Quote:
Antisipasi perdagangan bebas ASEAN, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Seluruh tenaga kerja di Kota Pahlawan akan diberikan sertifikasi tenaga kerja.
"Tidak menutup kemungkinan jika ASEAN Free Trade Area (AFTA) diberlakukan, setiap perusahaan akan mencari pegawai dengan keterangan sertifikasi," kata Wali Kota Tri Rismaharini saat berada di ruang kerjanya, Selasa (13/5/2014).
Oleh karena itu, Risma dalam minggu ini segera membuka pendaftaran sertifikasi skill tenaga kerja. Saat ini, walikota perempuan pertama di Indonesia ini sedang matangkan secara internal terkait materi serta lokasi pendataan yang kemungkinan dilakukan di balai kota atau balai pemuda.
"Sertifikasi pegawai itu sangat penting demi memperlebar peluang kerja. Sebagai gambaran, setiap perusahaan nantinya akan mencantumkan sertifikasi keahlian sebagai syarat penerimaan pegawai. Kalau ternyata tenaga kerja dari negara tetangga masuk ke Surabaya dan mereka punya sertifikat, maka hampir dipastikan warga Surabaya terpinggirkan," imbuhnya.
Ia memperkirakan target pegawai yang akan mengikuti sertifikasi mencapai jutaan. Untuk pendataan, kata Risma, pihaknya akan sangat terbantu bagi profesi yang memiliki asosiasi resmi. Karena proses identifikasi bisa melalui asosiasi masing-masing.
Sedangkan yang belum ada payung organisasinya, misalnya tukang jahit, montir bengkel, tukang kayu, pembantu rumah tangga dan sebagainya itulah yang jadi sasaran utama pemkot.
"Dalam sertifikat tersebut akan memuat detail informasi termasuk pengalaman kerja," ungkap Risma.
Target penyelesaian, peraih penghargaan walikota terbaik dunia bulan Februari 2014 ini
berharap bulan Oktober seluruh proses pendataan sudah rampung. Sedangkan November dan Desember, sertifikat diharapkan sudah bisa dikantongi masing-masing tenaga kerja.
"Biar didata dulu agar diketahui jumlah dan jenis keahliannya. Baru setelah itu data tersebut akan disampaikan ke pemerintah pusat dan dibahas mekanisme penerbitan sertifikatnya," pungkasnya.
sumber
bagus banget idenya, ini salahsatu bentuk pemimpin daerah yg mampu mengayomi warganya

.
klo yg gk ada asosiasi resminya gimana ya ? kek profesi ane yg belon ada Asosiasi Sales Panci
