CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
SURAT TERBUKA UNTUK MANAJEMEN LION AIR (PELAYANAN KONSUMEN TERBURUK PADA ANGKUTAN LEB
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53d78e5660e24b4b2c8b4732/surat-terbuka-untuk-manajemen-lion-air-pelayanan-konsumen-terburuk-pada-angkutan-leb

SURAT TERBUKA UNTUK MANAJEMEN LION AIR (PELAYANAN KONSUMEN TERBURUK PADA ANGKUTAN LEB

Malam..
Bantu temen. Semoga jadi pelajaran kita semua

Sabtu, 26 Juli 2014 menjadi hari penyesalan saya memilih maskapai penerbangan Lion Air untuk sarana angkutan lebaran. Saya adalah penumpang pesawat JT 550 yang dijadwalkan terbang dari Jakarta ke Jogjakarta pada Sabtu, 26 Juli 2014 pukul 15.50 WIB. Saya tiba di bandara untuk check in kira-kira pukul 13.00 dan mendapatkan seat bernomor 29F, melalui gate A9 terminal 1 Bandara Soekarno Hatta.

Pada pukul 14.10 saya masuk ke ruang tunggu gate A9 dan melihat papan layar schedule penerbangan JT550 ada di gate A6. Saya mendatangi petugas informasi dan mendapat jawaban bahwa yang tertulis pada boarding pass sudah betul, bahwa pesawat JT550 dijadwalkan boarding melalui pintu gate A9, papan layar schedule tidak menunjukkan data terbaru. Selanjutnya, pada pukul 15.50 petugas lion air mengumumkan bahwa pesawat JT550 mengalami keterlambatan dan dijadwalkan terbang pada pukul 16.50. Pada pukul 16.40 petugas bandara mengumumkan agar seluruh penumpang pesawat JT550 naik ke pesawat melalui gate A6, tidak pada gate A9 seperti yang dikonformasi petugas informasi lion air sebelumnya. Penumpang berlarian menuju gate A6 dan 15 menit kemudian, setelah petugas lion air 3 kali mengumumkan agar penumpang segera masuk pesawat melalui pintu A6, tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa pesawat JT 550 tidak jadi diterbangkan pada pukul 16.50, namun kembali mengalami keterlambatan dan dijadwalkan terbang pada pukul 17.50. Ini menjadi kesalahan pertama lion air, sangat tidak informatif.

Pada pukul 17.30, kembali para penumpang diminta untuk naik ke pesawat melalui pintu A6. Singkat cerita, setelah naik ke pesawat, betapa terkejutnya saya ketika melihat tempat duduk saya 29F telah diduduki oleh penumpang lain. Ketika saya tanyakan ke penumpang tersebut, sungguh di luar dugaan ternyata kami memiliki boarding pass dengan nomor tempat duduk sama alias double seat. Sengaja saya memfoto boarding pass sebagai bukti double seat tersebut. Saya mendatangi pramugari yang bertugas untuk menyelesaikan masalah dan pramugari tersebut meminta saya menunggu untuk dicarikan tempat duduk lain. Tak disangka oleh pramugari, tempat duduk di dalam pesawat tidak ada lagi yang kosong. Saya mulai curiga kalau Lion Air berani menjual tiket pesawat melebihi kapasitas tempat duduk penumpang, dengan harapan ada penumpang yang terlambat hingga masih ada tempat duduk kosong. Sebagai informasi, penumpang yang nomor tempat duduknya sama dengan saya adalah penumpang transit pesawat dari Batam. Saya yang belum mendapat tempat duduk juga sementara pesawat akan take off, diajak salah seorang petugas bernegosiasi di depan pintu masuk pesawat, dengan berkali-kali sang petugas berkata “tidak enak kalau didengar penumpang lain”. Kemudian, saya diminta keluar pesawat oleh petugas yang mengecheck jumlah penumpang dengan janji akan diberi kompensasi. Saya bersikeras tidak mau keluar pesawat dan sempat bertanya kenapa bukan salah seorang pramugari saja yang turun untuk memberikan tempat duduknya pada saya. Sungguh diluar dugaaan, salah satu pramugari berani membentak balik saya dan berkata pesawat tidak akan bisa terbang tanpa dia, dan saya sungguh tidak punya rasa kasihan pada penumpang lain yang menunggu take off. Luar biasa bagaimana petugas lion air menyelesaikan masalah yang datang dari kecerobohan lion air sendiri. Salah satu penumpang pesawat akhirnya menghampiri saya, dan menawarkan tempat duduk anaknya untuk saya tempati, biarlah dia berkorban memangku anaknya agar pesawat segera terbang. Saya tidak mau, karena saya bukan orang yang suka mengambil hak orang lain sebagaimana lion air. Karena tidak tega melihat penumpang lain yang sudah mengalami delay penerbangan 2 jam dan karena salah satu petugas menjanjikan saya untuk dapat terbang pada pesawat berikutnya pukul 19.00 serta mengganti kompensasi, akhirnya saya turun dari pesawat. Saya kemudian diantar ke business lounge lion air yang sudah tidak lagi menyediakan makan malam dan diminta menunggu manager on duty untuk kompensasi dan penggantian pesawat. Pada pukul 19.30, manager on duty bernama Andi Handoko datang dengan telah membawa tiket pengganti. Saya tanyakan mana kompensasi yang dijanjikan, sang manager terlihat mencibir saya dan bilang nanti saya ganti uang 100 ribu, sambil berkata “mbak mau nggak naik pesawat lain ini, pesawatnya sudah mau berangkat”. Saya menganggap sikap ini adalah pelecehan pada penumpang, lion air telah merugikan saya, dan begini cara mereka memperlakukan saya. Lion Air seakan sadar penumpang seperti saya tidak punya banyak pilihan dan pasti mau diberikan kompensasi macam apapun asal bisa pulang kampung.

Kemudian saya melihat tiket pengganti tertera pesawat JT568 dengan jadwal penerbangan pukul 19.00, padahal ketika itu sudah pukul 19.30. Andi menjawab, pesawat mengalami delay, sehingga saya tidak perlu khawatir. Karena takut ditipu oleh Lion Air lagi, saya akhirnya mau naik pesawat pengganti asal Andi mengantar saya hingga duduk dalam pesawat untuk memastikan pesawat belum berangkat dan tidak lagi ada lagi double seat. Andi, sang manager akhirnya bersedia mengantar saya, dan memberikan saya secarik kertas kuitansi agar dia dapat memberikan saya kompensasi 100 rb. Saya tidak mau menerima uang tersebut, dan karena tidak tahan dengan perlakuan lion air, saya sobek kuitansi tersebut dan melemparkannya ke Andi. Andi marah dan berkata saya tidak sopan, lalu meninggalkan saya. Saya tidak terlalu peduli lagi, karena bagi saya Lion Air jauh lebih tidak manusiawi memperlakukan penumpangnya. Kata-kata maaf bahkan tidak terucap dari mulut Andi sejak pertama dia menemui saya, sekedar makanan berbuka puasa tidak diberikan, dan sekarang mau mengganti kompensasi 100 ribu yang sangat tidak sesuai dengan kerugian yang ditimbulkan. Ini menjadi kesalahan kedua lion air, sangat tidak manusiawi memperlakukan penumpang bahkan yang telah dirugikan.

Pelayanan buruk Lion Air pada saya belum berhenti sampai disitu, pesawat JT568 yang dijadwalkan terbang pada pukul 19.00 ternyata mengalami keterlambatan hingga pukul 23.00. Penumpang pesawat JT568 berkali-kali komplain ke petugas informasi untuk mengetahui kepastian kedatangan pesawat, dan meminta kompensasi seperti peraturan UU yaitu makan malam dan uang pengganti, yang hingga jam 22.30 belum diberikan. Dalam waktu lebih dari tersebut, kompensasi makan malam yang diminta para penumpang JT568 baru datang pada pukul 22.30, lima menit sebelum penumpang diminta naik pesawat. Uang ganti kerugian seperti klausul PM No.77 tahun 2011 bahkan tidak diberikan, padahal penerbangan baru diberangkatkan lebih dari jam 11 malam. Sungguh luar biasa bagaimana Lion Air memberikan pelayanan pada konsumennya. Mungkin slogan Lion Air “We make you fly” pantas diganti dengan “We make you cry”.

Saya berharap semoga kejadian Lion Air ini tidak terulang lag. Saya sendiri cukup bijaksana untuk tidak lagi menjadikan Lion Air sebagai pilihan penerbangan.

Tertanda,
Murni Nyaristi
murni_ny@yahoo.com
Diubah oleh ui3
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 2
Turut menyesal dgn kejadian yg anda alami.....

Kalo saya di posisi anda....saya akan melakukan hal2 yg ada dim kendali kita...
Contoh...selektif memilih maskapai .....
cerita Lion yg kurang terorganize bukan cerita baru....sdh banyak sp nya......
Merubah kebiasaan suatu maskapai / mengatur awak maskapai to do the right thing adalah hal yg di luar kendali kita

Jujur....berdasarkan pengalaman(saya ga tinggal di jkt),bila harus terbang dari cgk,saya memilih terminal 2f....maskapainya "lebih baik" dari yg lain,perlakuan yg lbh manusiawi dari ground staf maupun cabin staffnya,
berderetnya lounge di t2f yg bisa ditempati seandainya sampai harus delay.....

Diubah oleh wearif
maret kemaren lion air baru ganti direktur.
karena direktur lama nya yg juga owner lion air jadi Waketum PKB.
mungkin itu sebabnya direktur baru gak (belom) bisa fokus di service lion air yang daridulu terkenal amburadul, wong disuruh bigboss itung2 gono gini pasca kemenangan jokowi-jk.
;-]

seriously, don't take this seriously.

sist, kalo gak kepaksa amat jgn deh naek lion air. apalagi jaman mudik begini, kita pake garuda aja masih ada aja ngeselinnya, apalagi lion air yang dari dulu terkenal banyak terkena komplain.
cari flight pagi aja sis yang minim resiko delaaayy
Quote:


Yup betul neh, krn low cost carrier jadwalnya sangat padat sekali buat kejar setoran, jd kalau jadwal pagi uda delay, penerbangan selanjutnya akan delay jg, malah bs makin akumulatif delaynya jika pesawat tsb bbrp kali delay
kadang2 maskapai model begini musti marah2 di tempat dengan suara tinggi macam orang gila baru mereka mau berbuat sesuatu...
Andi...Andi...baru jadi karyawan saja sudah berani menghina customer. Bodoh sekali. Bahkan owner saja tetap menghargai kustomer.
Gaji lu Ndi dibayar dari tiket yang dibeli oleh customer.
Saran buat pihak maskapai, didik si andi. Kalau perlu ikutkan pelatihan 7 habbits.
Lebih baik case seperti ini ditulis di media cetak seperti detik dan kompas.com. Minta pihak jajaran maskapai meminta maaf secara terbuka.
Wow serem amat lion air emoticon-Takut

Mending naek yang laen dah.
Quote:


Bukannya sudah di tawarin ? Tapi kwitansi nya dirobek dan di lempar... Ya terlepas siapa yang salah, alangkah baik nya di omongin baik", ga usah maen sobek" gitu, soalnya emg ga sopan... Emang sih 100 ribu itu kurang di banding nungguin delay nya. Tapi kan ga musti gitu jg, bisa di omongin baik".

Kalau yang Nasi kotak, itu emg bener adanya. kalau ga salah delay diatas 4 jam, bisa minta tuh... Tapi apa sist minta ? trus jawaban dari sananya apa ? Apa ga minta karena gengsi ? K'lo iya, kenapa sekarang di permasalahin ? Kenapa ngga permasalahin di tempat ? Kalau ga nemu solusi baru bikin SP. emoticon-Cape d... (S)

Saya kurang tau ada delay termasuk dalam insurance di Lion apa ngga. tapi yang jelas k'lo di maskapai lain, delay itu kita dapet penggantian.

SURAT TERBUKA UNTUK MANAJEMEN LION AIR (PELAYANAN KONSUMEN TERBURUK PADA ANGKUTAN LEB

seandainya ga emosi berlebihan harusnya selain depet makan gratis, kompensasi karena double seat, dapet Delay charge juga emoticon-Malu (S)


Diubah oleh cassiera
Waduh, maskapai ini lagi....
Ane sih dah lama gak naik nih maskapai, krn banyakan berita komplen dibandingin berita bagusnya.

Terima kasih infonya Sis, jadi bahan masukan buat kita kalo mo beli tiket pesawat.
inilah kenapa lebaran ini gw skip maskapai tersebut, gw mudik bawa dua bayi jadi gw mending bayar lebih mahal 1 juta buat maskapai sebelah yang alhamdulillah tepat waktu dan full service di kabin.

btw, dulu gw pernah delay pakai Lion sekitar 5 jam, karena sendirian (gak bawa istri dan anak) jadi gw santai aja, tidur emoticon-Stick Out Tongue
kalo ane untuk penerbangan low cost lebih milih pake air asia,walaupun tetep aja ada masalah tapi pegawainya sopan2 dan gak arogan seperti di lion
sejak setahun yang lalu sy juga udah memutuskan untuk tidak menggunakan lion air.. turut prihatin sis.. semoga pihak manajemen lion air ada yang membaca tulisan anda.. walaupun didalam hatinya 'Emang Gue Pikirin'
Nambahin

sesuai namanya LION = Late Is Our Nature
duh lion lagi. ya sebagai pelajaran aja sis. lagian tarif lion mahal dprd yg lain. raja delay. duh2. sabarr sabarrrr
Turut simpati aja gan.... Lion Udah saya blacklist Dalam kamus saya..... Masih mending citilink ato sriwijaya


Ane puas tanggal 26 Juli kemarin pake citilink.... Tampa delai dan tv saya aman walau masuk di bagasi
Ane kagak pernah naik lion gan, pramugarinya menor2 dan kadang kotor kayak bus metromini, entah lagi apes atau apa kala itu
Se umur2 gk pernah naik lion. Cuma bisa naik er esia emoticon-Ngakak (S)
jangan naik Lion deh..
ane aje waktu cek harga lebih murah, tapi ane skip langsung pilih maskapai tetangga.

Mahal dikit ga masalah ...
Lion lagi... Lion lagi.....

Ane mah kalau gak terpaksa banget gak akan naik Lion. dan kalaupun terpaksa naik Lion, Ane pasti memilih anak perusahannya yaitu B*t*k Air. Lebih mendingan Gan......
Quote:


Gw rasa karena TS sudah merasa jengkel dari delay siang hari berlarut2 lalu di dalem pesawat ada masalah nomer kursi dobel dan TS Ngalah

Lalu balik lagi di bandara pesawat berikutnya tetep delay tanpa kejelasan

Menurut gw sih udah natural respond klo TS udah emosi,,, gw pun juga bakal begitu

Gak tau kenapa penumpang lain ho oh2 aja,, apa mungkin karena kebanyakan tipikal penumpang lion air itu dari golongan "biasa" yg cukup "terima2 saja" alias pasrah yg menyebabkan selama ini lion makin menjadi2 delay dan bad servicenya emoticon-Smilie

Mau bangga dengan pesawat2 terbaru,, tapi jujur saja,, overall experience naek lion tetep kelas comberan emoticon-Smilie
Diubah oleh billcosby
Halaman 1 dari 2
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di