CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Kecewa Kredit Bank Danamon
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53cfa3a1a09a39970e8b457f/kecewa-kredit-bank-danamon

Kecewa Kredit Bank Danamon

Buat rekan-rekan yang membaca ini harap berhati-hati dan berfikir berulang-ulang kali jika mengambil kredit di Bank Danamon. Berikut pengalaman ibu saya yang mengambil kredit di Bank Danamon.

Pada tanggal 14 Juni 2013 ditandatngani kontrak kredit dengan nomor 000231/PK/02735/1400/0613 antara ibu saya sebagai Debitur dengan bank danamon PS BANTUL dengan nomor rekening 003559861228.

Pada awalnya hubungan berjalan dengan baik, tapi semenjak ada beberapa masalah yang menerpa usaha kami maka pembayaran agak terlambat (TIDAK PERNAH LEWAT BULAN). Yang kami sangat kecewa adalah teror2 penagih2 dari BANK DANAMON yang selalu datang ke rumah, bahkan pernah waktu saya opname kata ibu saya 1 hari bisa 6 kali datang dengan berganti2 orang. yang seperti kami ini sudah tidak membayar lebih dari 1 bulan padahal walau bagaimana usahanya semua cicilan kami bayar sebelum lewat bulan. saya tegaskan lagi “KAMI BELUM PERNAH LEWAT SAMPAI LEBIH DARI 1 BULAN!!

Puncaknya pada hari ini tanggal 23 Juli 2014 collector Bank Danamon datang maghrib2 dan dengan muka tidak enak. Ngobrol sebentar melihat muka ga enak dan saya ditanya kapan mau nyicil saya jawab “belum bisa tapi bulan ini pasti di bayarkan” maklum puasa usaha sepi. Dan apa yang saya dapat, si collector marah-marah tidak jelas. Dengan nada tinggi, terus terang kami kecewa karena collector tidak punya sopan santun marah2 kesannya biar semua tetangga tahu dan membuat malu keluarga saya. Bahkan sang collector dengan gagahnya seperti nantang berantem. Tapi untung saya tidak terpancing karena itu melanggar hukum. Yang membuat saya tidak tahu aturan seperti apa yang dipakai BANK DANAMON si collector tsb bilang kalau ” saya tidak membayar bulan ini maka akan dipercepat lelang jaminan kami”

Saya mau bertanya sama pihak BANK DANAMON yang mungkin membaca ini, aturan nomer berapa dan bunyinya apa kok TERLAMBAT BARU 9 HARI KOK MAU MAIN LELANG SAJA???? katanya mau dipercepat lelang. ATURAN MANA INI YANG DIPAKAI?? Hal ini sangat merugikan nasabah. Memang kami akui kami terlambat 9 hari tapi setiap bulan kami juga mempunyai etiket membayar di mana tidak lebih 16 Hari selalu kami bayar.

Apakah cara2 Bank Danamon dalam penagihan seperti ini?????? MENGANCAM NASABAH ??? BAHKAN COLLECTOR SEPERTI MENANTANG NASABAH UNTUK BERKELAHI????

Buat rekan2 semua ini pengalaman pahit saya dan keluarga saya dan saya mencoba search tidak cuma saya banyak sekali rekan2 lain yang mengalamai pengalaman pahit bekerjasama di Danamon. Dengan Pengalaman ini saya dan keluarga saya TIDAK AKAN DAN TIDAK MEREKOMENDASIKAN ANDA BERHUTANG DI DANAMON. DAN TIDAK AKAN PERNAH SAMA SEKALI BERHUTANG DI DANAMON GROUP.

Buat catatan juga bagi yang mau kredit di Bank Danamon.
Bank Danamon menggunakan Bunga Flat Anuitas. (ini tidka dijelas dari awal sama marketingnya)

Jadi sebagai contoh saja:
angsuran ibu ane sekitar 8.300.000
udah nyicil 12x jadi total udah bayar = Rp. 99.600.000

Setelah minta print out ternyata pokoknya masih 267.300.000 dari hutang sebesar 300.000.000 ( inipun nerimanya tidak utuh, cuma menerima 290.000.000)

Jadi kalau ditotal dari Rp.99.600.000 yang sudah dicicil cuma mengurangi pokok sebesar = Rp. 32.700.000. Sisanya sebesar Rp. 66.900.000 Hanya membayar bungan.

Dan kalau dilunasin itungan mereka seperti ini:
SIsa pokok = 267.300.000
penalti 2x angsuran = 16.600.000,

TOTAL yang harus dibayar = Rp. 283.900.000,-

Jadi jumlah yg udah dicicil sebesar 99.600.000 itu hanya seperti menguap saja. karena total yang harus dilunasi balik lagi hampir 300 juta padahal udah nyicil sebesar hampir 100 juta.


Tolong agan2 untuk rate di thread ane ini biar semua agan2 di Indonesia semoga agan2 atau saudara agan2 tidak mengalami kejadian pahit seperti saya.

Terima kasih
Diubah oleh Qhebow
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 3
sepertinya bukan danamon saja gan , tetapi semua bank kalo soal kredit macet tidak ada debt colector yg baik soalnya itu preman semua bukan org bank. makanya gan hrs banyak cari info soal kredit dan ga bayar tepat waktu resikonya apa. kalo memang ga terpaksa jgn pernah mengajukan kredit dan kalo terpaksa pun di usahakan harus ada persiapan dana yg matang jgn pas2 an . tetapi skrg sudah ada hukum nya . polisi bertindak tegas terhadap debt colector yg semena mena
Quote:


masalahnya ini bukan kredit macet gan.. baru telat seminggu.. kalau macet beda gan. itu brarti emang nasabah tidak sanggup untuk mmebayar lagi.

yang jadi masalah lagi masa telat 9 hari katanya mau dilelang jaminannya, aturan dari mana ini bank danamon.
Diubah oleh Qhebow
ke lewatan kl baru 9 hari mah
sepengetahuan ane :
1. bank tidak akan bisa sembarangan melelang jaminan/agunan dari debiturnya yang belum memasuki status kolektibilitas 3 (NPL) atau telat 90 hari dari masa jatuh tempo kredit ybs.

ada pengecualian untuk kasus-kasus tertentu seperti misalnya : usaha debitur 100% collapse, tidak ada niat baik sama sekali dari debitur untuk melunasi hutang2nya, debitur kabur dan tidak bisa dihubungi sama sekali, dsb.

Untuk kasus ini ente tidak masuk kategori di atas jadi ane yakin collector tersebut cuma "menggertak" bahwa mereka akan melelang agunan ente (taktik psikologis agar debitur merasa panik dan segera membayar angsurannya meskipun dengan cara gali lubang tutup lubang)

2. kalau ane liat dari cara penagihannya, sepertinya danamon menggunakan jasa pihak ketiga (vendor outsourcing) untuk mengadakan penagihan dengan cara yang seperti di ceritakan di atas (kurang berkenan di hati debitur).

mungkin ente bisa mendatangi langsung bagian collecting kredit di bank danamon untuk membicarakan restrukturisasi kredit atau meminta keringanan dalam hal jangka waktu pembayaran (komitmen untuk membayar tidak lebih dari 30 hari dari waktu jatuh tempo kredit)

3. Adalah kesepakatan bersama antara bank dan debitur pada saat realisasi kredit bahwa debitur SANGGUP untuk membayar angsuran kredit nya pada saat jatuh tempo, (meskipun keadaan di lapangan berkata lain, tapi ini sudah menjadi TANGGUNG JAWAB dari debitur untuk membayar angsuran tersebut tepat waktu)

agar bisa di jadikan pelajaran ketika hendak membuat perjanjian di masa yang akan datang, apabila dirasa perjanjian terlalu berat untuk ditepati di masa yang akan datang (atau perjanjian beresiko tinggi), lebih baik batalkan saja daripada membuat hidup tidak tenang.

4. Biasanya pihak bank akan menagih debiturnya yang terlambat bayar angsuran pada masa akhir bulan untuk meningkatkan kinerja kantor cabang mereka masing-masing (karena laporan kinerja cabang di rekap per akhir bulan). selain itu hal ini juga untuk membantu debitur karena bank akan menupdate data kolektibilitas debitur ke BI pada akhir bulan juga,

ada pengecualian untuk debitur dengan kolektibiltas 3 keatas, mereka akan di tagih terus tiap hari.

jadi kita sebagai debitur juga perlu untuk berpikiran positif ketika ditagih, bank berusaha membantu kita agar history kita tidak jelek di sistem BI Checking.


kalau ada yang salah mohon dikoreksi emoticon-I Love Indonesia (S)
Diubah oleh MrRandom
Quote:


1. emang bener gan ane tanya2 juga bilangnya ngawur itu collectornya
2. ane selalu bayar gan dan ga pernah lewat bulan. Ya bagaimanapun
caranya pasti terbayar tidak pernah lewat bulan. brarti kalau jatuh
tempo tanggal 14 brarti tidak pernah lewat 16 hari. lagian kalau lewat
ada denda kan nasabah pasti bayar kan.
Pernah akan mengajukan restrukturisasi, tapi malah justru dihitung
semakin memberatkan nasabah gan.
3. Pengalaman pahit. Ane pribadi ada pinjaman di Bank lain tapi tidak
pernah ada pengalaman seperti di danamon ini gan. Hanya di danamon
ini pengalaman pahit pinjam uang di bank.
Dan setelah googling ternyata banyak sekali yg mengalami hal serupa.
Itu mah bisanya collector aja mau ancam lelang. Dan ampir semua bank itu collectornya pakai pihak luar, jd bkn dr bank. Semua collector yah gtu, galak dan maen ancem mulu. Maka nya sebisa mgkn jgn telat drpd di teror
sebenarnya ngapain yah pake ancam2 and desak2 bayar, kan sudah ad jaminan.....
Quote:


ane merasa TS diatas itu ambil KTA om, jd tanpa ada agunan/jaminan
Quote:


pakai gan sertifikat tanah... makanya collector danamon ngancem kalau akan di lelang, padahal baru telat 9 hari bayarnya. Gila aja itu collector ngancem mau lelang jaminan. padahal menurut aturan BI kalau belum lewat bulan masih terhitung lancar.
Quote:


oh pakai sertipikat tanah, jangan khawatir proses lelangnya lebih lama drpd lelang kendaraan.

yg sabar aja gan, ntar klo lunas jangan pakai danamon lagi.
walopun ada sepupu ane yg kerja di danamon(sbelumnya permata), ane ga akan ambil kredit di danamon jg
Quote:


iya gan.. ane juga kapok... tapi syukur dengan pengalaman ane dan banyak nasabah lainnya banyak juga yg terselamatkan dari kejamnya penagihan danamon. wong belum jatuh tempo aja sering didatangi dengan alsan "kunjungan" sama collectornya. Ini yang ane n keluarga ane alami selama ini. Sayangnya masih 4 tahun gan. Mau di take over tapi dihitung2 tambah banyak.

Buat catatan juga bagi yang mau kredit di Bank Danamon.
Bank Danamon menggunakan Bunga Flat Anuitas. (ini tidka dijelas dari awal sama marketingnya)

Jadi sebagai contoh saja:
angsuran ibu ane sekitar 8.300.000
udah nyicil 12x jadi total udah bayar = Rp. 99.600.000

Setelah minta print out ternyata pokoknya masih 267.300.000 dari hutang sebesar 300.000.000 ( inipun nerimanya tidak utuh, cuma menerima 290.000.000)

Jadi kalau ditotal dari Rp.99.600.000 yang sudah dicicil cuma mengurangi pokok sebesar = Rp. 32.700.000. Sisanya sebesar Rp. 66.900.000 Hanya membayar bungan.

Dan kalau dilunasin itungan mereka seperti ini:
SIsa pokok = 267.300.000
penalti 2x angsuran = 16.600.000,

TOTAL yang harus dibayar = Rp. 283.900.000,-

Jadi jumlah yg udah dicicil sebesar 99.600.000 itu hanya seperti menguap saja. karena total yang harus dilunasi balik lagi hampir 300 juta padahal udah nyicil sebesar hampir 100 juta.
Quote:


wiw, ane baru tau kredit modal kerjanya danamon menggunakan sistem bunga anuitas, karena sistem bunga ini biasanya digunakan untuk kredit konsumtif.
anuitas = sistem perhitungan angsuran bunga dan pokok kredit yang rada2 kejam, proporsi pembayaran bunga di awal jangka waktu kredit lebih besar dari proporsi pembayaran pokok kreditnya sendiri
tujuan utamanya adalah untuk mencegah nasabah kabur ke bank lain.

saat paling menguntungkan untuk mentake over kredit dengan sistem bunga anuitas adalah ketika jangka waktunya sudah berjalan setengahnya. ambil 5 tahun, take over di 2,5 tahun.

opini:
kalau mau pindah kredit harap bersabar dulu gan agar ente tidak mengalami kerugian lebih besar.

Quote:


Iya gan... ini juga bersabar.. parahnya lagi ini malah radi ibu ane ditelp danamon untuk take over, mau dibantu dicarikan Bank lain. Enak saja ini Bank seenak udelnya aja. emang dikira kita orang bodoh kali ya. ga tau itung2an. jelas ane rugi sana yang untung gede.. sungguh sangat bikin kapok.
Quote:


betul gan
sebelum setengah jangka waktu berjalan jangan pernah mau kalau ditawarin take over ke bank lain
daripada rugi puluhan juta mending bersabar dulu disamperin collecting.

TERIMAKASIH INFORMASINYA GAN

Semoga pembelajaran dan pengalaman ini membuat kita untuk berhati... hati... dalam urusan uang.
Ane bedoa semoga agan yang bersangkutan ini (Qhebow ) di beri kesehatan dan rezeki melimpah..
Amin...

dan terimakasih telah menshare pengalaman anda
Diubah oleh whiteleo
bagaimanapun TS, ketika anda mengalami keterlambatan (meski hanya 1 hari) maka anda akan langsung dalam daftar nasabah dalam pengawasan. karena ini sudah sistem.

saran saya, coba anda pikirkan solusi bagaimana anda bisa membayar tepat waktu.

masalah lelang, coba baca saran dari kaskuser lainnya disini. Dan jika dirasa perlu maka kirimkan email ke pihak Danamon untuk mengklarifikasi hal ini.

Saya curiganya 1, pihak danamon bernafsu sekali dengan akte tanah anda karena harga tanah anda mungkin berkali lipat dibandingkan apa yang anda pinjam.
Iya gan, parah
emoticon-Takut
Quote:


Kolektibilitas kredit berdasarkan ketepatan pembayaran

- Lancar (kolektibilitas 1) yaitu apabila tidak terdapat tunggakan
pembayaran pinjaman baik pokok ataupun bunga
- Dalam Perhatian Khusus (kolektibilitas 2) yaitu apabila terdapat
tunggakan pinjaman pembayaran pokok dan atau bungasampai dengan
90 hari
- Kurang Lancar (kolektibilitas 3) yaitu apabila terdapoat tunggakan
pembayaran pokok dan atau bunga sampai dengan 120 hari
- Diragukan (kolektibilitas 4) yaitu apabila terdapat tunggakan
pembayaran pinjaman baik pokok dan atau bunga sampai dengan 180
hari
- Macet (kolektibilitas 5) yaitu apabila terdapat tunggakan pembayaran
pokok dan atau bunga diatas 180 hari
PBI nomor 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum dan SE BI nomor 7/3/DPNP tanggal 31 Januari 2005 Perihal Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum.


Kredit akan digolongkan bermasalah (non performing loan | NPL) apabila telah masuk dalam kualitas kurang lancar, diragukan atau macet.

Ini gan dasarnya yang ane pakai. Tapi bukan masalah dalam perhatian khusus, atau lancar. Tapi cara penagihan collectornya di sini. Ane juga punya pinjaman di BANK MANDIRI dan BRI, tapi ga pernah yang namanya collector datang ke rumah walau ane bayar telat 15 hari pun asalkan tidak lewat bulan. Karena masih dianggap lancar. PErnah sekali datang pun dengan sopan ngomong halus. Tapi ini Danamon beda gan.. Jadi yg jadi masalah itu adalah Cara Penagihan collector Danamon dan ancaman mereka. BUkan status SID ane gan.

Lha wong sebelum jatuh tempo aja collector datang juga, alasannya kunjungan. Apa ga bikin naik darah ini Bank Danamon.

bank yang satu ini emang gitu modelnya.
kalo bank lain mungkin cari laba dari bunga pinjaman
tapi bank yang ini biasanya memang mengincar agunannya.
Mungkin ts yg mesti introspeksi dulu, kenapa bisa disamperin sama debt collector, kalo bayar cicilan telat (mau berapa hari juga) kok masih bilang lancar.

Coba kalo anda yg minjemin duit ke orang laen, dan mereka selalu mundur2 biarpun cuman seminggu, dan mereka masih bilang itu lancar, apa pendapat anda masih sama?
Halaman 1 dari 3
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di