Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

letkoloidAvatar border
TS
letkoloid
Tinggalkan Demokrasi dan Pemcoblosan (Pemilu)
oke sebagai pembukaan ane bikin trit dari pemikiran ane sendiri gan, masihkah agan percaya dengan demokrasi dengan produk andalanya pemilu??

berdasarkan pendapat ane dan hasil penerawangan setelah bertapa di kawah gunung ciremai, ane mendapatkan wangsit bahwa rakyat indonesia lebih senang ketika jaman almarhum Pak Karno dan Pak Harto, terbukti dengan munculnya berbagai kata kata pak Karno dan stiker "esih penak jamanku toh" ala rezim orba, ini menandakan kerinduan akan sosok seperti belaiu berdua, sedangkan hasil dari demokrasi dan produknya pemilu hanya menghasilkan?? cobalah tengok seetelah reformasi ini, bukan mengarah pada perbaikan negara tapi negeri ini seperti ilusi mata, indah megah tampak dari luar pantai kuta bali, pulau komodo dan kekayaan alam lainya di indonesia, tapi ketika kita tengok lebih dalam ilusi itu semakin nyata mata kita terbuka karena pantai kuta hanyalah bentuk luarnya saja sedangkan dalamnya masyarakat pedalaman indonesia menjerit. banyak yang menggembar gemborkan pariwisata indonesia di luar begeri tapi apakah kita sudah siap menerima kedatangan mereka tanpa mengubah identitas kita sebagai bangsan indonesia deng budaya ketimuranya. ataukah kita akan mengikuti arus para pelancong lur negeri dengan menyediakan apa yang ia inginkan dengan mengsesampingkan adat tradisional kita.

balik lagi kejudul pernahkah kita berpiir berapa biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan pemilu (pilpres, pileg,pilgub,pilbup) dan apakah uang pengeluaran itu sebandng dengan harapan bangsa indonesia?? camon guys sebagai pemuda kita harus bisa mengajukan alternatif pilihan dengan uang biaya pemilu itu mungkin kita bisa membeli kembali Freport ataupun Indosat dari pihak asing. kalo dalam pandangan islam sesuatu yg lebih besar mudaratnya hukumnya apa gan?? bukankah demokrasi dengan pemili lebih banyak mudaratanya dengan menjadikan koruptor koruptor sebagai pemimpin?

kesimpulan : Demokrasi dengan embel embel Pancasilais hanyalah Ilusi yang membutakan mata kita, karen seorang pemimpin itu tidak hanya dipilih oleh orang yang paling banyak memilihnya, tapi ada faktor lain. lihat Ir Soekarno, apakah dia dipilih oleh bangsa indonesia?? bukankah belaiu di pilih hanya oleh anggota dewan pada saat itu yang mungkin orang indonesia pedalaman tidakstuju dengan pengangkatan Ir soekarno sebagai presiden, lihat juga pengangkatan Soeharto walaupun dengan berbagai skandal tabir hitam, tapi terbukti banyak masyarakat yg merindukan beliau, lihat mega, berpa juta orang yg membencinya karena menjual indosat, kebijakan outsorching dll, lihat sby walaupun menjabat 2 kali presiden tapi berapa juta rakyat yg telah ia tipu, selanjutnya siapakah lagi pemimpin dari produk demokrasi yg akan menjadi penipu ulung??

indonesia akan sejahtera bukan dengan mengubah namanya menjadi NUSANTARA tapi dengan mengubah sistem pemerintahanya dari demokrasi ke Monarki atau yang lain disertai dengan penyadaran kembali ahlak masyarakat.

maaf ane gak bisa ngasih pic soalnya di warnet khusus game online, ntar kalo ane download ane di buly lagi hehehe emoticon-Ngakak yo wis lah
0
1.3K
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan