alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[miris] Asal Muasal Bocornya Kunci UN SMA terbongkar dan Sangat sistematis.
4.85 stars - based on 126 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5372f378fbca176b188b48de/miris-asal-muasal-bocornya-kunci-un-sma-terbongkar-dan-sangat-sistematis

[miris] Asal Muasal Bocornya Kunci UN SMA terbongkar dan Sangat sistematis.

[miris] Asal Muasal Bocornya Kunci UN SMA terbongkar dan Sangat sistematis.
SURABAYA – Sikap keras pemerintah bahwa soal ujian nasional (unas) SMA tidak bocor akhirnya terpatahkan. Berdasar keterangan pihak-pihak yang telah ditangkap dan diperiksa polisi, diketahui bahwa soal unas SMA benar-benar telah bocor dan kunci jawabannya sudah menyebar ke mana-mana.

Naskah soal unas itu bocor karena dicuri. Tidak main-main, pencurian tersebut melibatkan sekitar 70 kepala sekolah (Kasek) dan guru yang bekerja secara terstruktur. Semua adalah Kasek dan guru SMA negeri maupun swasta dari Lamongan.

’’Kunci jawaban bukan aslinya. Ini tidak bocor dari pusat. Tapi, ini adalah hasil menjawab sendiri oleh sekelompok guru di Lamongan setelah mereka mencuri naskah soal,’’ kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta Senin (12/5).

Para guru mencuri? Setija menyatakan bahwa itulah kenyataannya. ’’Pencurian ini dilakukan dengan modus mengelabui polisi yang mengawal proses distribusi naskah soal ketika menuju polsek,’’ terangnya.

Sebelum pelaksanaan unas, naskah soal di setiap kabupaten/kota memang disimpan di mapolres setempat. Dua hari sebelum pelaksanaan unas, naskah soal lantas didistribusikan ke polsek-polsek jajaran. Mekanisme yang sama berlaku di Lamongan. Pada Sabtu (12/4), naskah soal didistribusikan dari Polres Lamongan ke polsek-polsek di seluruh Lamongan.

Distribusi umumnya menggunakan mobil kepala sekolah atau guru. Satu mobil dikawal seorang polisi. Selain itu, ada tiga sampai lima guru yang ikut serta mengawal. Saat perjalanan menuju polsek itulah, naskah soal dicuri. Guru yang turut dalam pengawalan mengajak berhenti polisi untuk makan di rumah makan. Karena yang mengajak adalah guru, polisi pengawal tidak curiga. ’’Pada saat makan, ada salah seorang guru yang mengambil sebundel amplop naskah soal,’’ papar Setija. Sebundel ampol berisi 20 model naskah soal.

Pencurian tidak hanya dilakukan di satu tempat. Sesuai dengan skenario jahat yang telah mereka susun, agar pencurian itu tidak mencolok, setiap satu tempat (satu rombongan guru) hanya kebagian mengambil satu amplop soal. Lantaran unas SMA mengujikan enam mata pelajaran, pencurian dilaksanakan di enam titik dengan sasaran enam mobil berbeda. Setiap tempat (rombongan guru) mengambil satu naskah soal yang berbeda. Karena itu, ketika dikumpulkan, naskah soal enam mata pelajaran yang mereka dapatkan sudah lengkap.

’’Sesungguhnya itu bisa dijawab saat ini. Tapi, kami lakukan gelar perkara dulu dengan Polda Jawa Timur. Yang jelas, naskah soal itu dicuri sekelompok guru,’’ tegas Setija.

Berdasar penelusuran Jawa Pos di Lamongan, kebocoran tersebut tidak terjadi di satu titik. Tetapi, kebocoran itu terjadi di enam titik sekaligus atau sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang diujikan dalam unas SMA. Enam titik tersebut adalah Lamongan Kota, Babat, Bluluk, Ngimbang, Kedungpring, dan Karang Binangun.

Di enam titik itu, guru SMA negeri dan swasta saling berkolaborasi. Setiap titik mencuri satu naskah soal sesuai dengan yang disepakati. Misalnya, di Lamongan Kota mereka sepakat mencuri naskah bahasa Indonesia. Jadi, yang dicuri adalah naskah soal bahasa Indonesia.

Naskah tersebut lantas dikumpulkan di dua posko. Yakni, posko Bluluk dan Babat. Di dua posko itu, sudah menunggu puluhan guru terpilih dari SMA negeri dan swasta untuk mengerjakan naskah soal yang sudah dicuri. Karena yang mengerjakan merupakan guru-guru terpilih, pengerjaannya tidak memakan waktu lama. Pengerjaan soal selesai pada Sabtu (12/4) atau saat itu juga.

Jawaban yang dihasilkan tersebut kemudian disimpan dalam bentuk CD dan flashdisk. CD dan flashdisk lantas diberikan kepada semua kepala sekolah yang telah sepakat berkomplot dan berbuat curang. Baik kepala sekolah negeri maupun swasta. ’’Alurnya memang dari pencurian, lalu dikerjakan bersama-sama oleh sekelompok guru dan kemudian diberikan kepada kepala sekolah,’’ jelas Setija.

Dari kepala sekolah itu, jawaban digandakan guru-guru yang ditunjuk di setiap sekolah untuk kemudian dibagikan kepada siswa. ’’Ini sudah direncanakan sangat matang dan sistematis. Ini tidak hanya dilakukan tahun ini, tapi minimal sudah dua tahun. Sebab, tahun lalu ada peredaran kunci jawaban juga,’’ papar Setija.

Lalu, bagaimana nasib naskah soal yang dicuri? Lantaran pencurian itu sudah direncanakan sangat matang, sekelompok guru dan kepala sekolah tersebut membuat alur cerita yang cantik. Begitu naskah soal kembali dihitung di polsek, sekelompok guru telah kongkalikong menjawab bahwa naskah soal komplet. Demikian pula ketika saat pemeriksaan dan perhitungan saat naskah soal diambil dari polsek ke sekolah pada hari H pelaksanaan unas. Padahal, sejatinya naskah itu kurang satu amplop.

Agar ketika dibagikan kepada siswa tidak ada yang kurang, naskah soal yang dicuri tadi dibawa langsung ke sekolah bersangkutan dan disatukan kembali dengan naskah soal lain. ’’Ini melibatkan banyak guru dan kepala sekolah. Jadi, terlihat seperti tidak ada yang ganjil. Yang jelas, ada cukup banyak guru dan kepala sekolah yang terlibat,’’ ungkap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman.

Kunci jawaban yang disebar di Lamongan dibagikan secara gratis. Tetapi, tidak dengan di Surabaya. Kunci jawaban tersebut dikomersialkan Muhammad Nasrun Abid. Nama itulah yang membawa kunci jawaban dari Lamongan ke Surabaya. Abid memperoleh kunci jawaban dari pamannya yang guru SMAN 3 Lamongan Edy Purnomo. Selain itu, dia dapat dari kerabatnya yang lain, yaitu Wakil Kepala MTs Putra Putri Lamongan Ibnu Mubarrok.

Sebagaimana halnya siswa-siswa di Lamongan, Abid mendapatkannya secara gratis. ’’Abid lalu menjualnya kepada Joki Gosok seharga Rp 150 juta,’’ kata Farman. Joki Gosok atau DN Bagus Danil Bimantara merupakan pengedar kunci jawaban di Surabaya. Joki Gosok mengenal Abid dari pengedar sebelumnya, Bung T.

Di tangan Joki Gosok, kunci jawaban dijual kepada siswa di delapan SMAN di Surabaya. Harganya mencapai Rp 25 juta sampai Rp 35 juta untuk setiap sekolah. Jaringan Joki Gosok akhirnya dibongkar anggota Unit Kejahatan Umum (Jatanum) Satreskrim Polrestabes Surabaya saat pelaksanaan unas SMA hari ketiga 16 April lalu.

Joki Gosok dan empat anggotanya kemudian dibekuk polisi di tempat pelariannya di Jogjakarta pada 26 April lalu. Dari penangkapan Joki Gosok, terungkap nama pemasoknya, yakni Abid, dan kemudian berkembang ke penangkapan Edy serta Ibnu. ’’Dari pengungkapan itu, kami kembangkan. Hasilnya, kami mendapati fakta bahwa kunci itu berasal dari pencurian naskah soal di Lamongan,’’ ucap Setija.

Polisi sudah memeriksa semua yang terlibat. Bukan saja mereka yang mengedarkan di Surabaya, tetapi juga kelompok kepala sekolah dan guru di Lamongan yang mencuri serta menyebarkannya. ’’Semua sudah kami periksa. Tapi, kami tidak menahannya. Kami masih harus melakukan gelar perkara dengan Polda Jawa Timur. Yang pasti, pengusutan kasus ini sudah kami tuntaskan,’’ tandas Setija. (fim/c14/nw)

sumur

ANE COBA FLASBACK:
- Awalnya polisi menggerbek 18 siswa SMAN 12 surabaya, ditemukan kunci jawaban yang dibagikan R
Spoiler for Mengamankan 18 siswa:


- R dicecar Pertanyaan, Menyatakan Membeli kunci dari "Joki Gosok" dengan harga Rp.150rb per lembar. 6 mata Pelajaran Rp.900rb

- R mengatakan tidak hanya SMAN 12 yang menggunakan jasa "Joki Gosok" tapi beberapa sekolah lain
Spoiler for Tidak hanya SMAN 12:


- Polisi bergerak cepat mengamankan para "Joki Gosok"
Spoiler for Mengamankan Joki Gosok:


- "Joki Gosok" mengaku mendapat kunci dari A. Mahasiswa asal Lamongan

- Polisi Mengamankan A, dan Menyatakan telah menjual Kunci Yang diberikan oleh pamannya E, Seorang Guru SMAN di kota Lamongan.
Spoiler for Pengakuan tsk A:


- Polisi Mengamankan E dan Jelas Asal Muasal kunci tersebut.

Sumur1
Sumur2


sungguh miris gan emoticon-Berduka (S)
Tenaga pengajar yang harusnya menjadi contoh malah kayak gini prilakunya.

Mau dibawa kemana Generasi Indonesia Kedepan? emoticon-Matabelo

APA YANG SALAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN KITA?
Efektifkah Ujian Nasional dilaksanakan?emoticon-Sorry

Mari ikut kasih masukan. kita mention bareng2 ke MENDIKNAS

Saran TS:
-Mohon Jangan jadikan UN sebagai Standar keluluasan
-Mohon Lebih selektif dlm pemberian Sertifikasi
banyak Ibu/Bapak guru kami menjadi Matrialistis stlah dpt Sertifikasi

Share Jika agan2 Masih Peduli pendidikan di Negeri Ini..
*jika berkenan, bagi cendol dan rate 5 nya ya gan*
Diubah oleh cecha177
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 100
Perfect crime ni gan
mantap nih,,
gurunya aja komplotan,,,parah Indonesiaku ini
udh dari jaman ane sd tuh udh sering bocor emoticon-Embarrassment
kejadian kayak gitu masih ngandalin UAN sebagai penentu prestasi siswa???
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
buat pak M. Nuh


"JANGAN JADIKAN UN SEBAGAI STANDAR KELULUSAN"

masa iya belajar 3 tahun ditentukan dalam waktu 4 hari emoticon-Cape d...
Gimana ceritanya "mengawal" tapi pas diajak makan pengawalan langsung kosong sama sekali? Itu beneran "mengawal" atau "sekedar ikutan nganter" doang??? emoticon-Bingung (S)

Dengan atau tanpa UN, ngeliat mental dan kelakuan tenaga pendidik kita kaya begini, kayanya makin suram aja dunia pendidikan negeri ini emoticon-Bingung (S)

Quote:


Pas kuliah juga bukannya kelulusan ditentukan dalam hitungan jam sidang emoticon-Hammer (S)
Diubah oleh herloct
sepertinya udah ada yg bahas ginian gan
UAN di indonesia itu emang sampah gan asal tau aja para kepala sekolah dan guru2nya terutama sekolah negeri semua sudah kerja sama supaya tingkat kelulusannya tinggi. jadi dulu biasanya mereka akan membiarkan siswa didiknya untuk saling mencontek sekarang mungkin modusnya lebih canggih pake kunci jawaban.makanya hapuskan deh UAN .kalo mau bikin standarisasi harusnya mulai dari guru dan kepala sekolahnya baru muridnya UAN emang sampah
emang uda bertahun tahun gan kecurangan pada soal UN itu selalu ada, dari satu paket sampe puluhan paket juga pasti ada oknum oknum yg berperan membocorkannya, pihak sekolah juga pasti ga mau lah nama sekolahnya tercemar karena ada muridnya yg ga lulus UN,
seharusnya UN bukan jadi standarisasi dalam kelulusan
udah rahasia umum kok, kalo kunci jawaban UAN itu selalu hampir pasti bocor. bukan cuman di Jawa timur aja, tapi dimana-mana
sialan tuh kenapa ane gak dapat kunci nya ya emoticon-Ngakak
inikan yang surabaya sama lamongan aja gan, terus yang daerah lain gimana? kita nggak boleh tutup mata kalo kejadian ini nggak cuma di 2kota itu aja
Quote:


ngga perfect gan..soalnya kebongkar..hampr aja perfect..emoticon-Matabelo

gila rusak generasi muda indonesia klo kaya gini caranya
Miris gan emoticon-Berduka (S)

Numpang mejeng d mekiwan ganemoticon-Cool
Diubah oleh cabehunt3rr
guru yang mendidik kita biar nggak nyuri, eh dianya malah gitu emoticon-No Hope
kayak di pilem pilem ya gan emoticon-Ngakak
terencana dan pakai trik yang luar biasa yaitu makan siang emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
miris emang gan emoticon-Hammer (S)
miris juga ye gan emoticon-Takut (S)
yang salah ya yg bikin UN ,,,, coba UN gk ada ,,, toh dia curi soal buat bikin kunci jawaban UN ==" ,,,, pemerintah yang gk dengerin rakyat ya begini ,,, rakyat nya yg bertindak ,,, "demokrasi" emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)
guru jg butuh duit ternyata..emoticon-Malu (S)
Halaman 1 dari 100
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di