CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Help !! Minta solusi untuk proses KPR rumah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/541fc2fd1cbfaaf21f8b456d/help--minta-solusi-untuk-proses-kpr-rumah

Help !! Minta solusi untuk proses KPR rumah

sesuai judul diatas. mohon maaf bila salah kamar.

3 bulan lalu saya sedang mencari rumah untuk di tinggali oleh saya dan istri.
kebetulan saya melihat di Jakarta Garden City, Cakung.
setelah lihat2 di internet, akhirnya saya janjian dengan 1 agen properti yang berkantor Jakarta Garden City.

setelah lihat rumah, saya setuju untuk beli rumah tsb lalu saya diajak ke kantor nya dan dikenalkan dengan yang punya kantor property tsb yang disebut "senior" oleh agen yang menemani saya lihat rumah tsb. pada saat bertemu, sang "senior" ini meremehkan saya, mungkin karena saya masih muda dianggap hanya tanya-tanya, dia meminta saya DP 50% dari harga rumah dan minta saya cepat-cepat mengurus KPR karena rumah tsb banyak yang mau beli cash.

lalu saya mengajukan ke KPR BCA, setelah di survey BCA selama 3 minggu akhirnya di approve untuk pinjaman saya. nah setelah itu saya membayar DP ke penjual sebesar 500jt kurang lebih 35% dari harga rumah.

disini masalah muncul, ternyata BCA dan Modernland (selaku developer Jakarta Garden City) belum bekerjasama. jadi proses untuk AJB dan akad harus memakai notaris masing-masing. akhirnya setelah 1 bulan tidak ada yang mau ngalah, saya meminta bantuan om saya untuk menghubungi owner modernland dan akhirnya beliau membantu dan memberitahu staff nya untuk menggunakan notaris BCA. (karena menurut saya Bank mengeluarkan uang, jadi mereka minta syarat ini itu harusnya pihak developer lebih bisa flexibel untuk mengikuti)

setelah masalah itu solved, ternyata ada kendala lagi. yaitu sertifikat rumah tsb ternyata masih atas nama PT nya developer.
pihak BCA meminta developer untuk menyediakan surat persetujuan pemegang saham untuk menjual rumah tsb, developer tidak bisa kasih itu karena 400 transaksi sebelumnya menggunakan bank-bank lain termasuk BCA tidak pernah diminta surat tsb.

saya sebagai pembeli merasa dirugikan karena proses setelah saya bayar DP sudah berlangsung 1 bulan, tidak ada solusi dari kedua belah pihak.
uang tsb bisa saya deposito kan dan saya juga rugi waktu karena harus menambah uang sewa apartment yang sekarang saya tempati.

dan sang "agen senior tsb" tidak dapat memberikan kami solusi, solusi dari mereka hanya mengganti bank yang sudah menjadi rekanan developer.

menurut saya ini cara pikir orang yang malas. saya sebagai pembeli yang susah payah di approve oleh KPR BCA dengan bunga KPR yang menurut saya terbaik dibandingkan oleh Bank lain dan ini sudah step terakhir hanya tinggal AJB dan akad. menurut saya pihak penjual rumah dan agent property yang bisa push developer untuk pemintaan yg diminta oleh BCA, (penjual rumah tsb memiliki 15 rumah disana untuk dijual) saya sebagai pembeli hanya melakukan kewajiban saya yaitu membayar. semua surat-surat harusnya sudah di siapkan oleh agen property tsb, bila semua pembeli yang meminta bantuan kesana sini, apa guna nya agent property tsb? mereka dulu bilang kami saya sebagai pembeli tidak usah pusing mikirin surat-surat karena yang mereka urus

saya kebetulan punya kenalan orang BCA dengan jabatan Kakanwil, saya minta untuk dokumen yang ia minta untuk di ganti dengan dokumen lain, tetap tidak bisa, dengan alasan BCA dan Modern belum kerjasama.

saya sebagai pembeli, meminta kepada "agen senior" tsb untuk meminta no tlp owner rumah tsb untuk meminta solusi, tetapi tidak dikasih. saya bingung harus gimana lagi, disini saya sebagai pembeli seperti single fighter meminta bantuan ke owner modernland dan ke kakanwil BCA, dipihak penjual seperti hanya bersikap take it or leave it karena saya sudah terlanjur DP. agan-agan disini apakah bisa kasih masukan?
Diubah oleh Defelz
Thread sudah digembok
yg gw bold di bawah, kok aneh ya bca udah survei, tapi baru ketahuan belakangan kalau tuh pt blm pecah akte
kalau gw yg orang awam sih mikirnya kalau udah di survei bank gak ada masalah, berarti emang clear semua

coba tanyain orang bca kenalan TS kok bisa belakangan baru ketahuan kalau tuh belom pecah akte


Quote:


Quote:


iya gan, waktu survey BCA juga sudah terima fotokopi sertifikat rumah, menggunakan nama PT. begitu mau AJB dan akad, malah BCA minta persetujuan komisaris PT.

pihak BCA beralasan belum menjadi rekanan.

padahal info menurut developer, mereka sudah ratusan kali transaksi menggunakan bank lain maupun BCA, tidak pernah minta dokumen itu.

mungkin sekarang ada peraturan baru dari OJK saya juga tidak di info oleh BCA
Quote:


BCA memang syaratnya sangat ribet, walau bunga nya memang paling bersaing. Gak di rumah, gak di mobil, semua surat2 harus lengkap dan benar2 gak ada pengecualian. Banyak developer or dealer mobil yang memilih tidak berurusan dengan bca. Terakhir saya mau kpr ke bca, akhirnya pindah ke bni, padahal di bca saya dapet keistimewaan karena menjadi nasabah prioritas. Saran saya, kalau gak mau capek, pindah bank saja. Sorry kalau komen saya tidak membantu ya.. Anyway, selamat berjuang ya gan, mudah2an sukses.

Quote:


sebenarnya bukan karena ribetnya, tapi bca tidak memberikan komisi/ insentif ke sales properti/ otomotif.

saya sendiri pakai KKB BCA dan sejauh ini aman2 saja.
Quote:


thank you gan. BCA sih kasih support, sekarang sedang pengecekan sertifikat oleh notaris BCA.
saya tidak menyalahkan BCA, karena BCA mengeluarkan uang, yang saya sayangkan adalah pihak agen dan penjual yang tidak dapat mem push developer untuk menyiapkan dokumen yang diminta oleh BCA.
saya sebelumnya juga sudah di approve juga oleh panin, kalau sudah mentok saya akan menggunakan KPR panin walaupun dengan bunga lebih tinggi (panin sudah rekanan dengan developer)

Quote:


mungkin juga gan
Quote:


lebih baik anda tidak usah berhubungan dengan sales propertinya. Anda minta bantuan BCA untuk mencarikan orang kenalan mereka di properti tersebut. Biasanya BCA memiliki "koleksi" kenalan cukup luas.

Saya KKB 3 mobil juga semua sales otomotif tidak mau menerima KKB. Alhasil saya meminta bantuan KKB BCA untuk mencarikan sales lain dan semuanya dibantu oleh pihak BCA dan beres.

prinsipnya 1: kita yang pegang uang, mereka butuh number/ angka penjualan. Apalagi jaman sekarang dimana penjualan properti tidak bagus-bagus amat (jika tidak mau dibilang stagnan).
Quote:


masalahnya BCA tidak rekanan dengan pihak developer, saya rasa walaupun sales properti kenalan BCA juga bakal diminta dokumen yang sama oleh BCA dan mungkin developer tidak dapat penuhi.

ini jadi pelajaran juga bila transaksi di developer dan BCA yang bukan rekanan bakal lumayan ribet jadinya emoticon-Big Grin

agan kl emg niat ambil rmh itu,proses di bank lain saja kpr nya...bca emg syaratnya ribet yg emg developer ssh penuhin
nti stlh kpr dg bank lain, toh langsung ajb dan gnti nma sertifikat ke agan
kl thn kedua dst mau ganti bank sdh enak krn stfkt sdh nama sendiri
Coba diganti sama bank yg kerjasama dgn pihak developernya aja gan.. memang bunganya tinggi. Tp itu solusi untuk skg. Karna bc* klo sdh komit dgn prosedurnya pasti 100% dijlnin dgn mereka gan..

update trus ya gan..
Diubah oleh fsw.wijaya
Quote:


iya gan, itu uda langkah terakhir saya bila sudah mentok. mumpung sudah di approve dengan panin juga.

Quote:


iya gan, saya sudah telepon ke developer, notaris, BCA info nya mereka minta 2 hari untuk beresin hal ini. semoga aja ada jalan keluar.
bila tidak ada jalan, saya harus pindah bank yang sudah rekanan

thx ya gan emoticon-Big Grin
Memang bakalan susah kalo KPR ke Bank yg belum kerjasama dengan pihak developer.
Ada dua sisi yg bisa dijadikan pertimbangan dan keduanya sedikit bertolak belakang.

Sudut pandang Bank (BCA yg belum bekerjasama) :
Sesudah Akad dilaksanakan sertifikat disegerakan di split dan dibalik nama ke nama pembeli.
Alasan utamanya adalah "kepastian hukum/legalitas" sebagai pengambil KPR menjadi lebih pasti.
Yang didaftarkan di asuransi untuk KPR adalah atas nama Agan jadi surat2nya harus atas nama Agan.

Sudut pandang Developer :
Split sertifikat "biasanya" dilakukan secara serentak setelah semua lahan laku.
Dalam artian hanya sekali jalan.
Mungkin ada alasan lain yg Ane ga tau.

Ane lihat BCA adalah salah satu Bank yg ketat dalam pengucuran kredit.
Semua aspek legalitas harus sesuai baru kredit bisa turun.

Solusi :
1. Ganti cari rumah yg lain aja, DP minta refund.
2. Pindah KPR ke Bank yg kerjasama dengan pihak developer.


Silakan mampir ke trit KPR Gan emoticon-Malu (S)

http://www.kaskus.co.id/thread/00000...se-read-page-1
Quote:


Nah berhubung sudah ada thread khusus yang membahas tentang KPR maka diskusi nya dilanjut di sana ya.

Close.
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di