- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Biaya angkutan umum di Indonesia mahal karena tak terintegrasi
TS
deniswise
Biaya angkutan umum di Indonesia mahal karena tak terintegrasi
Merdeka.com - Sudah bukan rahasia lagi bahwa ongkos transportasi publik di Indonesia masih mahal. Ini lantaran tak ada pengintegrasian antarmoda angkutan umum di Tanah Air
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan wajah transportasi Indpnesia masih berantarakan. Ini membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian.
"Transportasi umum kita itu satu sama lain tidak terkoneksi. Untuk menuju satu tempat, kita harus beberapa kali naik turun. Makanya biaya transportasi kita jadi mahal," ujarnya dalam "Dialog Pelayanan Transportasi Publik: Sebuah Tantangan untuk Pemerintahan Baru", Jakarta Convention Center, Jumat (7/11).
Menurut dia, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan saat menggunakan transportasi publik yang tak terintegrasi.
"Misalnya ada satu stasiun KRL yang kalau mau naik Trans-Jakarta harus nyambung naik ojek, karena jarak dari satu titik dengan titik lainnya itu di luar toleransi untuk ditempuh dengan jalan kaki. Di situ ada biaya tambahan," jelas dia.
Atas dasar itu, dia meminta pemerintahan baru segera mengatasi permasalah itu. "Mencari solusi bersama antara pemangku kebijakan dengan para penyedia jasa transportasi."
sumber
harusnya naik angkutan umum itu bisa menghemat pengeluaran bukan malah tekor,, pantes pada ga mau naik
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan wajah transportasi Indpnesia masih berantarakan. Ini membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian.
"Transportasi umum kita itu satu sama lain tidak terkoneksi. Untuk menuju satu tempat, kita harus beberapa kali naik turun. Makanya biaya transportasi kita jadi mahal," ujarnya dalam "Dialog Pelayanan Transportasi Publik: Sebuah Tantangan untuk Pemerintahan Baru", Jakarta Convention Center, Jumat (7/11).
Menurut dia, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan saat menggunakan transportasi publik yang tak terintegrasi.
"Misalnya ada satu stasiun KRL yang kalau mau naik Trans-Jakarta harus nyambung naik ojek, karena jarak dari satu titik dengan titik lainnya itu di luar toleransi untuk ditempuh dengan jalan kaki. Di situ ada biaya tambahan," jelas dia.
Atas dasar itu, dia meminta pemerintahan baru segera mengatasi permasalah itu. "Mencari solusi bersama antara pemangku kebijakan dengan para penyedia jasa transportasi."
sumber
harusnya naik angkutan umum itu bisa menghemat pengeluaran bukan malah tekor,, pantes pada ga mau naik
0
994
9
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan