CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Kecewa terhadap pelayanan cabin crew Garuda akhir akhir ini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53ae324814088dc2738b4586/kecewa-terhadap-pelayanan-cabin-crew-garuda-akhir-akhir-ini

Kecewa terhadap pelayanan cabin crew Garuda akhir akhir ini

Yth. Garuda Team,

Saya GFF member # 901528795

Saya terus terang kecewa dengan standar pelayanan Garuda akhir-akhir ini…
Pramugari Garuda jika diminta tolong sesuatu selalu memberikan muka yang tidak tulus dan terkesan tidak senang..

Puncaknya ada dua kejadian yang saya alami hanya berselang satu hari…

1. Saya terbang dari CGK ke KUL dengan GA 818, hari Kamis 26 Juni 2014, duduk di Seat 21H

Sewaktu makanan datang dan ditanya mau minum apa, saya minta red wine.. Dijawab oleh mbak Pramugari-nya bahwa di flight ini TIDAK TERSEDIA red wine.. Saya penasaran dan balik bertanya apakah betul tidak ada, karena biasanya penerbangan internasional selalu ada.. Mbak Pramugari menjawab dengan diplomatis bahwa pada flight ini memang tidak ada dan biasanya red wine hanya ada di selected flights…

Okay lah pikir saya, meski masih bingung… Selang agak lama setelahnya (lebih dari 30 menit) sewaktu sudah dekat landing, saya ingin ke toilet.. Sewaktu sedang jalan menuju toilet, saya melihat ada penumpang lain di barisan belakang yang sedang menikmati minuman red wine.. Saya langsung bicara dengan mbak Pramugari yang tadi dan dia menjawab dengan entengnya “oh ternyata ada pak red wine-nya di belakang…..”



2. Saya terbang dari SIN ke CGK dengan GA 837, hari Jumat 27 Juni 2014, duduk di seat 45C

Sebelum terbang, ada kertas customer feedback di bangku saya dan lalu saya isi dengan menceritakan kejadian di nomor 1 diatas dengan GA818… Setelah saya tulis di kertas feedback, kertas tersebut saya lipat dan saya segel layaknya amplop surat (Ada lem di ujungnya)… Datanglah saat makan malam… Ternyata makanannya dua-duanya menunya SEAFOOD, dan saya ALERGI seafood.. Perlu diketahui sebelum ke airport Changi saya ada meeting yang melar dari jadwal dan saya tidak sempet makan malam sebelum naik pesawat, dengan pikiran saya “toh nanti akan dapat makan di pesawat”…

Lalu saya complain ke salah satu pramugara mas-mas yang ada dan menanyakan kenapa kok menunya dua-duanya seafood.. Lalu saya menanyakan apakah ada sisa menu di Business class jika memang menunya bukan seafood.. Mas-mas ini menjawab dengan yakin “maaf pak tidak ada sisa makanan sama sekali karena penumpangnya semua penuh”…..

Langsung saya menuliskan tambahan feedback di kertas yang sudah saya lipat dan segel… tidak bisa dibuka lagi maka saya tulis di luar kertas….

Kertas feedback tersebut lalu saya titipkan ke salah satu pramugari…

Tidak lama sesudahnya datang ibu-ibu pramugari yang berbaju Ungu… Beliau menawarkan sisa makanan dari business class yang ternyata menunya sapi..

Baru setelah saya menuliskan komplain di kertas feedback lah, mereka berusaha mencarikan makanan lain selain seafood...

Saya kaget karena mas-mas tersebut sebelumnya langsung menjawab dengan yakin bahwa tidak ada sisa sama sekali.. Lalu tawaran ibu tersebut saya tolak dengan sangat halus karena saya sudah terlanjur kecewa..

Saya berkata “Bu, terimakasih sekali ibu sudah baik menawarkan, akan tetapi maaf saya tolak saya sudah terlanjur kecewa.. dan bahkan harusnya Mas-mas tersebut lah yang datang meminta maaf kepada saya, bukan ibu”



Tidak lama sesudah itu Mas-mas tersebut datang ke kursi saya dan langsung bertanya dengan gamblang: “Bapak complain terhadap saya ya Pak?”. Wow, beginikah cara pramugara Garuda menghadapi complain? Dia lalu membela diri dengan mengatakan bahwa dia tidak cek lagi bahwa ternyata ada sisa kelebihan makanan…



Apakah yang bisa saya lakukan seandainya saya di posisi Garuda?

1. Untuk mbak Pramugari di kasus nomor 1, jika saya care dan empati dengan pelanggan, sebaiknya tidak langsung menjawab tidak ada, tetapi berusaha mencarikan, dan begitu tahu dan sadar bahwa ternyata red wine ada, saya akan kembali ke kursi pelanggan yang tadi minta red wine, dan berkata “maaf Pak saya salah, ternyata red wine-nya ada. Apakah Bapak masih mau?”

2. Untuk mas-mas Pramugara di kasus nomor 2, jika saya care dan empati dengan pelanggan, begitu tahu ada pelanggan tidak bisa makan sama sekali karena alergi seafood, saya akan berusaha sebisa mungkin mencarikan makanan alternative, bukannya langsung menjawab tidak ada dan tidak mencarikan… kok malah ibu berbaju ungu yang minta maaf dan bilang bahwa makanannya ada? Dan jangan langsung tidak terima atas complain dan kalimat pertama malah “Saya dengar Bapak complain terhadap saya ya?”… kok malah ofensif ke pelanggan…

3. Tolong ke depannya menu untuk makanan jangan dua-duanya seafood.. sepanjang saya naik Garuda dari dulu sampai sekarang, jarang ada kasus pilihan makanan seperti ini…


Moral of the story: Jika memang pramugara dan pramugari Garuda lebih care dengan pelanggan dan empati dan mempunya niat untuk menservis pelanggan layaknya raja, maka kasus-kasus diatas tidak akan terjadi…


Saya jadi teringat sewaktu pulang dari Korea Selatan di awal tahun baru 2014 ini, setelah liburan akhir tahun.. Terbang dengan Asiana.. Saya menolak kedua pilihan makanan yang ditawarkan karena dua-duanya makanan Korea dan saya saat itu jenuh dengan makanan Korea sesudah liburan disana.. Pramugari berkali kali menanyakan apakah tidak apa-apa jika saya tidak makan? Dengan muka tulus dan simpati.. Saya jawab tidak apa-apa saya tidak usah makan…
Dan tahukah anda, akhirnya pramugari tersebut setelah beberapa saat, kembali menemui saya dan memberikan saya jatah makanan dia, yang saat itu chicken steak (western food)..
Saya sangat terkesan dan terharu melihat betapa pramugari tersebut simpati dan peduli dengan saya sampai mencarikan solusi terbaik yang bisa dia lakukan, tanpa harus diminta…
Sampai saat ini, itu merupakan pengalaman positif saya yang terakhir di pesawat

Terimakasih dan semoga bermanfaat untuk renungan..
Terlampir bukti otentik kertas feedback saya…

Salam,
# 901528795

Spoiler for kertas feedback:



ada tanggapan dari Garuda.. Saya sudah reply, bahwa keluhan ini ada di kaskus (link saya copy di email), juga sudah submit ke surat pembaca kompas online dan detik online...

Kecewa terhadap pelayanan cabin crew Garuda akhir akhir ini
Diubah oleh e-New
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 3
wah kalo penumpangnya suka rewel makanan ya repot juga ya.

ada baiknya penumpang menghubungi call center sblm flight utk request menu (mis. halal, vegetarian, ato alergi) karena jatah makanan cadangan on-flight gak tentu dan gak selalu ada.

Tapi yang masalah sih sikapnya pramugari dlm menyelesaikan masalah. harusnya bisa lebih baik. pramugari GA rata2 uda senior dan berumur. harusnya sih lebih pengalaman dan sabar hadapin pemumpang, tp kebanyakan skrg jutek, sok2 senior, bikin sakit mata aja..

ane sih demen airasia gan. pramugarinya masih seger2.. biar kate jutek pun masih sedap dipandang
Diubah oleh beta.eneloop
sebenernya masalah kecil.
tapi pelanggan minta diistimewakan.
emang gak salah sih kalo pramugari dan paramugara bisa berbuat lebih ya silahkan.
tapi kalo saya pribadi sudah memaklumi servis pramugari tsb. buktinya mereka masih ingat untuk carikan makanan non seafood tapi TS menolak hanya karena alasan sudah dibilang habis. sebenernya menurut saya ini udah nilai plus lho mereka masih bisa carikan makanan ini.

kustomer adalah raja tapi sebaiknya terapkan saling pengertian dan saling menghormati.

paramugara datang menanyakan ke TS soal komplain, disini kita gak tau bahasa tubuh dan kata2nya kasar atau tidak, bisa jadi pramugara cuma mau konfirmasi komplennya kenapa dsb.

ingat lho pramugari tuh kerja seharian dari pagi. ikut terbang terus.
Quote:


mungkin di sini masalahnya TS naik business class emoticon-Matabelo.
kalo economy class mungkin TS bisa maklum gtu emoticon-Ngakak
Quote:


TS naik economy class,
tujuan perjalanannya baru business
Quote:


klo penerbangan internasional pramugarinya stay setelah mendarat jadi gak kerja seharian. lalu kalau misalkan iba karena kasian pramugarinya cape itukan resiko dari pekerjaan. mana ada kerja yg gak cape-_- . lagian gaji pramugari tuh gak kecil kok.
Setuju ama TS.
Beberapa kali pengen bikin surat pembaca tentang Garuda Indonesia.
Bukan bermaksud menjelekan tapi sebagai masukan untuk meningkatkan pelayanan.

Kalo untuk domestik tetap pilihan no.1 buat Ane emoticon-Big Grin
Tapi kalo untuk internasional lebih pilih maskapai sebelah emoticon-Malu (S)
Bukan karena ga cinta Tanah air, tapi memang pelayanan jauh lebih baik.
Ane sempet coba beberapa penerbangan Garuda setelah mendapat predikat "World Best Economy".
Tapi tampaknya masih dibawah beberapa maskapai lain pelayanan di kelas ekonomi nya emoticon-Peace

Semoga ada pembesar Garuda Indonesia yang baca biar pelayanan bisa ditingkatkan.

Maju terus Garuda Indonesia...

emoticon-I Love Indonesia (S)
Diubah oleh ichalviking
udah sering baca toh kata2 : 'thinking outside the box' ?
utk siapapun yang kerja di bidang jasa , mungkin 'doing outside the box' emoticon-Smilie

saya pernah naik Qantas MEL-CGK semasa saya masih kuliah, 20 taon yang lalu, pas di bulan Ramadhan.
Apa dinyana, terbang di saat matahari masih benderang.
Tentu , sebagai seorang muslim, saya tolak meal nya, sambil bilang bahwa saya puasa emoticon-Smilie

Satu jam sebelum 767 QF yang saya tumpangi tsb. touch down di Soekarno-Hatta Int'l, cabin crew datang ke seat saya sambil kasih box berisikan meal di penerbangan tsb. utk saya bawa turun. Padahal, saya ngga minta lho emoticon-Big Grin
Isi boxnya banyak lho, mungkin banyak jatah sisa.

Walhasil, lumayan buat makan malem hari itu emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Setuju dengan TS
Bukan ga bilang pramugari cape dll, kerjaa pasti semua cape
Tapi ada "professional"
Istilahnya anda puas kami lemas
Kaskuser di fjb aja pd berlomba lomba kasih service kaya gitu, masa Garuda kasihnya cuma kaya gitu ga mau ngecek2 dulu?
Saya menilai TS ga berlebihan dalam komplen
Saya aja baru naik garuda utk domestik, sy nyengir, keponakan saya yg umurnya 16 tahun dipanggil ibu, sementara saya tantenya dipanggil mbak
Saya sih melihatnya bukan karena keponakan saya terlihat tua, tapi mbak pramugarinya ga mau menengok jelas hanya melihat sosok perempuan, dipanggillah ibu
Kesalahan kecil tapi fatal apalagi utk kelas peamugari, yg tugas tanggung jawabnya lbh besar
Bukan hanya mengecek kembali red wine atau makanan non seafood
Kalau bgini, sy jg bertanya, arm cross door, dicek lagi ga yah sebelum take off
Ntar yg ada bilangnya sdh dicek, ga taunya beluuum, wadaow

Utk pramugaranya sih itu ofensif banget, walaupun mungkin kalimatnya ga persis seperti yg ditulis TS, tapi dasarnya, ga layak utk datang kembali menanyakan, lebih santunnya "mohon maaf bila ada tindakan atau perkataan saya tidak berkenan di bapak, saya memang keliru tidak mengecek kembali"
Diperlukan kerendahan hati sebagai bangsa yang besar

Semoga ada pembesat Garuda membaca
Sayang aja Nama Garuda Indonesia sdh sedemikian besar dan sayang aja rebranding Garuda yg sedemikian keren, sedikit demi sedikit terkikis

Buat ane garuda adl alternatif terakhir, kalo pada hari / jam / kota / negara yg diinginkan ga ada pilihan penerbangan lain.
Ngak heran garuda kalah sama maskapai dari luar, mentalnya masih mental begitu, dalam bekerja tidak sepenuh hati.
sudah dicoba kirim email langsung ke garuda gan? setau saya, garuda lumayan care bila ada komplain seperti ini. Apalagi TS pemegang GFF...
Quote:


Mereka baru mencarikan makanan pengganti setelah saya tulis komplain resmi di kertas feedback seperti foto terlampir..
Dan itu pun yang minta maaf pertama kali adalah pramugari berbaju ungu (paling senior)..

Yang saya tidak respek adalah sikap mas mas pramugara tersebut...

Meskipun mau konfirmasi komplain, tidak sewajarnya kalimat pembuka adalah "Bapak komplain terhadap saya ya?"

Saya kerja di Market Development yang mengharuskan saya berinteraksi dengan customers dan potential customers... bukan begitu kalimat pembuka menghadapi komplain...

Lebih baik jika diawali dengan maaf....

Quote:


Quote:


saya naik economy class dengan tujuan perjalanan business meetings..

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


kejadian berturut turut selang sehari ini lah yang menyebabkan saya terpanggil untuk menuliskan surat pembaca... Jauh sebelum ini sudah saya amati dan rasakan bahwa pelayanan cabin crew Garuda agak semena-mena..

Saya pernah menyaksikan seorang ibu sedang kesusahan menaruh barang di overhead luggage, yang menyebabkan antrian panjang di belakang ibu-ibu tersebut, salah satu pramugari datang dan membantu tetapi sambil semi memarahi ibu tersebut... miris..

masih banyak contoh lainnya...

mungkin Garuda sudah jumawa karena memenangi world's best economy airline, yang itupun hanya menurut Skytrax saja, yang itupun saya pertanyakan kok bisa bisanya menang....

Quote:


saya sudah email ke CS dari Garuda Miles... karena saya sudah googling, tidak ada email resmi untuk customer care dari Garuda... hanya ada kontak lewat website, meninggalkan pesan di box...

selain tulis disini, tulisan say alagi diproses untuk masuk surat pembaca detik dan kompas online...
ane rasa pramugaranya agak feminim ya gan emoticon-Malu (S)
Quote:


sensitif dan gampang tersinggung soalnya ya.. hahahahha
Quote:


ini bukti kalo pelayanan berkesan, bisa sampai diingat terus emoticon-Recommended Seller
Istilahnya ts di maskapai lain bisa dapat pelayanan yang profesional... kenapa tidak demikian dengan maskapai garud*a yang notabene maskapai yg tergolong respected di indonesia... ane herannya kenapa bisa ada penumpan yang dapat red wine tp pramugara.i nya bilang ke ts tidak ada, mungkin pramugara/i nya lagi benar2 malas kerja kali ya atau lagi ada masalah...
Bener agan ts.....

Pramugari Garuda, emang spesialis bilang gak ada.

Dua kali ane ngapain pengalaman kayak gitu.
Quote:


Quote:


Gan, terimakasih masukannya..
Menurut saya pribadi, kalau hospitality gitu, agak pantang bilang langsung gak ada jika masih ragu atau bahkan belum dicek....
Ternyata bukan ane aja ya gan yg ngerasa pramugari garuda nyolot?
Ane lumayan sering bolak balik jakarta - sydney menggunakan maskapai garuda..
Rata2 yg nyolot itu menurut ane yg pramugari seniornya gan (yg udah tua2), kalau yg muda2 malah baik menurut ane tp ada jg sih kadang yg nyolot..
Yah semoga dgn adanya surat pembaca ini pihak garuda ada yg menanggapinya ya gan & mengevaluasinya..

tanggapan dari Garuda....

ada tanggapan dari Garuda.. Saya sudah reply, bahwa keluhan ini ada di kaskus (link saya copy di email), juga sudah submit ke surat pembaca kompas online dan detik online...

Kecewa terhadap pelayanan cabin crew Garuda akhir akhir ini
Halaman 1 dari 3
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di