CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
SBY Minta Jenderal Aktif yang Ingin Berpolitik Mengundurkan Diri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/538c1dfe4807e749528b456c/sby-minta-jenderal-aktif-yang-ingin-berpolitik-mengundurkan-diri

SBY Minta Jenderal Aktif yang Ingin Berpolitik Mengundurkan Diri

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar perwira tinggi TNI/Polri yang ingin terjun ke dunia politik untuk mengajukan pengunduran diri. Menurut Presiden, itulah cara yang paling demokratis dan merupakan cara yang pernah dilakukannya dan para jenderal-jenderal lain yang memilih berkarir di dunia politik.

Presiden sudah mendapatkan informasi adanya calon presiden yang berusaha menarik dukungan dari jenderal aktif.

"Lalu, kalau adik-adik saya bertanya kepada saya, kakak kalian bagaimana caranya mendapat cita-cita politik, ada jalannya. Kalau dari para perwira itu ingin jadi pemimpin politik, atau mendukung capres tertentu, maka ajukan pengunduran diri kepada atasan perwira kalian," ujar Presiden, di hadapan 200 perwira tinggi TNI/Polri, Senin (2/6/2014).

Presiden mempersilakan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Udara, dan Kepala Staf Angkatan Laut jika ingin mengajukan pengunduran diri dengan alasan akan berpolitik. Presiden menyatakan akan langsung mengabulkan surat pengunduran diri itu.

"Hampir pasti dikabulkan. Bahkan saya doakan agar sukses, karena Saudara-saudara adalah perwira terpilih yang potensial. Kalau dengan tidak di TNI dan Polri seperti saya dan Pak Djoko Suyanto, maka ruang gerak saudara ke politik akan terbuka," katanya.

Menurut Presiden, dengan mundur dari jabatan militer, rakyat akan bisa menilai secara lebih berimbang karena mereka tidak lagi mengandalkan kekuatan pasukan dan senjata untuk meraih posisi politik.

"Teman-teman sipil berat, jika bersaing dengan mereka yang punya kekuatan, militer dan senjata yang tidak dalam tatanan demokrasi," ujarnya.

Pidato Presiden SBY selama sekitar 1 jam itu menunjukkan kemarahannya secara eksplisit kepada perwira tinggi TNI/Polri yang hadir. Berkali-kali, Presiden menggelengkan kepalanya untuk menunjukkan kemarahannya itu terkait fenomena penarikan dukungan calon presiden dari kalangan jenderal aktif.

Presiden pun sempat terdiam beberapa saat. Dia lalu melihat ke arah para perwira tinggi di depannya. Bola matanya, menelusuri secara seksama. Kepalanya pun dia gerakkan dari kanan ke kiri.

"Bahkan ditambahkan, tidak perlu mendengar presiden kalian. Kan itu presiden kapal karam, lebih baik cari presiden baru yang bersinar. Dalam negeri yang kita cintai, kata-kata ajakan seperti itu hanyalah sebuah godaan," lanjut Presiden.

Sumber

merah = waduh.. langsung tunjuk hidung lho.. tapi kok ga ke kapolri ya ?emoticon-Bingung (S)
biru = jadi inget meme dari kenyot.. emoticon-Big Grin

SBY Minta Jenderal Aktif yang Ingin Berpolitik Mengundurkan Diri
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 4
dari tadi pagi berita ini muncul terus di text news
haduh lebih baik TNI gak berurusan sama politik sebelum pensiun
ntar bisa kejadian kaya Thailand atau Pilipin, kudeta terjadi terus president males memoderinisasi alutista karena takut kudeta akhirnya ke 3 matra jadi pecinta barang antik

Menkopolhukam: SBY Tahu Ada Perwira Tinggi Berpolitik Praktis

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku mendapat informasi ada sejumlah pihak yang ingin menarik sejumlah perwira tinggi untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden tertentu dalam pada pemilihan presiden 2014.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan informasi yang diperoleh SBY itu dapat dipastikan benar karena sudah terkonfirmasi dan terklarifikasi. Namun, apakah perwira yang terlanjur terseret politik praktis itu akan diberhentikan, Djoko mengaku belum mengetahui.

Menurut Djoko, SBY tidak perlu meminta masukan darinya. "Kami berpulang ke Pak Presiden. Saya tidak tahu apa yang akan ditindaklanjuti Presiden SBY," kata Djoko di Kementerian Pertahanan usai apel siaga dengan SBY, Senin 2 Juni 2014.

Menurut Djoko, SBY bisa mengetahui informasi itu dari berbagai macam sumber dan cara. "TNI-Polri punya intelijen, pers, juga punya mata dan telinga, banyak cara," ujarnya.

Djoko mengharapkan Pilpres 2014 ini tidak akan menimbulkan kekisruhan. "Kita tidak usah berandai-andai apakah pemilu chaos. Saya ingin pemilih tertib dan aman. Para penanggung jawab tim sukses dari pimpinan parpol sampai timses paling bawah bekerja sama dengan TNI/Polri," kata dia.

Menurut Djoko, jika bisa terjaga maka pemilu dijamin berlangsung tertib dan baik. "Saya yakin dengan apa bekal yang kami miliki proses ke depan sampai 9 Juli 2014 bisa diselenggaran dengan sebaik-baiknya," katanya.

Bekal itu, menurut Djoko, adalah arahan Presiden SBY yang meminta TNI-Polri bisa menempatkan diri dalam politik. "Amanat reformasi sangat jelas, bahwa TNI tidak melakukan politik praktis," kata dia.

Jika ingin berkiprah ke jalur politik, kata Djoko, ada mekanismenya, kesempatan itu diberikan dan akan direstui. (ita)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
menunggu sanksi berat dari panglima tertinggi.
sory oot, ini yg ngajak nya kena sanksi pemilu juga gak ya ?
Diubah oleh bangmono
wajar la presiden marah belum apa2 udah mau dukung sana sini, itu kapolri dukung siapa gan. .
yang saya sampai saat ini bingung
tar klo prabowo kepilih gimana ya, mosok panglima tertingginya adalah mantan anggota yang di pecat emoticon-Bingung
itu yg terlibat di bina kembali dan yg masih ingin berkarier di dunia militer di carikan tempat di divisi sospol dan diarahkan ke dephan.
Quote:


jadi hanya diberi teguran saja ya om ?
Quote:


lha.. kalo yg udah bintang 4 gitu di dephan jadi apa ya? emoticon-Bingung (S)
Emang kira2 siapa perwira tinggi yg dimaksud SBY itu, & siapa capres yg mau narik ?

Quote:


dengan kata lain non job ya om. . .

Ditegur SBY Soal Netralitas, KSAD: Ini Introspeksi Bagi TNI AD

VIVAnews - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Budiman mengumpulkan para Panglima Komando Daerah Militer dan Komandan Komando Distrik Militer seluruh Indonesia, Senin 2 Juni 2014.

Budiman memberikan arahan kepada para jajarannya agar menjaga netralitas TNI dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Sedikitnya terdapat 390 peserta yang menghadiri arahan KASAD.

"Kami harus bersikap netral. Kepada para Pangdam dan Dandim bagaimana agar pelaksanaan Pilpres berjalan aman , lancar dan tertib," kata Budiman.

Budiman mengakui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemukan ada indikasi perwira tinggi TNI maupun kepolisian yang terlibat dalam politik praktis dengan mendukung salah satu calon presiden. Menindaklanjuti hal itu, besok Selasa 3 Juni seluruh pangdam dan dandim akan mendapatkan pengarahan langsung dari SBY.

"Memang tadi ada teguran dari Bapak Presiden, terkait adanya indikasi itu. Sebagai KSAD, ini introspeksi bagi TNI AD," ujarnya.

Budiman menegaskan, TNI AD tidak memihak salah satu calon presiden dan wakil presiden. "Kami punya kehormatan dan rasa tangung jawab. Kami akan bersikap netral," ungkapnya. (ita)
Quote:


maaf gan, apa bener pak prabowo itu dipecat? maaf bukannya mau membela, saya bener2 kurang mengerti, soalnya dr jaman dulu gak pernah nemu berita resmi dari tni tentang pemecatan beliau, tolong pencerahan, yaa biar dalam pilpres nanti ane gak salah pilih, kan ane harus mempertimbangkan bobot bibit bebet masing2 calon, sori loh kalau oot

biar gak oot, pak Sby sudah dpt bisikan dr intelijen ini kayaknya ada pati yg terpancing untuk berpolitik, kira2 dr angkatan mana ya? mari kita simak terus kelanjutannya emoticon-Big Grin
pamen yang ikut-ikutan siap-siap dikandangin juga ya kalo capres dukungannya gak jadi presidenemoticon-Malu (S)
kenapa baru hari ini ngomongnya? kenapa ndak dari kemarin2? tanya kenapa? emoticon-Big Grin emoticon-Ngacir
Diubah oleh Judess
Quote:


kemaren ada beritanya di jpnn tuh. Kali aja berkaitan.


lengkapnya...
Quote:


sumber

maaf ya gan.. kalo udah menyimpang dari isi topik..
gak ada indikasi untuk mengarah ke pihak tertentu.


Diubah oleh Penyihir Basah
Quote:


ya jd duta pertahanan keliling, konjen di pbb de el el.
Quote:


kalo gitu sih lebih parah dari sekedar 'di-mabes-kan' ya.. level jabatan kaya gitu kan untuk setingkat kolonel - brigjen doang kayanya.. cmiiw

mending buruan pensiun dini aja dah.. emoticon-Takut (S)
sebenarnya ga cuma yang banyak bintangnya. lah yang prajurit bawah pun banyak banget yang berpihak. lihat aja status-status mereka di media sosial.
apakah prajurit-prajurit seperti ini bisa kena sanksi juga?
Quote:

apapun pangkatnya selama masih jadi anggota aktif, haram hukumnya terang-terangan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu calon.
kalau memang dia bersimpati kepada salah satu calon...ya berhenti sampai di dalam benaknya masing-masing, atau secara terbatas ekspresikan melalui keluarganya yang punya hak pilih.........nggak usah alay pake terang-terangan di ceploskan ke luar, apalagi sampai pake status-statusan segala

kalau ada kasus seperti itu, para komandan harus memberi sangsi tegas, jangan buat TNI terpuruk lagi dengan ikut terlibat dalam politik praktis !!
dan juga buat para purnawirawan...nggak usah pake seret-seret nama institusi atau perwira-perwira aktif, apapun alasannya !!
Quote:



ditambahi kata kata luar biasa di jabatan barunya
Politik sangat menggoda jenderal ,,,,,, emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 4
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di