alexa-tracking

Fakta & Mitos Tidur

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53ac90661a99752d798b4598/fakta-amp-mitos-tidur
Fakta & Mitos Tidur
Kesibukan seringkali membuat tidur kita terganggu, atau tidak nyenyak. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang sering bekerja hingga larut malam, tetapi juga ibu rumah tangga yang harus merawat putra-putrinya. Namun kita sering mendengar mitos, sesuatu yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, mengenai tidur yang membuat kita memutuskan sesuatu. Misalnya, tidak apa-apa jika beberapa hari ini tidur kita kurang, toh hari Sabtu dan Minggu kita bisa tidur lebih banyak. Sering melakukannya? Agar tidak terjerumus dengan berbagai mitos seputar tidur ini, mari kita lihat apa yang sering kita dengar seputar tidur.
Benarkah orang tua tidur lebih sedikit dari anak-anak? Benarkah tidur siang berarti malas? Masalah tidur tak bisa dianggap remeh karena berdampak pada kualitas hidup seseorang. Berikut mitos dan fakta seputar tidur.

Mitos : Kualitas tidur menentukan umur seseorang 
Fakta : Tidur merupakan sepertiga bagian dari kehidupan manusia. Yang terjadi saat tidur akan berdampak ketika seseorang bangun. Demikian pula sebaliknya, apa yang terjadi saat kita terjaga dapat berpengaruh saat tidur.
Tidur mempengaruhi kualitas hidup seseorang, menentukan umur seseorang, dan berdampak pada kehidupan manusia. Contohnya, banyak kecelakaan lalu lintas disebabkan pengemudi yang mengantuk.
Tidur yang baik adalah tidur yang berkualitas baik. Kualitas tidur baik dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :
a. Lelap atau tidaknya tidur.
b. Frequent arrousal (sering terbangun di malam hari). Dalam hal ini bisa menyebabkan tubuh tidak segar.
c. Kadar oksigen dalam tubuh saat tidur. Saat tidur, terjadi pemulihan energi dan daya tahan tubuh, sel-sel kekebalan tubuh dibentuk, terjadi pembentukan sebagian hormon, seperti hormon pertumbuhan dan insulin.

Mitos : Kebutuhan tidur berkurang sejalan dengan bertambahnya usia 
Fakta : Ketika masih kecil, pasti ada di antara kita yang pernah melihat kakek atau nenek yang sudah bangun sebelum subuh kemudian membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan yang lezat. Kesannya seolah-olah orang tua tidak membutuhkan tidur sebanyak orang dewasa lainnya.
Manusia butuh tidur 6-8 jam sehari. Sebenarnya, orang tua membutuhkan tidur sama banyaknya dengan orang dewasa lainnya. Pola tidur mereka sering terganggu karena mereka sering terbangun di malam hari. Kendati demikian, jumlah tidur yang mereka butuhkan tidak berkurang dengan bertambahnya usia. Jika para orang tua bangun lebih pagi dari orang muda, itu karena mereka tidur relatif lebih cepat.

Mitos : Minuman beralkohol membantu agar dapat tidur lebih baik 
Fakta : Alkohol bukan cara tepat dan sehat untuk membantu agar tidur lebih baik. Orang yang sering mengonsumsi alkohol kualitas tidurnya rendah dan sering terbangun di malam hari (frequent arrousal). Terlalu sering terbangun di malam hari akan mengakibatkan badan tidak segar saat bangun tidur.

Mitos : Mendengkur tidaklah berbahaya 
Fakta : Mendengkur memang mengganggu, apalagi untuk pasangan yang sudah menikah. Ciri khasnya, orang yang mendengkur tangan dan kakinya biasanya bergerak-gerak saat tidur.
Dalam beberapa kasus mendengkur memang tidak membahayakan tetapi pada kasus-kasus tertentu merupakan tanda gangguan Obstructive Sleep Apnea, yaitu gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya napas pada saat tidur yang disebabkan oleh menyempitnya jalan napas secara berkala saat tidur.
Pada "sleep apnea" , kandungan oksigen berkurang sehingga mengganggu otak dan mengakibatkan terganggunya memori yaitu cepat lupa. Pusat emosi di otak mengakibatkan lebih emosional, depresi, sedih. Tekanan darah naik, jantung membesar, dan lebih mudah terkena jantung koroner. Penderita sleep apnea juga cenderung mengalami impotensi (42 persen masalah disfungsi pada pria disebabkan gangguan tidur).

Mitos : Ada sesuatu yang tidak beres jika tidak ingat akan mimpi Anda 
Fakta : Hal ini kurang tepat. Semua orang pasti pernah bermimpi, ada orang yang ingat akan mimpinya dan ada yang tidak ingat. Mimpi dapat terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu dimana kondisi mata bergerak-gerak cepat. Pada fase ini, seseorang mungkin ingat mimpinya.
Sementara itu, pada fase tidur Non REM (kondisi mata tenang), seseorang tidak ingat atau tidak bisa cerita mimpinya. Ada orang yang sering bermimpi dan juga yang tidak. Orang yang berpenyakit jiwa, semisal sadistik, sering tidak mengalami mimpi.

Mitos : Saya akan baik-baik saja jika hanya tidur selama 4 atau 5 jam 
Fakta : Memang betul ada orang-orang yang jumlah jam tidurnya hanya sedikit, yaitu hanya 4 atau 5 jam tidur di malam hari. Hal ini terkait dengan profesi orang tersebut.
Sebagian besar orang membutuhkan tidur selama 6-8 jam. Sehingga kecil kemungkinannya jika seseorang tidur dalam waktu yang relatif singkat tanpa mengalami gangguan kesehatan.
Tak jarang, pada hari libur kita bangun lebih siang dari biasanya. Jam biologis manusia dimulai saat bangun tidur. Jika jam biologis terganggu atau bergeser, akan mengganggu jam tidur berikutnya. Jam tidur manusia hanya boleh bergeser plus/minus 1 jam.
Misalnya, Anda setiap hari bangun jam 5. Jika ingin bangun lebih siang, tidak boleh lebih dari jam 6. Jika malamnya Anda begadang, sebaiknya tak bangun terlambat atau lebih dari jam 6.
Demikian juga sebaliknya. Jika terbiasa bangun jam 5 dan pada suatu ketika ingin bangun lebih awal, paling tidak Anda bangun jam 4. Tidak kurang dari jam 4. Kompensasinya, untuk mengganti waktu tidur yang kurang, Anda bisa tidur lebih awal atau tidur siang sebentar (tak lebih dari 30 menit).
Lama jam tidur sebenarnya relatif. Ahli di Jepang pernah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa orang yang tidur 6-8 jam sehari, umurnya lebih panjang. Pada kenyataannya, tak sedikit orang dengan jam tidur sedikit atau tidur lebih lama, tetap sehat.

Mitos : Pengidap insomnia hampir tidak pernah tidur 
Fakta : Pengidap insomnia sering mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak tidur di malam hari. Walaupun begitu, “sama sekali tidak tidur” merupakan hal yang tidak mungkin. Bahkan dalam kasus yang parah, seorang pengidap insomnia dapat tidur di malam hari sekalipun untuk beberapa jam saja.
Ada dua jenis insomnia, pertama, primary. Dalam hal ini seseorang memang tidak bisa atau susah tidur. Kedua, insomnia yang ada penyebabnya, yaitu karena kencing melulu di malam hari, kaki kejang-kejang terus pada setengah bagian ke atas, atau sering kram di malam hari.
Ada juga kasus dimana kita kadang tak menyadari berapa lama kita tidur. Ada orang yang mengira ia tertidur hanya beberapa menit tapi ternyata terbangun beberapa jam kemudian.
Hal ini terjadi karena kita tidak menyadari jalannya waktu ketika kita tertidur. Ada beberapa orang yang yakin bahwa mereka sama sekali tidak tidur tiap malamnya. Lalu mereka dibawa ke laboratoriun tidur dan terbukti bahwa meski mereka berkata tidak tertidur semalaman, sebenarnya mereka tertidur selama 7 jam.

Mitos : Tertidur di siang hari berarti malas 
Fakta : Tertidur di siang hari bukan berarti malas melainkan merupakan tanda kebutuhan fisiologis. Ada tiga sebab orang tertidur di siang hari. Pertama, depresi. Contohnya, Anda mendengarkan ceramah yang membosankan sehingga mengantuk dan tertidur. Kedua, tidak nyenyak tidur di malam hari. Ketiga, mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea.

Mitos : Tidur siang merupakan kebiasaan buruk 
Fakta : Tidur siang mungkin diperlukan untuk beberapa orang karena ini menyangkut kebiasaan. Tidur siang boleh-boleh saja, agar tubuh lebih rileks dianjurkan kira-kira 30 menit. Tidak lebih. Karena terlalu lama tidur siang akan mengganggu jam tidur di malam hari.
Bagi orang yang susah tidur di malam hari, tidak dianjurkan tidur siang. Bagi yang berusia 50 tahun ke atas, tidur siang akan lebih terasa manfaatnya. Karena orang pada usia ini tidak bisa kerja terlalu lama, dalam arti harus ada jeda.

Mitos : Gangguan tidur tidak perlu diperiksakan ke dokter 
Fakta : Tidak benar. Orang yang mengalami gangguan tidur perlu diperiksa di laboratorium tidur (sleep laboratory). Caranya, penderita akan direkam saat tidur dengan alat polisomnografi yang memonitor gelombang otak, napas pergerakan bola mata, denyut jantung, kadar oksigen darah, pergerakan tungkai, dada, dan perut. Kemudian dapat disimpulkan bagaimana kedalaman tidur orang tersebut.
Pemeriksaan tidur dianjurkan bagi penderita gangguan tidur seperti mendengkur, restless leg syndrome (kaki tak bisa berhenti bergerak), sleep apnea, epilepsi dengan bangkitan kejang saat tidur, dan anak gemuk, hiperaktif, serta malas belajar.

Mitos : Bagaimana saya tidur tidak mempengaruhi kesehatan saya 
Fakta : Semakin banyak fakta yang memperlihatkan bahwa kesehatan secara menyeluruh sangat terkait dengan kualitas dan kuantitas tidur. Gangguan tidur yang spesifik seperti sleep apnea dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Tidur juga mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental. Sulit tidur berhubungan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan mempengaruhi rentang kehidupan anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur yang cukup.

Mitos : Disarankan untuk membayar tidur saat Anda bisa, seperti tidur sampai siang pada akhir minggu.
Fakta : Bangun siang saat akhir minggu memang terdengar  menyenangkan, namun lebih penting jika Anda mengatur jadwal tidur yang teratur setiap hari. Waktu tidur dan bangun yang teratur akan membantu Anda tertidur pada waktunya setiap malam.

Mitos : Berolahraga pada sore hari akan membuat Anda lelah sehingga dapat tidur lebih cepat.
Fakta : Berolahraga secara teratur memang membuat kita lebih mudah tidur. Namun pastikan Anda selesai berolahraga sedikitnya tiga jam sebelum tidur. Tubuh yang lebih dingin membuat kita lebih mudah tertidur, karena latihan meningkatkan suhu tubuh. Butuh sekitar enam jam untuk mengembalikan tubuh kita pada suhu normal.

Mitos : Tidur diperlukan agar otak dapat beristirahat.
Fakta: Tidur memang sangat diperlukan, namun bukan otak yang butuh beristirahat, melainkan tubuh. Otak kita masih bekerja saat kita tidur, dan mengontrol fungsi-fungsi tubuh. Contohnya, bernafas.

Mitos : Jika Anda terbangun tengah malam, sebaiknya tetap berbaring dan mencoba tidur kembali. Bangun hanya membuat Anda terjaga lebih lama.
Fakta : Jika Anda tidak dapat tertidur kembali dalam 15-20 menit, bangunlah. Pergilah ke ruangan lain, dan lakukan sesuatu yang rileks, seperti mendengarkan musik atau membaca. Bila Anda hanya berbaring dan berusaha keras tidur kembali, Anda hanya akan merasa gelisah, dan sulit tidur kembali.
 
Mitos : Sebelum benar-benar tidur, sebaiknya kita beraktivitas dulu di dalam kamar. Hal ini akan membuat Anda siap tertidur.
Fakta : Makin banyak aktivitas yang Anda lakukan di kamar tidur -entah nonton TV, main internet- makin sulit Anda tertidur di sana . Sebaiknya gunakan kamar tidur hanya untuk tidur dan melakukan hubungan seksual.
 
Mitos : Berhubungan seks pada malam hari hanya akan membuat Anda segar dan terjaga terus.
Fakta : Sebenarnya, hubungan seks melepaskan hormon endorfin yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda. Melepaskan stres tentu membuat Anda lebih mudah tertidur.
 
Mitos : Meringkuk di bawah selimut tebal akan membuat Anda lebih cepat tertidur.
Fakta : Tubuh lebih mudah masuk ke dalam sleep mode jika suhu ruangan lebih dingin. Jadi jika Anda harus menggunakan penghangat atau sesuatu yang membuat nyaman, bukalah jendela sedikit untuk membiarkan udara segar masuk. Anda tentu tidak ingin kedinginan, tapi juga tidak ingin kepanasan bukan?
 
 
Sumber
image-url-apps
Nice share gann
image-url-apps
NB klo ane tidur pas siang bangunnya malah suka pusing
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


Karena pada siang hari lebih banyak ganghuannya. Pakar kesehatan di seluruh dunia telah mengatakan bahwa pada saat
tidur, seluruh indra kita tidak boleh
menerima rangsangan. Apabila salah satu dari indera kita menerima
rangsangan, maka otak kita tidak
akan bisa rileks. Dalam arti saat
bangun nanti otak anda tidak bisa
fresh karena yang tidur hanyalah
tubuh anda, otak anda masih bekerja sebagaimana mestinya.
image-url-apps
tidur siang yang baik skitar 1jam\
tapi ane lebih,2jam min,kadang smpe 4jam
klo dibangunin rasanya kyk lemes bgt gitu emoticon-Malu (S)
image-url-apps
Quote:


ane bukan ahlinya gan, cuman berbagi info. jadi ane bantu pake ilmu mbah google
klo nentuin waktu ya pke alarm gan. klo rasa lemes pas bangun menurut pengalaman ane, saat bngun ane lanjutin aja tidurnya, nanti klo bangun pasti seger (pengalaman waktu tidur siang tadi).

penyebab lemasnya(dpt dari mbah google) :

1. Kamar Kurang Sinar Matahari
Jangan menggunakan tirai dari
bahan yang mem-block sinar
matahari ke kamar Anda. Jika
ruangan terlalu gelap, ritme
sirkadian Anda akan sulit
membedakan antara siang dan
malam sehingga tubuh lebih sulit
terbangun dari tidur di pagi hari.
Pastikan kamar tidur Anda
mendapat cukup sinar matahari
yang 'menyelinap' masuk lewat
jendela sehingga memberi sinyal
pada otak untuk memberitahu
bahwa ini saatnya untuk bangun.

2. Tidak Pernah Olahraga
Olahraga membantu tidur lebih
nyenyak dan tubuh terasa lebih
segar saat bangun di keesokan
paginya. Olahraga juga bisa
meredakan stres dan
membangkitkan mood positif Anda,
dan menghasilkan tidur yang lelap
dan tenang. Jenis olahraga yang
cocok untuk meningkatkan
kualitas tidur diantaranya yoga,
stretching atau olahraga yang
meningkatkan detak jantung.

3. Ber-social Media Sampai Larut
Malam
Banyak orang sulit untuk
meninggalkan dunia social media
seperti Twitter, Path, Instagram
atau Facebook. Mengecek status
teman, update status dan melihat
postingan gambar seringkali
membuat lupa diri dan akhirnya
Anda baru bisa tidur saat dini hari.
Kebiasaan ini tentu saja tidak baik
dan menurunkan kualitas tidur.
Membuat Anda terasa lemas saat
bangun di pagi harinya. Sebelum
tidur, sebaiknya jauhkan ponsel,
TV, laptop aatau gadget lainnya
agar waktu tidur Anda tidak
terganggu. Sebaiknya bacalah
buku, mandi air hangat dan
lakukan peregangan sebelum tidur
agar bisa terlelap.

4. Makan Sosis & Bawang
Sebelum Tidur
Daging olahan dan bawang
bombay akan menghasilkan gas
yang membuat perut tidak
nyaman, sehingga Anda sering
bersendawa atau buang gas
semalaman. Kondisi ini tentu saja
menyulitkan Anda untuk tidur
nyenyak sehingga di pagi harinya
tubuh merasa lelah. Selain daging
dan bawang, hindari juga
makanan pedas, buah yang
rasanya asam, saus tomat dan
makanan lain yang mengganggu
sistem pencernaan.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Kafein
Kafein tidak hanya memicu mata
untuk tetap terjaga, tapi juga
menyebabkan heartburn atau
jantung yang seolah panas
terbakar. Biasakan tidak minum
minuman berkafein di sore hari
agar tidur Anda tak terganggu di
malam harinya.

6. Banyak Pikiran
Sebelum tidur, buang semua
pikiran tentang masalah
pekerjaan, pertengkaran dengan
kekasih atau rencana liburan
Anda sebulan ke depan. Jika
banyak memikirkan segala hal,
Anda tidak akan bisa tidur. Begitu
tertidur, waktu sudah menjelang
pagi dan Anda harus segera
bangun lagi karena bekerja. Hal ini
tentu saja akan membuat Anda
lemas dan tak bersemangat.
image-url-apps
nice info
image-url-apps
klu tidurr lebih dari 10 jam itu ada efeknya g gan? ane jga kadang" smpe 12 jam makasii infonya gan membantu sekaliii...
maap ane blm pnya cendol
mitos emang kebanyakan berbanding terbalik dari faktan menurut mitos sendiri emoticon-Ngakak
sudah sering nih infonya emoticon-Blue Repost
image-url-apps
nice share gan ane sering insom kl pola tidur kegeser emoticon-Hammer2
nice share gan emoticon-Matabelo
image-url-apps
Mantap,,emoticon-shakehand
image-url-apps
Kayaknya pola tidur ane mesti diubah nih... emoticon-Frown
"Tertidur di siang hari berarti malas" ini cuma mitos.. ane setuju banget.. soalnya ane suka tidur siang, padahal ane orangnya rajin gan.. emoticon-Matabelo
tidur gw ngorok ga yah?
mantan gw dulu ga pernah komen aneh sih. kadang ngigo gitu aja katanya
image-url-apps
Gan,, kalau tidur sore boleh gak emoticon-Bingung ?
syukurlah kalo tidur siang bukan berarti malas. Kebetulan sekali....emoticon-Big Grin
image-url-apps
ane anemia gan, jadi gampang ngantuk... emoticon-Malu
nice info gan
emoticon-Rate 5 Star buat agan
×