Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

mcnugrahaAvatar border
TS
mcnugraha
[CatPer] Ber-8, Kami Menggapai Puncak Gunung Prau, Via Dieng Wetan - Kalilembu
Quote:


Spoiler for indahnya Gunung Prau:


CatPer ini dimulai dari curcol dulu, jadi ceritanya pendakian ini diprakarsai oleh Ci Novi dan Mbak Enjel, mereka teman ane pas pendakian ke Gunung Papandayan bulan Februari yang lalu. Mbak Enjel juga telah mengompori beberapa teman – temannya untuk ikutan. Nah, karena mereka tau kalo ane udah pernah mendaki Gunung Prau, jadinya mereka meminta ane menjadi Team Leader untuk pendakian ini. Ane sih oke oke aja, dan disepakati tanggalnya itu 14 – 16 November 2014.

Namun 2 minggu sebelum berangkat si Enjel melihat postingan di fb seseorang yang baru saja turun dari Gunung Prau yang mengatakan rusaknya jalur Patak Banteng dan karena sudah masuk musim hujan jalur menjadi licin, ada pegangan berupa tali kecil yang itu pun dipegang sekitar 20 pendaki sekaligus. Habis baca postingan itu mbak Enjel and the gank mengundurkan diri. Hiks, emoticon-Frownjadilah ane sama Ci Novi aja yang masih tetap ingin kesana. Terus Ci Novi bergerilya mencari pasukan lagi setelah ditinggalkan Mbak Enjel Dkk, akhirnya dapat 3 orang mereka adalah Pasangan Zaki n Rere dan si kecil Jiuni. Udah 5 nih anggotanya. Ane rasa masih kurang, ane buatlah ajakan di berbagai forum, terus nemu lagi yang minat, mereka adalah sepasang remaja yang masih berstatus mahasiswa di Depok yaitu Kholis dan Fajar. Dan di menit – menit terakhir temen sekantor ane, Andrew ikutan juga. Jadinya fix 8 orang yang ikutan.

Setelah fix dengan jumlah yang ngikut, sekarang ane sibuk nyari tranportasi yang pas buat ke sana. Karena waktu yang sudah mepet maka tiket kereta udah pada ludes, jadinya satu – satunya opsi itu naik bus. Ane telponin satu per satu PO Bus yang ke Wonosobo, hasilnya gag ada bus yang berangkat setelah jam kantor, umumnya mereka berangkat jam 15.00 – 16.30. Huft, tak ingin menyerah, 1 hari sebelum keberangkatan ane berinisiatif menuju Pool Damri di Kemayoran buat nanya informasi apakah ada bus yang ke Wonosobo yang berangkat malam. Bingo, ternyata memang ada bus Damri yang ke Wonosobo berangkat malam, tepatnya jam 20.00, sayangnya pihak Damri yang ane tanya gag bisa memastikan busnya kelas apa yang berangkat jam segitu, apakah ekonomi, AC ekonomi atau AC Patas, si petugas cuma bilang untuk datang kembali esok hari menjelang keberangkatan sekitar habis maghrib lah.

Quote:


Jam 17.00 ane sama Andrew udah buru – buru cabut dari kantor, ke kosan Mas Nanda dulu buat ambil keril sama packing – packing ala kadarnya yang penting masuk dulu ke dalam keril. Habis itu langsung cabut menuju Pool Damri Kemayoran, Jalan Antasari hingga Sudirman dilibas dengan lancar, nah masuk senayan sampai HI macetnya ampun dah, mana bawa keril lagi, huhuhu.

Akhirnya jam 18.30 kami sampai juga di pool, ane langsung ngantri ke loket untuk beli tiket, si mbak yang manis bertanya ke ane udah punya pacar belum, mas? Eh salah maksudnya mau kemana, mas? Ane jawab Wonosobo, 8 orang! Si mbak bales 816 ribu, mas. Jadi 1 orangnya kena 102 ribu untuk bis kelas AC Patas.

Ternyata pas ane lagi ngantri tadi sudah datang Fajar sohib dekatnya Kholis, begitu juga dengan Ci Novi dkk. Akhirnya saling berkenalanlah kami, ngomong ngalor ngidul nunggu keberangkatan bis jam 8.

Akhirnya jam 8 kami sudah dipersilahkan naik ke dalam bis, duh ternyata bisnya begini, ane kira kelas AC Patas setara dengan bis Damri yang ke bandara ga taunya begini aja. Bis udah lumayan tua, terus bangkunya 60 orang jadi lumayan tuh dengkul gag ada space sama bangku di depan, udah gitu acnya itu ac central jadi kalo dingin ya dingin banget, terus orang – orangnya juga asal ngambil nomor bangku tempat duduk jadinya kami terpisah – pisah, padahal di tiket ada nomor bangkunya lho. Ya sudahlah terima aja nasib, toh pilihannya Cuma itu aja kan. Jam 20.15 bis pun keluar dari poolnya menuju tol dalam kota, awal perjalanan lancar jaya dan baru sampai di Cempaka Putih udah macet!

2 jam melalui macet akhirnya si bis ini lolos juga dari macet dan mulai lancar lagi, kalo udah begini enaknya tidur. Sekitar jam 1an malam bis berhenti di rumah makan (sensor namanya), jam segitu mau makan apa kan ga enak lagi ngantuk – ngantuknya paling pipis doang. Masuklah para penumpang ke toilet yang tersedia, dan hoek hoeek, brak brak ada yang muntab marah Ah, WC kere iki, ora ono banyune, tapi dijaluk rongewu pisan” wajar saja orang – orang marah, wc ko gag ada air, urinoirnya pada mampet. Astaga, kenapa rumah makan yang seperti ini dipilih sama Damri.

30 menit sudah, akhirnya bis melanjutkan perjalanannya kembali, karena ac central, malam itu didalam bis kerasa dingin banget, beberapa penumpang yang dibelakang ada yang muntah, haduh, nasib nasib malang bener yak. Akhirnya si sopir menurunkan suhu ac-nya.

Jam 06.00 bis kembali berhenti di rumah makan daerah Tegal, waktunya sarapan. Harganya lumayan mahal, untuk nasi sayur dan lauk telor bulat kena 14 ribu. 30 menit kemudian bis berangkat lagi.

Bis melewati Purwokerto, Purbalingga, dan Banjarnegara sepanjang jalan tersebut satu per satu penumpang turun, pas sampai Terminal Mendolo Wonosobo hanya tersisa 10 orang saja. Oh iya, pas di jalan Purbalingga ada perbaikan jalan jadinya kena macet tuh pas disana. Oke lanjut lagi.

Spoiler for Bus Damri yang kami naiki:
Diubah oleh mcnugraha 27-11-2014 08:46
0
19K
58
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan