alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53884f7dd3c1e6c50b8b46fa/keganasan-pln-mengakali-meteran-memeras-rakyat-dan-anti-green-energy
"energi alternative itu akan selamanya underground dan tidak diakui.
walaupun berapa dahsyat anda untuk merubah mainstream tersebut."
emoticon-Traveller
ngeri ngeliatnya gannn, untung ada yang jualan token murah, ga pake tipu tipu aor nyepam, cuma ngasih info please jangan di bata, karna ini ane sajikan buat agan agan kaskus terutama yang pake pln prabayar emoticon-Blue Guy Cendol (L)

http://item.blanja.com/item/10092714?ref=HS08

Keganasan PLN mengakali meteran, memeras rakyat dan anti green energy
Quote:Original Posted By tonnyc
Meterannya PLN itu tidak bisa mundur untuk mencegah taktik pencurian listrik dengan memundurkan meteran.

Di luar negeri juga sama. Meteran kalau mundur dicurigai sebagai pencurian listrik karena memang katanya ada beberapa cara untuk memundurkan meteran tanpa harus produksi listrik.

Kalau di Eropa atau Amerika mau jual listrik ke PLN/PLSwasta versi sana, harus bilang dulu ke PLN/PLSwasta sana, lalu akan dipasangkan meteran khusus dengan in/out yang terpisah sehingga kedua-belah pihak tahu listrik yang masuk berapa, yang keluar berapa. Lalu soal siapa yang bayar siapa, tinggal dihitung selisihnya. Lebih repot memang, tapi dengan demikian no tipu-tipu.

Di Indonesia kita memang ketinggalan, belum sampai tahap segitu. Arahnya memang ke sana, sudah ada pembicaraan di tingkat kementerian, tapi memang belum selesai. Tapi percuma marah ke PLN, sebab bukan salah mereka. Kalau nggak sabar, telpon Kementerian ESDM, suruh mereka cepet netapin harga lalu keluarin Permen. Baru nanti PLN bisa masang meteran yang dobel itu.


Mungkin krn aturan ttng GTI blom ada, jd gk boleh diterapin dulu
kan masih dibahas di tingkat kementrian...
denger denger SKnya udah ada, meteran rumah itu memang berfitur uni directional register, jalannya satu arah saja, kudu lapor dulu kalau tidak salah..
Itu salah satu yang aku kurang suka dari PLN, udah jelas kekurangan power,
dibantu pihak luar malah "merugikan" pihak yang membantu.

padahal PLN harus sudah mulai menerapkan sistem even/penggunaan - pemberian, jika 50 persen rumah bisa menyumbang energi listrik ini, sudah jelas PLN akan terbantu dan tidak akan kekurangan power.
wah baru tau ane dikasih suplay tambah menurun rencana ane juga mau pindah ke green energy klo daya pln 900 watt musti pake yang brapa wp ya kira kira
gan..sist ..
maaf klo ane ga terlalu paham ttg ini...
tp ane tertarik bgt ttg solar cell...ane pgn bgt pasang dirumah...soalnya klo pke pln yg prabyar...mahal bgt . mlh sma yg jual tokennya jg suka dicurangi...jd kesel bgt... ane pelan2 berusaha utk memahami...tp ada beberapa hal yg ane g phm...
mohon bantuannya supaya ane bisa pelajari ini dg baik...
baru tau gan,tp klo yg prabayar kyk gt jg ga ya?

Green Energy Concent

Green energy Concep Memang sangat popular untuk sekarng

Seleuruh Negara Sudah Mulai Menggunakan Sistem Green Energy



Sekalian Nitip Artikel Untuk Green Concep menggunakan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

WEB PORTAL GREEN CONCEP

PRODUCT GREEN ENERGY
keberadaan solar cell sebagai solusi green energy terganjal sama meteran PLN prabyar yg ternyata meterannya gamundur walaupun energy yg dihasilkna berasal dari solar cell

yah gimana yak..
Quote:Original Posted By bunaf
Tahun-tahun belakangan saya banyak otak-atik mengenai solar cell, baik sistem off-grid dimana sistem ini setidaknya memerlukan Solar cell dan Charge controller dan Baterai dan Inverter (jika memerlukan output 220VAC) atau dengan kata lain sistemnya independen…

Dan mulai tahun 2013 saya tertarik dengan sistem yang banyak dipakai di Eropa dan USA (perkotaan) yaitu sistem Grid-Tie (terkoneksi dengan pln), umumnya peralatan yang dibutuhkan lebih sederhana, efesiensi yang tinggi, dan tentunya jauh lebih murah daripada sistem off-grid…
Grid-Tie hanya memerlukan Solar cell dan Grid Tie Inverter, jadi cuma 2 komponen utama.

Masalah keganasan meteran PLN nanti saya ceritakan, tapi pahami dulu perbandingan off-grid dan grid-tie dan betapa meruginya rakyat karena manipulasi sistem meteran PLN yang dilakukan oleh oknum PLN ini, dan kenapa saya memutuskan memakai sistem grid-tie.

Video penjelasan Grid Tie dan Meteran Gila dibawah ini
youtube-thumbnail


Sistem off-grid:
Paling mendasar mengenai sistem ini adalah tidak terkoneksi dengan listrik pln, atau sistem yg berdiri sendiri.
Dari solar cell yang menghasilkan energi listrik, lalu diolah dahulu pada solar charge controller lalu disalurkan ke baterai sebagai waduk energi, dan terlebih lagi baterai butuh perawatan yang cukup intensif, butuh diganti atau setidaknya daya baterai akan berkurang setelah 1-2 tahun, harga baterai yang sangat mahal.
Contoh Kerugian lain: Saya punya solar cell dengan output max 220VAC dan kapasitas baterai dan inverter 1000Watt, dan saat itu baru 50 persen terisi dayanya pada baterai, jika saya menghidupkan peralatan yang membutuhkan daya 1000W maka hanya dapat dihidupkan sekitar 30 menit.
Jika baru ¼ daya yang tersimpan ke baterai tentunya peralatan yang 1000W tersebut hanya mampu dihidupkan selama 15 menit.
Inilah salah satu kelemahan off-grid, 1 terpisah (tidak bisa bergabung dengan daya PLN), sehingga daya yang tersedia pada baterai yang 15 menit untuk peralatan 1000W tadi hanya bisa dipakai 15 menit, setelah itu kita harus stop dan mengisi lagi melalui solar cell dan solar charge controller. Ingin tetap menghidupkan alatnya yaa cabut listrik dari solar cell, dan hubungkan dengan listrik PLN.

Sistem Grid-Tie.(Grid Tie Inverter atau GTI):
Ini adalah system yg terkoneksi dengan listrik PLN, saling bekerjasama, sinkronisasi daya dan frequency, dan power dari solarcell sebagai prioritas.
Tidak butuh baterai, sehingga hanya diperlukan Solar cell dan grid tie inverter (GTI), artinya hanya ada 2 komponen utama.
Input dari GTI ke solar cell dan output GTI langsung tertancap ke Jala-jala listrik (PLN) dan bekerjasama saling mengisi power yang dibutuhkan dirumah kita, dan posisi output GTI secara otomatis menjadi prioritas.
Contoh skenario:
Meteran PLN 1300W, siang hari waktu GTI menghasilkan 1300W dan peralatan dirumah hanya butuh 100W, maka meteran PLN akan mundur karena ada kelebihan daya dari GTI dan daya tersebut disumbangkan keluar rumah dan dihitung oleh meteran PLN atau meteran PLN nya mundur sesuai KWH yang lagi disumbangkan keluar.
Berapapun yang dihasilkan oleh GTI pada hari terang jika tidak dipakai atau dipakai sedikit atau dipakai 1300W dirumah maka akan berefek pada meteran PLN.

Contoh lain, GTI menghasilkan 1300W dan dirumah tidak ada pemakaian maka meteran akan mundur 1300W (1.3kwh) jika GTI menghasilkan 10jam sebanyak 1300W maka akan menghasilkan 13KWH, artinya meteran PLN akan mundur 13KWH.
Lalu pada waktu malam dirumah mulai dipakai 1300W selama 10jam maka meteran PLN akan maju lagi sebanyak 13KWH (Impas).

Atau berapapun sistem GTI lagi menghasilkan saat itu, anggaplah hanya 100W maka akan berefek pada meteran PLN yang akan melambat karena ada suplai listrik dari sistem GTI (dalam rumah), ini sebabnya kenapa saya memilih sistem Grid Tie.

Di luar negeri, malah orang ramai-ramai membuat sistem GTI secara besar, atau melebih kebutuhan rumah mereka, kenapa?
Karena kelebihan produksi GTI akan diganti oleh pemerintah.
Saya tidak begitu berharap seperti di luar negeri masalah GTI ini, tapi setidaknya meterannya akan berlaku seperti normalnya meteran listrik, atau meteran listrik saya dulu sebelum diganti dengan meteran baru.

Nah sekarang kita bicara mengenai Meteran PLN yang ganas menipu rakyat ini…
Dulu pada tahun 2013 saya mempunyai GTI sebesar 1000W, dan meteran listrik rumah saya masih model lama.
Saya mencoba GTI hasilnya memuaskan, pada waktu dihidupkan, peralatan dirumah jika tidak ada yang hidup maka meteran akan langsung mundur sesuai dengan kwh yang saat itu lagi dihasilkan oleh solar cell.
Pada tahun 2014 meteran pln saya diganti dan kebetulan saya sudah membeli Grid-Tie inverter yang berkapasitas besar dan mahal 11000W buatan Jerman.
Dan kebetulan juga saya memasang jaringan baru dengan meteran prabayar untuk di kantor sebesar 3600W.

Karena saya sakit beberapa bulan terakhir karena keseleo berat yang memaksa saya istirahat total selama 2 bulan lebih, maka saya tidak sempat mengecek peralatan saya dengan meteran baru, akhirnya hari ini saya walaupun memakai alat bantu jalan mencoba mengetest grid tie inverter saya ke meteran baru.

Hasilnya sangat mengejutkan, ternyata meteran PLN baik yang pasca ataupun prabayar yang semuanya tipe baru, jika dipasang GTI semua tidak ada gunanya.
Walaupun tidak ada pemakaian dirumah, dan GTI lagi memproduksi listrik secara penuh tetap saja meteran PLN berlaku seolah-olah sedang dipakai atau bergerak maju seolah daya yang diambil dari tiang PLN, padahal saya lagi menyumbang listrik keluar rumah….GILEEEEEE….

Kejadian ini jika pada meteran pascabayar normalnya (pada tampilan meteran) jika GTI sedang menghasilkan daya:
Nilai KWH yang terpakai menghitung mundur misalnya dari 99999.5 menjadi 99999.4 dst.
Saat ini yang terjadi pada meteran gila pln yang baru, meteran tetap bergerak maju, misalnya dari 99999.5 menjadi 99999.6 dst.

Kejadian ini jika pada meteran prabayar harusnya (pada tampilan meteran) jika GTI sedang menghasilkan daya:
Nilai stok KWH misalnya 98.4, maka harusnya nilai stok kwh akan bertambah menjadi 98.5 dst.
Saat ini yang terjadi pada meteran gila pln baru, meteran tetap bergerak maju atau Stok KWH berkurang, misalnya dari 98.4 menjadi 98.3 dst.

Meres rakyat ga tuh namanya? Saya yang nyuplai daya keluar meteran, tapi meterannya ngitung seolah-seolah saya lagi memakai daya dari tiang listrik pln….

Menurut saya ini meteran request dari Petinggi PLN agar dibuat seperti ini, dibuat seperti siap untuk membalikkan input dan output jika ada daya dari dalam rumah yang mensuplai keluar meteran….

Sedangkan “kepintaran” meteran yang diakali oleh PLN menurut saya:

Meteran lama: input meteran (dari tiang listrik) tetap sebagai input, dan output (beban di rumah) tetap sebagai output, sehingga jika ada arus yang mensuplai dari arah output, maka meteran akan mundur.

Meteran baru: input meteran (dari tiang listrik) bisa berubah sebagai output, dan output (beban di rumah) bisa sebagai input, sehingga jika ada arus yang mensuplai dari arah output (dari rumah), maka meteran menswitch proses ini, jadi angka pemakaian tetap BERGERAK MAJU.

Apakah PLN takut melihat rakyat mampu memakai solar cell mengingat harga solar cell yang tiap tahun menurun terus.
Saya membeli solar cell mungkin dari 7 tahun lalu, waktu itu kalau tidak salah harga /watt sekitar 75rb, saat ini harga perwatt setidaknya sudah menyentuh harga 12-15rb, jelas sepertinya ini akal-akalan Oknum petinggi PLN.
Mereka tidak bodoh, mereka pasti mempelajari nilai solar cell /watt yang setiap tahun semakin mengancam pendapatan PLN.

Terlebih masalah membangun solar cell itu bisa dicicil…hari ini kita beli 500W, besok bisa ditambah…sangat flexible…

Jika begini, PLN sama saja mengakali rakyat agar tidak terpicu untuk memakai solar cell, anti green energy, dan membuat negara justru merugi terus menerus, memeras uang rakyat.

Atau adakah cara menukar meteran PLN yang tidak support dengan sistem ini menjadi support dengan GTI?
Komplain ke PLN, kayaknya cpd… males…dari dulu kalo nanya pegawai pln yang melayani komplain biasanya jawabannya bikin kesel…

Pertanyaan besar saya, kenapa PLN ini mengganti Meteran berjenis seperti ini jika ada meteran lain yang normal seperti dulu?

Saat ini saya memakai 2 meteran, Pasca no id 141000054770 dan Prabayar no id 56400752889.

Mudah-mudan ada Pejabat PLN yang masih berhati nurani yang bersih yang memperhatikan video ini dan mengganti meteran-meteran pelanggan dengan yang support dengan Green Energy.

Salam

Joel
0816-384499


ane punya pertanyaan :

Meteran pascabayar ente mekanik apa semi-mekanik?
kWh itu disebut APP (Alat pengukur (meteran) dan Pembatas(MCB)

Oiya, Satuan daya terpasang pada kWh itu bukan 1300W gan. tapi 1300VA

Ente tau kenapa bisa mundur itu angka stan nya? karna ada beda polaritas. jangankan masang GTI, wiring disisi kWh kebalik aja itu angka stan bisa mundur bro.

PLN ane rasa ga takut bro kalo rakyat masang solar cell sendiri. justru lumayan buat ngurangin beban trafo distribusi emoticon-Big Grin

Buat ngejawab pertanyaan besar ente. Kenapa sekarang diganti meter prabayar?
- pemakaian lebih terkontrol, biar rakyat indonesia mandiri
- meminimalisir kemungkinan pencurian. meteran prabayar lebih sensitif dan safety, dia ada indikator buat arus bocor semisal di instalasi rumah pelanggan. kalo kedetect arus bocor ke tembok, temper switch langsung bekerja (trip) dan meteran langsung tertera 'PERIKSA'
- gaada biaya beban (pascabayar ada biaya beban)
- ga perlu lagi ada catat meter (cater) . yang tiap bulan sering kerumah ente nyatet stan
- biar gaada yang nunggak (FYI aja saldo tunggakan perbulan satu Area pelayanan bisa sampe 3M. Negara rugi bro)

btw IDPEL pascabayar ente ga kelacak gan, digitnya kurang tuh. harusnya 12 emoticon-Big Grin

FYI untuk Pasang baru/Tambah daya tarif residensial harus pake Prabayar. Meteran pascabayar udah ngga ngestock lagi di gudang logistik PLN (kecuali khusus 3 fasa daya besar) jadi kalo mau ngajuin permohonan ganti meteran lama gabisa deh.

kalo mau komplain masalah teknis, langsung aja dateng ke area pelayanan setempat dan langsung ke bagian distribusi, biar pertanyaan ente bisa kejawab bro emoticon-Big Grin

segitu aja dulu
Quote:Original Posted By tonnyc


Sebenarnya mengirim kembali listrik ke PLN itu tidak mungkin. Itu cuma ungkapan. Itu listrik yang "dikirim-balik ke PLN" bukan sungguhan dikirim-balik ke PLTA dan PLTU, tapi langsung dipakai tetangga sebelah. Dengan demikian PLN tidak perlu produksi listrik sebanyak sebelumnya, jadi penggunaan bahan bakar bisa dikurangi.

Kalau cuma satu-dua orang kayak di Indonesia saat ini, ya tidak terasa, tapi kalau sudah banyak maka efek kumulatifnya besar juga. Kalau sudah umum dipakai seperti misalnya di Jerman, kalau siang beberapa PLTU/Gas dimatikan, nanti kalau sudah malam dinyalakan lagi. Kan lumayan tuh hemat gas setengah hari. Kalau di Indonesia, yang masih pakai diesel itu yang dimatikan dulu. Solar mahal.

Soal tegangan sekunder dan teknis trafo, itu bisa diatur. Persisnya bagaimana saya juga tidak tahu, tapi di beberapa negara lain sudah dilakukan, plus insinyurnya PLN tidak goblok. Kalau birokrasinya sih emang o'on, tapi kalau insinyurnya sungguhan ngerti kelistrikan. Dan lagian masih jauh di depan itu. Kita mulai saja masih belum. Masalah tersebut baru akan muncul kalau satu distrik sudah overkapasitas tenaga suryanya. Misalnya satu perumahan pasang panel surya semua padahal siang ditinggal kerja/sekolah, sehingga hasil listrik banyak tapi penggunaan sedikit. Idealnya itu bisa disalurkan ke kawasan industri di pinggiran kota yang perlu listrik banyak. Tebakan saya itu baru akan terjadi 15-20 tahun setelah Feed In Tarif dimulai. Sebab dari nol sampai bisa satu kompleks pasang panel surya semua bakal butuh waktu.

Buat info meteran KWh antar wilayah, trims buat infonya.


tegangan sisi sekunder bisa diatur pake trap, jadi di trafo distribusi itu ada 5 trap. trap 1 dipake kalo tegangan nominal sisi primer 19kV, trap 2 19,5kv , trap 3 20kV, trap 4 20,5kV, trap 5 21kV. normalnya PLN pake trap 3. intinya supaya ngejaga nominal tegangan sekunder bisa 220/380V
Sepertinya klo mau pasang sistem grid-tie mesti lapor dulu deh ke PLN biar dipasang meteran ekspor-impor.

Quote:http://www.pln.co.id/blog/pln-siap-b...a-panel-surya/

PLN Siap Barter Listrik Dengan Pelanggan Pengguna Panel Surya

(Jakarta, 21/11) PLN siap menerima kelebihan energi listrik yang dihasilkan oleh pelanggan pengguna panel surya dengan menerapkan sistem ekspor impor. Untuk pelanggan PLN yang menggunakan panel surya, PLN akan memasang meter listrik ekspor-impor. Pengiriman kelebihan listrik ini dapat terjadi karena pelanggan memiliki dua sumber pasokan listrik, dari panel surya dan dari PLN.

Energi listrik yang diterima PLN dari panel surya (fotovoltaik) akan di offset oleh PLN dengan energi listrik yang dikirim PLN ke pelanggan. Bila listrik yang diterima PLN dari panel surya lebih besar dari listrik yang dikirim PLN, maka selisihnya menjadi deposit listrik yang akan diperhitungkan untuk pemakaian listrik pelanggan bulan-bulan berikutnya.

Sistem ekspor-impor ini dilakukan PLN kepada pelanggan pengguna panel surya sebagai upaya mendorong percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus menambah kapasitas pasokan listrik kepada pelanggan. PLN sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang menggunakan energi terbarukan, dalam hal ini energi surya.

Para pelangan PLN yang memasang panel surya di rumah atau bangunan miliknya, dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri selain dari PLN, dapat menggunakan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya tersebut secara paralel dengan pasokan listrik dari PLN. Misalnya, dari pukul 07.30 hingga 17.00 pelangan menggunakan listrik dari panel surya miliknya. Kemudian sore, malam hingga menjelang pagi pelanggan beralih menggunakan listrik dari PLN.

Hingga saat ini sudah ada beberapa pelanggan yang memanfaatkan panel surya ini dan siap melakukan barter energi listrik dengan PLN.***)



Kontak:
Bambang Dwiyanto
Manajer Senior Komunikasi Korporat
Tlp. 021 7261122
Email. bambang.dwiyanto@pln.co.id
HmmM. Makasih infonya gan tentang meteran off grid ama grid-tie..

Ane nyimak aje dulu...
Kayaknya boleh jg tuh make solar cell buat listrik..
Tinggal make batere sm inverter buat rumah tangga..

Emang logikanya misal kita kelebihan daya akibat solar cell seharusnya meteran pasca bayar bertambah nilainya bkn malah berkurang...

Ane jg agak aneh kalo make meteran pasca bayar lebih banyak keluar biaya drpda biaya make meteran yg lama.. emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2

Top dah ini thread.. emoticon-Rate 5 Star
menarik juga bahasannya, liat komen disini sma di youtube jadi nambah ilmu
jejak dulu,,, TS nya ga nongol lg,,,
Btw, ane g paham yg d bicarain TS, soalnya ane kgak tw fungsi maupun definisi tiap objek pembahasan, contohnya kyak GTI,dsb. Maklum ane kolot gan. Pdahal ane anak electro gan. Tpi g tw ginian malahan, dn yg bikin ane kesel sih! Sbnernya guru ane gan, klo ksih pelajaran kgak pengertian. Lngsung cerocos asal cepet aja, kejar kurikulum. Tpi g peduli ma muridnya paham apa engga. Mikirin gaji, yg pnting udh ngajar, selesai. Dpet gaji. Itu sih mnurut ane. Guru2 skarang kgak pernah pengertian ama murid, suka hina yg bodoh. Bkannya d bimbing baik2 d arahkan cara alus dn sabar. Psti buahkan hasil. Mimpi ane sih! Perbaiki sistem pendidikan indonesia gan. Harus paham dn bisa praktekin, bkan teori doank! Murid jgn d tekan, sabar,dll

Eitz, ane OOT gan TS sorry ya, ngelantur. Emosi soalnya ane. Pengen banget paham n ngehe apa yg d bahas TS. Tpi apa daya ane gan. Msih cetek wawasan ini, -_- ane haus info n ilmu.
gagal paham ane gan
ini keren banget ini! beneran! ntar punya rumah sendiri ane terapin kayak begini ah emoticon-Blue Guy Peace
Agan ts ane mau tanya ,,ane kok bingung ya tentang bayaran listrik ,bulan kemaren ane bayar listrik sampe 1 jutaan kadang lebih ,pas bulan ini cuma 600 ribu ,,tempat ane ini toko gan ,yang pmakaian nya jg jelas ,apa pengaruh yg ts bahas di sini ya ?? ,,maklum ane gak ngerti tentang listrik2 an ,,