- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Hashim: Prabowo Presiden, Perusahaan Asing Untung
TS
mabaik
Hashim: Prabowo Presiden, Perusahaan Asing Untung
Hashim: Prabowo Presiden, Perusahaan Asing Untung

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo menilai tudingan yang mengatakan jika Capres Gerindra Prabowo Subianto berencana untuk menasionalisasi aset Indonesia yang dikuasai perusahaan asing, tidaklah benar.
Hashim mengatakan, jika nantinya Prabowo mendapat mandat dan dipercaya rakyat untuk menjadi Presiden Indonesia, maka ia akan menjadikan perusahaan asing sebagai mitra bisnis yang sejajar.
"Pada dasarnya kami menganggap perusahaan asing sebagai mitra bisnis, oleh karena itu jika nantinya Prabowo mendapat kepercayaan dari rakyat untuk memimpin negeri ini maka perusahaan asing tetap dapat beroperasi di Indonesia," ujarnya.
Ia melanjutkan, dalam era globalisasi seperti saat ini tidak mungkin jika nasionalisasi perusahaan asing dilakukan. Sebab Indonesia sebagai bagian dari perdagangan dunia tentunya tidak mungkin berdiri sendiri. Sebaliknya, Indonesia harus menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara lain termasuk dalam bidang ekonomi.
"Namun perlu diperhatikan akan adanya kesempatan yang sama bagi pekerja Indonesia untuk dapat bekerja di perusahaan asing tersebut. Dengan demikian perusahaan asing juga dapat menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelasnya.
Selain itu, Hashim mengatakan bahwa perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia wajib untuk memperhatikan masalah lingkungan. Ia menilai saat ini nanyak kasus pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah pabrik yang termasuk di dalamnya adalah pabrik milik perusahaan asing.
"Jangan sampai keberadaan perusahaan asing justru merugikan bagi lingkungan di wilayah kita. Hal lain yang yang harus diperhatikan oleh perusahaan asing adalah perlu adanya transfer teknologi yang diterapkan oleh mereka kepada negara ini," jelasnya.
Hashim menambahkan, jika Calon Presiden yang diusung oleh Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto mendapat amanah dari rakyat untuk memimpin negeri ini, hal tersebut justru akan menguntungkan perusahaan asing itu sendiri.
"Karena akan adanya jaminan prosedur yang tepat dari pendirian usaha serta penerapan pajak yang adil sehingga perusahaan asing tersebut terbebas dari segala macam pungutan liar. Hal tersebut tentunya hanya bisa terwujud jika adanya kepemimpinan yang bersih, tegas, jujur, dan amanah, yaitu kepemimpinan seorang Prabowo Subianto," tandasnya.
Sebelumnya, lewat video di Youtube, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) mempertanyakan janji-janji para bakal capres untuk menasionalisasi aset Indonesia yang dikuasai perusahaan asing. Kritik SBY ini diduga ditujukan kepada Prabowo Subianto sebagai capres juga manifesto perjuangan Partai Gerindra.[bay]
Link:http://nasional.inilah..com/read/detail/2099413/hashim-prabowo-presiden-perusahaan-asing-untung#.U23Q7aKlf50
Prabowo pun kemudian menegaskan bahwa dirinya akan menasionalisasi aset asing yang ada di Indonesia. Dia menyindir pemimpin yang menjual aset bangsa. "Seluruh kekayaan bangsa harus dimiliki oleh kita sendiri. Tapi ada pemimpin yang menjual aset, dengan gampangnya membiarkan wilayah kita dicaplok," sebut Prabowo dengan tangan mengepal.
http://news.detik.com/pemilu2014/rea...li-ke-uud-1945
Berbanding terbalik dengan ucapannya sebelumnya

Kena gertak dikit sama kebo, akhirnya ubah pisimisi

Pendukung kecewa, padahal sudah dibuai janji manis kalau prabowo akan menasionalisasi aset-aset asing


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo menilai tudingan yang mengatakan jika Capres Gerindra Prabowo Subianto berencana untuk menasionalisasi aset Indonesia yang dikuasai perusahaan asing, tidaklah benar.
Hashim mengatakan, jika nantinya Prabowo mendapat mandat dan dipercaya rakyat untuk menjadi Presiden Indonesia, maka ia akan menjadikan perusahaan asing sebagai mitra bisnis yang sejajar.
"Pada dasarnya kami menganggap perusahaan asing sebagai mitra bisnis, oleh karena itu jika nantinya Prabowo mendapat kepercayaan dari rakyat untuk memimpin negeri ini maka perusahaan asing tetap dapat beroperasi di Indonesia," ujarnya.
Ia melanjutkan, dalam era globalisasi seperti saat ini tidak mungkin jika nasionalisasi perusahaan asing dilakukan. Sebab Indonesia sebagai bagian dari perdagangan dunia tentunya tidak mungkin berdiri sendiri. Sebaliknya, Indonesia harus menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara lain termasuk dalam bidang ekonomi.
"Namun perlu diperhatikan akan adanya kesempatan yang sama bagi pekerja Indonesia untuk dapat bekerja di perusahaan asing tersebut. Dengan demikian perusahaan asing juga dapat menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelasnya.
Selain itu, Hashim mengatakan bahwa perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia wajib untuk memperhatikan masalah lingkungan. Ia menilai saat ini nanyak kasus pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah pabrik yang termasuk di dalamnya adalah pabrik milik perusahaan asing.
"Jangan sampai keberadaan perusahaan asing justru merugikan bagi lingkungan di wilayah kita. Hal lain yang yang harus diperhatikan oleh perusahaan asing adalah perlu adanya transfer teknologi yang diterapkan oleh mereka kepada negara ini," jelasnya.
Hashim menambahkan, jika Calon Presiden yang diusung oleh Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto mendapat amanah dari rakyat untuk memimpin negeri ini, hal tersebut justru akan menguntungkan perusahaan asing itu sendiri.
"Karena akan adanya jaminan prosedur yang tepat dari pendirian usaha serta penerapan pajak yang adil sehingga perusahaan asing tersebut terbebas dari segala macam pungutan liar. Hal tersebut tentunya hanya bisa terwujud jika adanya kepemimpinan yang bersih, tegas, jujur, dan amanah, yaitu kepemimpinan seorang Prabowo Subianto," tandasnya.
Sebelumnya, lewat video di Youtube, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) mempertanyakan janji-janji para bakal capres untuk menasionalisasi aset Indonesia yang dikuasai perusahaan asing. Kritik SBY ini diduga ditujukan kepada Prabowo Subianto sebagai capres juga manifesto perjuangan Partai Gerindra.[bay]
Link:http://nasional.inilah..com/read/detail/2099413/hashim-prabowo-presiden-perusahaan-asing-untung#.U23Q7aKlf50
Prabowo pun kemudian menegaskan bahwa dirinya akan menasionalisasi aset asing yang ada di Indonesia. Dia menyindir pemimpin yang menjual aset bangsa. "Seluruh kekayaan bangsa harus dimiliki oleh kita sendiri. Tapi ada pemimpin yang menjual aset, dengan gampangnya membiarkan wilayah kita dicaplok," sebut Prabowo dengan tangan mengepal.
http://news.detik.com/pemilu2014/rea...li-ke-uud-1945
Berbanding terbalik dengan ucapannya sebelumnya

Kena gertak dikit sama kebo, akhirnya ubah pisimisi

Pendukung kecewa, padahal sudah dibuai janji manis kalau prabowo akan menasionalisasi aset-aset asing

0
2.5K
24
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan