CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Ancanam Team Debt Kartu Kredit BII terhadap kasus FRAUD, dan ketidak konsistensian pe
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/546d2608118b465f688b4572/ancanam-team-debt-kartu-kredit-bii-terhadap-kasus-fraud-dan-ketidak-konsistensian-pe

Ancanam Team Debt Kartu Kredit BII terhadap kasus FRAUD, dan ketidak konsistensian pe

Saya menulis surat ini karena saya tidak tahu harus bagaimana terhadap kasus saya, yaitu dianggap kredit macet terhadap sesuatu yg tidak saya lakukan.

Adapun kronologinya sekitar 2005 ada seseorang menggunakan kartu kredit saya untuk membeli tiket Air Asia ke Paris (FYI, saya tidak pernah menginjak kaki di Eropa). Saya melakukan prosedur pelaporan ke BII Wolter Mongunsidi, dan saat itu juga semua akses kartu kredit saya diblok, dan saya kemudian saya mendapatkan beberapa telpon mengenai tagihan, dan saya meminta agar ada proses pemotongan terhadap tiket saya.

FYI, kartu BII ini saya dapat dari AstraWorld, karena pembelian mobil saya.

Beberapa tahun berselang, saya ditelp, saya kemudian datang ke BII Debt Card di mangga dua, karena ditelp mengenai kasus kartu saya, dan melaporkan apa yang harus saya lakukan, terhadap kasus saya, saya ingin ada laporan mengenai kasus FRAUD saya ini, dan dijawab data kami hanya ada total nilai dan harusnya ini dilaporkan di FRAUD bukan di Debt, dan saya tanya bagaimana, tidak tahu…

Berselang beberapa tahun tidak ada telp, ada telp yang meminta saya mengurus hutang saya, saya bilang, saya buat apa bayar, kalau itu bukan kasus saya, saya mau bayar sesuai yang saya mau.

Yang aneh dari kasus penagihan adalah menteror orang tua saya dg kata-kata binatang. Sampai akhirnya adik saya meminta untuk kasus ini ke dirinya saja, dan saya bilang ini kasus sudah mau 8 th biarin saja untuk di clear, karena ini buat cape juga.

Karena kebetulan ayah saya ada kasus jantung (telah melakukan operasional), sehingga kami mengangkat kasus ini, kalau gak ada data, buat apa nagih, dan kalau nagih yah apa hub dg teror setiap hari. Intinya adalah memaksa orang tua saya membayar, saya bilang, kita lagi urus ini kasus, saya tidak tahu juga urus kemana.

Sebenarnya nilai tidak besar, hanya 4 juta, tetapi yah beberapa bilang lo bayar saja, negara kita emang kaco, konspirasi perbankan kita merugikan, dan gilanya kalau kasus seperti ini, kenapa data tidak di arsip, kemana investasi IT ratusan juta dolar, masa hanya ada 1 baris, Nama, dan Tagihan saja yang ada. Sedangan data sejarah tidak ada, acuannya apa terhadap kasus ini?

Terakhir ada seorang wanita beberapa waktu lalu menawarkan untuk kasus ini, gimana 50% saja dari nilai hutang, karena yah kita sama juga tidak tahu mau gimana, silahakan urus ke ke BII Card untuk urus (bagian Debt). Saya bilang, karena ini kasus lama, bank juga sudah dapat asuransi, dan selama 8 th lebih saya dihukum dg kasus kredit macet, harusnya 1 juta saja. DIbilang tidak bisa. Kalau mau silahkan urus dengan nilai segitu.

Karena kelupaan, saya beberapa minggu lalu diskusi dengan teman, mengenai perusahaan baru, dan tidak tahu apa, ada diskusi mengenai bebersih diri, dan dibahas kasus kartu yang sering buat masalah, karena FRAUD di Indonesia tinggi sekali, dan kita di negara yang kacau, saya iseng cek, Kaget saya tertulis 2013, padahal kasus ini sudah lama, dan harusnya sudah clear.

Saya utus tim saya ke BII, saya bilang tidak tahu dimana, sebab sudah jadi bagian May Bank, kebetulan Nita yang mendatangi BII, bertemu dg bagian Debt.

Yang menarik, total yang dioffer adalah 3 juta, karena offer itu tidak ada datanya, tetapi ada data dihubungi terakhir mei tahun ini, kronologinya saya juga tidak tahu, karena ini diurus staff.

Yang aneh saya harus surat pernyataan hanya mampu membayar 3 juta dari total, dan itu untuk pelunasan.

Saya menulis ini, ingin tahu bagaimana prosedur yang benar, saya merasa aneh, mentanda tangani surat untuk sesuatu yang tidak saya lakukan, karena konspirasi perbankan nasional, dan tidak ada badan mengadu karena kasus ini, dan BII juga tidak ada data mengenai sejarah transaksi saya. Kok saya diharuskan menulis surat mampi sebesar nilai yang mereka tentukan.

Saya bekerja sebagai konsultan lebih dari 20 tahun, dan untuk membuat surat ini harusnya ada surat yang dikeluarkan bank mengenai besaran harus dibayar. Dan kemana ini konsistensi kalau dioffer 2 juta, pas didatangi jadi 3 juta, plus suratnya bukan menagih, tetapi saya mengajukan diri kemampuan sebesar tersebut. Mereka bilang tidak bisa, harus bayar segitu. ALASANNYA?

Mengenai siapa saya, silahkan google, nanti akan tahu apa profesi saya, tetapi kasus ini sengaja saya angkat untuk mempelajari seberapa buruk perbankan Indonesia.

Dan dengan meningkatnya e-channeling (saya rekanan dengan beberapa bank untuk solusi ini), saya tahu bagaimana pentingnya Credit Card untuk dunia Internet (saya memiliki beberapa perusahaan berbasis internet) dan saya yakin kasus ini terjadi secara nasional, dengan bagaiana bank kita bekerja (konon kasus saya karena data saya dijual seorang oknum didalam bank ini, dan sudah dipenjara). Aneh secara internal tidak bisa jaga keamanan, saya kok ditagih, sampai ortu saya diteror.

Saya sudah mendatangi beberapa cabang BII, prosedurnya bagaimana, jawabannya bagian Debt, didatangi, mereka tidak peduli dan maunya uang, dan acuan prosedur seperti kerja preman. Anyway, kita sudah tahu Bank memperkerjakan preman kan untuk kasus ini, kalau tidak, apakah ada aturan prosedur, kalau saya keberatan. TIDAK. Saya seperti digiring harus bayar semua. Lucu saya harus membayar pencurian karena bank tidak bisa jaga security internal, saya bayar karena kesalahan bank sendiri.

Semoga ada pihak mau membantu kasus ini.


Frans Thamura
Thread sudah digembok
mbahnya java ngamuk.
emoticon-Takut
Intinya ngerti tp kalimatnya bikin pusing pembaca....
Mirip bahasa yg diterjemahkan kedlm b indo..
Om Frans. sudah coba masukkan hal ke media cetak seperti kompas dan detik ?

saya pernah mengalami kejadian mirip2 anda dimana suatu hari minggu pagi saya ditelepon oleh BCA, dan ditanya apa benar saya melakukan transaksi sekian-sekian dan saya jawab tidak (lah wong saya lagi makan nasi pecel di warung, mana mungkin transaksi depan komputer).

Singkat cerita oleh team BCA diinfokan bahwa transaksi tersebut sudah terjadi pada hari Sabtu malam (selang 12 jam) dan saya diminta senin pagi ke kantor BCA dimana saya apply KK. Dan ketika saya disana tagihan tetap ada tapi saya diminta menanda tangani sebuah form yang intinya menyatakan itu bukanlah transaksi saya. Dan CLEAR.

Om Frans, mungkin dapat diangkat case ini ke media cetak. Angkat saja. Karena bagaimanapun anda sebagai konsumen punya hak.
Ikut mantau jalan keluarnya, karena saya juga pernah kejadian serupa emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)

coba bkin SP ke Kompas, detik, dll Om..emoticon-I Love Kaskus (S)
Cuma mau tanya, kalo persoalan kaya gini bisa komplen ke OJK bukan?
Gk punya cc, jadi mntau ajah..
Kok tumben gak ada yg mnt buktinya yah emoticon-Bingung
Apakah gara2 yg bikin sp "orang terkenal" emoticon-Ngakak
saya belum google, tp bahasa SPnya rada kacau ya, terlepas apakah TS adalah konsultan ternama. Jadinya ada poin2 yang belum jelas.

tolong disertakan bukti2 yang mendukung (bukti tagihan CC, kalo pernah ada form laporan ke BII, bisa tolong dicek aja)

lagian ini apa kartu masih aktif dan dipakai sehari2? itu yg blm jelas. sewajarnya kalo uda kena kasus gini, langsung minta blok dan nonaktifkan kartu / tutup kartu kredit saat itu jg. Lagian ktnya ini karu bonus dari astra. berarti sejatinya anda tidak perlu pakai kartu ini ya..

selama belum lengkap penjelasannya, pelajaran yang bisa saya ambil IMO adalah jangan sembarangan terima penawaran CC, entah itu bonus atau ditawarkan telemarketing dengan iming2 anual free dsb.
CC gratisan yang mungkin awalnya kita gak pernah butuh, eh ujung2nya kena masalah fraud dsb. konyol menurut saya..
Monggo dilampirkan bukti" pendukung... Jangan lupa sensor hal" yang menurut anda privacy
Klo sudah 5 tahun data sudah hapus di BI.
kenapa datanya ada karena datanya dijual lagi siapa tau bisa ditagih. Jadivklo anda memang tidak akan mengajukan pinjaman ya tinggal adu kuat telinga saja beres
Diubah oleh wink102
Quote:



emoticon-Matabelo
apa aturan kaskus tebang pilih ? emoticon-Najis
gw ragu cerita ini benar, bahasanya kacau balau begini. tutup aja deh kl nga ada bukti2nya
Quote:


Quote:


justru karena udah terkenal itu pada ngeri nyuruh ngasih bukti, udah pada ngerti sih terkenalnya karena apa
emoticon-Ngakak




__________________________emoticon-Ngacir


buat om frans coba masukin ke SP detak/kompos aja, katanya ki joko bikin rame gitu. kalau gak ngerasa salah mah lanjut aja.


:GelarTikarNyeduh Kopi
:NungguinMomod
Kenapa ga pake pengacara aja om?
Quote:


Mknya gw heran biasa sepuh2 kaskus kl ada sp dan gak ada buktinya pada teriak mana buktinya, tp ini tumben2an gak ada yg minta bukti emoticon-Embarrassment
Quote:


Sifat sok sok-an moderatornya pada menciut gan emoticon-Ngakak
Kalo kaskusers yang lain di sp menceritakan pengalaman buruknya untuk kebaikan pembaca, dengan jumawanya moderator wannabe teriak teriak kelojotan minta bukti, bukannya minta dengan sopan sangatlah elok di baca.

Tapi yang ini, moderator wannabenya langsung mengkeret, seperti ekor yang masuk ke sela sela kaki. emoticon-Ngakak

(komen gue ini, paling di bata lagi seperti yang sudah sudah emoticon-Big Grin)
Curhat gan?? Cocoknya ke h2h.

Klo ga mau dianggap curhat jembreng bukti2 pendukung.

http://m.kaskus.co.id/thread/000000000000000001534151/rules-forum-surat-pembaca-harap-dibaca-sebelum-posting

Nih, sapa tau jd inspirasi.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/14/194407226/Teror.Nasabah.lewat.Debt.Collector.Stanchart.Dihukum.Rp.1.Miliar
Quote:


orang terkenal ya gan? ko ane kaga kenal dia emoticon-Ngakak ts e jg newbie gitu kok emoticon-Najis
Menanti update selanjutnya dari TS.

emoticon-Traveller
Quote:


Blm diclosed jg yah gan emoticon-Bingung (S)
Ud ada yg lapor blm sih emoticon-Bingung atau gak ad yg lapor emoticon-Embarrassment

GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di