- Beranda
- Komunitas
- Pilih Capres & Caleg
Cerdasnya Pendukung PRABOWO
TS
erwan20
Cerdasnya Pendukung PRABOWO
Quote:
ANEH TAPI NYATA, ketemu orang yang mendukung Prabowo kalau ditanya apa dasarnya mendukung malah tidak tahu tentang Prabowo. Tidak mengenal riwayat atau track recordnya. Pilihan kepada Prabowo itu anehnya karena hal-hal negatif tentang Jokowi yang merupakan informasi kampanye hitam. Hal ini berdasarkan pengamatan saya sendiri kalau ada kesempatan berbincang tentang Pilpres dengan siapa saja yang saya coba cek pilihannya. Ternyata anak saya yang SMA pun punya pengamatan jeli tentang debat pilihan ini dengan kawan-kawannya. Menurut anak saya pun begitu, pendukung Prabowo tidak punya info tentang Prabowo tapi malah menggunakan info kampanye hitam tentang Jokowi.
Tulisan ini saya beri judul “Cerdasnya Para Pendukung Prabowo” karena mereka rajin menyebut “bodoh” kepada pendukung Jokowi. Silakan saja nilai dan bedakan antara kecerdasan pendukung Prabowo dengan kebodohan pendukung Jokowi.
***
Beberapa argumen untuk memilih Prabowo yang saya dan anak saya amati, terutama berdasarkan kampanye hitam tentang Jokowi berikut ini:
1. Jokowi itu pernah Kristen, namanya Hebertus Jokowi Widodo. Padahal ini jelas-jelas informasi fitnah dan kampanye hitam.
2. Jokowi itu tidak shalat. Waduuuuh, segitu banyaknya foto Jokowi sedang menjadi imam shalat. Kenapa agama dan shalatnya Jokowi dan keluarganya melulu yang disoroti ya? Memangnya agama dan shalatnya Prabowo gak perlu disoroti? Ini kok mengada-ada jadinya.
3. Jokowi itu tidak tegas karena boneka Ibu Megawati. Lho, emangnya tegas itu harus galak dan main tempeleng kayak tentara? Jokowi itu kalem dalam ketegasannya tapi tak mau pantang menyerah mereformasi birokrasi di DKI, mengembangkan mekanisme keterbukaan anggaran yang pasti ditentang para PNS korup, menertibkan dan memanusiakan PKL, membangun rusun untuk rakyat, dsb. dsb. walau resistensi tinggi? Hanya orang yang tegas dan kuat dalam prinsip punya keberanian melakukan hal-hal seperti itu…. Makanya pernah terpilih sbg salah satu walikota terbaik di dunia…. dan jadi salah satu pemimpin yang saat ini populer di mata dunia….
4. Jokowi itu didukung Amerika dan kapitalis asing. Ketinggalan berita sih, siapa yang berani marah sama World Bank saat memberi bantuan kepada DKI tapi terlalu bawel? Cuma Jokowi yang berani tidak menjilat pantat asing.
5. Jokowi itu haus kekuasaan karena belum selesai di Solo, loncat ke DKI, dan kemudian nyapres. Lho, lho, lho, Jokowi dicapreskan karena tuntutan dari masyarakat kok, bukan ambisi pribadinya. Ya, Ibu Mega harus merespon gerakan dan aspirasi rakyat itu meskipun dengan proses panjang dan akhirnya memang harus mencalonkan Jokowi. Kalau enggak, rakyat marah donk sama ibu Mega. Lagipula, kalau Jokowi jadi presiden kebijakan publik yang pro rakyat dan reformasi birokrasi akan diterapkan di seluruh Indonesia kan?
***
Ketika saya mencoba untuk meminta penjelasan pada orang yang mendukung Prabowo biasanya malah menghindari penjelasan, kikuk, malu-malu dan kalau pun akhirnya menyampaikan pendapatnya ternyata berita fitnah di atas yang jadi kutipan. Padahal orangnya berpendidikan tinggi dan kelas menengah. Aneh banget. Lho, katanya pendukung Prabowo itu dari kalangan lebih berpendidikan, kelas menengah dan orang kota itu lebih cerdas dan rasional, tapi kok malah menelan berita fitnah bulat-bulat ya…. Artinya, kemampuan dan kesukaan masyarakat untuk mencari/menyerap informasi yang ini malah masih sebatas gosip ketimbang informasi/berita yang lebih substantif…..
Sebaliknya kalau saya ketemu dengan orang yang mendukung Jokowi lebih vokal, percaya diri, semangat memberi penjelasan, dan punya informasi mengapa mendukung Jokowi. Sangat mengagumkan masyarakat ini bahkan menelusuri track record Jokowi sejak menjadi walikota Solo, serta segala kiprahnya yang ‘heboh’ di DKI bersama Ahok karena menerapkan reformasi birokrasi tanpa ampun. Bahkan Jokowi bisa menang di Pilkada DKI saja menunjukkan bahwa masyarakat tidak buta dan tuli. Mereka menyimak dan memahami kepribadian Jokowi dari perjalanannya sebagai walikota, gubernur, sampai akhirnya nyapres karena tuntutan masyarakat banyak kepada Megawati.
Ketika menjadi walikota di Solo, saat Jokowi menerapkan reformasi birokrasi yang akan memberangus korupsi dan pungutan liar antara lain dalam pembuatan KTP dan KK, bila ada lurah atau camat menyampaikan pendapat bahwa sistem baru itu sulit atau tidak mungkin, tanpa basa-basi lurah dan camat itu akan diganti. Kita semua tentunya tahu betapa ‘perlawanan’ sengit dari orang-orang yang mengambil keuntungan dari birokrasi yang korup di Jakarta dihadapi Jokowi dengan dingin, kompak bersama Ahok. Keduanya bagaikan pasangan ‘pendekar pembela kebenaran’ sehingga popular bagi masyarakat yang merasa dibela. Bahkan masyarakat yang tergusur pun menyadari dasar-dasar yang baik dari hal itu.
Itulah bedanya. Pendukung Jokowi memilih Jokowi karena hal-hal baik yang mereka percaya ada dalam diri Jokowi. Bukan berarti Jokowi itu super atau sempurna. Kebohongan yang melecehkan kalau pendukung Jokowi menganggapnya seperti nabi. Jokowi itu sosok yang rendah hati dan peduli, itu saja yang menjadi intuisi dan ikatan bathin bagi masyarakat yang memilih Jokowi.
***
Pendukung Prabowo hanya vokal di dunia maya, tapi kalau di dunia nyata bagaimana? Belum pernah tuh ketemu warga masyarakat pendukung Prabowo yang sevokal dan seantusias pendukung Jokowi. Masyarakat pendukung Jokowi itu dibayar juga enggak tapi nyerocos terus tentang Jokowi. Apalagi kalau ibu-ibu kader yang biasa berorganisasi seperti di Posyandu atau PKK. Wah, pro aktif sekali dalam mendukung Jokowi.
Pendukung Jokowi itu bangga dan tidak malu-malu menggunakan atribut dukungan kepada Jokowi seperti kaos, pin, atau stiker. Beli pun mau.
Pendukung Prabowo hanya vocal di dunia maya. Pendukung Prabowo yang agresif dalam menggunakan media social itu apakah masyarakat biasa ataukah tim cyber yang dibentuk dan dilatih khusus? Apa pun, modus mereka yang agresif dan penuh fitnah dalam berkampanye, membuat bathin masyarakat pendukung Jokowi semakin tak goyah pada pilihannya. Bahkan yang semula apatis pun terhadap Pilpres bisaa menilai bahwa tokoh-tokoh pendukung Jokowi itu merupakan figur-figur dengan reputasi baik, dan di kalangan warga masyarakat para pendukung Jokowi lebih mempunyai argumentasi dan real warga masyarakat apa adanya, ya akhirnya tahu juga mana pilihan yang lebih baik.
Sumur
Tulisan ini saya beri judul “Cerdasnya Para Pendukung Prabowo” karena mereka rajin menyebut “bodoh” kepada pendukung Jokowi. Silakan saja nilai dan bedakan antara kecerdasan pendukung Prabowo dengan kebodohan pendukung Jokowi.
***
Beberapa argumen untuk memilih Prabowo yang saya dan anak saya amati, terutama berdasarkan kampanye hitam tentang Jokowi berikut ini:
1. Jokowi itu pernah Kristen, namanya Hebertus Jokowi Widodo. Padahal ini jelas-jelas informasi fitnah dan kampanye hitam.
2. Jokowi itu tidak shalat. Waduuuuh, segitu banyaknya foto Jokowi sedang menjadi imam shalat. Kenapa agama dan shalatnya Jokowi dan keluarganya melulu yang disoroti ya? Memangnya agama dan shalatnya Prabowo gak perlu disoroti? Ini kok mengada-ada jadinya.
3. Jokowi itu tidak tegas karena boneka Ibu Megawati. Lho, emangnya tegas itu harus galak dan main tempeleng kayak tentara? Jokowi itu kalem dalam ketegasannya tapi tak mau pantang menyerah mereformasi birokrasi di DKI, mengembangkan mekanisme keterbukaan anggaran yang pasti ditentang para PNS korup, menertibkan dan memanusiakan PKL, membangun rusun untuk rakyat, dsb. dsb. walau resistensi tinggi? Hanya orang yang tegas dan kuat dalam prinsip punya keberanian melakukan hal-hal seperti itu…. Makanya pernah terpilih sbg salah satu walikota terbaik di dunia…. dan jadi salah satu pemimpin yang saat ini populer di mata dunia….
4. Jokowi itu didukung Amerika dan kapitalis asing. Ketinggalan berita sih, siapa yang berani marah sama World Bank saat memberi bantuan kepada DKI tapi terlalu bawel? Cuma Jokowi yang berani tidak menjilat pantat asing.
5. Jokowi itu haus kekuasaan karena belum selesai di Solo, loncat ke DKI, dan kemudian nyapres. Lho, lho, lho, Jokowi dicapreskan karena tuntutan dari masyarakat kok, bukan ambisi pribadinya. Ya, Ibu Mega harus merespon gerakan dan aspirasi rakyat itu meskipun dengan proses panjang dan akhirnya memang harus mencalonkan Jokowi. Kalau enggak, rakyat marah donk sama ibu Mega. Lagipula, kalau Jokowi jadi presiden kebijakan publik yang pro rakyat dan reformasi birokrasi akan diterapkan di seluruh Indonesia kan?
***
Ketika saya mencoba untuk meminta penjelasan pada orang yang mendukung Prabowo biasanya malah menghindari penjelasan, kikuk, malu-malu dan kalau pun akhirnya menyampaikan pendapatnya ternyata berita fitnah di atas yang jadi kutipan. Padahal orangnya berpendidikan tinggi dan kelas menengah. Aneh banget. Lho, katanya pendukung Prabowo itu dari kalangan lebih berpendidikan, kelas menengah dan orang kota itu lebih cerdas dan rasional, tapi kok malah menelan berita fitnah bulat-bulat ya…. Artinya, kemampuan dan kesukaan masyarakat untuk mencari/menyerap informasi yang ini malah masih sebatas gosip ketimbang informasi/berita yang lebih substantif…..
Sebaliknya kalau saya ketemu dengan orang yang mendukung Jokowi lebih vokal, percaya diri, semangat memberi penjelasan, dan punya informasi mengapa mendukung Jokowi. Sangat mengagumkan masyarakat ini bahkan menelusuri track record Jokowi sejak menjadi walikota Solo, serta segala kiprahnya yang ‘heboh’ di DKI bersama Ahok karena menerapkan reformasi birokrasi tanpa ampun. Bahkan Jokowi bisa menang di Pilkada DKI saja menunjukkan bahwa masyarakat tidak buta dan tuli. Mereka menyimak dan memahami kepribadian Jokowi dari perjalanannya sebagai walikota, gubernur, sampai akhirnya nyapres karena tuntutan masyarakat banyak kepada Megawati.
Ketika menjadi walikota di Solo, saat Jokowi menerapkan reformasi birokrasi yang akan memberangus korupsi dan pungutan liar antara lain dalam pembuatan KTP dan KK, bila ada lurah atau camat menyampaikan pendapat bahwa sistem baru itu sulit atau tidak mungkin, tanpa basa-basi lurah dan camat itu akan diganti. Kita semua tentunya tahu betapa ‘perlawanan’ sengit dari orang-orang yang mengambil keuntungan dari birokrasi yang korup di Jakarta dihadapi Jokowi dengan dingin, kompak bersama Ahok. Keduanya bagaikan pasangan ‘pendekar pembela kebenaran’ sehingga popular bagi masyarakat yang merasa dibela. Bahkan masyarakat yang tergusur pun menyadari dasar-dasar yang baik dari hal itu.
Itulah bedanya. Pendukung Jokowi memilih Jokowi karena hal-hal baik yang mereka percaya ada dalam diri Jokowi. Bukan berarti Jokowi itu super atau sempurna. Kebohongan yang melecehkan kalau pendukung Jokowi menganggapnya seperti nabi. Jokowi itu sosok yang rendah hati dan peduli, itu saja yang menjadi intuisi dan ikatan bathin bagi masyarakat yang memilih Jokowi.
***
Pendukung Prabowo hanya vokal di dunia maya, tapi kalau di dunia nyata bagaimana? Belum pernah tuh ketemu warga masyarakat pendukung Prabowo yang sevokal dan seantusias pendukung Jokowi. Masyarakat pendukung Jokowi itu dibayar juga enggak tapi nyerocos terus tentang Jokowi. Apalagi kalau ibu-ibu kader yang biasa berorganisasi seperti di Posyandu atau PKK. Wah, pro aktif sekali dalam mendukung Jokowi.
Pendukung Jokowi itu bangga dan tidak malu-malu menggunakan atribut dukungan kepada Jokowi seperti kaos, pin, atau stiker. Beli pun mau.
Pendukung Prabowo hanya vocal di dunia maya. Pendukung Prabowo yang agresif dalam menggunakan media social itu apakah masyarakat biasa ataukah tim cyber yang dibentuk dan dilatih khusus? Apa pun, modus mereka yang agresif dan penuh fitnah dalam berkampanye, membuat bathin masyarakat pendukung Jokowi semakin tak goyah pada pilihannya. Bahkan yang semula apatis pun terhadap Pilpres bisaa menilai bahwa tokoh-tokoh pendukung Jokowi itu merupakan figur-figur dengan reputasi baik, dan di kalangan warga masyarakat para pendukung Jokowi lebih mempunyai argumentasi dan real warga masyarakat apa adanya, ya akhirnya tahu juga mana pilihan yang lebih baik.
Sumur
Spoiler for :
Dan akhirnya...
Mari kita bersama-sama berdoa untuk kemenangan Indonesia untuk INDONESIA HEBAT
Mari kita bersama-sama berdoa untuk kemenangan Indonesia untuk INDONESIA HEBAT



0
1.6K
Kutip
9
Balasan
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan