CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Kartu Kredit Permata Bank Semena mena
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545f5da1128b46ed278b456e/kartu-kredit-permata-bank-semena-mena

Kartu Kredit Permata Bank Semena mena

Makasih udah ditampung, CASE CLOSED.

Sudah diselesaikan oleh Bank Permata.. hihihi..

Bagi kalian yang cuman bisa mencibir, padahal sebenernya kalian cuman pingin tahu aja dibebasin apa ngga kan?

Coba aja sendiri..
Diubah oleh makmucengkring
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 5
Nyimak dolo deh
anehnya dimana ??

Late charge Rp 150 000 karena TS terlambat bayar

Bunga Rp. 2,039,703 dihitung dari total tagihan yang telat dibayar dikali dengan bunga

Cara tabel perhitungan bunga biasanya ada di buku petunjuk KK yang dikirimkan berbarengan dengan pengiriman KK
profile-picture
davies memberi reputasi
Quote:




tapi normal semua sih.. walaupun hanya 5 hari, toh ketentuannya terlambat kan? pihak bank juga enggak ngelanggar klausulnya..

saran buat ts,klo gk puas, mending ganti bank aja... emoticon-thumbsup
enggak ada yg salah dari pihak bank...

dan tabel itu memang enggak dicantumkan, biasanya yang dicantumkan itu "bunga xx persen per bulan keterlambatan"
tabelnya itu cuman buat bantu ts ngitung aja... klo bisa ngitung sendiri sama aja biasanya kok..


edit:
kata ts tabel bunganya beda ya? bisa fotoin tabel bunga dari permata, sama klausul yg ada di billing statement atau di surat persetujuan untuk pengajuan kredit card? (klo gk nyimpen kopinya, biasanya sih di billing statement juga di print)
Diubah oleh geniuskidzz
Quote:


Ya udah terima aja dong gan .. Kan agan bayarnya telat ? Ckckck ....
Penasaran sama tabel yg dimaksud TS emoticon-Big Grin ayuk dikeluarin tabelnya.

Sebenarnya cc udah kasih kelonggaran pembayaran sampai 50 hari. Misal, tanggal cetak setiap bulannya 5, jatuh tempo tangl 25, kalo ente belanja tanggal 6 berarti ente punya keluasaan untuk membayarnya selama 50 hari kemudian. Kalo ente telat, kurang dari pembayaran minimum bunga ente dihitung 2 kali lipat karena ente dianggap tidak membayar selama 2 bulan (2 kali tanggal cetak) meskipun realnya tidak segitu, tapi bank akan menghitung 2 kali cetak, jadi jangan kaget kalo bunga keliatan gede banget. Bunga akan keliatan gede banget dan banget kalo ente bayarnya ga full, soalnya bunga dihitung dari pokok hutang tambah bunga kemarin.

Penggunaan kartu kredit yang bijak itu adalah yang membayar lunas setiap tagihannya, itung2 beli sekarang bayar bulan depan. kalo udah kena bunga apalagi telat bayar, wassalam (maksudnya bingung mo komen apa emoticon-Big Grin)
Diubah oleh teke29
Telat 1 jam dari Tanggal Jatuh tempo aja udah kena bunga mas... --". Apa lagi "cuma" 5 hari.

Kalau penghapusan bunga emang mustahil, karena agan telat bayarnya. Mungkin yang jadi permasalahan agan adalah bunga harusnya 4% dari tagihan. Mungkin sekitar 80.000 ( Apabila terhutang 2 Jt ). Tapi itu 80.000 Bunga kalau agan ngga Late Payment. Mungkin jadi 150k Karena agan bayarnya telat. Makanya Next time lebih ati" pake kartu kredit gan ^_^

Solusinya full payment saja, lalu tutup dan cari penerbit KK yang sesuai dengan keinginan anda.

Agan ini ada" saja
Diubah oleh cassiera
Sudah ada peraturannya gan. Walaupun ente ga pernah telat bayar, rule is a rule
Mungkin ente pedagang, yang kalo ngutang.. Kadang masih ada toleransinya emoticon-Stick Out Tongue
coba share di mari perhitungan tabel yang di maksud..

Gini
agan bayar tgl 5 sept 2014

di mana tanggal 30 Agustus 2014 adalah hari Sabtu
lalu TS bayar nya tanggal 5 Sept 2014
pasti bayar beda bank kan?
5 sept 2014 adalah hari jumat
jumat kalau bayar nya uda melebihi jam 11.00 atau 12.00 kliring pasti dijalankan hari senin.. 3 hari kerja
jadi lah dari 5 Sept jadi diterima oleh bank adalah tanggal 10 Sept 2014

jangan dihitung berdasarkan TS bayar nya dong
dihitung tanggal duit terima oleh bank nya langsung

kecuali agan punya rekening bank permata cuma khusus bayar CC permata agan

see?
Yang dimaksud disini adalah perhitungan terselubung, walaupun ditagihan sudah tertera bunga bulanan adalah 2.95%(bulanan), tetapi pada realitanya bunga adalah 3.98% menurut cara perhitungan Permata, jadi istilahnya ada ketidak jujuran dalam pemberitahuan hitungan.

Memang betul pada saat pengiriman sudah ada cara perhitungan bunga keterlambatan pada starter pack tetapi seharusnya yang perlu diperhatikan oleh pihak Permata adalah nasabah harus AWARE akan peraturan dan perhitungan bunga, bukannya ditaruh distarterpack dengan tulisan kecil kecil sehingga bikin malas nasabah untuk baca, itu namanya terselubung.

Dan juga, sekali lagi bunga yang tertera untuk pembelanjaaan adalah 2.95% (dalam tanda kutip). Perhitungan normal disini tidak berlaku tetapi 2.95% menurut perhitungan pihak Permata sesuai tabel permata dan menurut perhitungan normal adalah 3.89% pada umumnya.

Sehingga ini menjadi misleading concept, ketika nasabah sudah terjebak dalam bunga dan meminta keringanan, Dengan gampangnya menolak dan menunjukan peringatan (sekali lagi) yang tertulis kecil2 di starter pack mereka yang jujur saja sudah entah berada dimana (kemungkinan besar juga sudah dibuang). Mau tidak mau tetap saja saya harus disuruh bayar sehingga menjadikan syarat dan ketentuan permata adalah ketentuan BAKU, dimana hanya menguntungkan pihak Permata tanpa ada kesempatan nasabah untuk membela. Bukannya di Indonesia kita tidak boleh mempraktekan klausula baku yang hanya menguntungkan satu pihak saja?

Jika memang perhitungan bunga permata sering memberi misleading concept, maka sudah sewajarnya permata MEMASTIKAN bahwa nasabah AWARE dan MENGERTI sebelum menandatangani persetujuan Kartu Kredit mungkin dengan cara bukan menaruh hitungan keterlambatan di starter pack tetapi lebih baik dilampirkan disetiap lembar tagihan.

Bukannya yang penting mengejar tanda tangan nasabah untuk kejar target kartu kredit, soal informasi yang harusnya menjadi HAK nasabah tahu dikesampingkan.

Jangan beralasan bodohnya nasabah tidak membaca peraturan dari Permata, tapi kenapa pihak Permata memberikan peraturan yang susah diartikan dan dibaca dengan tulisan kecil2? Kemudian menaruh peraturan terselubung didalamnya? Bukannya sama saja itu menjebak?

Pernah tidak dari kalian yang pernah membaca sampai selesai "term and conditions"? Tanya kenapa?
kalo dari ngototnya TS yg mau dibela
bakalan jadi bahan bully ini trid emoticon-Big Grin

duduk manis gelar tiker aja lah sambil nunggu mastah CC agan samarinda dateng emoticon-linux2
Quote:


gw selalu baca sampai abis.. plus dimengerti..
yang gk ada acc (kaya TC-nya penggunaan alat elektreonik dll) aja ane baca sampai abis, apalagi yang butuh acc kaya credit card...

serius deh, kewajiban mereka itu cuman nyantumin.. klo gk baca mah salah pengguna.. karena dengan menandatangani persetujuan pengajuan CC, pengguna menyatakan telah mengerti dan menyetujui TC
toh klo gk jelas, tinggal nanya pas sebelum tanda tangan kan?



Ayo menjadi konsumen cerdas emoticon-Big Grin :Peace
Quote:


saya tidak meminta dibela pak..
kalau mau saya dibully silahkan saja, saya merasa masih memiliki "choice of law" dikarenakan ada perbedaan penafsiran sehingga saya mengangkat topik ini menjadi "open dispute".. bukankah saya ndak salah tempatnya di surat pembaca?

Masih ada yang namanya Undang Undang Perlindungan Konsumen.

Sekali lagi coba saya tanya, pernah ga anda hafal isi syarat dan ketentuan yang tertulis di karcis parkir? Disana tertera kehilangan bukan tanggung jawab pengelola, tapi tetap saja jika terjadi kehilangan, anda masih berhak menuntut pengelola setempat. Karena itu termasuk klausula baku (Berat Sebelah), dan jika dibawa ke arbitrase pengadilan, kemungkinan besar anda akan menang dan pengelola diwajibkan bayar ganti rugi.

http://hukum.kompasiana.com/2012/08/...an-482896.html

Quote:


Demikian pula sebaliknya sebagai pelaku usaha harus memastikan bahwa persetujuan telah ditanda tangani oleh konsumen dengan kondisi DIMENGERTI. Sehingga tidak menjadi klausula baku.

Bukankah ini perjanjian kredit sebenarnya?
Diubah oleh makmucengkring
Quote:


yup..

and again, secara teknis, secara hukum, dengan menyerahkan bukti bahwa konsumen telah tanda tangan (dan di beberapa tipe dokumen, ada 2-3 tempat tanda tangan), pelaku usaha dianggap telah melakukan hal tsb.


itu flaw by system, dan kemungkinan untuk diganti sangat kecil (gimana coba mastiin konsumen benar2 mengerti? banyak konsumen yang bilang iya2 aja pas mau tanda tangan kontrak, padahal klausa gk dibaca, apalagi dimengerti)

sampai sekarang belum ada cara efektif untuk melakukan hal tsb...
so, jadilah konsumen cerdas emoticon-thumbsup

paling gampang, gk usah keburu2, sempatkan waktu untuk baca2.. gitu aja simpel kok..

ojo kesusu klo orang jawa bilang,
Quote:


Karena itu saya sampaikan ini adalah modus klausula baku, dan klausula baku diatur dalam undang undang kita, apakah saya salah memperjuangkan hak saya?

Antara Pihak Pelaku Usaha dan Konsumen terdapat flaw sehingga saya mengajukan kebijaksanaan Bank Permata dalam hal ini pengajuan penghapusan denda untuk pembelajaran dilain hari, toh selama ini saya pengguna kartu kredit Permata Bank selama 5 tahun tanpa mengalami keterlambatan baru kali ini saja saya mengalami keterlambatan selama 5 hari, itu pun sekarang sudah terbayarkan berikut dendanya. Tetapi tanggapan Permata Bank menurut saya semena2 menolak memberi kebijaksanaan tanpa ada solusi lain.

Oh yah, satu hal pada saat penanda tanganan form pengajuan kartu kredit (Satu tanda tangan saja) hanya disebutkan bahwa saya harus tunduk pada ketentuan yang akan diberikan oleh kartu kredit permata bank, yang mana kemudian ketentuan ini disusulkan setelah kartu disetujui dan dikirimkan bersama starter pack. Bukankah ini ketentuan lanjutan?

Seharusnya S&K harus dituliskan secara jelas pada saat tanda tangan form, bukan disusulkan.

Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Baca poin nomer 7.

Juga bertautan dengan Pasal 1320 ayat (3) KUHPerdata yang mengharuskan perjanjian kontrak harus ada "objek" yang diperjanjikan. Bukannya "objek" tersebut disusulkan.
Diubah oleh makmucengkring
Quote:


1. anda mengajukan permintaan untuk "kebijaksanaan" ya tergantung mereka.. klo mereka gk ngasih, mereka juga gk salah.. namanya juga kebijaksanaan
2. kalau anda enggak setuju dengan S&K, pas kartu anda terima dan S&K anda baca, anda bisa cancel saat itu juga..

saya mau tanya deh, klo di bank permata, pas kartu datang, harus diaktifkan terlebih dahulu enggak? biasanya dengan menelpon nomor mereka, dan mereka akan minta konfirmasi ktp dll...?

klo anda gk setuju S&Knya ya cancel aja... jangan diaktifkan.. persetujuan penggunaan CC itu ada pas anda aktivasi cc tersebut...


anyway, soal masalah anda, kecuali anda bisa entah bagaimana meyakinkan mereka untuk cancel dendanya, anda enggak akan bisa dapetin itu uang..
bahkan klo anda buat SP ke media terkenal kaya kompas dll.. itu juga gk akan mempan.. denda terlambat bayar pada cc itu udah common SOP di hampir semua bank..

saya cuman bisa saranin next time hati2..liat jatuh tempo...
klo gk puas, cancel aja CCnya.. ganti bank lain. or better yet, klo gk mau bayar denda terlambat (walaupun "hanya" 5 hari), ya jangan pake CC..

klo gk puas, mungkin coba bisa kontak YLKI, tanya mereka pernah ada kasus kaya gini gk?

+++++
edit:
saya mau konfirmasi ke ts, ts buat SP ini karena:
1. TS ditagih biaya keterlambatan dan bunga karena telat bayar
2. TS mengajukan kebijaksanaan dan ditolak

ada yg salah?
takutnya kita udah debat gini eh ada yg miskom emoticon-Hammer2

+++++++++++++++++++
Be a smart costumer emoticon-Big Grin emoticon-thumbsup

edit:
point 7 undang2 soal klausula baku itu yg ini bukan sih?
"7) Menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru, tambahan atau lanjutan dan / atau pengubahan lanjutan yang dibuat secara sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya;"

kecuali agan bisa buktikan klo enggak ada statement tersebut di 2 form yang agan setujui ( form pengajuan kredit dan surat yang biasanya dateng sama cc-nya . yang kedua opsional sih), ane rasa point tersebut enggak berlaku...
statement aslinya seharusnya masih dipegang bank..

tapi klo bank bisa membuktikan klo aturan itu ada sebelum agan tanda tangan klausul, ya agan bakal kalah..

soalnya kan point 7 berlaku klo ada perubahan pas udah jalan kontrak...CMIIW..

ini mana sih biasanya ada kaskuser yg jago UU PK nongol klo ada kasus cc... :linux2
Diubah oleh geniuskidzz
Quote:


Terima Kasih masukan sarannya

Tetapi perlu diingat, tidak bisa anda bilang "kalau tidak sesuai tutup saja, cari bank lain". Bukankah itu berlaku adagium alias "take it or leave it contract" cara kerja rentenir lintah darat? Gelar nya saja sudah BANK permata, untuk tujuan publik yaitu beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya. Seharusnya Permata sebagai bank publik berbenah dan memperhatikan keluhan nasabah sebagai bagian dari aftersales yang memang diwajibkan dalam undang undang perlindungan konsumen? Bukannya nasabah mencari bank lain.

Pada saat pengaktifan kartu kredit, CS juga tidak menjelaskan isi dari S&K, juga S&K tidak tertulis pada kartu, terpisah pada kartu.

Bukan berarti pengaktifan kartu kredit otomatis setuju akan isi dari S&K, tidak berlaku demikian, diatur dalam ketentuan mana?

Terkadang Konsumen terpaksa menerima isi S&K karena didorong dengan kebutuhan, sehingga pihak pelaku usaha posisi relatif lebih kuat dari pada konsumen? Bahkan konsumen tidak dilibatkan dalam menentukan klausula tersebut? Dan klausula dibuat dalam bentuk tertulis dan massal sehingga sulit terlihat, sulit dibaca jelas, dan pengungkapannya sulit dimengerti?
Sudah semakin terlihat klausula bakunya.

Dan satu hal lagi, memang betul itu adalah hak perogatif Bank Permata untuk menentukan kebijakan menolak atau menerima keringanan denda, tetapi jika Bank Permata memukul rata tanpa mempertimbangkan situasi kondisi nasabah dan mencari celah dan memanfaatkan ketentuan S&K baku mereka, maka apa salahnya juga saya mencari celah dan berlindung pada UUPK?

Edit:
Nomor 7
menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru, tambahan, lanjutan dan/atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya;

Tidak ada form statement apapun yang ditanda tangani selain Form Aplikasi Kartu Kredit dan Bukti Serah Terima Kartu kredit yang dibawa oleh kurir.

Dalam Form Aplikasi Kartu Kredit S&K tidak tercantum jelas dan hanya merujuk pada S&K lanjutan yang diterima pada starter pack sebulan setelah saya menanda tangani Form Aplikasi Kartu Kredit.
Diubah oleh makmucengkring
Quote:


komennya di quote yg ane bold ya, panjang emoticon-Hammer2

well, klo agan mau coba, agan bisa urus itu, tapi gk mungkin tanpa pengacara.. ini bukan kasus yang bisa selesai cuman dengan cara agan blow ke SP.. jawaban mereka udah bisa ditebak..
dan tipis chancenya sih... ane doain berhasil aja ya emoticon-thumbsup good luck..
just a reminder, nanti klo memang mau diurus lewat hukum, hati2 statementnya ya..
di atas yg post pembuka trit, kalimat2 agan yang diawali dengan "seharusnya" , "harus" dll itu opini agan, belum tentu sesuai aturan.. nanti kasih aja ke pengacaranya, dia yg ngurus kok
dan kemungkinan klo settle pun agan bakal rugi, khususnya buat ongkos kasusnya, soalnya nominalnya kecil.. but well you will teach them a lesson..

edit:
yang ane bold paling atas, nih contoh kasusnya:
klo agan mau nutup cc yg tagihannya biasa, itu kemungkinan dipersulitnya cuman dengan cara bolak-balik nawarin fasilitas mereka (yg sebenarnya udah ada).. klo agak masih pingin nutup, ya udah ditutup dan gunting kartu deh
coba yg gede lagi niloainya, misal agan ada cicilan masih sisa 200jt (mobil/rumah misal?) terus mau agan tutup karena mau takeover pake bank lain.. jangan salah, mereka bisa aja ngasih klausul khusus ke agan (misal bunga sama admin fee yang lebih rendah dari klausul umum). ini sah2 aja kok.. asal dua pihak setuju
atau misal agan ada set kartu platinum 3 buah, mau agan tutup semua karena misal mau pindah bank lain yg admin feenya lebih murah, bisa aja mereka bilang " ok deh pak, buat bapak, kami kasih admin fee gratis/0, asal ada minimal pemakaian xxx (misal 500rb atau 1jt)". Itu juga normal2 aja emoticon-Big Grin
jadi ya pihak bank bebas nentuin klausul dan asal konsumen setuju, hal ini dapat dijalankan.
Klo konsumen tidak setuju? Ya terminate kontrak lah.. bank tidak ada kewajiban harus ngikutin klausul konsumen lho, itu mereka yg milih mau ngikutin klausul konsumen atau enggak..
Contoh di kasus agan ya kebijakan itu..

*ngeliat kejadiannya sendiri emoticon-Ngakak
Diubah oleh geniuskidzz
Hadeh... curhat di forum sp ini cenderung cengeng dan cari2 kesalahan orang ya. Kemaren ada yg mewek gara2 pas teleponan ama cs lion air mendadak budek, dah diulang 3x harga tiket tambah 990 rb, si budek yg lagi ngegosip berondong cuco malah salahin lion Dan ngotot harga tiket 190 rb. Padahal udah diulang 3x loh harganya emoticon-Big Grin

Kalo sp ini sih judulnya si rabun yg cari2 kesalahan permata bank. Permata bank salah karena cantumin s&k pake hurup kecil2 jadi si rabun ga kelihatan n salahin permata bank. Padahal jelas2 si rabun telat bayar... mungkin tanggal di kalendernya kecil2 gan angkanya, jadi ga kelihatan deh emoticon-Big Grin

Ayo gan/sist. Lanjut bully nya. Biar berkurang makhluk2 cemen yg uda salah tp masih cari2 pembenaran emoticon-Big Grin
Saya tidak quote, karena terlalu panjang.

Permasalahan ini belum tahap ke arbitrase selanjutnya karena yang saya tuntut adalah "act of good will". Dan saya rasa tidak membutuhkan pengacara.

Bank Swasta dan BUMN tidak ada bedanya dalam tunduk pada ketentuan UUPK. Bukan berarti mereka bergelar Bank Swasta kemudian bisa menentukan S&K.

Tidak bisa juga Bank berpedoman pada "Yang besar didahulukan" karena akan meruntuhkan branding atau image bank yang asasnya berdasarkan "Kepercayaan". Kalau berdasarkan "Yang besar didahulukan" yah itu jadinya Bank Century.

Soal masalah Visi dan Misi bebas ditentukan, tetapi tetap saja antara debitur maupun kreditur berlindung pada UUPK sebagai pengguna fasilitas dari Bank Permata, dan berbenah memperhatikan keluhan nasabah dalah bagian dari ketentuan aftersales yang diwajibkan dalam UUPK sama halnya pada buku panduan yang diwajibkan pada perangkat elektronik.

Sekali lagi Bank itu bekerja berdasarkan "Kepercayaan", Jika memang betul menurut agan common operation perbankan adalah mengorbankan yang kecil, maka dalam kesempatan ini saya juga membongkar kebusukan mereka, yang memandang sebelah mata saya sebagai "nasabah kecil" yang tidak digubris. Dan ini jelas sekali dalam UUPK tidak dibenarkan.

Memang betul untuk meminimalisir kerepotan agar semua nasabah tidak terlibat dalam penentuan klausula maka tidak akan pernah selesai, sehingga Bank Permata menerapkan Klausula Baku. Tetapi Klausula Baku menimbulkan FLAW yang seperti agan bilang tadi. Disatu sisi mereka ada FLAW, dan disatu sisi lainya saya juga terdapat FLAW yang memungkinkan saya menaikan daya tawar saya untuk meminta kebijakan. Sehingga dalam kedudukan hukum pengikatan kontrak tidak terjadi berat sebelah. Karena itu saya menanyakan "act of good will".

Klausula Baku hampir seluruhnya merugikan posisi nasabah sehingga berseberangan dengan UUPK apakah itu tidak melanggar hukum?

Penulisan klausula secara tertulis bukan berarti sudah dipastikan mudah dibaca, dimengerti, dan dipahami. Coba kalau ditulis "DILARANG KENC*NG" besar ditembok orang juga mengerti, tapi kalau ditulisnya kecil dipucuk bawah deket rumput orang juga nggak ngerti, hanya penulisnya yang ngerti.

Common operation yang mereka terapkan adalah berlindung dalam S&K baku mereka. Sehingga saya juga memanfaatkan klausula baku tersebut untuk berlindung dalam payung UUPK.

Sekali lagi terima kasih atas masukan dan doanya.
Halaman 1 dari 5
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di