alexa-tracking

[JASMERAH] Foto dan Kisah Tragedi Mencekam Mei 1998

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5370bd7ba907e76b2b8b45fd/jasmerah-foto-dan-kisah-tragedi-mencekam-mei-1998
[JASMERAH] Foto dan Kisah Tragedi Mencekam Mei 1998
Quote:

Quote:




Quote:
Quote:


Quote:
ngeri gan. semoga g ada kejadian kek gitu lagi emoticon-Matabelo
KASKUS Ads
image-url-apps
saat itu ane belum lahir gan emoticon-Takut (S)
image-url-apps
saat itu ane masih sd gan
jadinya belum ngerti...
image-url-apps
saat itu ane masih berupa sperma gan emoticon-Ngakak
pantes hari ini mati lampu, ane baru liat tanggalan haha

klo dipikir2 bener jg kata pak RT ane, ini mati lampu sabotase..
ngeri banget liatnya emoticon-Takut
image-url-apps
Ngeri banget gan emoticon-Takut (S)
Semoga ga terulang lagi ya emoticon-Angel
Quote:


Mo ngoreksi dikit gan... Yang ane warnain biru... Pribumi berbuat begitu karena ada kecemburuan sosial yang selama ini terpendam... Manurut temen2 ane sih yang ikut2an ngejarah bgitu...
image-url-apps
waktu itu ane masih orok gan.
udah kayak zona perangemoticon-Matabelo
image-url-apps
1998 saat itu ane masi 6tahun masi tk. belum ngerti politikemoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:

Itu pandangan dari yang Ane baca aja Gan, tapi ada beberapa yang bilang sama seperti yang temen Agan bilang. Semua tergantung Agan deh mau ambil alesan yang mana emoticon-Big Grin

Yang Tercecer pada kerusuhan mei

image-url-apps
Kerusuhan Mei 1998 lalu merupakan luka dan aib
bagi bangsa ini, dan kembali, yang menjadi
terutuduh adalah TNI dan umat Islam. Oknum-
oknum jenderal TNI dituduh berada dibalik
kerusuhan, sementara umat Islam dituding telah
melakukan perkosaan terorganisir terhadap
amoy-amoy di Jakarta waktu itu.
Ternyata sodokan berita di internet tidak hanya
bisa menohok seseorang. Sebuah negara pun
bisa kelabakan dibuatnya. Anda tentu masih
ingat isu perkosaan massal yang muncul pasca
kerusuhan Mei 1998 lalu?
Selang beberapa waktu dari kerusuhan yang
banyak menelan korban jiwa itu, tiba-tiba
muncul berita ratusan amoy diperkosa. Padahal
tidak ada satu wartawan pun yang mendapatkan
berita itu, meski saat kerusuhan banyak awak
media yang tersebar di berbagai sudut Jakarta.
Lantas darimana sumbernya, sehingga tidak ada
wartawan yang tahu ?
Usut punya usut, ternyata awal ceritanya juga
bermula dari internet. Di salah satu news group
(news:soc.culture.indonesia) di internet dikutip
cerita pengakuan seorang gadis etnis Tionghoa
bernama Vivian serta beberapa amoy lainnya
yang diperkosa ramai-ramai oleh pemuda
pribumi. Yang keterlaluan, dikisahkan para
hidung belang itu berkata, “Kamu diperkosa
karena kamu Cina dan non muslim,” lantas
mereka bertakbir sebelum memperkosa.
Isu ini telah memancing sentimen ras dan
keagamaan. Rasa saling curiga dan kebencian
menggerogoti hati anak-anak negeri ini yang
sempat bersatu dalam menjatuhkan Soeharto.
Jelas berita perkosaan missal itu telah
mencoreng wajah Islam dan kaum muslimin
seluruhnya.
Celakanya, cerita seperti ini dipercaya begitu
saja oleh kalangan pers dengan memblow-up
besar-besaran. Padahal berbagai media juga
tidak kunjung berhasil mewawancari langsung
amoy-amoy yang menjadi korban, seperti ketika
wartawan koran criminal memberitakan kasus
perkosaan lainnya.
Para aktivis gerakan feminisme dan HAM seperti
mendapatkan durian runtuh ketika mendengar
isu ini. Mereka sibuk menggerakkan demo
menentang perkosaan missal yang tidak jelas
siapa dan dimana korbannya itu. Mereka pun
lantas membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta
(TGPF) bersama berbagai fihak lain untuk
menyelidikinya.
Ironis, meski berkali-kali mendatangi DPR dan
memberikan keterangan di media, TGPF tetap
tidak bisa membuktikan siapa korban dan data-
data akurat lainnya. Padahal mengapa mereka
tidak membela ratusan – mungkin ribuan, warga
Jakarta yang terpancing menjarah lalu terjebak
dalam pusat-pusat perbelanjan yang sengaja
dibakar.
Meski demikian, isu perkosaan wanita Tionghoa
terus menggelinding hingga ke luar negeri. Surat
kabar Sidney Herald Tribune dan New York
Times yang bertiras besar tidak ketinggalan
memuat isu ini pula dan memperburuk citra
Indonesia di mata dunia.
Tetapi, isu perkosaan massal ini masih simpang
siur kebenarannya. Terutama ketika situs
Indonesia Huaren Crisis Center (IHCC) yang
merupakan corong “resmi” kasus perkosaan ini,
masih meragukan beberapa foto yang disertakan
tim investigasi independen. IHCC bahkan
meminta pengunjung untuk melaporkan apabila
foto-foto yang ditampilkan itu bersumber dari
situs lain yang tidak ada kaitannya dengan isu
yang dipersoalkan.
Diduga beberapa foto perkosaan diambil dari
situs pornografi dan tragedi kerusuhan Timor
Timur. Berikut kutipan dari web IHCC :
We've found some fake/false photos in internet.
We believe that it can reduce the integrity of our
movement. So, we put a list of photos that
we've confirmed as fake photos that have
nothing to do with Indonesian Huaren and May's
riot. If you see the photos in other sites, please
contact the webmaster and tell them to remove
it.
These photos are fake/false because of following
reasons :
• They are about Timor Timur crisis, which is not
related to Indonesian Huaren, or
• They can be found in pornographic sites, and
available BEFORE May's riot.
Ketika penulis mencoba menelusuri halaman web
yang berisi foto-foto perkosaan amoy, link-link
gambarnya tidak dapat diakses dan hanya
menampilkan halaman putih atau tidak
ditemukan. Alamat situs IHCC dapat diakses di :
http://reocities.com/capitolhill/4120/index.html.
Ini jelas mengherankan, dalam milist Marinir
( http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/
marinir ), seorang member bernama RM.
Danardono menyatakan keheranannya tersebut :
Aneh sekali kebijakan pengelola website
"Indonesian Huaren Crisis Center" (IHCC)!!!
Statement: "If you've ever seen these photos in
other unrelated site (e.g :
porn sites), or maybe you know they are have
nothing to do with Indonesian Huaren, please tell
us".
Ini sama saja seperti ingin mengatakan: "IHCC
tidak bertanggung jawab atas kepalsuan atau
rekayasa gambar-gambar foto perkosaan Mei'98
yang ditayangkan dalam website IHCC"
Kalau masalah yang demikian sensitif dan
prinsipiel, IHCC tidak bisa mempertanggung
jawabkan keaslian dan kebenarannya, jadi
apalagi yang bisa dipercaya?
Sama halnya dengan kelompok diskusi milik
Persatuan Pelajar Indonesia di India (ppiindia)
yang beralamat di : http://www.mail-
archive.com/ppiindia...com/info.html, terdapat
pula ungkapan keraguan mengenai kebenaran isu
perkosaan pada bulan Mei 1998 :
…Memang agak aneh kisah perkosaan wanita
cina saat kerusuhan Mei 1998 itu.... banyak
cerita berseliweran, tapi faktanya sedikit
sekali....
Majalah tempo pernah melakukan investigasi,
dan hanya menemukan satu wanita korban
perkosaan.... itupun si wanita mengalami stress
berat sehingga sulit menuturkan kembali kisah
perkosaan itu secara baik....
Banyak yang bilang para wanita cina korban
perkosaan itu telah diterbangkan ke luar negeri
karena mengalami trauma... mungkin benar
begitu... tapi apa mungkin semuanya sudah
pergi...? Dan kalaupun di luar negeri apa mereka
tak bisa bercerita...? tentu dengan cerita yang
solid dan bisa diverifikasi....
Saya sungguh berharap kisah kelabu ini lekas
terkuak, sehingga menghilangkan fitnah dan
desas-desus diantara sesama anak bangsa....
Salam,
Nugroho Dewanto
Perhatikan pula pendapat bung Martin
(martin3053950) dalam milis tionghoa-
net@yahoogroups.com :
"Dizaman internet si sohib masih suka percaya
dongengan rasial amoy diperkosa massal, kacian
deh luh.
Kalau sebagian cina yang sehari-harinya punya
hobi mendiskreditkan pemerintah, gue masih
ngerti karena mereka lebih suka bertingkah laku
kearah perpecahan dari parda persatuan yang
bisa menguatkan bangsa. Makanya fitnahan
amoy diperkosa massal terus akan digulirkan
supaya orang cina marah dan membenci
negaranya.
Jangankan pejabat pemerintah yang menyangkal,
kofi annan or paus or dalai lama or malaikatpun
kalau berani omong perkosaan amoy massal itu
gak ada, mereka akan dibilang bodoh or jahat
oleh tukang fitnah tersebut.
Pada tanggal 12-13-14 Mei 1998 di indonesia
gua juga percaya ada pemerkosaan, sama
seperti kemarin dan hari ini, tanggal 17-18 Mei
2005, dari berita tv gua dengar orang ditangkep
karena memperkosa. Yah tiap hari ada
pemerkosaan, apalagi Mei 98, sangat
memungkinkan ada jai hwa cat yang ambil
kesempatan untuk nyicipi amoy secara paksa.
Kasus aib nasional Mei 98 belum terungkap,
karena disengaja oleh para tukang fitnah 'amoy
diperkosa massal'. Mereka tahu sampai
kiamatpun dongengan sara ini gak akan
memunculkan seorangun saksi, dan akibatnya
mereka berhasil bikin buntu kasus Mei ini. Dan
karena kasus ini gak terungkap, tiap tahun
tukang fitnah ini punya alasan untuk
menyudutkan pemerintah sambil melestarikan
perasaan curiga etnis cina.
Bila tukang fitnah ini tersudut, dikeluarkanlah
argument-argumen dogol yang hanya dipercaya
oleh orang-orang yang dasarnya sudah punya
sentimen sama penguasa/militer/islam. Mulai
dari cerita vivian palsu, foto palsu, bahkan romo
yang terkenal itupun sekarang mengunakan
perkosaan di aceh sebagai rujukan, Ketika foto
palsu terbongkar, eh si sohib omong "foto
perkosaan palsu di internet bukanlah argumen yg
kuat utk mengcounter adanya perkosaan apalagi
utk mengeliminir kasus Mei 98".
Sohib, apa ente gak terbalik, justru
mengemukakan perkosaan fiktif akan
mengeliminir kasus Mei 98.
Pemerkosaan amoy massal Mei 1998 adalah
fitnah untuk menjatuhkan bangsa, saya berani
katakan ini karna begitu pertama kali baca
kasus vivian di internet diawal Juni 98, saya
langsung ke lokasi kejadian dan menanyakan
penduduk/pedangang disekitar apartemen,
semua menjawab gak ada dan gak perah dengar
amoy diperkosa, apalagi ngeliat mayat. Saya
juga sempat ngobrol semalaman suntuk sambil
mancing di perahu dengan seorang anak nelayan
yang di dua hari jahanam tsb kerjanya menjarah
apartemen tempat vivian tinggal, jawabnya,
jangankan memperkosa, ketemu penghuni juga
gak, karena mereka semua udah kabur dengan
mengonci pintu apartemennya.Dan selama
bertahun-tahun bila lagi omongin soal Mei 98,
baik di Indo, di Sydney dan di Singapore gak ada
satupun dari orang cina yang saya tanya pernah
jumpa dengan korban, bahkan teman dari
teman-teman merekapun gak pernah ada yang
pernah kenal korban. Logika saya, bila benar
amoy diperkosa massal, mestinya dengan mudah
saya akan mendengar pengakuan dari orang-
orang yang kenal korban langsung atau via
famili/teman-temannya.
Jadi sohib, keyakinan ente ada perkosaan amoy
massal ini dari mana? Coba deh jelaskan
barangkali gue bisa jadi percaya. Tapi kalau
sumbernya cuma cerita Vivian dari internet atau
dari kata orang, seperti yang dipercaya oleh para
dogol tukang fitnah sara mending lue gak usah
ngomongin perkosaan ini karena hanya
mengeliminir kasus Mei 98. Gue setuju kasus Mei
bukan soal perkosaan, kalaupun ada perkosaan
itu hanya efek sampingan.
Gua simpati sama para cina yang harta dan
jiwanya melayang akibat dari kerusuhan
tersebut, juga para penjarah yang terjebak
hangus maupun penjarah kesiangan yang diburu
seperti memburu tikus got di pantai indah kapuk.
Gua mengutuk tukang fitnah yang mengeliminir
kasus tsb dengan kisah2 horor pemerkosaan
massalnya.
Dua hari lagi bangsa kita akan merayakan hari
kebangkitan nasional (20 Mei), semoga para
tukang fitnah sara dapat merenungkan betapa
malunya tingkah laku mereka yang bertolak
belakang dengan para pendiri bangsa yang
menyatukan Negara ini.
Salam,
Martin.
Keraguan akan benar-tidaknya isu perkosaan
amoy itu pun diungkapkan sebuah artikel di
Asian Wall Street Journal yang berjudul “Some
Indonesia Rape Photos on the Internet Are
Frauds” ditulis oleh dua orang reporter Wall
Street Journal, Jeremy Wagstaff dan Jay
Solomon. Sekarang artikel tersebut sudah tidak
didapati, kecuali jika anda mengakses arsip rtikel
itu selengkapnya dapat dibaca di situs IHCC :
http://reocities.com/capitolhill/4120/false.html.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Kapolri
saat itu, Letjend Roesmanhadi yang mengancam
akan menuntut kelompok hak-hak asasi manusia
karena telah menyebarkan berita dan informasi
palsu, jika mereka tidak kunjung mampu
menyediakan bukti-bukti yang mendukung klaim
adanya 168 wanita Tionghoa yang diperkosa.
Sejumlah photo yang ditunjukkan kelompok HAM
itu berasal dari sejumlah media massa asing,
seperti koran South China Morning Post di
Hongkong bulan Juni 1998 yang menyoroti
kondisi etnis Tionghoa Indonesia pasca
kerusuhan Mei. Setidaknya ada 15 gambar yang
diambil dari sebuah situs pornografi Asia, Sexy
Asian Schoolgirls. Demikian yang dinyatakan
dalam buku The Bamboo Network, yang
mengurai jaringan tersembunyi dibalik isu
perkosaan missal tersebut. Sayang, buku itu
hanya beredar sekitar 3 bulan, setelahnya hilang
begitu saja di pasaran.
Bahkan saya ingat betul saat itu menjelang
magrib melihat di TVRI, almarhum Jaksa Agung
Bismar Siregar ketika menanggapi foto-foto
perkosaan para amoy yang disodorkan
kepadanya, “Masa perkosaan seperti yang sudah
siap-siap. Seperti yang menikmati?”
Menanggapi hal tersebut, budayawan dan
rohaniawan yang tergabung dalam kelompok hak
asasi manusia dan getol melakukan investigasi,
Romo Sandyawan menuduh tersebarnya foto-
foto porno itu sebagai upaya mendiskreditkan isu
perkosaan massal dan menghentikan investigasi
mereka.
Menyebarnya isu sekaligus foto-foto ini keluar
negeri dengan begitu mudah menggambarkan
kekuatan komputer dan internet yang sedang
tumbuh. Memang terasa pahit, tapi itulah
konsekuensi menjadi pecundang di abad
informasi. Seperti yang dikatakan Alvin Toffler
dalam bukunya The Third Wave (Gelombang
Ketiga), revolusi gelombang ketiga yang berupa
revolusi teknologi informasi ini memiliki efek
penyatuan (unifying effect). Yakni berita
mengenai sesuatu dapat dengan cepat
disebarkan ke berbagai wilayah sehingga
memberi dampak yang meluas.
Masalahnya, menurut sosiolog UI yang juga
pengamat internet, Imam B. Prasodjo, dalam
dunia riil kerap terjadi ketidaksetaraan
penguasaan informasi. Kelompok kuat (dominant
group) memiliki akses untuk menyebarkan
informasi, sementara kelompok lemah (less
dominant group) hanya menjadi obyek. Sehingga
kecenderungan terjadi fenomena dominasi dan
eksploitasi satu fihak oleh fihak yang lain.
Fakta ini menegaskan bahwa internet –
termasuk mailing list (milist), meski masih
terbatas penggunanya pada kalangan menengah
ke atas, tapi karena yang sedikit itu adalah
kelompok dominan, maka peran internet tidak
bisa lagi dipandang sebelah mata.
Mengapa para aktivis HAM itu tidak menyoroti
aktivitas Mr. XX yang sibuk menelpon saat
kerusuhan di sebuah lokasi di luar Jakarta.
Dalam aktivitas telponnya, Mr XX itu selalu
berkata, “Bagus, betul begitu. Betul disitu…”
Mengapa tidak ada yang memanggil beliau ?
Lalu mengapa tidak ada yang menyoroti
pertemuan HJ dengan LO di suatu tempat,
dimana HJ meminta LO untuk mengakhiri krisis
moneter dan menurunkan nilai dollar, tetapi
kemudian LO menolak permintaan HJ.
Isu perkosaan yang didesas-desuskan pelakunya
bertakbir sebelum memperkosa, sepertinya di
arahkan untuk memancing sentiment sektarian
(SARA) dengan pertama : menggelembungkan
isu perkosaan gadis/wanita ras tionghoa, dimana
di negeri ini masih banyak tersimpan
kecemburuan sosial-ekonomi terhadap saudara-
saudara dari etnis Tionghoa. Isu ini diharapkan
memancing dan membakar rasa kecemburuan
itu, dan berhasil. Terbukti dengan adanya rusuh
massa pada waktu itu. Kedua : digelembungkan
pula bahwa pelakunya adalah muslim dengan
harapan akan muncul sentiment anti muslim dan
Islam, sehingga apapun yang berbau Islam atau
muslim, tidak akan mendapat dukungan atau
delegitimasi. Ketiga : saya sulit menerima
dengan akal sehat jika TNI/ABRI lah pelaku atau
otak kerusuhan Mei 98. Sebagai insitusi yeng
memegang doktrin mempertahankan kedaulatan
NKRI, mengapa TNI harus mengingkari dan
membahayakan dirinya sendiri dengan mengatur
kerusuhan rasial seperti itu ? Bukankah dengan
merebaknya kerusuhan rasial itu akan menjadi
bumerang bagi doktrin dan lembaga TNI itu
sendiri?
Hingga hari ini, tidak kunjung jelas siapa korban,
dan mengapa mereka tidak kunjung hadir
bersaksi? Hanya ada nama Vivian, amoy korban
perkosaan yang namanya beredar di internet.
Bukan di Komnas HAM, TPGF, maupun
Pengadilan.
Saya serahkan kepada Allah yang Maha
Mengetahui. Dia-lah Hakim yang Seadil-adilnya.
ane sempet liat tuh di kota gan,yg ane bingung tuh masa dateng dari mana langsung banyak banget,yg jelas bukan warga sekitar kayaknya org dari luar jakartaemoticon-Bingung (S)
Quote:


komennyaaaa emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
image-url-apps
pas itu ane br umur 3 tahun gan emoticon-Ngakak tp ane diceritain sm guru ane kejadian yg di solo jg banyak bangunan yg dibakar sm dijarah gan walopun ga separah yg di jakarta
image-url-apps
ane ngerasain nih kerusuhan, walaupun pas tahun segitu masih kelas 5 SD
mall didaerah ane dibakar2in semua emoticon-Takut (S)
panjang ny....emoticon-Matabelo
nongkrong di pejuan dolo lah emoticon-Cool
image-url-apps
ane uda kelas 5SD gan
lihat ditv serem
×