- Beranda
- Komunitas
- Pilih Capres & Caleg
Wiranto klaim penjelasan soal penculikan 1998 sudah proporsional
TS
kang tatang
Wiranto klaim penjelasan soal penculikan 1998 sudah proporsional
MERDEKA.COM. Mantan Menhankam/Pangab Jenderal (Purn) Wiranto enggan menanggapi soal komentar surat rekomendasi pemberhentian Prabowo Subianto dari Dewan Kehormatan Perwira (DKP) di tahun 1998 oleh kubu Prabowo-Hatta. Menurut dia, penjelasan beberapa waktu kemarin telah dijawab secara proporsional.
"Penjelasan saya Itu sudah professional terlepas dari pertanyakan oleh publik. Oleh karena itu sudah saya tidak usah jelaskan lagi karena sudah proporsional. Sehingga saya tidak perlu lagi menjelaskan di luar koridor," ujar Wiranto kepada wartawan usai acara Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (KPK) deklarasi dukungan capres dan cawapres Jokowi-JK di Jalan Cokroaminoto No 55-57, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/6).
Lebih lanjut, dirinya mengaku tidak merasa terancam oleh sebagian orang yang merasa dirugikan. Menurut dia, yang terpenting dia akan mempertanggungjawabkannya kepada siapapun.
"Bukan karena masalah ancam mengancam tapi saya pikir penjelasan saya sudah cukup menjawab. Siapapun yang kemudian memiliki pendapat berbeda mempunyai satu analisa berbeda, silakan saja negeri kita bebas memberikan pendapat. Selama pendapat itu masih dalam koridor hukum dan dapat dipertanggungjawabkan," imbuhnya.
Sebelumnya, Wiranto menggelar jumpa pers khusus dengan menjawab 10 pertanyaan yang dirangkumnya dari berbagai pihak seputar kebenaran surat pemberhentian Prabowo, kasus penculikan aktivis, hingga kerusuhan Mei 1998 di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (FORUM KPK) Jl HOS Cokroaminoto 55-57 Jakarta Pusat, Kamis (19/6).
Wiranto menjawab tudingan Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang meminta pertanyaan soal penculikan 1997-1998 dalam debat capres ditanyakan kepadanya sebagai atasan. Wiranto menegaskan tidak pernah memerintahkan penculikan.
Dia menjelaskan, penculikan oleh oknum Kopassus TNI AD terjadi pada medio Desember 1997 sampai dengan Maret 1998. Pada saat penculikan berlangsung, Panglima ABRI dijabat oleh Jenderal Feisal Tanjung (kini almarhum).
"Namun pada bulan Maret, 7 Maret tepatnya, pada saat kasus itu harus dibongkar. Saya kebetulan saat itu sudah menjadi panglima ABRI. Waktu terjadi (penculikan) panglimanya yang lama, dan saat pengusutan panglimanya yang baru," kata Wiranto.
Kepada Feisal Tanjung, Wiranto juga pernah menanyakan apakah pernah ada perintah penculikan dan tindakan represif lainnya saat dia menjabat Panglima ABRI. "Beliau jawab, tidak, tidak pernah," kata Wiranto mengutip Feisal saat sudah pensiun. "Saya juga mengatakan tidak pernah (memerintahkan penculikan)," tegas Wiranto .
Saat melanjutkan kebijakan ABRI, Wiranto menjelaskan, melakukan cara-cara persuasif, dialogis dan tanpa kekerasan dalam menghadapi aktivis mahasiswa. "Cara-cara kekerasan, represif hanya digunakan apabila terpaksa dan hanya atas perintah panglima. Dengan demikian, tidak ada kebijakan dari pimpinan ABRI yang ekstrem waktu itu untuk memerintahkan melakukan penculikan," ujar Wiranto .
Kepada Prabowo yang dicopot karena melakukan penculikan, Wiranto mengatakan pernah menanyakan tindakan tersebut. "Saat saya dialog dengan Prabowo Subianto, kepada yang melakukan hal itu. Saya yakin itu dilakukan atas inisiatif sendiri atas dasar analisis keadaan pada saat itu," ujarnya.
https://id.berita.yahoo.com/wiranto-...100107843.html
"Penjelasan saya Itu sudah professional terlepas dari pertanyakan oleh publik. Oleh karena itu sudah saya tidak usah jelaskan lagi karena sudah proporsional. Sehingga saya tidak perlu lagi menjelaskan di luar koridor," ujar Wiranto kepada wartawan usai acara Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (KPK) deklarasi dukungan capres dan cawapres Jokowi-JK di Jalan Cokroaminoto No 55-57, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/6).
Lebih lanjut, dirinya mengaku tidak merasa terancam oleh sebagian orang yang merasa dirugikan. Menurut dia, yang terpenting dia akan mempertanggungjawabkannya kepada siapapun.
"Bukan karena masalah ancam mengancam tapi saya pikir penjelasan saya sudah cukup menjawab. Siapapun yang kemudian memiliki pendapat berbeda mempunyai satu analisa berbeda, silakan saja negeri kita bebas memberikan pendapat. Selama pendapat itu masih dalam koridor hukum dan dapat dipertanggungjawabkan," imbuhnya.
Sebelumnya, Wiranto menggelar jumpa pers khusus dengan menjawab 10 pertanyaan yang dirangkumnya dari berbagai pihak seputar kebenaran surat pemberhentian Prabowo, kasus penculikan aktivis, hingga kerusuhan Mei 1998 di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (FORUM KPK) Jl HOS Cokroaminoto 55-57 Jakarta Pusat, Kamis (19/6).
Wiranto menjawab tudingan Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang meminta pertanyaan soal penculikan 1997-1998 dalam debat capres ditanyakan kepadanya sebagai atasan. Wiranto menegaskan tidak pernah memerintahkan penculikan.
Dia menjelaskan, penculikan oleh oknum Kopassus TNI AD terjadi pada medio Desember 1997 sampai dengan Maret 1998. Pada saat penculikan berlangsung, Panglima ABRI dijabat oleh Jenderal Feisal Tanjung (kini almarhum).
"Namun pada bulan Maret, 7 Maret tepatnya, pada saat kasus itu harus dibongkar. Saya kebetulan saat itu sudah menjadi panglima ABRI. Waktu terjadi (penculikan) panglimanya yang lama, dan saat pengusutan panglimanya yang baru," kata Wiranto.
Kepada Feisal Tanjung, Wiranto juga pernah menanyakan apakah pernah ada perintah penculikan dan tindakan represif lainnya saat dia menjabat Panglima ABRI. "Beliau jawab, tidak, tidak pernah," kata Wiranto mengutip Feisal saat sudah pensiun. "Saya juga mengatakan tidak pernah (memerintahkan penculikan)," tegas Wiranto .
Saat melanjutkan kebijakan ABRI, Wiranto menjelaskan, melakukan cara-cara persuasif, dialogis dan tanpa kekerasan dalam menghadapi aktivis mahasiswa. "Cara-cara kekerasan, represif hanya digunakan apabila terpaksa dan hanya atas perintah panglima. Dengan demikian, tidak ada kebijakan dari pimpinan ABRI yang ekstrem waktu itu untuk memerintahkan melakukan penculikan," ujar Wiranto .
Kepada Prabowo yang dicopot karena melakukan penculikan, Wiranto mengatakan pernah menanyakan tindakan tersebut. "Saat saya dialog dengan Prabowo Subianto, kepada yang melakukan hal itu. Saya yakin itu dilakukan atas inisiatif sendiri atas dasar analisis keadaan pada saat itu," ujarnya.
https://id.berita.yahoo.com/wiranto-...100107843.html
0
1.9K
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan