alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53ba39a3620881e41e8b4625/mengetahui-kanker-leher-rahim
MENGETAHUI KANKER LEHER RAHIM
Kanker leher rahim merupakan penyebab kematian nomor 2 pada wanita , khususnya di negara-negara berkembang. Pada tahun 2005 , menurut WHO setidaknya ada 500.000 kasus baru kanker leher rahim , dimana 90% diantaranya terjadi di negara berkembang. Sekitar 260.000 wanita (tahun 2005) meninggal karena penyakit ini dan sebagian besar (95%) terjadi di negara berkembang. Hal ini disebabkan akses sarana kesehatan yang terbatas dan deteksi dini untuk kanker leher rahim yang belum bisa menjangkau semua wanita. Terdapat beberapa faktor resiko untuk terjadinya kanker serviks yaitu : hubungan seksual pertama kali pada umur kurang dari 16 tahun , berganti-ganti pasangan seksual , merokok , ras , paritas yang tinggi (anak banyak) , sosial ekonomi rendah.

Penyebab kanker leher rahim adalah Human Papiloma Virus (HPV) yang transmisinya melalui kontak seksual ataupun dengan kontak kulit daerah genitalia dengan HPV. Diperlukan 10-30 tahun infeksi HPV untuk berkembang menjadi kanker leher rahim. Terdapat setidaknya 100 jenis virus HPV dan hanya sebagian kecil yaitu 18 jenis yang bisa menyebabkan kanker (onkogenik). Tipe terbanyak penyebab kanker adalah 16 , 18 , 31 , 33 , 35 , 45 , 52 , 58. Tipe 16 dan 18 bertanggung jawab terhadap setidaknya 70% kasus kanker leher rahim.

Tidak semua wanita yang terinfeksi HPV yang berisiko tinggi akan berkembang menjadi kanker serviks hanya 10% yang berkembang menjadi displasia serviks (lesi pre kanker) , dan hanya 8% diantaranya yang akan menjadi kanker serviks tahap awal.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Belum diketahui sepenuhnya , tetapi diyakini ada beberapa faktor yang berperan , diantaranya : jenis virus , infeksi yang bersamaan dengan beberapa tipe virus onkogenik lain , jumlah virus yang banyak , imunitas , paritas , merokok dan koinfeksi dengan agent penyakit menular seksual lainnya seperti : Herpes Simpleks tipe 2 , Klamidia , Trakomatis , GO , HIV.

Kanker Serviks diawali dengan lesi pre kanker/displasia pada sambungan squamouscollumnar pada serviks/leher rahim , yang selanjutnya sebagian akan berkembang menjadi kanker serviks. Terdapat 4 stadium kanker serviks berdasarkan penyebarannya. Penentuan stadium ini diperlukan untuk tatalaksana kanker serviks.

Skrining kanker serviks bertujuan untuk mendeteksi adanya perubahan dini yang abnormal yang terjadi pada sel serviks sebelum berkembang ke stadium yang lebih lanjut. Skrining sebaiknya dimulai dalam 3 tahun setelah hubungan seksual yang pertama dan dianjurkan paling sedikit melakukan skrining 1x dalam 3 tahun (bila hasil papsmear sebelumnya negative) tetapi lebih baik jika dilakukan setiap tahun. Skrining dapat dilakukan dengan papsmear konvensional atau dengan metode liquid based thin layer preparation dan computed automated readers. Disamping itu juga dapat menggunakan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

Pada awal terinfeksi HPV sampai stadium awal , umumnya tidak ditemukan adanya gejala klinis , untuk itulah diperlukan deteksi dini kanker leher rahim.

Adapun gejala klinis yang sering timbul pada kanker serviks adalah perdarahan setelah berhubungan badan (pasca senggama) , perdarahan di luar haid , perdarahan pada wanita yang sudah menopause , keputihan , penurunan berat badan , gangguan miksi dan gejala penyebaran ke organ lain di sekitar panggul.

Diagnosa pasti kanker serviks adalah dengan pemeriksaan histopatologis dari jaringan yang diperoleh dengan biopsi (pengambilan sebagian jaringan) terarah.

Terdapat 4 komponen penting dalam mengontrol kanker serviks/leher rahim , yaitu :
1. Pencegaha primer
Edukasi , implementasi mengubah perilaku , pengembangan dan pengenalan vaksin HPV yang efektif dan terjangkau , mengurangi rokok.
2. Deteksi dini
Program skrining , edukasi kepada tenaga kesehatan
3. Diagnosis dan pengobatan
Follow up terhadap pasien positif skrining untuk mendapatkan tatalaksana tepat , pengobatan lesi pre kanker , pengobatan kanker invasive.
4. Pengobatan paliatif
Pengobatan mengatasi gejala pada stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan , dukungan keluarga. Vakin HPV yang sekarang beredar di masyarakat merupakan salah satu pencegahan primer , walaupun tidak memproteksi 100% (hanya 80%) , karena mencegah infeksi tipe tertentu (14 tipe). Oleh sebab itulah maka skrining kanker leher rahim tetap harus dilakukan pada mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi kanker serviks.

Sumber : Dr. Yuma Sukadarma , SpOG
Nih gan ane ada artikel soal kanker rahim, semoga bisa berguna emoticon-Smilie

Quote:P.S : di UDoctor Indonesia itu bisa curhat sama dokter kita loh soal kesehatan, soalnya di UDoctor Indonesia artikel soal kesehatan ada, sharing soal kesehatan juga bisa , mau curhat soal kesehatan bisa, gratis pula emoticon-Big Grin

Kanker Serviks
Kanker/Neoplasma, Kesehatan Wanita
Senin, 02 Maret 2015

Apa Itu Kanker Serviks ?

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita di dunia. Penyebab dan faktor resiko kanker serviks ini adalah terinfeksi HPV (Human Papilloma Virus) dari penularan hubungan seksual, sering berganti pasangan, berhubungan intim di usia dini (resiko tertinggi jika berhubungan di bawah usia 16 tahun), keturunan kanker, merokok dan penggunaan pil hormonal dalam jangka waktu yang lama, lebih 10 tahun.

Gejala kanker serviks yang tersering adalah :
1. Pendarahan vagina
2. Rasa nyeri saat berhubungan
3. Sakit punggung dan pinggang (pelvic pain)
4. Sakit saat buang air kecil dan air seni keruh
5. Keputihan dengan darah

Kanker serviks ini dapat didiagnosa setelah dilakukan pemeriksaan pap smear, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pap smear merupakan prosedur pengambilan sampel dari mulut rahim untuk melihat sel serviks. The Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) telah mengklasifikasikan kanker serviks berdasarkan menjadi stadium awal kanker (CIN I hingga III). Setelah sel-sel di serviks berubah menjadi kanker, ditentukan pula sebagai stadium 0 (dimana kanker masih terisolasi pada area kulit) hingga stadium akhir 4B (dimana telah terjadi penyebaran kanker pada organ tubuh lain).

MENGETAHUI KANKER LEHER RAHIM

Pada tahap stadium 1, pasien dapat diberi pengobatan melalui prosedur bedah konservatif untuk wanita yang ingin hamil lagi, sementara yang lain dianjurkan mengangkat seluruh organ uterus dan serviks. Kanker pada stadium awal dapat diobati melalui prosedur histerektomi radikal yaitu (pengangkatan seluruh uterus) dengan pengangkatan kelenjar getah bening. Terapi radiasi dengan atau tanpa kemoterapi juga dapat diberikan setelah prosedur pembedahan untuk mengurangi resiko kembalinya kanker. Kanker berstadium lanjut (stadium 2B hingga 4B) harus dirawat dengan terapi kemo-radiasi. Beberapa vaksin HPV telah dikembangkan secara efektif dan dapat melindungi dari kanker serviks hingga 70-85%.

POGI (Persatuan ahli Obstetric dan Ginekologi Indonesia) menyarankan pemberian vaksin ini sejak anak usia 10 tahun atau pada wanita yang belum aktif secara seksual sebagai langkah pencegahan. Kanker serviks ini dapat sembuh hingga 92% jika terdeteksi dini atau masih di stadium 1.
Penyusun : dr. Adibah
Editor : dr. Rena Winasis
- See more at: http://udoctor.co.id/kankerneoplasma....ORT0H6Pl.dpuf