alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/540b984b0d8b46c51c8b4579/tanya-jawab-tentang-obstetri-dan-ginekologi
Tanya Jawab Tentang Obstetri dan Ginekologi
Selamat pagi gan,
Ane tau disini banyak cewek, dan cowok yang punya istri. Ane kebetulan dokter obsgin gan. Nah, kalau ada artikel yang agan perlu tau lengkapnya:
Semisal:
- istri saya habis sesar, besok boleh lahiran normal ga?
- atau kalau aganwati ada yang keputihan, sakit perut, itu sebenernya apa?
- atau kok saya sudah lama menikah belum tau rasanya orgasme?

Bisa ditanyakan disini atau komen ke blog ane. Tar, ane buatin artikelnya, baru ane post link nya dimari. Tujuan jawabnya lewat blog, supaya dapat dibaca ulang dengan mudah oleh yang membutuhkan. Selain promosi blog ane.

Cuma, ane utamakan menjawab keingintahuan, daripada sekedar promo. Ane pengen ilmu dokter ma pasien bisa semakin sejajar. Supaya berkomunikasi mudah. Klo yang pengen periksa atau periksain istrinya ma ane, japri aja di blog ane ya gan. Ga etis kalau disini.

Blog ane:
http://ngudies.wordpress.com/category/kesehatan/

Twitter:
@doktery

Mention aja oke sip
Ini salah satu artikel ane tentang pilihan kontrasepsi, tergantung efektifitasnya
Dari link ini
http://ngudies.wordpress.com/2014/08...epsi/#more-252

Quote:
Perbandingan Efektifitas Alat Kontrasepsi

Siapapun anda, ketika anda tertarik membaca artikel ini dikarenakan anda ingin tahu tentang kontrasepsi. Dengan tujuan, mengetahui hal lebih tentang kontrasepsi. Mungkin anda akan menggunakan, sedang, ataupun pernah menggunakan kontrasepsi.

Seperti yang kita tahu, semua hal berakar ke tujuan. Nah, apa tujuan dari kontrasepsi? Mencegah terjadinya kehamilan, apapun alasan yang melatarbelakanginya. Ada yang ingin mengatur jarak anak, ada yang merasa sudah cukup, ada yang memiliki risiko sakit berat hingga meninggal jika sampai hamil lagi, dan lain-lain.

Tujuan Kontrasepsi
“Mencegah terjadinya kehamilan”

Perbandingan metode dan efektivitas
Kali ini, saya lebih menyoroti tentang efektifitas atau tingkat keberhasilan masing-masing metode. Keberhasilan masing-masing metode juga dipengaruhi oleh behaviour anda, sebagai akseptor kontrasepsi. Jika anda rajin dan tidak pelupa dapat memilih kontrasepsi semacam pil kontrasepsi, ataupun suntik. Jika anda pelupa, akan lebih efektif jika memilih implan atau IUD (intrauterine device).

Hal ini juga terkait dengan kunjungan ke dokter. Jika anda menggunakan tipe “hormonal” seperti pil, dan suntik, atau LAM (lactational amenorrhea method) maka kunjungan ke dokter anda harus lebih sering. Minimal 3 bulan sekali.

Efek Samping
Yang sering dilupakan, semakin KECIL EFEKTIFITAS sebuah metode kontrasepsi, semakin BESAR EFEK SAMPING yang berhubungan dengan KEHAMILAN. Karena, tujuan anda kontrasepsi sendiri adalah menghindari kehamilan. Jika anda merasa kehamilan bukan sebuah hal yang dihindari maka sebenarnya anda tak memerlukan kontrasepsi.

Kehamilan sendiri merupakan risiko kematian. Angka kematian ibu di Indonesia masih 300/100.000. Artinya dari 100.000 wanita yang melahirkan, akan ada 300 ibu meninggal sehubungan dengan kehamilannya. Kehamilan sendiri adalah proses alamiah yang akan dilalui setiap ibu, pertimbangkan baik-baik akan berapa kali anda hamil. Karena setiap kehamilan mengandung risiko. Dan setiap risiko ada hasil yang diperoleh. Yaitu anak, yang tidak ternilai harganya. Sampai titik ini, keputusan akan kontrasepsi atau tidak ada di diri anda dan pasangan.

Metode yang tingkat efektivitas rendah tetapi efek sampingnya paling minimal hanyalah metode natural: senggama terencana, hitung hari subur, dan menyusui setelah melahirkan. Tapi ingat, efektivitas rendah berhubungan dengan angka kegagalan kontrasepsi yang tinggi.

Efek samping metode barrier seperti kondom, diafragma adalah: alergi, iritasi alat kelamin dan infeksi saluran kemih. Kelebihan utama metode ini adalah mencegah infeksi menular seksual.

Sterilisasi, pada wanita. Efek samping ditimbulkan prosesnya yang lebih rumit. Yaitu operasi, ada 4/100.000 angka kematian. Hal ini jauh lebih kecil daripada jika sampai terjadi kehamilan, dimana angka kematian karena proses kehamilan dan melahirkan 300/100.000 atau hampir 100x lipat lebih tinggi. Sterilisasi pada pria, lebih tidak berisiko. Hanya 0,1/100.000 kematian dari prosedur yang dilakukan.

IUD atau spiral sering dikhawatirkan, ternyata dari yang telah memakai, 99% menyatakan puas dengan IUD. IUD kini menjadi tren baru, mengingat tingginya efektivitas yang akhirnya menurunkan efek samping kehamilan. Kelebihan utama, cepat kembali ke posisi siap hamil ketika IUD dilepas.

Kontrasepsi hormonal. Karena cara kerjanya yang merubah sistem kerja hormon maka pil, suntik dan implan memiliki efek samping paling sering dan paling besar. Sering mendengar, efek sampingnya sebatas: gendut dsb. Jarang disinggung efek samping: kanker, ataupun serangan jantung untuk pemakaian hormonal terutama estrogen dalam waktu lama.

Efektifitas
Angka kegagalan yang ditampilkan adalah angka typical atau angka nyata. Berbeda dengan angka “perfect-use” agar dapat tergambar lebih akurat.

Angka kegagalan dapat disamakan dengan Angka terjadinya kehamilan.

1. Implan
Implanon adalah yang paling efektif mencegah kehamilan. Angka kegagalan 0,05%. Hanya 1 yang gagal dari 2000 pemakai implan.
2. Vasektomi
Yaitu sterilisasi pada pria. Termasuk kategori kontrasepsi permanen. Angka efek samping rendah, angka kegagalan rendah. 0,15% kegagalan. Hanya satu hal, ego pria. Karena merasa kejantanannya akan berkurang jika divasektomi. Ffff. Hal yang sulit.
3. Suntik Bulanan (cyclofem)
Berisi progesteron dan estrogen. Angka kegagalan 0,2%.
4.IUD dengan progesteron (Mirena)
Bisa dipakai 5 tahun. Masuk kedalam rahim. Angka kegagalan 0,2%. Berhubungan seks 500 kali baru kemungkinan hamil sekali. Jika seminggu berhubungan seks 2 kali, sebulan 10 kali. Dapat tahan 50 bulan alias kurang lebih 5 tahun.
4. Essure
Kontrasepsi baru, dengan memasang alat pada saluran tuba. Angka kegagalan 0,26%. Termasuk kontrasepsi permanen.
5. Tubektomi
Kontrasepsi permanen pada wanita, angka kegagalan 0,5%
6. IUD copper
IUD dari tembaga, angka kegagalan 0,8%. Ada pilihan, yang bertahan 3-12 tahun pemakaian.
7. Hitung masa subur
Tidak hanya menggunakan kalender ya, tapi juga ukur suhu basal dengan termometer, dan konsistensi mukus, alat deteksi ovulasi. Angka kegagalannya 1,8%
8. LAM (lactational amenorrhea method)
Menyusui dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi selama jarak menyusu adalah 4-6 jam sekali. Syarat: belum mens setelah melahirkan. Hanya efektif 6 bulan saja. Angka kegagalan 2%
9. Suntik 3 bulanan (depo provera)
Suntik tiap 12 minggu dengan progesteron. Angka kegagalan 3%.
10. Pil kontrasepsi kombinasi
Berisi estrogen dan progesteron. Angka kegagalan tinggi. Mencapai 9%. Satu dari 11 pemakai pil ini hamil.
11. POP (progesteron only pill)
Angka kegagalan 9%. Harus diminum teratur, setiap hari di jam yang sama. Jika mampu melakukan dengan sempurna, angka kegagalan 0,3%. Tetapi kenyataannya 1 dari 11 pemakai hamil.
12. Kondom
Angka kegagalan kondom 15%. Jika dipakai dengan benar, sempurna angka kegagalan 2%.
12. Senggama terputus.
Angka kegagalan 18%. Dari 5 kali hubungan seksual, akan hamil 1 kali. Risiko yang cukup tinggi.
13. Hitung hari subur
Hanya mengandalkan kalender, angka kegagalan 25%. Satu dari empat pemakai metode ini, hamil.
14. Tanpa kontrasepsi
Angka kegagalan atau angka kehamilan 85%.

Silakan sesuaikan, sejauh apa anda ingin mencegah kehamilan?

Semoga bermanfaat!
mau nanya gan apa beda usg yg ditempelin di perut sama dgn usg yg ky bolpen itu
Obat yang aman saat hamil
http://mumstuf.com/?p=82
Quote:Original Posted By virgincry
mau nanya gan apa beda usg yg ditempelin di perut sama dgn usg yg ky bolpen itu


Beda, lebih akurat yang kaya bolpen.. Untuk hamil muda
Cara menghilangkan Stretch Mark
http://mumstuf.com/?p=74

Alat deteksi kesehatan janin

http://mumstuf.com/ctg-alat-deteksi-detak-jantung-janin/

Operasi karena panggul sempit?

Panggul sempit, harus operasi sesar?

http://mumstuf.com/disproporsi-kepal...anggul-sempit/

Cacar air pada saat hamil

http://mumstuf.com/cacar-air-pada-kehamilan/

Imunisasi sebelum hamil

http://mumstuf.com/imunisasi-sebelum-hamil/
Menghitung masa subur

http://mumstuf.com/mengitung-masa-subur/