alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53884f7dd3c1e6c50b8b46fa/keganasan-pln-mengakali-meteran-memeras-rakyat-dan-anti-green-energy
Keganasan PLN mengakali meteran, memeras rakyat dan anti green energy
Tahun-tahun belakangan saya banyak otak-atik mengenai solar cell, baik sistem off-grid dimana sistem ini setidaknya memerlukan Solar cell dan Charge controller dan Baterai dan Inverter (jika memerlukan output 220VAC) atau dengan kata lain sistemnya independen…

Dan mulai tahun 2013 saya tertarik dengan sistem yang banyak dipakai di Eropa dan USA (perkotaan) yaitu sistem Grid-Tie (terkoneksi dengan pln), umumnya peralatan yang dibutuhkan lebih sederhana, efesiensi yang tinggi, dan tentunya jauh lebih murah daripada sistem off-grid…
Grid-Tie hanya memerlukan Solar cell dan Grid Tie Inverter, jadi cuma 2 komponen utama.

Masalah keganasan meteran PLN nanti saya ceritakan, tapi pahami dulu perbandingan off-grid dan grid-tie dan betapa meruginya rakyat karena manipulasi sistem meteran PLN yang dilakukan oleh oknum PLN ini, dan kenapa saya memutuskan memakai sistem grid-tie.

Video penjelasan Grid Tie dan Meteran Gila dibawah ini
youtube-thumbnail


Sistem off-grid:
Paling mendasar mengenai sistem ini adalah tidak terkoneksi dengan listrik pln, atau sistem yg berdiri sendiri.
Dari solar cell yang menghasilkan energi listrik, lalu diolah dahulu pada solar charge controller lalu disalurkan ke baterai sebagai waduk energi, dan terlebih lagi baterai butuh perawatan yang cukup intensif, butuh diganti atau setidaknya daya baterai akan berkurang setelah 1-2 tahun, harga baterai yang sangat mahal.
Contoh Kerugian lain: Saya punya solar cell dengan output max 220VAC dan kapasitas baterai dan inverter 1000Watt, dan saat itu baru 50 persen terisi dayanya pada baterai, jika saya menghidupkan peralatan yang membutuhkan daya 1000W maka hanya dapat dihidupkan sekitar 30 menit.
Jika baru ¼ daya yang tersimpan ke baterai tentunya peralatan yang 1000W tersebut hanya mampu dihidupkan selama 15 menit.
Inilah salah satu kelemahan off-grid, 1 terpisah (tidak bisa bergabung dengan daya PLN), sehingga daya yang tersedia pada baterai yang 15 menit untuk peralatan 1000W tadi hanya bisa dipakai 15 menit, setelah itu kita harus stop dan mengisi lagi melalui solar cell dan solar charge controller. Ingin tetap menghidupkan alatnya yaa cabut listrik dari solar cell, dan hubungkan dengan listrik PLN.

Sistem Grid-Tie.(Grid Tie Inverter atau GTI):
Ini adalah system yg terkoneksi dengan listrik PLN, saling bekerjasama, sinkronisasi daya dan frequency, dan power dari solarcell sebagai prioritas.
Tidak butuh baterai, sehingga hanya diperlukan Solar cell dan grid tie inverter (GTI), artinya hanya ada 2 komponen utama.
Input dari GTI ke solar cell dan output GTI langsung tertancap ke Jala-jala listrik (PLN) dan bekerjasama saling mengisi power yang dibutuhkan dirumah kita, dan posisi output GTI secara otomatis menjadi prioritas.
Contoh skenario:
Meteran PLN 1300W, siang hari waktu GTI menghasilkan 1300W dan peralatan dirumah hanya butuh 100W, maka meteran PLN akan mundur karena ada kelebihan daya dari GTI dan daya tersebut disumbangkan keluar rumah dan dihitung oleh meteran PLN atau meteran PLN nya mundur sesuai KWH yang lagi disumbangkan keluar.
Berapapun yang dihasilkan oleh GTI pada hari terang jika tidak dipakai atau dipakai sedikit atau dipakai 1300W dirumah maka akan berefek pada meteran PLN.

Contoh lain, GTI menghasilkan 1300W dan dirumah tidak ada pemakaian maka meteran akan mundur 1300W (1.3kwh) jika GTI menghasilkan 10jam sebanyak 1300W maka akan menghasilkan 13KWH, artinya meteran PLN akan mundur 13KWH.
Lalu pada waktu malam dirumah mulai dipakai 1300W selama 10jam maka meteran PLN akan maju lagi sebanyak 13KWH (Impas).

Atau berapapun sistem GTI lagi menghasilkan saat itu, anggaplah hanya 100W maka akan berefek pada meteran PLN yang akan melambat karena ada suplai listrik dari sistem GTI (dalam rumah), ini sebabnya kenapa saya memilih sistem Grid Tie.

Di luar negeri, malah orang ramai-ramai membuat sistem GTI secara besar, atau melebih kebutuhan rumah mereka, kenapa?
Karena kelebihan produksi GTI akan diganti oleh pemerintah.
Saya tidak begitu berharap seperti di luar negeri masalah GTI ini, tapi setidaknya meterannya akan berlaku seperti normalnya meteran listrik, atau meteran listrik saya dulu sebelum diganti dengan meteran baru.

Nah sekarang kita bicara mengenai Meteran PLN yang ganas menipu rakyat ini…
Dulu pada tahun 2013 saya mempunyai GTI sebesar 1000W, dan meteran listrik rumah saya masih model lama.
Saya mencoba GTI hasilnya memuaskan, pada waktu dihidupkan, peralatan dirumah jika tidak ada yang hidup maka meteran akan langsung mundur sesuai dengan kwh yang saat itu lagi dihasilkan oleh solar cell.
Pada tahun 2014 meteran pln saya diganti dan kebetulan saya sudah membeli Grid-Tie inverter yang berkapasitas besar dan mahal 11000W buatan Jerman.
Dan kebetulan juga saya memasang jaringan baru dengan meteran prabayar untuk di kantor sebesar 3600W.

Karena saya sakit beberapa bulan terakhir karena keseleo berat yang memaksa saya istirahat total selama 2 bulan lebih, maka saya tidak sempat mengecek peralatan saya dengan meteran baru, akhirnya hari ini saya walaupun memakai alat bantu jalan mencoba mengetest grid tie inverter saya ke meteran baru.

Hasilnya sangat mengejutkan, ternyata meteran PLN baik yang pasca ataupun prabayar yang semuanya tipe baru, jika dipasang GTI semua tidak ada gunanya.
Walaupun tidak ada pemakaian dirumah, dan GTI lagi memproduksi listrik secara penuh tetap saja meteran PLN berlaku seolah-olah sedang dipakai atau bergerak maju seolah daya yang diambil dari tiang PLN, padahal saya lagi menyumbang listrik keluar rumah….GILEEEEEE….

Kejadian ini jika pada meteran pascabayar normalnya (pada tampilan meteran) jika GTI sedang menghasilkan daya:
Nilai KWH yang terpakai menghitung mundur misalnya dari 99999.5 menjadi 99999.4 dst.
Saat ini yang terjadi pada meteran gila pln yang baru, meteran tetap bergerak maju, misalnya dari 99999.5 menjadi 99999.6 dst.

Kejadian ini jika pada meteran prabayar harusnya (pada tampilan meteran) jika GTI sedang menghasilkan daya:
Nilai stok KWH misalnya 98.4, maka harusnya nilai stok kwh akan bertambah menjadi 98.5 dst.
Saat ini yang terjadi pada meteran gila pln baru, meteran tetap bergerak maju atau Stok KWH berkurang, misalnya dari 98.4 menjadi 98.3 dst.

Meres rakyat ga tuh namanya? Saya yang nyuplai daya keluar meteran, tapi meterannya ngitung seolah-seolah saya lagi memakai daya dari tiang listrik pln….

Menurut saya ini meteran request dari Petinggi PLN agar dibuat seperti ini, dibuat seperti siap untuk membalikkan input dan output jika ada daya dari dalam rumah yang mensuplai keluar meteran….

Sedangkan “kepintaran” meteran yang diakali oleh PLN menurut saya:

Meteran lama: input meteran (dari tiang listrik) tetap sebagai input, dan output (beban di rumah) tetap sebagai output, sehingga jika ada arus yang mensuplai dari arah output, maka meteran akan mundur.

Meteran baru: input meteran (dari tiang listrik) bisa berubah sebagai output, dan output (beban di rumah) bisa sebagai input, sehingga jika ada arus yang mensuplai dari arah output (dari rumah), maka meteran menswitch proses ini, jadi angka pemakaian tetap BERGERAK MAJU.

Apakah PLN takut melihat rakyat mampu memakai solar cell mengingat harga solar cell yang tiap tahun menurun terus.
Saya membeli solar cell mungkin dari 7 tahun lalu, waktu itu kalau tidak salah harga /watt sekitar 75rb, saat ini harga perwatt setidaknya sudah menyentuh harga 12-15rb, jelas sepertinya ini akal-akalan Oknum petinggi PLN.
Mereka tidak bodoh, mereka pasti mempelajari nilai solar cell /watt yang setiap tahun semakin mengancam pendapatan PLN.

Terlebih masalah membangun solar cell itu bisa dicicil…hari ini kita beli 500W, besok bisa ditambah…sangat flexible…

Jika begini, PLN sama saja mengakali rakyat agar tidak terpicu untuk memakai solar cell, anti green energy, dan membuat negara justru merugi terus menerus, memeras uang rakyat.

Atau adakah cara menukar meteran PLN yang tidak support dengan sistem ini menjadi support dengan GTI?
Komplain ke PLN, kayaknya cpd… males…dari dulu kalo nanya pegawai pln yang melayani komplain biasanya jawabannya bikin kesel…

Pertanyaan besar saya, kenapa PLN ini mengganti Meteran berjenis seperti ini jika ada meteran lain yang normal seperti dulu?

Saat ini saya memakai 2 meteran, Pasca no id 141000054770 dan Prabayar no id 56400752889.

Mudah-mudan ada Pejabat PLN yang masih berhati nurani yang bersih yang memperhatikan video ini dan mengganti meteran-meteran pelanggan dengan yang support dengan Green Energy.

Salam

Joel
0816-384499
Ane malah baru tahu bahwa PLN juga menggunakan sistem grid-tie (meteran jadi mundur kalau kita kasih input dari sumber kita sendiri), ane kira sistem ini hanya ada di luar negeri emoticon-Smilie.
Apa mungkin sebetulnya PLN gak/belum niat menerapkan sistem grid-tie di Indonesia, dan kebetulan karena meteran PLN impor, sistem grid-tie gak sengaja terbawa ke sini? Terus, mereka takut bahwa meteran model grid-tie bisa dicurangain (karena bisa maju mundur), dan akhirnya mengganti semua model meteran listrik.

Apakah agan sudah konsultasi dengan kantor PLN nya tentang hal ini? Karena ada kemungkinan ini hanya salah paham, orang PLN nya sendiri gak tahu menahu. Atau mungkin agan harus daftar dulu administrasi sebagai "supplier" listrik ke kantor PLN dan mengajukan meteran mode GTI. Mungkin...
Ane masi gagal paham ama trit ini keknya kudu baca 2x lagi ato lebih. Tpi dari ini ane jadi tau ternyata solar cell bisa di aplikasikan secara perorangan dan harganya ane liat di hargasolarcell.com cukup murah
Quote:Original Posted By feniks.kelabu
Ane malah baru tahu bahwa PLN juga menggunakan sistem grid-tie (meteran jadi mundur kalau kita kasih input dari sumber kita sendiri), ane kira sistem ini hanya ada di luar negeri emoticon-Smilie.
Apa mungkin sebetulnya PLN gak/belum niat menerapkan sistem grid-tie di Indonesia, dan kebetulan karena meteran PLN impor, sistem grid-tie gak sengaja terbawa ke sini? Terus, mereka takut bahwa meteran model grid-tie bisa dicurangain (karena bisa maju mundur), dan akhirnya mengganti semua model meteran listrik.

Apakah agan sudah konsultasi dengan kantor PLN nya tentang hal ini? Karena ada kemungkinan ini hanya salah paham, orang PLN nya sendiri gak tahu menahu. Atau mungkin agan harus daftar dulu administrasi sebagai "supplier" listrik ke kantor PLN dan mengajukan meteran mode GTI. Mungkin...


Justru meteran yang lama itu bisa gan...seperti punya saya sebelum diganti.
Dan justru lagi tidak beralasan yang baru atau yang lama, yang manual dan yang digital harusnya atau normalnya tetap mundur...KECUALI memang diantisipasi seperti meteran yang baru ini.
Ini antisipasi gan, artinya ada penambahan methode dalam sistemnya meteran yang baru ini...

Kalau alasannya takut dicurangi, bukannya tindakan preventif pln spt segel dll sudah mengantisipasi, dan kalau mau dicurangi ini sebetulnya LEBAY menerapkan sistem spt ini, soalnya tetap bisa dicurangi jika ada niat...
Ibarat mbunuh nyamuk pakai pistol gan...hehehe...

Nah itu yang baru saya mau coba...tapi itulah gan...komplain ke PLN kayaknya beraaat banged...mengingat (maaf) bagian layanan/komplain bisanya cuma manggut2 aja...

Quote:Original Posted By frizmist
Ane masi gagal paham ama trit ini keknya kudu baca 2x lagi ato lebih. Tpi dari ini ane jadi tau ternyata solar cell bisa di aplikasikan secara perorangan dan harganya ane liat di hargasolarcell.com cukup murah


Penjelasan singkatnya ada di videonya gan...mudah kok..

emoticon-Bingung (S) jg gan kl ky gini..
kecurangan dlm pemakain listrik (meteran lari dsb) bnyk banget..

mungkin pln mengantisipasi karena banyaknya pihak spanyol alias separo nyolong.

dicoba aja dl gan, jgn tlalu pesimis dan anggap cust service itu ngeselin, karena pd hakikatnya jawaban mereka itu sdh diatur dr pihak perusahaan. tp kl kita ngomongnya enak, trus ngeyel psti lama2 luluh tuh csnya. emoticon-Kiss (S)
Meterannya PLN itu tidak bisa mundur untuk mencegah taktik pencurian listrik dengan memundurkan meteran.

Di luar negeri juga sama. Meteran kalau mundur dicurigai sebagai pencurian listrik karena memang katanya ada beberapa cara untuk memundurkan meteran tanpa harus produksi listrik.

Kalau di Eropa atau Amerika mau jual listrik ke PLN/PLSwasta versi sana, harus bilang dulu ke PLN/PLSwasta sana, lalu akan dipasangkan meteran khusus dengan in/out yang terpisah sehingga kedua-belah pihak tahu listrik yang masuk berapa, yang keluar berapa. Lalu soal siapa yang bayar siapa, tinggal dihitung selisihnya. Lebih repot memang, tapi dengan demikian no tipu-tipu.

Di Indonesia kita memang ketinggalan, belum sampai tahap segitu. Arahnya memang ke sana, sudah ada pembicaraan di tingkat kementerian, tapi memang belum selesai. Tapi percuma marah ke PLN, sebab bukan salah mereka. Kalau nggak sabar, telpon Kementerian ESDM, suruh mereka cepet netapin harga lalu keluarin Permen. Baru nanti PLN bisa masang meteran yang dobel itu.
Quote:Original Posted By tonnyc
Meterannya PLN itu tidak bisa mundur untuk mencegah taktik pencurian listrik dengan memundurkan meteran.

Di luar negeri juga sama. Meteran kalau mundur dicurigai sebagai pencurian listrik karena memang katanya ada beberapa cara untuk memundurkan meteran tanpa harus produksi listrik.

Kalau di Eropa atau Amerika mau jual listrik ke PLN/PLSwasta versi sana, harus bilang dulu ke PLN/PLSwasta sana, lalu akan dipasangkan meteran khusus dengan in/out yang terpisah sehingga kedua-belah pihak tahu listrik yang masuk berapa, yang keluar berapa. Lalu soal siapa yang bayar siapa, tinggal dihitung selisihnya. Lebih repot memang, tapi dengan demikian no tipu-tipu.

Di Indonesia kita memang ketinggalan, belum sampai tahap segitu. Arahnya memang ke sana, sudah ada pembicaraan di tingkat kementerian, tapi memang belum selesai. Tapi percuma marah ke PLN, sebab bukan salah mereka. Kalau nggak sabar, telpon Kementerian ESDM, suruh mereka cepet netapin harga lalu keluarin Permen. Baru nanti PLN bisa masang meteran yang dobel itu.

Berarti mungkin digantinya meteran dengan yang gak bisa mundur, memang kesengajaan, karena memang belum ada regulasi khusus dari kementrian ESDM tentang "supplier" listrik perorangan.

Misalnya gini, kalau kita produksi listrik kebanyakan, meteran mundur dan bulan depan meteran kita malah lebih dikit dari bulan sekarang, kalau gak ada regulasi, apakah PLN mau bayar ke kita? jadi petugas datang ke kita sambil bawa2 duit hehehe... Kan mestinya gak seperti itu. Jadi menurut ane memang kasusnya adalah meteran mundur diganti agar tidak terjadi masalah, apakah dalam bentuk pencurian listrik atau masalah membayar "supplier" karena belum ada regulasinya.
Quote:Original Posted By tonnyc
Meterannya PLN itu tidak bisa mundur untuk mencegah taktik pencurian listrik dengan memundurkan meteran.

Di luar negeri juga sama. Meteran kalau mundur dicurigai sebagai pencurian listrik karena memang katanya ada beberapa cara untuk memundurkan meteran tanpa harus produksi listrik.

Kalau di Eropa atau Amerika mau jual listrik ke PLN/PLSwasta versi sana, harus bilang dulu ke PLN/PLSwasta sana, lalu akan dipasangkan meteran khusus dengan in/out yang terpisah sehingga kedua-belah pihak tahu listrik yang masuk berapa, yang keluar berapa. Lalu soal siapa yang bayar siapa, tinggal dihitung selisihnya. Lebih repot memang, tapi dengan demikian no tipu-tipu.

Di Indonesia kita memang ketinggalan, belum sampai tahap segitu. Arahnya memang ke sana, sudah ada pembicaraan di tingkat kementerian, tapi memang belum selesai. Tapi percuma marah ke PLN, sebab bukan salah mereka. Kalau nggak sabar, telpon Kementerian ESDM, suruh mereka cepet netapin harga lalu keluarin Permen. Baru nanti PLN bisa masang meteran yang dobel itu.


Rasa2nya org disini curi listrik pada maen kasar, suntik langsung dan buat jalur lain spesial bypass (99% imho).
Bukan degn mengotak-atik input dijadiin output dan sebaliknya agar berjalan mundur....DAN JUGA pencurian model gini ga efesien, kudu cek pada hari2 tertentu...sesuai kebiasaan tanggal2 pencatat meteran datang...
Ini sebabnya jika alasan antisipasi spt ini LEBAY gan...

Mengenai penetapan harga kelebihan KWH, saya kira juga itu NO.2, sebab level rakyat untuk menjual masih jauh...Bisa menjual itu setidaknya punya 2 kali lebih kapasitas yang dibutuhkan, kita punya 3 kali kapasitas wattnya pun belum tentu ada kelebihan, ada kemungkinan IMPAS.
Sebab solar cell misalnya 500W, 1 hari itu dihitung2 juga maximal paling sama saja punya solar cell 200-300W produksinya...
Bayangin kenapa saya sebut masih jauh...misalnya saya dirumah butuh 1300W, berapa saya butuh cell agar bisa jualan...
Tujuan utama No.1 menghemat dulu....soal jualan masih jauh untuk level rata2 orang kita...

Contoh untuk impas saja:
Rumah 1000W, setidaknya perlu 2000W, agar siang pake 1000W plus mundurin 1000W, hasilnya sampe pagi IMPAS, inipun hitungan jika efesiensi 100%, dan tidak mungkin dalam 1 hari kapasitas 1000W misalnya menghasilkan 1000W.

Untuk jualan:
Rumah 1300Watt, solar cell setidaknya punya 4000an watt, skenario 1300 dipake siang hasil dr cell, 1300 lagi utk mundurin meteran dan dipake malemnya, sisa [produksi buat jualan, dan kita harus punya meteran diatas 1300W, misalnya 2600W, sebab jika kita CUMA punya batasan 1300Watt meterannya, yaa ga bisa mundurin lebih dari 1300 tuh...karena dibatesin oleh MCB meteran yg hanya sesuai kontrak dgn PLN yaitu 1300W.

Cerita diatas cerita efesiensi 100%, dalam 1 hari hasilnya cuma pada efesiensi 30% s/d 75% ko'...

Jadi persoalan bisa mundur ini dulu yang paling mendasar...
Seandainya sistem yg saya punya bisa mundur, mulai pagi, pas malem, lalu pagi lagi masih JAUUUUUH mau menyentuh impas...
Ini sebabnya saya pengennya yaa balik normal dulu, alias bisa mundur...
Quote:Original Posted By bunaf


Rasa2nya org disini curi listrik pada maen kasar, suntik langsung dan buat jalur lain spesial bypass (99% imho).
Bukan degn mengotak-atik input dijadiin output dan sebaliknya agar berjalan mundur....DAN JUGA pencurian model gini ga efesien, kudu cek pada hari2 tertentu...sesuai kebiasaan tanggal2 pencatat meteran datang...
Ini sebabnya jika alasan antisipasi spt ini LEBAY gan...

Mengenai penetapan harga kelebihan KWH, saya kira juga itu NO.2, sebab level rakyat untuk menjual masih jauh...Bisa menjual itu setidaknya punya 2 kali lebih kapasitas yang dibutuhkan, kita punya 3 kali kapasitas wattnya pun belum tentu ada kelebihan, ada kemungkinan IMPAS.
Sebab solar cell misalnya 500W, 1 hari itu dihitung2 juga maximal paling sama saja punya solar cell 200-300W produksinya...
Bayangin kenapa saya sebut masih jauh...misalnya saya dirumah butuh 1300W, berapa saya butuh cell agar bisa jualan...
Tujuan utama No.1 menghemat dulu....soal jualan masih jauh untuk level rata2 orang kita...

Contoh untuk impas saja:
Rumah 1000W, setidaknya perlu 2000W, agar siang pake 1000W plus mundurin 1000W, hasilnya sampe pagi IMPAS, inipun hitungan jika efesiensi 100%, dan tidak mungkin dalam 1 hari kapasitas 1000W misalnya menghasilkan 1000W.

Untuk jualan:
Rumah 1300Watt, solar cell setidaknya punya 4000an watt, skenario 1300 dipake siang hasil dr cell, 1300 lagi utk mundurin meteran dan dipake malemnya, sisa [produksi buat jualan, dan kita harus punya meteran diatas 1300W, misalnya 2600W, sebab jika kita CUMA punya batasan 1300Watt meterannya, yaa ga bisa mundurin lebih dari 1300 tuh...karena dibatesin oleh MCB meteran yg hanya sesuai kontrak dgn PLN yaitu 1300W.

Cerita diatas cerita efesiensi 100%, dalam 1 hari hasilnya cuma pada efesiensi 30% s/d 75% ko'...

Jadi persoalan bisa mundur ini dulu yang paling mendasar...
Seandainya sistem yg saya punya bisa mundur, mulai pagi, pas malem, lalu pagi lagi masih JAUUUUUH mau menyentuh impas...
Ini sebabnya saya pengennya yaa balik normal dulu, alias bisa mundur...

Skenario untuk impas dalam hitungan memang terasa sulit, tapi coba kalau kasusnya seperti ini:

Agan bunaf punya rumah kontrakan 2 buah, udah dipasang solar cell masing2 500 watt, tapi sayang belum ada yang nempatin. Itu rumah nganggur, dan kalau solar cell nya nyala terus, pasti meterannya bakal terus2an mundur. Setelah 3 bulan, gak laku2 itu kontrakan, apakah PLN harus bayar ke agan? bagaimana proses pembayarannya?

Nah, itu yang gak mau dipusingkan oleh PLN, regulasinya belum ada, jadi mending main aman, semua meteran mundur diganti.

Semua ini cuma asumsi ane aja ya gan... Mungkin aja kan kalau kita ngobrol ke kantor PLN kita bakal dikasih meteran lama, tapi mungkin ada administrasi2 untuk melakukan hal itu, seperti yang dijelaskan Agan tonnyc tadi.
Iya, saya paham kekecewaan bunaf, sebab saya sendiri juga sedang menjajaki panel surya dan kenyataannya birokrasinya Indonesia memang kurang kondusif.

Tapi kenyataannya saya pernah nemu di forum Inggris orang dengan komplen serupa. Teknisi datang, bilang nggak bisa, meteran harus ganti dengan tipe lain. Tapi mereka nggak punya, harus datangin dulu dari pusat. Baru akhirnya 2 minggu kemudian dipasangi.

Itu padahal di Inggris. Dan mereka sudah ada peraturan FiT-nya. Kalau misalnya nggak ada peraturannya gue juga yakin kalau mereka nggak bakal gerak. Birokrasi di mana-mana serupa. Mau kita muntab kayak apa, kalau peraturannya belum ada, mereka nggak bakal bergerak.

Meteran PLN nggak bisa mundur itu setahu saya sudah ada dari dulu sekali, sebelum energi terbarukan masuk hitungan. Mungkin dari tahun 1980-an sudah ada. Rodanya mah mau maju-mundur terserah, tapi angkanya itu nggak bakal mundur.

Apa bisa diganti meterannya? Secara teknis pasti bisa. Nggak pakai meteran dobel pun secara teknis juga bisa kok. Tapi selama Peraturan Kementerian ESDM belum turun, nggak bakal PLN bergerak. Ini bukan mereka ganas atau anti green energy, tapi birokrasi memang begitu. Anda mau bilang PLN memeras rakyat, tapi kenyataannya tiap tahun PLN tekor terus karena disuruh subsidi energi. Tapi nggak apa-apa, karena PLN itu punya negara, dan tekornya itu pasti ditutupi sama negara. Lha wong namanya subsidi energi kok.

Saat ini saya cuma bisa bilang sabar. Sebab gerakan ke sana itu sudah ada. UU-nya itu sudah ada di tahun 2012. Implementasi untuk skala perusahaan besar sudah ada di 2013. Tapi memang untuk skala rumahan dan perusahaan kecil belum ada implementasi. Dan kayaknya tahun ini nggak mungkin. Kementerian pasti memilih menunggu pemerintahan baru. Kalau pemerintahan baru tidak ganti kebijakan (mudah-mudahan), mungkin tahun depan bisa sudah ada implementasi untuk skala rumahan.

Daripada kita marah-marah ke PLN yang tidak bakal bergerak sebelum ada perintah dari atas, mendingan kita pikirin solusi alternatif. Saya sebenarnya sudah beberapa waktu mikirin gimana mengatasi masalah ini. Sampai saat ini cuma kepikiran 2 cara.
1. Perkecil skala sehingga panel surya cuma mengurangi pembelian listrik, tapi tidak sampai malah mengirim balik listrik ke PLN. Tapi ini agak susah juga, sebab kalau kita pingin aman, hasil malah tidak maksimal.
2. Pake baterei dan sistem otomatis yang bisa mendeteksi arus balik. Sehingga kalau dideteksi produksi panel surya lebih besar daripada kebutuhan, sistem otomatis mengalihkan ke charge baterei, bukannya malah mengirim balik ke PLN. Atau sebenarnya kalau males keluar duit buat baterei, kelebihan listrik bisa dibuang ke dalam tanah.

yang nomor 2 itu sebenarnya banyak miripnya dengan inverter off-grid, sebab inverter off-grid itu bisa mendeteksi kalau hasil produksi lebih besar atau lebih kecil daripada kebutuhan dan mengambil listrik atau menyimpan listrik di baterei sesuai sikon. Tapi menyambungkan dari off-grid balik jadi on-grid lagi itu saya belum tahu caranya.

Mungkin juga sudah ada yang jual barangnya, tapi saya belum nemu.

Omong-omong, boleh saya PM untuk tanya-tanya detil sistem panel surya anda?
Wow,. Mantap ini. Moga bener taun depan dah bisa jalan yg seperti ini:
ternyata menarik juga kalau udah ngomongin soal green energy sama policy

Ane kira, dulu itu di Indonesia udah ada itung2annya masalah listrik yg kita produksi sendiri sama listrik PLN, ternyata belum ya gan. Kalau baca penjelasannya TS, berapapun jumlah watt listrik yg kita hasilin mutlak milik kita ya?
Terima kasih agan2 atas masukannya yang berharga...

yaah memang sedih...saya sudah nyiapin tempat untuk cell saya yang baru, dengan rangka baja dan rencananya cellnya bisa saya miringkan sesuai posisi matahari...
Sudah beli GTI 11000W buatan jerman...
Sudah nyiapin sistem silent genset untuk ngecharge baterai dan inverter biasa saya...

@Tonnyc, silahkan kontak gan diatas jam 1 siang gan...0816384499.
Saya pemakai dan juga penjual terutama controller baik PWM ataupun MPPT.
Terus terang saya masih terkapar sakit...jadi banyakan begadang saat ini mantengin tv atau browsing, karena keseleo berat..jalan masih dibantu alat jalan...

Saya masih bingung TEPATNYA kenapa methode ini diberlakukan...
Dimana th 2013 meteran saya masih bisa mundur...

Asumsi saya:

1: Jika penerapan meteran kayak gini antisipasi pencurian, yah lebay...
Pencurian listrik dgn membalikkan input output pencurian model gini ga
efesien, kudu cek pada hari2 tertentu...sesuai kebiasaan tanggal2 pencatat
meteran datang...

2: Jika untuk mengantisipasi rakyat nanti seperti punya 2 kontrakan spt agan "feniks.kelabu" ceritakan, dimana punya kontrakan yg belum ditunggu dan sudah dipasang solar cell GTI, menurut saya juga pilihan ini jika diterapkan PLN lebay..

PLN Menerapkan perhitungan jauuuh jauuuh kedepan yang berlebih2an...kayak orang mau buka usaha..yang saban hari hitung bakal gini bakal gitu yang ga jadi jadi buka usaha...hehehehe.

Karena cukup katakan saja kepada rakyat belum siap menerapkan sistem
pembayaran kelebihan kwh ke masyarakat, apa sih yang ga bisa dipaksakan pemerintah kepada rakyat...
Toh PLN sudah mengatakan dari awal...

Biarkanlah rakyat mendapat pengalaman yang menurut saya luar biasa...pengalaman nyata tentang real Green Energy...daripada semua arah
dijegal...dan semuanya Lebay duluan...
Ditambah lagi kenyataannya banyak dan sangat banyak bahkan orang belum tertarik untuk memasang solar cell GTI mengingat jika head to head dengan PLN masih sangat lama balik modalnya....
Palagi denger sistem yang pake baterai...tambah jauh dah...

Banyak ko' yang sangat tidak sesuai dgn pemerintah kita mengenai Green
Energy...
Contoh saya import peralatan2 solarcell semua saya bayar layaknya mengimpor
barang biasa...tiada perlakuan khusus mengimport barang green energy...
Seperti saya pernah jual 1 Inverter Grid Tie hampir 40jt ke USA, dimana saya tanya apakah receivernya kena bea masuk?
Jawab orang usa tidak sama sekali tuh kena bea masuk, 100% free hehehe....

Mengenai sistem baterai, imho...jauh jauh sekali tidak nyaman..
Saya punya sistem off=grid, dimana hanya 2400W max dengan baterai hanya 24V 190A.
Saat ini saya hanya jadikan silent genset...
Baterai penuh yaa diemin aja...males matiin mcb rumah trus pake dari
baterai...
PLN mati baru dipake...
Seberapa rajin saya bela2in over daya pas sudah penuh dari pln ke sc, dimana hanya punya baterai yang bisa mengcover paling banter 3kwh atau ga lebih dari 3 ribu perak...

Jika seperti "Pake baterei dan sistem otomatis yang bisa mendeteksi arus
balik. Sehingga kalau dideteksi produksi panel surya lebih besar daripada
kebutuhan, sistem otomatis mengalihkan ke charge baterei, bukannya malah mengirim balik ke PLN. Atau sebenarnya kalau males keluar duit buat baterei, kelebihan listrik bisa dibuang ke dalam tanah."

Saya merasa jika masih pake baterai, goalnya ga dapet gan jika saya harus memasang sistem spt ini...
Yang paling males sistem baterai untuk mengcover malem hari biayanya sangat besar...belum lagi biaya yang mungkin 4 tahunan bahkan 2 tahunan bateri yang rusak atau mulai soak...
Umumnya projek solar cell yang memakai baterai, jika harus mengcover malam hari, costnya sekitar 40% dari total projek solar cell itu...

Jadi alasan yang paling tepat menurut saya, ketakutan yang berlebihan oleh
pemerintah, jika rakyat memakai solar cell yang harganya turun terus setiap tahun...
Dan memang menurut saya yakin memang banyak Mafia di PLN...

Masalah ini juga sudah saya email ke kementrian ESDM, besok mungkin ke PLN...
Mudah2an PLN bisa memberikan meteran yang normal suatu hari nanti (pastikan bercahaya hehehe)..
Quote:Original Posted By anpie
ternyata menarik juga kalau udah ngomongin soal green energy sama policy

Ane kira, dulu itu di Indonesia udah ada itung2annya masalah listrik yg kita produksi sendiri sama listrik PLN, ternyata belum ya gan. Kalau baca penjelasannya TS, berapapun jumlah watt listrik yg kita hasilin mutlak milik kita ya?


Jika menghasilkan, iya...
Jika lebih ga masalah juga saya ga dibayar gan oleh PLN setidaknya untuk saat ini...
Tapi umumnya untuk saat ini, saya yakin setidaknya mencapai IMPAS saja udah sukur gan...jadi cukup bayar bulanannya (abodemen) aja...

Ada lagi gan yg lucu:
http://www.antaranews.com/berita/436...na-panel-surya

Pemerintah pertimbangkan insentif bagi pengguna panel surya
Tapi meteran listrik PLN ga support GTI, kayak cerita dodol aja...hehehe

kasusnya mirip2 mobil listrik yang digadang2 bisa gantiin BBM tapi infrastrukturnya ngak disiapin. kebijakan2nya saling tumpang tindih. masa pengen jakarta biar ngak macet tapi semakin banyak mobil murah? kenapa bukan transportasi umum yang dimaksimalkan? harusnya pemerintah ngak salah fokus.
Quote:Original Posted By rururanpyon
kasusnya mirip2 mobil listrik yang digadang2 bisa gantiin BBM tapi infrastrukturnya ngak disiapin. kebijakan2nya saling tumpang tindih. masa pengen jakarta biar ngak macet tapi semakin banyak mobil murah? kenapa bukan transportasi umum yang dimaksimalkan? harusnya pemerintah ngak salah fokus.


Yoi..mirip lah kira2 gitu bro...
Aneh khan ngeliat berita ESDM maukasih insentip tapi meteran listriknya kayak gitu...

Gan numpang belajar solar cell..
Aku lg mempelajari solar cell dan jujur aja belum pernah punya pengalaman nangani nya.
Ijin PM gan...
solar cell.. ane pernah buat mesin kalo gak salah pake solar cell waktu SMA

di tempat tetangga ane juga ada solar cellnya buat manasin bathtub
wah, thread yang menarik gan.

kalau menurut ane, lebih adilnya, meteran gak mundur kalau kita yg supplai. (untuk jangka waktu pendek)

tapi tidak adil juga kalau sebagai negara, kita tidak menghargai listrik dari orang lain/masyarakat yang peduli green energy.

saya ingin tau apakah PLN yang mensuplai energy ke masyarakat (ke seluruh indonesia) pemakaian batterai itu berapa % dari penggunaan langsung dari masyarakat? (misalnya

1. pemakaian energy masyarakat 100% -
2. lalu masyarakat memakai energy yang langsung dari pembangkit listrik itu misalnya 80% -
3. lalu dari batteray 20% dari PLN karena PLN kurang mampu mensuplai dengan stabil maka di gunakan energy dari batterai dari PLN yg sebelumnya sudah disuplai dari kelebihan energy.)


apakah kalau PLN yang mensupplai energy jikalau kelebihan akan di buang ke tanah atau di simpan di batteray raksasa?


ini juga bisa jadi pertimbangan, jikalau masyarakat luas bisa mensupplai energy kan juga sayang kalau di buang ke tanah. (hal ini bisa merugikan PLN, apabila PLN membayar suplai listrik dari masyarakat kalau kelebihan listrik)


dan kalau di simpan ke batterai raksasa, berarti memang paling baik, masyarakat harus mengerti untuk rela memberikan nilai listrik kepada PLN lebih kecil dari nilai uang yang kita terima listrik dari PLN -karena PLN pun berusaha mensupplai listrik ke masyarakat harus ada modal batterai kalau kelebihan supllai listrik. (entah dalam kasus

1. masyarakat baiknya di beri meteran yang bisa membaca keluar-masuk listrik (ada meteran keluar dan meteran masuk listrik). tidak bisa me-rool-balik meteran -arus yang sudah keluar.

singkatnya :

- ada meteran arus keluar (meteran biasa yang sekarang)
- ada meteran arus masuk
- tidak bisa me-rool balik meteran arus keluar

- keuntungan ini memudahkan pihak PLN mencatat histori arus masuk dan keluar
- kerugian metode ini, tidak "sangat" merangsang masyarakat seperti metode ke 2 dan 3

2. ada meteran yang bisa Sistem Grid-Tie(seperti meteran lama) + bisa membaca listrik masuk ke PLN (meteran dari konsumen jual ke PLN). kelemahan ini, pln tidak bisa melihat berapa arus sudah di pakai oleh konsumen.

singkatnya :

- ada meteran arus keluar (meteran biasa yang sekarang)
- ada meteran arus masuk
- bisa me-rool balik meteran arus keluar

- kelemahan ini, pln tidak bisa melihat berapa arus sudah di pakai oleh konsumen dari arus PLN.
- keuntungan ini bisa otomatis, dapat di gunakan pada listrik prabayar.

3. gabungan dari metode meteran 1 dan ke 2 yaitu :

singkatnya

- ada meteran arus keluar (meteran biasa yang sekarang)
- ada meteran arus masuk
- tidak bisa me-rool balik meteran arus keluar tapi selisihnya di kurangin dengan hasil yang sama (nilai uang juga sama) - pencatatan sih manual ujung2nya

- keuntungan ini, PLN bisa melihat jumlah arus keluar dan arus masuk. 2. dan juga bisa merangsang masyarakat untuk menggunakan energi ramah lingkungan
-kerugian dari metode ini, menggunakan pencatatan manual untuk selisihnya

dari ketiga ini menurut saya yang paling baik adalah metode ke 3 (DENGAN SYARAT selisihnya di kurangin dengan hasil yang sama (nilai uang juga sama) dan metode 2, tapi harus di lihat dari segi teknis pembuatan arus listrik itu kaya gimana? dan peyimpanan energi yang berlebih gimana?.

saya kurang profesional sih soal gitu2an.


sekian dari saya.