelumnya foto - foto dulu di depan Bu Djono kemudian berjalan menanjak menuju SMPN 2 Kejajar. Baru sampai di depan SMP udah pada ngos – ngosan, hahaha. Untungnya dari SMP ini kami disuguhkan pemandangan yang menawan, jadi bisa ngelupain ngos2annya.

Spoiler for Di Depan Homestay Bu Djono:


Spoiler for Di Depan SMPN 2 Kejajar:


Lanjut jalan lagi melewati ladang pertanian yang didominasi sayur – sayuran terutama kentang. Akhirnya 1 jam berjalan (termasuk foto – foto) kami sampai di Pos 1. Istirahat sejenak disini lalu lanjut lagi.

Spoiler for lewat ladang pertanian:


Spoiler for pos 1:



Setelah pos 1 kami mulai memasuki hutan, karena baru saja hujan jalur menjadi licin, kami harus berhati – hati agar tidak jatuh. 1 jam dari pos 1 kami sampai di Pos 2 yang berupa hutan pinus, istirahat sekaligus foto – foto dulu disini lalu mulai lagi perjalananya ke pos 3 atau puncak menara, nah ditengah perjalanan menuju pos 3 hari sudah mulai gelap, kami pun sudah siap dengan head lamp atau senter. Nah, perjalanan menuju pos 3 adalah jalur yang paling sulit jika kita melewati jalur Dieng. Tanjakannya lumayan terjal dengan bebatuan berukuran besar belum lagi ada kabel tegangan tinggi jadi harus ekstra hati – hati, akhirnya jam 7 malam kami sampai di Pos 3, disini kami berjumpa dengan kelompok pendaki lain yang sedang menunggu temannya.

Spoiler for sebelum pos 2:


Spoiler for pos 2:


Spoiler for hari sudah malam:



Istirahat cukup lama disini sebab angin sudah sangat terasa, kalo tadi masih melewati hutan kini tempatnya sudah terbuka jadi angin begitu mudah menerjang tubuh kita, temen – temen pada ambil jaket. Dari pos 3 jalan kembali menurun kemudian menanjak lagi, habis tanjakan itu maka perjalanan menjadi mudah karena sudah tidak ada lagi jalan yang sangat menanjak, kini jalurnya sudah datar. Karena sudah malam dan ga foto – foto jadinya perjalanan lebih cepat, jam 8 malam akhirnya kami sampai di camping ground Gunung Prau, kami segera mencari tempat untuk mendirikan 3 tenda. Ketika sudah terpasang, langsung segera masak – masak buat makan malam. Makan malam kala itu cukup sederhana hanya berupa telur dadar, mie goreng, mie rebus dan chicken stik, untuk nasinya kami bawa dari Bu Djono 6 bungkus. Habis makan yang lain langsung pada tidur, Cuma ane, Andrew sama Ci Novi aja yang masih bertahan di luar tenda sembari ngobrol. Maklum aja, dari kami ber 8 hanya Ane, Andrew, n Ci Novi aja yang udah punya pengalaman naik gunung, yang lainnya itu baru pertama kali naik gunung. Wow.

Spoiler for masak makan malam:


Jam 11.30, karena rasa kantuk yang sudah tidak bisa ditahan serta angin malam yang semakin dingin membuat kami harus masuk ke dalam tenda masing – masing, lalu pulas tidur hingga jam 2 ane sama Andrew sama2 bangun, soalnya dinginnya pake banget, udah gitu suasana makin rame, soalnya yang ngedaki malam baru pada nyampe jam segitu, udah gitu tenda belakang ane nyetel music keras banget, haarrggh.
Diubah oleh mcnugraha

Menikmati Golden Sunrise dan Turun Via Kalilembu

Mencoba untuk tidur lagi rasanya susah banget, sekalinya tidur paling tidur ayam, tidur bentar Bangun lagi, ngecek jam masih jam 4, tidur lagi sampai jam 04.30 dimana suasana sudah mulai ramai, orang – orang sudah siap –siap berkerumun mencari tempat yang pas untuk hunting sunrise. Ane masih dalam tenda aja, shalat dulu. Habis itu keluar tenda, eh ga taunya yang lain udah pada ngacir, mana tendanya gag ditutup pula, satu per satu tenda ane kunci pake gembok kecil yang sengaja ane bawa, hal ini untuk antisipasi dari kemalingan pada saat kita bersenang2 melihat indahnya alam, kan gag pengen pulang2 ada yang hilang apapun itu. Karena dirasa sudah aman ane mencari yang lain, kebetulan mereka lagi di spot yang sama, ya sudah ikut2an foto2 juga.

Alhamdulillah meski sepanjang perjalanan mendung dan di malam turun rintik hujan namun dipagi harinya kami diberikan cuaca yang cerah oleh Allah. Jam 05.15 munculah sang fajar dari arah timur yang secara perlahan Bangun dari tidurnya memberikan sinarnya yang hangat kepada para pendaki Prau dan semua makhluk di bumi ini. Kami tak kuasa menahan rasa syukur dan takjud akan ciptaan Tuhan yang satu ini.

Spoiler for golden sunrise di Prau:


Spoiler for suasana di Puncak Prau waktu itu:



Spoiler for foto bersama di puncak:


Matahari makin lama makin naik, kami mencari spot yang lain untuk foto2 selanjutnya, naik ke bukit dan dapatlah tempat untuk foto dengan latar belakang dataran tinggi Dieng, nampak dari sini kawah – kawah yang mengepulkan asapnya yang membumbung tinggi, telaga warna dan Pengilon, kalo matanya jeli Candi Arjuno juga kelihatan. Kami foto2 disini, lalu ketika dirasa foto2nya udah banyak kami turun kembali ke tenda untuk masak – masak buat sarapan. Ya menu yang sederhana aja, mie goreng dan mie rebus pake telor dan roti bakar jadi menu di pagi itu. Simple kan.

Spoiler for foto2 di spot yang lain:


Foto2 udah, makan udah, saatnya beres2, jam 9an kami beres2 dan memasukan perlengkapan ke dalam keril masing2, tak lupa 1 trash bag berukruan besar berisi sampah dari kemping kami akan kami bawa turun. Jam 09.30 kami mulai turun kembali.

Spoiler for foto bersama sebelum turun:


Nah, kemarin kan pas sampai di Bukit Teletubbies udah malam kali ini karena siang maka kelihatan keindahannya terlebih dengan bunga – bunga daisy yang berwarna – warni, disini banyak berhenti buat foto2 sembari jalan juga. 1 jam dari camping ground sampailah kami di tanjakan menuju menara, nah, disini ada 2 pilihan jalur nanjak ke pos 3/menara atau melipir ke kiri, ditulisannya tertulis Dieng. Ya udah daripada nanjak lagi mendingan lewat kiri aja kan jalurnya turun gini. Kami pun lewat jalur ke kiri dimana jalurnya itu turun terus.

Spoiler for foto2 pas waktu turun:


1 jam dari simpang tadi kami sampai di Pos 2 atau Pos Penthuk, lho dimana ini ko beda Pos 2 nya? Lanjut jalan lagi kami sampai di Pos 1. Selepas Pos 1 maka akan melewati ladang pertanian, harus hati2 soalnya licin udah gitu jalan setapaknya tinggi gitu sama ladangnya, kalo jatuh lumayan juga. Di jalur ladang ini hujan turun, kami cepatkan langkah dan sampailah kami di pemukiman warga.

Spoiler for foto2 jalur Kalilembu:


Disini mulai bingung nih, soalnya kan pemukimannya berupa gang – gang kecil gitu. Nanya2 sama orang sekitar, akhirnya sampailah kami di Basecamp Patak Banteng jam 12.30, karena hujan kami berteduh di tempat penjualan carica Murni Alami. Terus ane tanya – tanya pengalaman lewat jalur tadi, soalnya ane gag pernah ketemu sama jalur turun yang tadi, dan ternyata jalur yang kami lewati tadi adalah Jalur Kalilembu, jalur baru menuju Puncak Prau selain Patak Banteng dan Dieng. Oh itu yang namanya Jalur Kalilembu, lumayan lah jadi nambah pengalaman.

Spoiler for neduh sembari nikmati carica:


Jam 13.30 kami turun kembali menuju Wonosobo dengan mikrobis yang sudah kami charter bersama rombongan pendaki yang akan ke Purwokerto, dari Patak Banteng sampai Terminal Mendolo ongkosnya 15 ribu per orang.

Sampai di Terminal Mendolo dikerubungi sama calo atau agen – agen bus, tapi kami tolak dengan halus kan kami udah megang tiket Rosalia Indah. Kami gantian menjaga keril, soalnya ada yang mandi dan makan mie ongklok di terminal.

Jam 15.45 bis mulai berangkat, kemudian hujan kembali turun, dengan bus yang nyaman seperti ini enaknya langsung tidur aja. Sampai di Terminal Purbalingga kami dipindah ke bis Rosalia Indah yang lain karena bis yang kami tumpangi dari Mendolo tadi itu tujuannya ke Bitung.

Jam 22.00 bus berhenti di RM Kedung Roso, disini kami makan prasmanan dengan lauk ayam goreng secara gratis karena dengan 110 ribu itu sudah termasuk service makan, wah keren banget dah Rosalia Indah ini.

30 menit kemudian bis kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta, akhirnya jam 05.00 kami sampai di depan Terminal Lebak Bulus, kami pun saling berpamitan dan berakhir juga CatPer ke Gunung Prau ini.
Diubah oleh mcnugraha

BIAYA UNTUK PENDAKIAN INI, GAN

PengeluaranTrip Gunung Prau 14 – 16 November 2014

Pengeluaran Pribadi
• Bus Damri Patas AC Kemayoran – Wonosobo = 102 ribu
• Charter Mikrobis Terminal Mendolo – Dieng = 18 ribu
• Simaksi Prau via Jalur Dieng Wetan = 4 ribu
• Charter Mikrobis Patak Banteng – Terminal Mendolo = 15 ribu
• Bus Rosalia Indah Executive Class Wonosobo – Jakarta Lebak Bulus = 110 ribu
• Total = 249 ribu

Pengeluaran kelompok
• Tenda dome 4 orang sewa 4 hari = 120 ribu
• Tenda dome 2 orang sewa 4 hari = 90 ribu
• Tenda dome 2 orang sewa 4 hari = 90 ribu
• Trangia 27 4UL dan Trangia Mini = 150 ribu
• Spirtus 5 botol = 35 ribu
• Tak terduga per orang = 10 ribu
• Total = 70 + 10 = 80 ribu

Makan
• Makan pagi di Resto Tegal = 14 ribu
• Makan siang di Bu Djono = 12.5 (nasi goreng ayam) + 5 (teh jahe) = 17.5 ribu
• Nasi buat dibungkus = 3 ribu
• Mie Ongklok Mendolo = 10 ribu
• Makan malam di brebes = gratis, service makan Rosalia Indah
• Total = 44.5 ribu
Total pengeluaran pribadi + pengeluaran kelompok + pengeluaran makan = 373.5 ribu

UCAPAN TERIMA KASIH

Terakhir ane mau ucapin Terima Kasih dan Rasa Syukur kepada Allah SWT yang telah melancarkan pendakian ini dari pergi dan pulang dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Orang tua yang telah memberikan izin, rekan – rekan satu tim

Terima kasih buat agan – agan yang sudah bersedia mampir dan membaca thread ane sampai habis, terima kasih juga bagi yang agan yang bersedia memberikan rate atau komentar yang bisa membuat ane lebih semangat lagi untuk membuat thread lagi.

Dan jika berkenan mampir ke thread ane yang lain ya, gan

Spoiler for CatPer Naik Gunung:


Spoiler for CatPer Bikepackeran:


Spoiler for Kemping Ceria di Pulau:


ane kira jalur baru gan eh ternyata dan ternyata lewat smpn 2 kejajar toh emoticon-Malu (S)

sukses deh kakak, dinanti ajakan ke prau lewat kenjuran emoticon-Malu (S)
Quote:


Yang baru itu Kalilembu-nya, gan
soalnya ane terakhir bulan Mei kesana kayaknya jalur itu belum ada.

Pernah baca catper Gunung Prau Via Desa Kenjuran, masih belum jelas jalurnya, masih semak2 gitu, nanti aja deh kalo udah jelas jalurnya, maklum newbie emoticon-Malu (S)
hi gan ane baru turun kemaren minggu nih ...tapi gak dapet sunrise gan .Mana 'view'nya pelit lagi emoticon-Ngakak( maksudnya dikit2 ketutup awan sindoro sumbingnya hhe)

anginnya lagi kenceng2nya nih november ...ampe tembus jaket ane emoticon-Takut

tapi puas lah ...besok2 aja ane mau cari sunrise tapi cukup di sikunir emoticon-Malu (S)

ane turunnya ya lewat smpn2 itu ...suka banget sama view di pemancar ...cakep emoticon-Matabelo
Diubah oleh Crackheads
Quote:


Wah, berarti ane dan temen2 termasuk beruntung banget gan bisa dapat sunrise, soalnya pas mau berangkat hujan, malam sempat rintik2 juga, terus anginnya emang dingin banget, gag bisa tidur pokoknya.

Kapan tuh ke Sikunir, gan? ane 2 kali kesana cuma belum pernah kemping.

Makasih gan, udah mampir
Quote:


belum diagendakan sih gan kesana, cuma udah ada niatan aja

adalah benar gan gak bisa tidur gara2 anginnya dingin, tapi ane dapet pelajaran disini kalau mau nenda di musim hujan intensitas tinggi gini harus bawa flysheet buat dobelin tenda malah ada yg sampe double 3 tendanya udah gitu ditambah raincoat lagi emoticon-Matabelo

cuma itu buset gan penuh banget di foto agankayak pasar emoticon-Matabelo

ane soalnya gak terlalu rame... naik jumat turun sabtu ...waktu turun juga paling cuma 20an orang nyisa di atas

viewnya emang ajib tetep gan di prau...ta[i sehabis pulang kok ane malah kepikiran sumbing terus ya ..gagah bener dr prau emoticon-Ngakak
Diubah oleh Crackheads
Quote:


Koq pikirannya sama ya, gan.
Dari 5 puncak gunung yang kelihatan dari Prau pas Sunrise, tinggal si kembar Sumbing n Sindoro nih yang belum ane kunjungi.
Pengen kesana masih belum berani kalo gag banyakan.

Ajak2 gan kalo kesana, hehe

foto2 racunnya sudah di update

emoticon-I Love Indonesia
Quote:


Jalur Prau banyak gan ada dari Kec. Kejajar juga tapi dari Igirmranak, lewat Pranten kabupaten Batang, lewat Tretep kabupaten Temanggung
dinantikan ajakan selanjutnya bisa PM ane gan maklum nubitol emoticon-Malu (S)

Diubah oleh dn.1308
Quote:


Wow, ternyata banyak emoticon-Matabelo

yang ane tau itu ya Via Dieng, Kalilembu, Patak Banteng sama yang lewat Kendal (lupa nama desanya)

pasti ente orang sana nih sampai hapal semua jalurnya,
ajak2 newbie dong kalo ke jalur yang anti mainstream emoticon-Malu


Quote:


siap gan ...mudah2an kita masih dapat kesempatan untuk kesana emoticon-Matabelo

kalau trekking sih ane paling dekat merbabu/slamet dulu gan soalnya paling deket dr rumah hhe

Quote:


wah ane jauh dr Prau gan ane di daerah pinggir ibukota emoticon-Malu (S)
mksdnya ane yg di ajak gan, klo agan mau ke Prau hehe
maklum ane msh nubitol gan
widih akirnya dibuat jg catpernya emoticon-Malu (S)

emang mantap agan catur ini, doi udh pengalaman gan, kemampuannya 11:12 sama penunggu gunungnya emoticon-Ngakak

doi berhasil mimpin nubi2 macem ane gini sampe puncak n dapet sunrise pula

pokoknya mantaap emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol


sedikit tambahan racun dr kamera cupu

Spoiler for racun dikiit:
Wah paman sering banget ya jalan2. Ajak2 ane dong, PM ane kalo ada jadwal lagi kali aja bisa bareng. Nice share gan.
Quote:


Makasih banget Kholis,
udah sembuh belum nih?

Jangan kapok nanjak sama kita2 yak.
Pokoknya ga ada obatnya dah.

Quote:


Hehehe,
di 2014 ini hampir tiap bulan ane jalan, sendirian, berdua atau bareng temen2. Gunung atau pun pulau seribu (yang masih banyak belum dikunjungi)

Oke, gan
nanti kalo ane jalan lagi dihubungin dah, tapi ajarin ane nyelem ya, hehe.
tapi Desember - Maret ane off dulu nih, cuaca lagi gag bagus.

Quote:


Kalo P1000 ane hampir tiap minggu gan, soalnya ngajar, tapi banyakan di pulau resot seperti Sepa atau Pelangi karena udah termasuk paket course. Ditunggu ajakannya ya gan kalo ke gunung.
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di