alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53db2b7d148b463c5b8b4646/melalui-film-hanung-bramantyo-merusak-dan-memanipulasi-sejarah-islam
Melalui Film, Hanung Bramantyo Merusak dan Memanipulasi Sejarah Islam
Melalui Film, Hanung Bramantyo Merusak dan Memanipulasi Sejarah Islam



Siapa yang tak kenal Hanung
Bramantyo? Sutradara perfilman yg
sudah banyak menghasilkan karyanya
di bioskop-bioskop Indonesia.
Namun, ada kejanggalan dari hasil-
hasil karyanya. Semakin hari, karya
sutradara Hanung Bramantyo semakin
menunjukkan upaya untuk
memojokkan umat Islam di Indonesia.
Dalam
film Sang
Pencerah misalnya, Hanung begitu
berambisi mereduksi perjuangan
gerakan Islam modernis menjadi
sekedar persoalan pemahaman
tekstual dan kontekstual belaka.
Sementara dalam film Perempuan
Berkalung Sorban , Hanung begitu
bersemangat menyudutkan sistem
pendidikan Islam yang sudah lama
mengakar dan memberikan kontribusi
pada pembangunan karakter bangsa.
Kini, kata aktivis muda
Muhammadiyah, Supriadi Jae, upaya
Hanung menyudutkan umat Islam
Indonesia terlihat semakin jelas
dalam film Soekarno .
Dalam film itu ada salah satu adegan
yang mempertontonkan sidang Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Dalam sidang ini, Hanung
menggambarkan ada sosok yang
bersorban kemudian berteriak-teriak
mau menegakkan syariat Islam
Indonesia dengan alasan pemeluk
Islam Indonesia merupakan
mayoritas. Pasca orang ini berpidato,
suasana menjadi rusuh, sebelum
akhirnya ditenangkan oleh Soekarno.
Menurut Suja, biasa Supriadi Jae
disapa, adagen ini benar-benar
membalikkan sejarah. Secara faktual
berdasarkan data-data sejarah, sidang
yang digelar pada 29 Mei-1 Juni 1945
ini berjalan tertib, dengan gagasan
ideologis kebangsaan yang menonjol.
Sidang ini pada awalnya dihadiri oleh
60 anggota, dengan tiga pimpinan
sidang, yaitu Radjiman Wediodinigrat
sebagai ketua, serta Itibangase Yosio
dan RP Soeroso sebagai wakil ketua
sidang. Pada masa berikutnya, sidang
dihadiri oleh 69 anggota, karena ada
enam anggota tambahan yang terdiri
dari orang-orang Jepang.
Anggota BPUPKI itu, lanjut Suja,
kemudian dibagi menjadi lima
golongan, yaitu golongan pergerakan,
golongan Islam, golongan birokrat,
wakil kerajaan, pangreh praja, dan
golongan peranakan. Untuk golongan
peranakan, hadir empat orang
peranakan Tionghoa, satu orang
peranakan Arab dan satu orang
peranakan Belanda.
Dalam hal merespons permintaan
ketua sidang mengenai dasar negara,
ada beberapa tokoh yang
mengemukakan tentang pentingnya
Ketuhanan sebagai dasar kenegaraan.
Mereka adalah Muhammad Yamin,
Wiranatakoesuma, Soerio, Soesanto
Tirtoprodjo, Dasaad, KS Agoes Salim,
Abdoelrachim Pratalykarama, Abdul
Kadir, KS Sanoesi, Ki Bagoes
Hadikoesoemo, Soepomo dan
Muhammad Hatta.
“Lalu siapa orang yang bersorban apa
adanya di film Hanung yang berteriak-
teriak mau menegakkan syariat Islam
itu? Benar-benar film murahan,
karena sejatinya dasar-dasar negara
itu di dialogkan secara elegan dan
penuh kesantunan, dan masih dalam
bingkai kebangsaan,” kata Suja
kepada Rakyat Merdeka
Online beberapa saat lalu (Rabu,
19/12).
Suja pun bertanya, apa motif dan
alasan Hanung menampilkan
perwakilan Islam dalam sidang
BPUPKI itu secara murahan.
“Apakah Hanung tidak paham sejarah
atau secara sadar dan sengaja
memutarbalikkan sejarah? Bila dasar
pertama yang menjadi alasan, maka
Hanung tak pantas membuat film
sejarah. Bila alasan kedua yang
menjadi alasan, maka Hanung benar-
benar berbuat kejahatan kenegaraan
karena mau memanipulasi sejarah,”
sambung Suja dengan tegas.
Bahkan, Suja menambahkan,
penggemaran sosok Fatwamati dalam
film itu benar-benar nista. d,
kader Muhammadiyah yang juga
puteri dari tokoh Muhammadiyah
Bengkulu, Hassan Din, digambarkan
oleh Hanung sebagai sosok yang tidak
jauh beda dengan figur Abege dalam
sinetron-sinetron kacangan yang
selama ini beredar.
“Memang tak aneh, produser film
Soekarno ini juga adalah Ram
Punjabi, yang biasa membuat film
kacangan,” demikian Suja. [ysa/rmol/
dp/dais]

sumber http://daulahislam.com/news/nasional/melalui-film-hanung-bramantyo-merusak-dan-memanipulasi-sejarah-islam.html
ane gapernah
tuh nonton filmnya emoticon-Big Grin
wah untung ane gak pernah nonton tu pilem emoticon-Big Grin
Katanya sih memang begitu
Ane belum pernah menonton film dia emoticon-Hammer
Walaupun ga ada isu ini pun, entah kenapa saya juga kurang respek sama sutradarah satu ini emoticon-Hammer (S)
pemikiran hanung emang liberal kok. cmiiw.
Ane kaga blom nonton tu pilem emoticon-Hammer2
produser pelem kacangan.. menohok banget emoticon-Big Grin
belum nonton sebenernya,, emoticon-Belo
bener gan walapun banyak film dia yg berembel-embel islam tapi isi filmnya jauh dari nilai-nilai islam. bahkan cenderung mendiskreditkan nilai-nilai islam.
Duh ga ikut"an dah kalo kaya beginian...
emoticon-Traveller
ciyuss nih gan???
ane belum pernah lihat film yang disebutkan ts
belum nonton, gan. jadi belum bisa komen ttg filmnya
Quote:Original Posted By thebalcony
bener gan walapun banyak film dia yg berembel-embel islam tapi isi filmnya jauh dari nilai-nilai islam. bahkan cenderung mendiskreditkan nilai-nilai islam.


seperti ayat2 cinta disetir jadi ayat2 poligami wkwkwk...

blunder di film sukarno
dari awal film cinta tasbih (bener apa gak ya judulnya) ane emng udah gak cocok film2 buatan doi...
buat ane terlalu lebay tp esensi sama solusi gak nemu...
emoticon-Hammer (S)
film dalem negeri selera ane lebih cocok sama riri riza& ale-nia...
Quote:Original Posted By catysbear
dari awal film cinta tasbih (bener apa gak ya judulnya) ane emng udah gak cocok film2 buatan doi...
buat ane terlalu lebay tp esensi sama solusi gak nemu...
emoticon-Hammer (S)
film dalem negeri selera ane lebih cocok sama riri riza& ale-nia...


ayat2 cinta kali bro sepakat ama ente gan !!!

Nasehat : ntn film itu gak usah dibawas serius keles
Dia Juga Muslim kan ??
Ijin nyimak gan
Itu bener gan??