alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Kepolisian /
KORPS BRIMOB POLRI
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53f0d1cc12e25769038b4572/korps-brimob-polri

Sejarah

Tanggal 14 November adalah hari bersejarah bagi satuan pemukul utama Polri yaitu Brigade Mobil. Satuan ini dibentuk pada tanggal 14 November 1946 oleh PM Sutan Sjahrir dengan nama Mobile Brigade (Mobbrig). Kesatuan ini beranggotakan mantan polisi istimewa pimpinan Inspektur Polisi I Moehammad Jasin yang turut terlibat dalam pertempuran Surabaya, 10 November 1945. Secara politik, satuan ini dibentuk untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan juga ancaman kudeta dari satuan-satuan tentara.

Korps Brigade Mobile setelah pembentukannya banyak terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam Agresi Belanda I dan II. Namun demikian, keunikan pasukan para militer ini adalah sejak tahun 1948 harus menjalankan fungsi ganda yaitu menumpas gerakan pemberontakan PKI Madiun dan sekaligus menjadi satuan militer dalam menghadapi Belanda.

Pada awal masa kemerdekaan, gangguan separatisme dalam negeri mencapai puncaknya. Gerakan separatisme ini dimulai tahun 1948 oleh PKI di Madiun, kemudian tahun 1949 oleh DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat, setelah itu ada banyak pemberontakan bersenjata berskala besar antara tahun 1950 sampai dengan 1965. Sebagian besar pelaku pemberontakan adalah satuan-satuan militer yang pernah berjuang pada masa Revolusi Fisik tahun 1945-1949. Mereka mempunyai pengalaman tempur dan menjadi bagian dari satuan organik TNI. Pemerintahan Indonesia yang waktu itu menganut sistem demokrasi liberal menghadapi pemberontakan bersenjata dengan mengedepankan aksi polisionil. Pada akhirnya banyak satuan Brimob yang kemudian menjadi tulang punggung operasi pemulihan keamanan di beberapa daerah. Hal ini mendorong pemerintah dan pimpinan Polri waktu itu membentuk kesatuan khusus Brimob dengan kualifikasi pasukan komando. Ide ini kemudian diwujudkan dengan pembentukan pasukan elite dengan nama Rangers. Pada waktu itu, Kapolri dijabat oleh Jenderal (Pol) R.S Soekanto. Nama lengkap kesatuan ini adalah Mobbrig Rangers.

Proses Pembentukan

Proses penyaringan anggota Rangers menggunakan system seleksi yang sama dengan seleksi pasukan komando. Sebelum pembentukan pasukan ini ada beberapa anggota Brimob dengan pangkat Bintara Polisi yang dididik menjadi pasukan khusus dengan instruktur Marinir AS di Okinawa. Adapun beberapa perwira Polri/Brimob dikirim ke AS untuk menjalani pendidikan pasukan khusus. Proses seleksi dilakukan pada tahun 1958 dengan sumber utama dari batalyon-batalyon Brimob di seluruh Indonesia. Namun ada juga proses rekrutmen yang dilakukan dengan sumber dari DKN (Dinas Keamanan Negara) yaitu Biro Intelijen Mabes Polri. Mereka ini bukan anggota Brimob melainkan dari polisi umum. Proses seleksi dilakukan di Watukosek, Porong Jawa Timur yang sampai sekarang menjadi pusat pendidikan Brimob di Indonesia.

Pada saat itu, tidak ada instruktur bagi pendidikan pasukan ini, sehingga untuk latihan fisik menggunakan instruktur pendidikan Brimob, namun untuk kualifikasi keahlian khusus proses yang dilakukan adalah belajar bersama. Pasukan ini dididik untuk menjadi pasukan komando dengan kualifikasi kemampuan menembak jitu (marksman), demolisi (teknik peledakan sekaligus jihandak), perkelahian tangan kosong dan perang hutan (jungle warfare). Teknik bertempur pasukan ini lebih mendekati gaya bertempur Rangers AS yaitu tidak melayani serangan musuh dengan gaya perang infanteri, tetapi pertempuran jarak dekat dengan tujuan merusak moral tempur musuh. Oleh karena itu senjata organic yang dipergunakan satuan ini pada awal pembentukannya adalah M-1 karabin (jungle riffle) senjata buatan AS yang sudah teruji dalam PD II dan Perang Korea, senjata ini efektif dipergunakan marinir AS dalam pertempuran Pasifik. Senjata organik lain adalah jenis sub-machine gun Carl Gustav dan bren MK 3. Dalam bertempur, kekuatan pasukan ini pada level regu atau kompi, oleh karena itu dalam penugasan operasi militer pasukan ini digabungkan dalam batalyon-batalyon infanteri Angkatan Darat sebagai pasukan pengintai (combat intelligence).

Angkatan pertama pendidikan Brimob Rangers ini hanya 80 orang. Meskipun sebenarnya tidak cukup untuk membentuk sebuah kompi, namun angkatan pertama ini tetap disebut sebagai Kompi A Rangers dengan komandan kompi Inspektur Satu Loomy sebagai komandan kompi dan Inspektur Dua Hartino sebagai wadan kompi. Uniknya hampir 80 persen anggota kompi A ini berpangkat Agen Polisi (Bhayangkara Polri) pangkat terendah dalam kepolisian waktu itu. Pangkat Brigadir Polisi hanya ada 12 orang yang berasal dari DKN dan mereka akhirnya bertugas menjadi komandan regu (tim).

Penugasan dan Perubahan

Keuntungan utama membentuk pasukan khusus pada masa konflik adalah pasukan bisa langsung diuji coba di medan pertempuran sebenarnya. Pasukan Brimob Rangers ini menjalani test mission di kawasan Cibeber, Ciawi dan Cikatomas perbatasan Tasikmalaya-Garut Jawa Barat pada tahun 1959. Dalam penugasan ini mereka sering menghadapi penghadangan oleh gerombolan DI/TII dalam jumlah besar. Teknik bertempur anti gerilya teruji dalam test mission ini. Namun demikian, dalam test mission ini akhirnya ada juga anggota Rangers yang tidak siap mental dalam bertempur dan mereka akhirnya harus keluar dari pasukan.

Penugasan resmi operasi militer Brimob Rangers adalah dalam Gerakan Operasi Militer IV di kawasan Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Dalam GOM IV ini pasukan Brimob Rangers menjadi bagian dari Batalyon Infanteri Bangka-Belitung pimpinan Letkol (Inf) Dani Effendi. Penugasan ke Sumatera ini dalam supervisi langsung dari Letjen Ahmad Yani. Pasukan Rangers mempunyai tugas khusus menangkap sisa-sisa pasukan PRRI yang masih bergerilya di hutan Sumatera pimpinan Mayor Malik.

Pasukan Brimob Rangers ini kemudian mengalami perubahan nama menjadi Pelopor pada tahun 1961 pada masa Kapolri Soekarno Djoyonegoro. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Soekarno yang menghendaki nama Indonesia bagi satuan-satuan TNI/Polri. Pada masa ini pula, Rangers/Pelopor menerima senjata yang menjadi trade mark mereka yaitu AR-15. Penugasan selanjutnya dari pasukan ini adalah menyusup ke Irian Barat/Papua dalam rangka menjadi bagian dari Komando Trikora. Pasukan ini berhasil mendarat di Fak-fak pada bulan Mei 1962 dan terlibat dalam pertempuran dengan Angkatan Darat Belanda. Pasukan ini juga terlibat dalam konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964. Pada masa ini pasukan Brimob-Rangers Indonesia berhadapan dengan unit elite SAS dari Inggris.

Pada tahun 1972 pasukan ini secara resmi dibubarkan karena perubahan kebijakan politik pemerintah waktu itu nama pasukan ini pada waktu itu adalah Resimen Pelopor (Menpor) dengan markas di Kelapa Dua Cimanggis. Pada saat persiapan Operasi Seroja tahun 1975, pasukan ini dimobilisasi dan dimasukkan dalam pasukan khusus Detasemen Khusus Alap-alap. Namun, karena sebagian besar anggota Menpor yang masuk dalam Densus Alap-alap sudah bertugas sebagai polisi umum dan tidak pernah lagi berlatih sebagai pasukan komando, maka insting pasukan komando mereka jauh berkurang. Akibatnya banyak anggota Menpor yang gugur dalam pertempuran di Timor-Timur saat Operasi Seroja. Sayangnya pada masa inilah pasukan ini dikenang, sehingga kejayaan mereka saat menumpas DI/TII dan PRRI-Permesta, serta penyusupan ke Papua dan Malaysia seolah hilang sama sekali. Oleh karena itu, Brimob Ranger/Resimen Pelopor seolah terlupakan dari sejarah militer Indonesia. Padahal salah satu mantan Komandan Resimen Pelopor adalah Kapolri yang populer yaitu almarhum Jenderal (Pol) Anton Soedjarwo.

Dari Berbagai Sumber

Spoiler for Resimen Pelopor:


SEJARAH BRIMOB POLRI

KORPS BRIMOB POLRI


BRIMOB DARI MASA KE MASA

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Sumber Portal Resmi Brimob Polri di http://www.brimob.polri.go.id/organi...ions/histories

Quote:
Diubah oleh: vitawulandari
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 32
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move
Post ini sudah di merge/move

Napak Tilas Sejarah Polri, Brimob Jalan Kaki Sabang-Merauke

Surabaya - Sejarah perjuangan Bhayangkara Polri dibacakan di upacara Napak Tilas yang dipimpin Kepala Koordinasi Brimob Polri Irjen Pol Drs M Rum Murkal. Setelah itu, satu regu brimob Polda Jatim berangkat menggenapkan 619 regu beranting berjalan kaki menuju misi napak tilas sejauh 8.174 kilometer.

"Misi napak tilas ini menempuh jarak dari Sabang sampai Merauke," kata Kepala Koordinasi Brimob Polri Irjen Pol Drs M Rum Murkal usai memipin upacara di Jalan Polisi Istimewa, Rabu (21/8/2013).

Pemberangkatan satu regu Brimob dari Jalan Polisi Istimewa Surabaya ini hanya sebagai penanda momentum sejarah. Pasukan tersebut akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat menuju Banda Aceh. Nah, start misi napak tilas akan dimulai di monumen nol kilometer Sabang.

Rencananya, besok 619 regu beranting tersebut akan dilepas di Polda Aceh. Mereka akan melakukan perjalanan dengan rute yang sudah ditentukan menuju Merauke.

"Finish di Merauke pada tanggal 14 November nanti," tambah dia.

Rum Murkal menambahkan, misi napak tilas perjuangan Bhayangkara Polri ini bukanlah untuk mengejar target ataupun memecahkan rekor. Namun, misi ini lebih kepada tujuan sosial supaya sejarah Polri tak putus di tengah generasi.

"Misi dilakukan supaya sejarah tidak putus. Kita tumbuhkan jiwa patriotisme, kita tumbuhkan soliditas insan Bhayangkara," tutur Rum Murkal.

Dalam perjalanannya, para personel regu beranting ini dijadwalkan akan mampir di situs-situs bersejarah. Selain untuk meniti kembali sejarah, juga melakukan diskusi apabila bertemu dengan para purnawirawan dan senior.

"Para personel ini nantinya akan meniti kembali situs-situs bersejarah. Bila ada purnawirawan dan para senior, mereka berdiskusi. Setelah itu, mereka berjalan kaki lagi menuju rute finish," papar dia.

Rum Murkal ingin, misi napak tilas perjuangan Polri ini mampu memberi roh patriotisme dalam insan Polri. "Semangat giat yang luar biasa, Polri tidak boleh biasa-biasa saja," pungkas Rum Murkal.

Selain para pejabat utama TNI dan Polri, upacara yang digelar di Jalan Polisi Istimewa sisi utara ini juga dihadiri sejumlah purnawirawan. Salah satunya yakni Moekari seorang angggota pasukan polisi istimewa yang kini telah berumur 85 tahun.

Sejumlah siswa dan komunitas penggiat seni pun ikut unjuk gigi menggelar teatrikal. Diantaranya yakni siswa SMAK St Louis, komunitas Surabaya Juang serta RoodenBurg Surabaya.

[url]http://news.detik..com/surabaya/read/2013/08/21/110411/2335979/466/napak-tilas-sejarah-polri-brimob-jalan-kaki-sabang-merauke[/url]

Spoiler for Cek fotonya:
Di foto sptnya Melibatkan tni juga?
Dari kesatuan mana kah yang ikut ?
lanjutkan perjuangan wlw badai selalu datang,loyalitas no.1 emoticon-I Love Indonesia
Mantab gan
Tapi apa gunanya,kok kyknya gak berasa buat masyarakat
Quote:



Apa gunannya?
Quote:


Terus yg ane ikutin beritanya ada juga kegiatan sosial yg dilakukan pada saat napak tilas
Diubah oleh indrawy
Semoga setelah ini terbit buku tentang Brimob yang menggambarkan perjuangan Brimob dari Sabang sampai Meroke.
loreng brimob sekarang kelewat rame, bagusan loreng Menpor dulu

KORPS BRIMOB POLRI

NAD

1. Merebut Kemerdekaan
Merebut kota Sabang dari tangan Belanda

2. Mempertahankan Kemerdekaan
2. 1 Operasi Biawak

Pada tanggal 9 Oktober 1953 Meurundu diserang. Pasukan Mobrig Kie 5134 jang gedislokeerd di Meureudu setelah mengadakan perlawanan selama 13 djam terus menerus karena kehabisan peluru terpaksa mengundurkan diri dengan menderita kerugian 3 orang gugur dan beberapa orang luka berat/enteng.

Untuk merebut kembali kota Meurundu dari tangan pemberontak Dilantjarkan suatu combined operation jang disebut operasi "Biawak"

Dalam gerakan ini pasukan2 dibanttu oleh ALRI dan sebuah pesawat bomber Milchel B-25 dari AURI

Pasukan penjerang via daratan terdiri dari satu Kie BI-103 dan 2 peleton Mobrig dengan dibantu oleh Peleton Pawn/Pengintai yang dinamakan pasukan Biawak I

Pasukan jang didaratkan via laut terdirl dari satu Kie BI-103 dengan bantuan satu Korvet ALRI dan satu LST Dengan 4 L.C.V.P. jang disebut pasukan ,,Biawak-II".

Dst.

Semoga dengan napak tilas ini kita bisa mengetahui lebih banyak tentang sejarah. Karena cerita yang seperti ini tidak ada di toko buku.
Diubah oleh SIL3
aseeeek ada trit bagus ni, nongkrong dulu ah pejwan.


terus di update ya om TS
terus gua harus bilang wow gitu manfaatnya apa emang ngefek ke masyarakat jgnkan kemasyarakat itu gua yakin gak semuanya menjalani dengan ikhlas
Halaman 1 dari 32


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di