alexa-tracking

All about skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya - Pusat Informasi dan Tanya Jawab

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/536b9f31138b46312d8b4767/all-about-skizofrenia-dan-gangguan-psikotik-lainnya---pusat-informasi-dan-tanya-jawab
All about skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya - Pusat Informasi dan Tanya Jawab
Dear agan atau aganwati,

Kami dari Klinik Jiwa dan Panti Rehabilitasi Mental Nur Asa Medika. Di sini kami akan posting informasi-informasi skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya beserta penanganannya. Thread ini akan langsung diasuh oleh dokter psikiater kami, sehingga agan dan aganwati ga perlu ragu untuk tanya apapun itu soal skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya karena langsung akan dijawab oleh ahlinya. Kalau misalnya perlu info untuk memastikan kebenaran info yang kami posting boleh hubungi kami via PM. Semoga info-info yang kami share di sini bisa membantu.

Salam,

Nur Asa Medika
http://pantirehabilitasi.com

Ilustrasi kasus skizofrenia

Tn. B adalah seorang pria single berusia 30 tahun. Dua bulan lalu, ia baru saja dipecat dari pekerjaannya. Selama ini prestasinya di kantor baik, tidak ada masalah sama sekali bahkan oleh bosnya, ia dijanjikan akan naik jabatan beberapa bulan ke depan. Semenjak dipecat, ia menjadi pendiam dan selalu mengurung diri di kamar. Awalnya keluarganya merasa hal tersebut normal karena mungkin Tn.B sedang syok sehingga mereka membiarkan Tn.B mengurung diri sekitar 3 bulan lamanya. Sejak satu bulan lalu, Tn.B mulai nampak emosional. Ia berulang kali berkata pada keluarganya bahwa sepertinya ada yang mengguna-guna dirinya. ia merasa bahwa teman kantornya ada yang iri dengan dirinya sehingga melakukan guna-guna agar ia dipecat. Ia mengatakan bahwa bila malam tiba, ia merasa diganggu oleh jin dan mahluk-mahluk halus. Selain itu, ia merasa sering sakit pada perutnya dan mengatakan ia sering merasa perutnya terbakar dan seperti ada ulat yang menggerogoti perutnya. Keluarga Tn.B kemudian mencoba mengobati Tn.B, mereka membawa Tn.B ke orang pintar dan dikatakan terkena guna-guna. Awalnya Tn.B menunjukan perbaikan, sedikit agak tenang namun setelah beberapa hari kemudian, Tn. B kembali emosional. Ia mulai marah-marah di rumah, mencurigai anggota keluarganya sebagai komplotan yang bersekutu dengan teman-temannya untuk mencelakai dirinya. Ia kemudian mulai membawa-bawa pisau, yang menurutnya untuk membela diri bila mana ada orang yang hendak menjahati dirinya.

Apakah Skizofrenia itu?

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan penilaian realita yang terganggu. Seseorang dengan skizofrenia menjadi sulit membedakan antara sesuatu yang nyata dengan yang tidak nyata. Gangguan ini ditandai terutama dengan gejala perubahan proses pikir, isi pikir, dan persepsi seseorang. Dua gejala utama yang mudah ditemukan pada penderita skizofrenia adalah waham dan halusinasi.

Halusinasi adalah gangguan pada persepsi yang ditandai dengan adanya persepsi dari panca indera kita tanpa didasari adanya sumber yang nyata. Dapat muncul dalam bentuk halusinasi dengar yaitu mendengar suara-suara yang tidak memiliki sumber, biasanya berupa suara orang yang menyuruh-nyuruh, mengomentari, atau bicara sendiri di antara suara tersebut. Selain itu halusinasi juga dapat dalam bentuk halusinasi penglihatan contohnya seperti melihat bayang-bayang orang, bayang-bayang mahluk halus, dan sebagainya yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Halusinasi yang lebih jarang berupa halusinasi penghidu, mencium bau yang tidak ada sumbernya. Halusinasi taktil yaitu merasakan sensasi yang tidak ada sumbernya atau misalnya merasa sakit pada area tertentu di tubuh. Halusinasi gustatorik yaitu mengecap suatu rasa tertentu meski tidak sedang menyantap atau mengunyah sesuatu.

Gangguan persepsi lainnya yang juga kadang dapat terjadi pada penderita skizofrenia adalah ilusi. Ilusi adalah adanya persepsi panca indera kita yang ada sumbernya namun dipersepsikan sebagai hal lain. Ilusi penglihatan misalnya melihat batang pohon namun dipersepsikan sebagai ular. Ilusi pendengaran, misalnya suara angin dipersepsikan sebagai suara orang. Ilusi juga dapat terjadi pada indera peraba, penghidu, maupun pengecap.

Sementara waham atau delusi adalah gejala yang ditandai dengan adanya suatu kepercayaan yang salah, tidak sesuai dengan realita yang ada namun dipegang teguh oleh orang yang mengalaminya sehingga tidak dapat digoyahkan oleh orang lain. Kepercayaan ini tidak sesuai dengan latar belakang sosial dan pendidikan orang yang mengalaminya. Terdapat banyak jenis waham, di antaranya adalah waham kejar yaitu curiga merasa orang menjahati dirinya atau merasa diguna-guna, waham rujukan yaitu merasa orang-orang membicarakan dirinya, siar pikir yaitu merasa isi pikirannya disiarkan sehingga dapat dibaca oleh orang lain, dan sebagainya.

Gejala lain yang juga dapat muncul berupa kekacauan proses pikir sehingga kata-kata orang tersebut sulit untuk dapat dicerna serta berperilaku kacau. Gejala ini umumnya muncul ketika skizofrenia sudah berada dalam fase yang cukup berat. Terdapat juga gejala yang dikenal sebagai gejala negatif skizofrenia berupa penarikan diri, menjadi malas dalam beraktivitas, hilangnya kemampuan untuk merasa bahagia. Gejala negatif umumnya terdapat di awal masa sakit dan dapat juga ditemukan pada skizofrenia yang menahun.

Saat ini dikenal lima subtipe skizofrenia yang dibagi berdasarkan gejala klinis yang menonjol. Kelima subtipe tersebut adalah skizofrenia paranoid, skizofrenia hebefrenik, skizofrenia katatonik, skizofrenia tak terinci, dan skizofrenia residual. Yang paling sering ditemukan adalah skizofrenia paranoid yang ditandai dengan gejala berupa waham dan halusinasi dengar. Waham biasanya berjenis waham kejar (misalnya yakin bahwa orang –orang di sekitarnya mau menjahati dirinya) atau waham kebesaran (misalnya yakin bahwa dirinya adalah orang pilihan Tuhan yang memiliki suatu kekuatan khusus). Halusinasi berupa suara orang yang menyuruh-nyuruh, berkomentar, atau bercakap-cakap sendiri.

Bukan hal gaib

Di Indonesia, masih banyak orang yang tidak tahu bahwa Skizofrenia merupakan gangguan medis. Banyak orang mengira bahwa gejala pada skizofrenia terjadi karena hal-hal gaib. Yang umum ditemui, penderita Skizofrenia atau keluarga penderita mengira mendapatkan guna-guna dari luar sehingga penderita biasanya dibawa ke orang pintar atau penyembuh alternatif. Hal ini wajar mengingat gejala yang ada tidak seperti gangguan medis lainnya namun berupa halusinasi, ilusi, waham, dan proses pikir yang terganggu seperti yang telah dibahas sebelumnya.

Sebenarnya mengapa seseorang dapat menderita gejala-gejala seperti waham dan halusinasi pada Skizofrenia? Gejala tersebut muncul akibat ketidakseimbangan neurotransmiter jenis dopamin di otak. Neurotransmiter adalah zat yang diperlukan untuk mengirim informasi dari satu sel otak ke sel otak lainnya. Neurotransmiter sebenarnya diproduksi secara alami di dalam sel otak dan diperlukan agar otak dapat berfungsi dengan benar. Kebanyakan orang hanya tahu bahwa fungsi otak hanyalah untuk berpikir. Sementara sebenarnya otak bukan saja digunakan untuk berpikir namun juga mengatur emosi, mengatur pergerakan, dan sebagainya. Pada kondisi tertentu, kadar neurotransmiter dalam otak dapat terganggu jumlah dan keseimbangannya.

Pada penderita skizofrenia, terdapat kadar dopamin yang berlebihan di daerah mesolimbik. Mesolimbik adalah bagian otak yang berfungsi dalam pengaturan emosi dan persepsi sehingga dapat memicu timbulnya waham dan halusinasi. Dopamin juga diperlukan di dalam otak untuk fungsi bergerak, berpikir, dan memproses informasi sehingga jumlah dopamin yang tepat dan seimbang sangat diperlukan otak kita untuk dapat berfungsi dengan benar.

Kenali dan Obati dengan Segera

Skizofrenia dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari orang dewasa, lansia, hingga anak-anak. Penting sekali untuk memberikan terapi yang benar dan tepat sejak dini atau sebelum gejala skizofrenia sudah berat. Misalnya karena terus menerus mendengar halusinasi suara yang menjelek-jelekan atau karena waham kejar yaitu merasa orang-orang ingin menjahati dirinya, seseorang penderita skizofrenia dapat mengamuk. Tentu hal ini berbahaya bagi penderita maupun orang lain. Dampak lainnya, penderita dapat kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain ataupun untuk bekerja.

Berdasarkan penelitian yang ada, kondisi skizofrenia yang dibiarkan menahun akan menyebabkan kerusakan struktur otak yang tidak dapat diperbaiki atau permanen akibat jumlah dopamin yang terus-menerus tinggi pada bagian otak tertentu. Dampaknya akhirnya lama-kelamaan jika dibiarkan orang tersebut dapat mengalami kemunduran taraf kecerdasan, sulit untuk mengolah informasi, hingga menjadi tidak mandiri. Banyak penderita skizofrenia menahun yang mengeluhkan bahwa otak mereka menjadi lamban ketika digunakan untuk berpikir. Penderita juga cenderung menjadi tidak memiliki kemampuan untuk merencanakan masa depan dan malas beraktivitas karena penurunan fungsi kognitif yang dialami.

Dapat Pulih

Skizofrenia adalah gangguan medis yang dapat diobati. Obat antipsikotik dapat membantu menghilangkan gejala-gejala pada skizofrenia. Dengan terapi yang benar di psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa) dan seawal mungkin, dampak kerusakan permanen pada otak dapat dicegah. Kombinasi dengan psikoterapi akan membantu orang tersebut untuk kembali dapat bekerja dan berinteraksi dengan baik dengan lingkungannya. Makin lama diterapi, makin lama pula masa yang diperlukan untuk mengobati penderita dan penurunan fungsi otak semakin sulit untuk dicegah.

Tantangan terhadap pengobatan untuk skizofrenia masih sangat besar di Indonesia. Kultur budaya masyarakat yang masih begitu kuat mempercayai hal-hal gaib menyebabkan banyaknya penderita yang kehilangan kesempatan untuk terapi lebih awal karena umumnya dibawa oleh keluarga berobat ke orang pintar karena diduga diguna-guna. Ketika akhirnya mendapakan pengobatan medis yang benar, kemunduran fungsi otak penderita umumnya sudah terjadi, gejala sudah berat sehingga semakin lama dan sulit dihilangkan, serta respon terhadap pengobatan menjadi buruk karena terlanjur sangat besarnya jumlah dopamin yang beredar di dalam otak.

Stigma yang melekat pada pasien, keluarga pasien, dan para praktisi medis yang terlibat dalam penatalaksanaan gangguan ini juga amat sangat mempengaruhi kesuksesan pengobatan. Dalam kenyataannya banyak keluarga yang lebih senang menyembunyikan penderita dari orang lain karena merasa malu dibandingkan membawa untuk berobat. Banyak sekali penderita yang akhirnya dipasung atau dikurung dalam rumah oleh keluarganya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dalam menambah pengetahuan para pembaca serta dapat membagikan informasi ini pada orang lain.
Hal ini harus disebarluaskan secara rutin di media media, Saya ada saudara dan teman baik yg mengalami hal tsb menjadi tdk produktif di usia muda
Sekarang sudah lebih baik sebetulnya dengan komunitas semacam KPSI misalnya. Yang paling penting adalah ketika ada gejala skizofrenia, cepat dibawa berobat ke psikiater. Sayangnya kalau di Indonesia, biasanya kalau di Indonesia pertama justru dibawa ke pengobatan alternatif dan sejenisnya. Akhirnya waktu datang untuk pengobatan sering sudah terlanjur berat kondisinya.

Quote:


mama saya punya karyawan dengan gejala psikologis seperti Tn.B bedanya dia masih bekerja di kantor mama saya dan tidak tega memecatnya karena dia single parent.

ybs tidak merasa "stress" tapi dia terus2an merasa kalau ada yang memata-matai dia dan suka bicara sendiri.

bagaimana caranya untuk membawa orang semacam itu ke psikiater? kira-kira bahaya apa yang bisa ditimbulkan buat lingkungan kerja kalau orang semacam itu masih dipekerjakan? sejauh ini produktifitas dia sudah berkurang dan sering salah dalam pekerjaannya. mama saya tetap mempertahankannya karena kasihan.
Quote:


Agan, skizofrenia adalah salah satu kondisi medis psikiatrik yang sulit dalam terapinya. Bukan karena gejalanya sendiri sulit dihilangkan dengan terapi yang tepat namun lebih karena tilik diri pada seorang penderita skizofrenia biasanya sangat buruk di awal masa sakit. Biasanya orang dengan skizofrenia (ODS) sama sekali tidak merasa dirinya sakit dan baik-baik saja namun lingkungan di sekitarnya yang biasanya merasa terganggu.

Untuk membawa orang tersebut biasanya bila diajak mereka akan menolak dan bahkan marah karena pertama tidak merasa dirinya sakit, kedua merasa terstigma karena harus pergi ke psikiater. Agan dapat mencoba dengan membujuk orang tersebut namun bila gagal mau tidak mau dibawa berobat dengan paksa.

Dapat juga dibawa untuk rawat inap dulu di rsj atau di panti rehabilitasi mental sehingga obat dapat masuk dan ODS lebih kooperatif. Setelah gejala terkendali, ODS dapat berobat rawat jalan.

Kalau di tempat kami, biasanya kami melakukan penjemputan ke rumah atau tempat kerja ODS untuk kemudian dirawat inap selama beberapa saat hingga kesadaran tentang pengobatan mulai timbul pada ODS.

Agan, produktifitas ybs menurun karena memang gejala sakitnya biasanya sangat berat sehingga sulit bagi ybs untuk tetap konsen dengan pekerjaannya. Bila diobati dengan benar, seharusnya ODS akan kembali dapat melakukan fungsi pekerjaannya dengan benar. Dan bila kondisinya sudah stabil, ODS akan kembali pada kepribadiannya semula.

Bahaya yang mungkin timbul bagi lingkungan sekitarnya adalah ODS dapat mengamuk sewaktu-waktu. Pada karyawan ibu agan, nampaknya terdapat gejala waham kejar berupa kecurigaan berlebih dan halusinasi auditorik (nampak dari perilaku bicara sendiri). Halusinasi dan waham dapat menyebabkan ODS kebingungan dalam menilai realita dunia eksternalnya.

Sekiranya jawaban kami membantu.

kemarin sudah agan dijelaskan thread bipolar ternyata saya pengidap schizofrenia.

Ikut menyimak postingan agan terus dech.

makasih ya ..... ikuti thread ini ah emoticon-Smilie
Keep posting sis emoticon-Smilie makasih bantuannya ya emoticon-Smilie

Biar kami paham dan orang paham
Spoiler for ...:


Dokter cara ane uda bener ga ? emoticon-Cool secara hampir stahun ane uda ga minum obat emoticon-Malu (S) mana obatnya mahal lagi, untung dulu ga sampe dibawa ketemu teman2 semusim emoticon-Takut

Quote:


ane juga ga dibawa teman semusim. iya kalo dah aneh2x ane bawa tidur . Tapi ane masih minum obat sampe sekarang .... iya mahal masa satu biji 2o ribuan ihik emoticon-Berduka (S)

Kalo kambuh tu suara tv aja bisa berubah ngejek ane emoticon-Berduka (S)
Quote:


jangan dipikirkan lah gan ..., coba cari kegiatan yg bisa bikin fokus ...

jangan terlalu sensitif plus plus ama keadaan sekitar .. nanti kumpul bareng sama teman semusim emoticon-Berduka (S) ..

Quote:


Udah 10 tahun lebih atuh, minum obat dari paling gede sampai kecil. Sabar ya kuncinya .... Apa kalo udah kena ga bisa sembuh total tanpa obat ?
Quote:


aduh gan... lama yah emoticon-Berduka (S) ane aja cuma baru 2 tahun, masuk fase kritis cuma sekali itupun cuma pas awal2 doang ... setelah itu dosis obat mulai turun, sampe cuma sepotong kecil, dan ampir setahun ga minum lagi, ane juga belum pernah terapi ... tapi ane juga belum sembuh total emoticon-Ngakak (S), kadang muncul tapi yah gitulah gan, harus sabar emoticon-Malu (S) ... ane bikin to do list gan, biar bisa fokus ama tujuan ... dan jangan ampe pikiran kosong gan nantinya melamun mikir2 ga jelas ... mulai dah emoticon-Malu ... jadi coba menyibukkan diri gan

harus juga membikin filter informasi gan biar ga salah persepsi mengenai suara yg muncul itu dari mana, knapa ia bersuara seperti itu, agar tidak terjadi kesalahan pemahaman informasi ...

dan harus mencoba berpikir positif ...

Spoiler for ...:


mana dokternya ini ? emoticon-Malu
Quote:


agan bisa jadi dokternya ni emoticon-Kiss


Masukan bagus gan, ane selama ini susah sekali bedain ini realita atau tidak jadinya menjadi beban pikiran ane sendiri. Tapi kalo ane semakin dekat emang filter kerasa mampu ane ciptakan. Semakin ane jauh wah ...... Kacau ane ...

Ditunggu coment dokternya emoticon-Big Grin , selain agan loh emoticon-Big Grin
Quote:


halo gan ane ada pertanyaan nih ,
Kenapa penderita skizofrenia bisa mengalami halusinasi taktil ? Apa agan yakin kalo itu halusinasi ? Bisa jadi kan korban memang menglami sakit pada bagian tubuh tertentu ,