CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Kekecewaan Pasien Setia RS THT Proklamasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53bf7e39108b46f03e8b4651/kekecewaan-pasien-setia-rs-tht-proklamasi

Kekecewaan Pasien Setia RS THT Proklamasi

Sebetulnya saya salah satu pasien yg selalu mempercayakan kesehatan keluarga saya di RS THT Proklamasi, baik itu Istri sampai kedua anak saya. Walaupun saya tidak menilai pelayanan di RS tsb istimewa selama ini, tapi saya dapat katakan bahwa pelayanan di sana sudah level lumayan untuk kesigapan para staffnya, tapi saya beri nilai lebih pelayanan dari para dokternya, khususnya sisi komunikatif dalam penjelasan kepada pasien.

Sampai pada saatnya saya memeriksakan kesehatan anak saya yg mengalami masalah hidung. Dokter memeriksa dengan baik disertai penjelasan yg cukup baik pula dari dokter yg memeriksa. Karena saya butuh catatan Diagnosa untuk keperluan Klaim asuransi, akhirnya diberikan kepada saya catatan diagnosa dari dokter disertai stempel dari dokter yg bersangkutan. Clear..!

Begitu saya ingin melakukan klaim Asuransi ternyata baru saya sadari bahwa stempel dokter yg tertera tidak tertulis no SIP atau surat ijin praktek, tapi bukan disini masalahnya karena saya tau track record dokter ini adalah lulusan universitas Negeri bergengsi dan sudah banyak pengalaman dalam dunia kedokteran khususnya THT. Yahhh..paling tertulis di kartu namanya saja...FIne...No Problem.


Kemudian saya telfon ke RS untuk meminta bantuan bagaimana jalan yg paling baik untuk membantu saya agar saya bisa mendapatan informasi yg saya perlukan. Akhirnya saya disuruh untuk meminta info kepada sekretaris RS yg bernama Fifi karena menurut yg menyuruh saya, hanya di beliau ini semua data dokter disimpan. Setelah dioper via telfon ke ibu Fifi, Ibu Fifi berjanji akan membantu tapi tidak langsung pada saat itu juga karena harus mencari data dokter yg bersangkutan. Saya setuju dan sepakat untuk menghubungin beliau kembali setelah jam makan siang karena jam menunjukkan sekitar jam 10 pagi.

Akhirnya sekitar pukul 13.30 saya hubungi ibu Fifi, namun beliau tidak ada ditempat (sebagai info tambahan bahwa ibu Fifi ini hanya ada dari jam 10 pagi s/d jam 3 sore tiap harinya). Lalu saya telf sekitar 3x yg terakhir jam 3, tetap saja tidak ada.

Ya sudah..barangkali beliau memang ada kerjaan dadakan diluar kantor..No Problem.


Besoknya (hari ini) saya telf kembali untuk minta disambungkan ke ibu Fifi sekitar pukul 10.15 pagi dan dijawab tidak ada ditempat. Ya sudah..tidak apa-apa. Kemudian sekitar satu jam kemudian saya telf kembali untuk hal yg sama, tetap saja tidak ada dan telfon menjadi dioper ke bagian receptionis yg sebelumnya yg saya tahu diangkat dibagian Customer Service. Masalah yg cukup mengagetkan dimulai disini...saat saya katakan keperluan saya mencari ibu Fifi, bagian Receptionis yg bernama Sbaik dengan nada setengah membentak berkata .."Kalau cari Fifi jangan kemari pak!"..

Saya kaget setengah mati! Dalam hati saya berguman "Saya tidak pernah meminta Dioper ke bagian Anda pak sbaik!"

Saat saya ingin menjelaskan, langsung saja main oper tanpa ba bi bu ke nomer ibu fifi...

Karena tidak juga diangkat..akhirnya kembali ke bapak sbaik dan dikatakan oleh Bapak sbaik bahwa ibu Fifi tidak ada..

yah akhirnya saya jelaskan ke bapak sbaik bahwa saya tidak pernah minta dihubungkan ke dia, dan saya katakan bahwa beliau sebagai receptionis tidak selayaknye memperlakukan Pasien dengan nada yg tidak menyenangkan ..dengan nada baik baik saya beri tahu. Konyolnya bukan sadar akan kesalahannya, tidak ada satupun kata permohonan maaf .. dan saat saya ucapkan terima kasih dan selamat siang..beliau mengucap dengan nada yg agak tinggi "TERIMA KASIH KEMBALI PAK!"

Ah, tidak elegan kalau saya menelfon kembali untuk meladeni dengan kemarahan saya karena puasa saya bisa bisa batal.


Akhir kata saya kecewa sekali sebagai salah satu pelanggan tetap RS THT Proklamasi. Tolong kepada pihak RS untuk bisa lebih memberikan Trainning kepada recepsionisnya dan fahami bahwa beliau adalah Duta dari RS yg bersangkutan.

Spoiler for :



Demikian curhat saya

TTD
Pasien yg kecewa
Diubah oleh alfwolfgang
Thread sudah digembok
mgkn dia lg sensi apa dpt thr gak taun ini gan emoticon-Big Grin
Post ini telah dihapus oleh e-New
parah tuh si sbaik, lagian kenapa juga sbaik bilang "kalo cari fifi jangan kemari?" seolah2 fifi itu orng yg dia gak suka.
pertanyaan tambahan, kemanakah bu fifi?
Quote:


Saya sih tidak mempermasalahkan tidak adanya ibu Fifi. Namanya juga kerja, apalagi sekretaris yg sering disuruh ini itu oleh boss langsung.

Yang aneh kan kalau Frontline yaitu Receptionis bisa2nya mengucapkan perkataan seperti itu ditelfon. Harusnya kalau lagi mangkel atau suasana hati ngga enak, yah redam dulu saat angkat telfon atau berkomunikasi khususnya dengan tenant, pelanggan atau pasien.

Setelah itu mau ngamuk2 sendirian ditempat sepi yah silahkan, cari saja pelampiasannya selama jangan mengorbankan kenyamanan pelanggan.

Alangkah baiknya anda tidak menampilkan nama dokter di foto klaim anda Sedangkan nama pasien anda hapus dengan coretan. Sang dokter juga mempunyai hak untuk tidak diekspos gan, toh anda sendiri tidak memiliki masalah dengan sang dokter bukan?. semoga usul saya berkenan.
Diubah oleh bramant
Post ini telah dihapus oleh e-New
Mungkin dia lelah pak...
Klo udah kyk gtu ane udah nyemprot balik pak...hehehehe...
Quote:


itu hanya ulah satu orang. lebih baik tidak perlu kita tanggapi. perkara sepele. sing penting dokumen yang anda butuhkan sudah anda dapatkan.
kalau begituan dimasukne ati wah iso rugi dewe.
Quote:


Terima kasih masukannya Gan
Tapi cobalah berfikir dari sisi lain (Implikasi) dari yg agan sebut "cuma" satu orang.

Satu Orang recepsionis jelas berhubungan tidak hanya dengan saya saja sebagai pihak yg membutuhkan pelayan, tapi ratusan mungkin ribuan kalau kita akumulasi dari hari ke hari. Tentu implikasi ini tidak bisa dianggap remeh.

Pointnya bukan dapat atau tidaknya dari apa yg saya butuhkan sebagai pasien RS, tapi proses untuk mendapatkan Hak saya yg menjadi masalah. Proses yg membuat kesal bisa membuat siapapun kapok dan tentu saja merugikan bagi pihak RS.

Keluarga inti saya saja berjumlah 4 orang, artinya dari keluarga saya saja sudah kehilangan pasien potensial yg berjumlah 4 pasien blm lagi pasien2 lain yg memilih diam tapi kapok dan tidak akan kembali.

Tentu tidak bisa dibenarkan kalau penumpang pesawat komersil tidak dilayani baik oleh maskapai yg bersangkutan dengan pembenaran/Alasan slogan YANG PENTING SAMPAI TUJUAN ..
Baca:ini cuma analogi

Post ini telah dihapus oleh e-New
Post ini telah dihapus oleh e-New
Quote:


kita tidak dapat mengendalikan sikap manusia. Bisa saja oknum tersebut hatinya sedang kesal (entah karena apa) sehingga dia bersikap seperti itu.

saya rasa orang2 seperti oknum tersebut biasanya tidak bekerja lama karena di semua usaha ada penilaian per department. apalagi jika ada email keluhan dari klien, sangat bisa terancam posisinya.

kalau saya jadi anda sejauh dia tidak main fisik/ rasialis its no big issue. masih banyak pekerjaan kita yang lain daripada kita menghadapi orang seperti itu.
Post ini telah dihapus oleh e-New
coba keluhan langsung ke RS nya gan, supaya ke depannya mereka ada perbaikan. sayang karena sbaik setitik rusak pasien 1 RS emoticon-Cape d... (S), ane sebagai pemilik usaha juga berusaha menjaga betul tingkah laku karyawan supaya jangan sampe ada yang kesal customer2 ane
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di