CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
Klarifikasi Putera Sampoerna Foundation
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/537f20e0bdcb17c15f8b45b4/klarifikasi-putera-sampoerna-foundation

Klarifikasi Putera Sampoerna Foundation

Klarifikasi Putera Sampoerna Foundation Menanggapi Thread di Kaskus Dengan UserID semuaberbeda

(http://www.kaskus.co.id/thread/53781...-ratusan-juta/)

Putera Sampoerna Foundation merupakan sebuah institusi bisnis sosial yang memiliki visi dan misi untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia, para calon pemimpin bangsa, untuk meningkatkan kualitas kehidupannya melalui akses pendidikan yang berkualitas. Dengan pilihan di tangan mereka sendiri, kesempatan yang ditawarkan adalah berupa dana bantuan pendidikan kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Pengaplikasian konsep dana bantuan pendidikan yang dilakukan oleh PSF tentunya merujuk pada fakta pendidikan di Indonesia yang ternyata terdapat sebanyak 1,8 juta anak harus putus sekolah. Selain itu, dari keseluruhan siswa yang belajar di sekolah, hanya terdapat sebanyak 18% pelajar yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Fakta lain menyatakan bahwasanya terdapat lebih dari 50% dari total keseluruhan jumlah guru yang memiliki kualifikasi di bawah standarisasi yang ditetapkan. Sementara data yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG) menyebutkan bahwa Indonesia akan masuk dalam jajaran 15 besar sebagai negara dengan perekonomian yang besar pada dekade berikutnya, bahkan diprediksi terbesar ke tujuh di dunia pada tahun 2020. Akan tetapi, sumber daya manusia yang berkualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang semakin tinggi tidak berbanding lurus. Dengan demikian tingkat pekerja asing yang masuk ke Indonesia akan meningkat. Namun, sebenarnya bukankah kita akan menjadi lebih bangga jika negeri ini dipimpin oleh para pemimpin dari negerinya sendiri? Tentunya semua itu berawal dari pendidikan dan akses menuju pendidikan lebih baik guna mencetak sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

Seandainya konsep dana bantuan pendidikan tidak pernah ada dan kita hanya mengandalkan pada sumbangan dan donasi amal, sedangkan hanya sedikit dari para penerima donasi yang berkontribusi balik pada bangsa dan negara ini, lalu bagaimanakah nasib generasi muda berprestasi dari keluarga pra sejahtera lainnya? Oleh sebab itu, PSF berupaya untuk mengentaskan permasalahan tersebut melalui program-program yang telah dibuat.

Putera Sampoerna Foundation (PSF) didirikan sejak tahun 2001 dan dikenal sebagai organisasi filantropi murni. Pada tahun 2010, PSF bertransformasi menjadi organisasi bisnis sosial. Dengan transformasi tersebut muncullah berbagai pertanyaan dan pernyataan dari masyarakat yang tidak akurat, mengenai konsep dana bantuan pendidikan PSF pada sebuah thread di Kaskus yang diposting dengan UserID semuaberbeda (http://www.kaskus.co.id/thread/53781...-ratusan-juta/), yang membeberkan sejumlah pernyataan dan informasi yang tidak akurat mengenai kegiatan-kegiatan Putera Sampoerna Foundation (PSF), sehubungan dengan Koperasi Siswa Bangsa (KSB), Akademi Siswa Bangsa Internasional (ASBI) dan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI). Dengan demikian, PSF merasa penting untuk memberikan informasi yang sebenarnya bagi para pembaca Kompasiana dan anggota komunitas Kaskus.

Putera Sampoerna Foundation adalah sebuah yayasan independen dan merupakan CSR operator yang menjalankan bisnis sosial dan beroperasi bersama para mitra sebagai donatur. PSF bergerak di bidang pendidikan dan bertujuan untuk memperbaiki kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2005, Bapak Putera Sampoerna telah menjual saham perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. kepada PT Philip Morris Indonesia. Semenjak itu, Bapak Putera Sampoerna berfokus untuk melakukan kegiatan sosial atau aksi giving back kepada Indonesia melalui pembentukan Putera Sampoerna Foundation. Oleh sebab itu, Putera Sampoerna Foundation tidak dan karenanya bukan merupakan yayasan atau badan hukum yang mempunyai kegiatan usaha terkait dengan penggunaan dan pemakaian tembakau.

Pada saat didirikan, PSF memang memberikan dana beasiswa kepada para siswa Indonesia berprestasi. Tidak hanya ditujukan kepada siswa yang berprestasi, tetapi lebih lanjut kepada siswa berprestasi yang juga berasal dari keluarga pra sejahtera. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa akan terciptanya sosok-sosok inspirasi Indonesia yang dapat berkontribusi terhadap negara ini guna kemajuan bangsa dan negara. Akan tetapi pada realisasinya, hanya sedikit dari para penerima dana beasiswa tersebut yang mau berkontribusi untuk bangsa dan negara ini. Pemikiran ini muncul saat mereka berpendapat bahwasanya mendapatkan beasiswa pendidikan adalah hak bagi setiap siswa berprestasi, namun esensi dari mendapatkan beasiswa tersebut cenderung terabaikan, yakni kontribusi balik terhadap bangsa dan negara.

Berbekal pengalaman sepuluh tahun sebagai organisasi filantropi murni yang memberikan dana beasiswa, kini PSF mengubah objektif organisasinya dan konsep bantuan biaya pendidikannya. Konsep biaya pendidikan yang sekarang diterapkan oleh PSF adalah dana bantuan pendidikan tanpa agunan (student assistance). Istilah dan konsep dana bantuan pendidikan tanpa agunan masih awam untuk sebagian masyarakat Indonesia dan banyak menyebabkan kesalahpahaman. Perubahan PSF dari memberi beasiswa ke dana bantuan pendidikan merupakan sebuah penyempurnaan konsep pemberian bantuan kepada lebih banyak anak bangsa melalui pendidikan guna menuju Indonesia yang lebih baik. Oleh sebab itu diperlukannya sebuah konsep yang menciptakan kesinambungan bagi kemajuan negara ini, dan PSF senantiasia mensosialisasikan konsep ini melalui berbagai medium.

Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa kunci untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkaliber tinggi sehingga terjadinya sebuah transformasi sosial dan pengembangan ekonomi suatu bangsa, dapat terjadi melalui pendidikan. Untuk itu, dibentuk “Sampoerna School System”, sebuah perjalanan pendidikan yang akan memandu siswa meraih masa depan gemilang diawali dari pendidikan menengah atas, perkuliahan hingga mendapatkan karir yang baik. Selama dan setelah perjalanan pendidikannya mereka dibimbing dengan pemahaman nilai-nilai kepemimpinan, kewirausahaan dan tanggung jawab sosial.

Kami percaya bahwa untuk menjadi penerus bangsa yang unggul perjalanan pendidikan harus dimulai sejak dari sekolah menengah atas dengan Akademi Siswa Bangsa Internasional, sebuah sekolah bertaraf internasional berasrama setingkat SMA, kemudian ke tingkat pendidikan tinggi atau universitas untuk melengkapi perjalanan pendidikan dengan Universitas Siswa Bangsa Internasional; lalu guna memastikan para siswa dapat berkontribusi kembali kepada masyarakat, perjalanan pendidikan ini juga didukung dengan Koperasi Siswa Bangsa, yang menjadi penyempurna dari keseluruhan perjalanan pendidikan ini.

Setelah lulus dari Akademi Siswa Bangsa Internasional, Putera Sampoerna Foundation memastikan bahwa siswa/i ini memperoleh pendidikan tingkat tinggi yang berkualitas. Oleh sebab itu, melalui Koperasi Siswa Bangsa, Putera Sampoerna Foundation menyediakan dana bantuan pendidikan berbentuk pinjaman tanpa agunan untuk membantu siswa melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di universitas. Guna tetap memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional serta melanjutkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Sampoerna School System, para siswa diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di Universitas Siswa Bangsa Internasional, dan kesempatan ini sama sekali bukan paksaan.

Para penerima dana bantuan pendidikan, secara langsung menjadi anggota dari Koperasi Siswa Bangsa (KSB), sebuah koperasi yang dibentuk untuk para anggota yang terdiri dari siswa dan alumni dari Sampoerna School System. Koperasi yang dikelola secara profesional ini bertujuan menyediakan sistem dukungan lengkap yang berkelanjutan bagi para anggota untuk mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas dan kesempatan memperoleh karir baik. KSB memandu dan memastikan perkembangan para siswa dan alumni agar dapat mencapai tujuan utama mereka selama perjalanan pendidikannya dan selama periode karirnya.

Pengembalian dana bantuan pendidikan dilakukan setelah siswa menyelesaikan pendidikan dan sudah berdapatasi dengan dunia kerja. Dengan kata lain, selama masa pendidikan, siswa tidak perlu khawatir mengenai biaya pendidikan dan pemberian kontribusi tersebut.
Pengembalian dana bantuan pendidikan ini dilakukan melalui Koperasi Siswa Bangsa, sehingga menjadi dana yang bergulir yang nantinya akan digunakan sebagai bantuan biaya pendidikan untuk generasi berikutnya yang juga ingin mengenyam pendidikan yang berkualitas. Proses pengembalian dana tersebut dapat diangsur sesuai dengan kesepakatan dengan KSB melalui musyawarah terlebih dahulu dengan itikad baik dan berdasarkan asas kekeluargaan.

Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa dengan panduan dari KSB, siswa akan dipandu untuk mendapatkan kesempatan memperoleh karir baik, sesuai dengan minatnya dan yang dapat memberikan dia kesempatan untuk melakukan kontribusi balik kepada bangsa dan negara yang ia cintai.

Melalui konsep dana bantuan pendidikan (student assistance), PSF percaya bahwa akan lebih banyak generasi muda berprestasi dari keluarga pra sejahtera yang dapat dibantu untuk menjadi pribadi-priabadi handal yang siap menghadapi tantangan global. Para penerima dana bantuan pendidikan tersebut akan mendapatkan bantuan dana yang mencakup biaya hidup, akomodasi, hingga pada biaya keperluan pendidikan lainnya seperti biaya buku dan penelitian.

Untuk menciptakan sebuah sistem yang berkelanjutkan, PSF tidak mungkin selalu bergantung pada sumbangan dan donasi amal. Oleh sebab itu, konsep dana bantuan pendidikan tersebut perlu diaplikasikan.

Kesempatan yang diberikan oleh PSF merupakan sebuah kesempatan sekali seumur hidup untuk meningkatkan kualitas hidup para generasi muda Indonesia. Kesempatan yang diberikan oleh PSF ini merupakan sebuah kesempatan yang unik dan berbeda dari institusi lainnya di Indonesia. Putera Sampoerna Foundation hanya dapat memberikan sebuah kesempatan kepada generasi muda Indonesia, namun pilihan akhir berada di tangan mereka. Masa depan mereka dan bangsa Indonesia berada di tangan para generasi muda ini.

Putera Sampoerna Foundation selalu terbuka dan menawarkan kesempatan kepada publik untuk berdiskusi langsung mengenai Putera Sampoerna Foundation, konsep dana bantuan pendidikan, serta program-program dalam sistem pendidikannya, yaitu ASBI, USBI dan KSB. Untuk informasi yang lebih lanjut, mohon untuk menghubungi info@sampoernafoundation.org atau di nomor telepon +6221-5772340

Sebagai informasi tambahan, silakan membaca tautan ini >>

http://megapolitan.kompas.com/read/2...k.Ratusan.Juta

dan

http://megapolitan.kompas.com/read/x...k.Ratusan.Juta

Terima kasih


Salam,


Admin
Putera Sampoerna Foundation,
Diubah oleh psfoundation
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 4
kaya nya salah kamar gan emoticon-Big Grin
coba buat si sf surat pembaca emoticon-Salaman

emoticon-Coolemoticon-rose
gagal pertamax gan.. emoticon-Sorry emoticon-Sorry

ternyata muncul juga klarifikasinya..
Sepertinya salah kamar gan emoticon-Big Grin
syukur deh klo udah ada klarifikasinya
Diubah oleh ferychaz
ah yg bener ih emoticon-Cape d... (S)
mantau dulu emoticon-linux2
agan salah kamar nih, cucoknya buat sf surat pembaca gan emoticon-Big Grin
kok sepertinya ga nyambung yah, antara berkontribusi terhadap bangsa dengan kewajiban mengembalikan pinjaman dana pendidikan setelah lulus kuliah??

Jujur, sepengetahuan saya yg namanya dana CSR itu biasanya tidak akan ditagih kembali oleh si pemberi dana. Kalau boleh dianalogikan, dana CSR itu seperti sedekah. Bila anda sedekah, apakah anda berharap si penerima sedekah akan memberikan imbal baliknya kepada anda? logika saya sih tidak. Tapi pasti Tuhanlah yang akan membalas kebaikan anda. Entah itu berupa bertambahnya rezeki anda, pendapatan perusahaan anda atau mungkin bila niatnya ingin menjadikan si penerima dana CSR itu menjadi pemimpin bangsa, mungkin hal itu akan terwujud.

CMIIW
kok sepertinya ga nyambung yah, antara berkontribusi terhadap bangsa dengan kewajiban mengembalikan pinjaman dana pendidikan setelah lulus kuliah??

Jujur, sepengetahuan saya yg namanya dana CSR itu biasanya tidak akan ditagih kembali oleh si pemberi dana. Kalau boleh dianalogikan, dana CSR itu seperti sedekah. Bila anda sedekah, apakah anda berharap si penerima sedekah akan memberikan imbal baliknya kepada anda? logika saya sih tidak. Tapi pasti Tuhanlah yang akan membalas kebaikan anda. Entah itu berupa bertambahnya rezeki anda, pendapatan perusahaan anda atau mungkin bila niatnya ingin menjadikan si penerima dana CSR itu menjadi pemimpin bangsa, mungkin hal itu akan terwujud.
Pengembalian dana bantuan pendidikan ini dilakukan melalui Koperasi Siswa Bangsa, sehingga menjadi dana yang bergulir yang nantinya akan digunakan sebagai bantuan biaya pendidikan untuk generasi berikutnya yang juga ingin mengenyam pendidikan yang berkualitas. Proses pengembalian dana tersebut dapat diangsur sesuai dengan kesepakatan dengan KSB melalui musyawarah terlebih dahulu dengan itikad baik dan berdasarkan asas kekeluargaan.
Quote:

Pengembalian dana bantuan pendidikan ini dilakukan melalui Koperasi Siswa Bangsa, sehingga menjadi dana yang bergulir yang nantinya akan digunakan sebagai bantuan biaya pendidikan untuk generasi berikutnya yang juga ingin mengenyam pendidikan yang berkualitas. Proses pengembalian dana tersebut dapat diangsur sesuai dengan kesepakatan dengan KSB melalui musyawarah terlebih dahulu dengan itikad baik dan berdasarkan asas kekeluargaan.
Diubah oleh Quadpixel
Quote:


Saya melihatnya memang semuanya adalah pilihan dan kembali kepada peserta atau siswanya apakah mau atau tidak dengan sistem tsb. Cuma memang apakah pada saat penandatanganan perjanjian tsb, sudah dijelaskan secara detil kepada peserta dan keluarganya? Dan bagaimana bila peserta ybs tidak mampu mencicil atau mengembalikan dana pendidikan tsb? Kita ga bicara yang manis2 aja lho...
Quote:


Itu lah sebabnya cicilan dilakukan bila ybs sudah mendapat pekerjaan, jadi penerima beasiswa wajib menyisihkan sebagian dari gaji untuk dikembalikan lagi ke PS foundation dan disalurkan kembali bagi orang orang lain yang membutuhkan beasiswa

salah kamar gan tapi nice udah ada klarifikasinya
mantab emoticon-Smilie
sukses selalu aja deh

Betul sekali. Sebagai sebuah institusi besar dan profesional yang memiliki mitra korporasi yang tidak sedikit, mana mungkin lembaga sebesar PSF sembarangan mengelola dana CSR. Perlu diingat bahwa semangat CSR adalah semangat kesinambungan. Jadi mana mungkin hingga kini banyak perusahaan2 besar mempercayakan dana CSRnya dikelola oleh PSF jika tidak disalurkan dan dikelola dengan cara yang baik dan benar.

IMHO.


Quote:


penjelasan masih kurang
coba di jelaskan detail dana pinjaman dan kewajiban pengembaliannya..
soalnya yg dipermasalahkan main topic nya itu..
apa benar siswa total harus membayar 800 jt setelah lulus?
apa benar ada dana kontribusi 150jt dan dana pengadaan pinjaman 60% sebesar pinjaman?
kalau benar ini sudah sangat memberatkan.
mahasiswa begitu lulus butuh biaya hidup, biaya cicilan rumah, nikah, cicilan kendaraan..
800jt itu angka yang besar sekali
Yayasan / Foundation dapat dana dari Donatur, tapi jadi Lintah darat buat yang dibiayai kuliah... Parah emoticon-Najis
wih jadi langsung diklarifikasi emoticon-Ngakak

ane rasa sih gak papa pake model bantuan dana bukan beasiswa..tapi kalo bisa gak usah dibungain,dll-lah
itung2 tetep bantu majuin indonesia kan walopun mungkin bikin cash flow rada payah

ato klo masih mau maksa minta imbal balik jasa bisa dalam bentuk pengabdian ,konkretnya seperti apa ane rasa bisa dipikir emoticon-Big Grin
Ane inget2 kalo PSF ini sering jual2 voucher dengan hrg 100.000an. ktnya sih untuk bantu pendidikan anak-anak kurang mampu. Tapi kalau begini jadinya, ane bersyukur gak pernah beli tuh voucher.

Dana yang harusnya diberikan sebagai biaya pendidikan gratis, malah digunakan sebagai modal untuk utang piutang.

Hal-hal yang ganjil sbb:
1. USBI berada di bwh PSF, alias milik PSF, harusnya bisa dong kasi kuliah gratis. Kecuali USBI sbenarnya berada di bwh lembaga lain, yang harus dpt income.

2. Sejatinya pinjaman untuk hal sosial bisa dengan bunga kecil, atau malah tanpa bunga. Nah ini bunga begitu gedenya (60% WTF). Ane rasa ini yang perlu diklarifikasi, bener gak jumlahnya segitu,

3. Secara tidak langsung memaksa penerima "beasiswa" untuk bekerja di anak perusahaan Sampurna dong. Orang kuliahnya aja "dipaksa" di USBI

Jadi dari SP ini, pihak PSF tidak membantah dan membenarkan adanya bahwa beasiswa yang diberikan di USBI berupa pinjaman.

saya kira masyarakat kita bisa menilai lah..

Quote:


Diubah oleh beta.eneloop
Quote:


Quote:


keknya bau2 profit share nih..

ane gak setuju bunganya yang gede bejibun alamak.

100% pengembalian pinjaman dipake buat anak didik lain, extra 60% ini bakal masuk ke kantong perusahaan2 besar tadi
Quote:


Agan coba baca ini >> http://megapolitan.kompas.com/read/2...k.Ratusan.Juta

Juga yang ini dari mahasiswanya langsung >> http://megapolitan.kompas.com/read/2....Ratusan.Juta.

Semuanya clear gan. 150 Juta itu dana mereka yang telah memulai pinjaman sejak bangku SMA di ASBI. Total pembiayaan sekolah SMA selama 3 tahun (uang makan 3 kali sehari selama 3 tahun, uang asrama selama 3 tahun, fasilitas, belajar mengajar, bimbingan dsbnya). Then again, itu semua diberitahukan dan dikomunikasikan kepada anak2 dan orangtua mereka.


Quote:


Agan coba baca dan pahami konsep bisnis sosial dulu gan. Yang namanya bisnis sosial, memang ada profit dan model bisnis yang diterapkan. Namun, tidak lupa bahwa yang diprioritaskan adalah untuk membantu menyelesaikan masalah masalah sosial. Konsep ini persis yang diterapkan oleh Muhammad Yunus melalui Grameen Bank (silahkan google ya).

Oh ya, di website PSF, ada banyak artikel yang menjelaskan konsep ini semua dan apa tujuannnya. Coba agan baca2 lagi dengan seksama, semangat apa yang dibawa. Bahkan juga termasuk cerita dari mahasiswanya sendiri yang saat ini berkuliah di Amerika.

1. Interview Article Kompas

· With Managing Director PSF >>>>> http://megapolitan.kompas.com/read/2...k.Ratusan.Juta

· With students >>> http://megapolitan.kompas.com/read/2...k.Ratusan.Juta

2. Mengapa Bantuan Biaya Pendidikan dan Bukan Beasiswa?

>>> http://www.sampoernafoundation.org/?...bukan-beasiswa

3. Tantangan dan Solusi Pendidikan Tinggi di Indonesia

>>> http://www.sampoernafoundation.org/?...i-di-indonesia

4. Memahami Makna “Kontribusi Balik” melalui Putera Sampoerna Foundation

>>> http://www.sampoernafoundation.org/?...rna-foundation

5. Klarifikasi Pemberitaan PSF di Media Blog Kompasiana

>>> http://www.sampoernafoundation.org/?...log-kompasiana

6. Sosialisasi Bantuan Biaya Pendidikan

>>> http://www.sampoernafoundation.org/?...aya-pendidikan

Itu dulu gan.

Quote:


Kalau gak salah penjualan voucher ini melalui program PSF Save A Teen gan. Betul, itu hasilnya buat dikelola untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak di ASBI. Mengapa kemudian jadi dana bergulir, agar dana bantuan dari masyarakat tsb dapat menjamin keberlansungan program terus menerus gan. Masih bisa ditemui di beberapa restoran yang ada di bbrp kota gan. Artinya apa, artinya banyak restoran2 yang mempercayakan kredibilitas PSF sbg institusi yang terpercaya gan. Coba lihat di footer website PSF, ada logo ISO. Artinya ini lembaga diaudit dan bersih. emoticon-Smilie

- Justru USBI berada di bawah PSF maka mekanisme pembiayaan melalui pinjaman ini dapat diterapkan dan dikontrol dengan mudah. Bayangkan jika pinjaman tsb untuk ke kampus lain, maka monitor dan kontrolnya mungkin agak sedikit susah karena melibatkan pihak lain. IMHO loh ya.

- ane blm tahu angka persentase pinjaman ini. tapi sepengetahuan ane, bunga pinjaman ini lebih kecil dari bank. again, ini namanya bisnis sosial gan, bukan filantropi. beda loh konsep dan semangatnya. Coba deh googling lagi. Ya bagi mereka yang belum paham dan melihat dengan kacamata lain, kesannya memang seakan-akan PSF spt lintah darat (walaupun sebetulnya bunganya dibawah bunga bank). Dan yang lebih penting lagi sebenernya adalah semangat giving back itu yang lebih ditekankan, bahwa pemerataan pendidikan berkualitas adalah tanggungjawab semua pihak. Dan ini adalah salahsatu bentuk kontribusi PSF dalam memberikan kesempatan kpd mereka yang blm beruntung. IMHO. But then again, konsep ini memang masih baru di Indonesia. Celakanya sebagian masyarakat kita pragmatis dan awam. Sebagian besar ingin meraih sesuatu tanpa mau berjuang dan berproses.

- Setahu ane, semua anak2 yang dibiayai dengan dana pinjaman ini tidak wajib bekerja di anak perusahaan Sampoerna. (Oh ya, PSF gak ada hubungannya dengan Sampoerna rokok sejak 2005 ya). Mereka bisa bekerja di mana aja selama tanggung jawab mengembalikan cicilan dana pinjaman dapat dilakukan. Perlu diketahui bahwa mekanisme cicilan inipun atas dasar kekeluargaan, dan disesuaikan dengan kapasitas anak saat setelah mendapatkan pekerjaan. Coba baca ini juga deh >> http://www.sampoernafoundation.org/?...rna-foundation

Gitu dulu gan.... kayaknya semuanya ada di website PSF. Dan Kompas.com sebagai pembandingnya juga sudah memuat berita yang mengonfirmasi kebenaran tsb.


udah sekolah tinggi2, tapi hidup buat bayar cicilan sekolah...........emoticon-Takut
Halaman 1 dari 4
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di