Baru mendengar istilah rolling release di linux , atau pernah mendengar namun masih nggak tahu apa itu rolling release , semoga thread ini berguna bua kalian semua
Apa itu distro Rolling Release ??
Spoiler for Apa itu distro rolling release:
Rolling Release bukanlah barang baru untuk sekarang ini, terdapat salah satu distro yang menerapkannya yang sudah lebih dari 10 tahun.
Untuk menjelaskan konsep rolling release pada distro linux, saya akan mengambil contoh sebuah fenomena yang rutin terjadi setiap 6 bulan pada distro linux sejuta umat yaitu Ubuntu.
Apakah yang terjadi setiap 6 bulan sekali itu?
Ya betul, setiap 6 bulan sekali Ubuntu merilis versi baru yang biasanya mengambil codename dari nama hewan, rilis Ubuntu pada saat artikel ini ditulis adalah 13.04 ( Raring Ringtail ) yang kemudian akan disusul oleh rilis 13.10 (saucy salamander) , dan 14.04 ( Trusty Thar) nantinya yang akan menjadi Ubuntu LTS (Long Term Support).
Dengan adanya rilis berkala setiap 6 bulan sekali tersebut, tentunya akan menimbulkan beberapa konsekuensi. Pengguna distro harus melakukan upgrade untuk memperbarui distronya. Upgrade bisa dilakukan melalui aplikasi software manager dan koneksi internet, namun banyak yang umumnya mendownload file iso baru dan melakukan install ulang. Hal ini pada satu sisi akan menjadi merepotkan karena pengguna harus secara berkala melakukan ritual penyambutan rilis distro baru tersebut melalui upgrade atau bahkan install ulang jika tidak ingin distronya ketinggalan jaman.
Pada distro rolling release tak akan ditemukan namanya rilis 6 bulanan , paket terbaru bisa langsung diinstall kalau sudah ada, tak seperti yang lainnya yang harus diuji dulu baru dikeluarkan versi baru dari distro tersebut..
Apa Perbedaannya Dengan Distro Linux Biasa ?
Spoiler for Perbedaanya:
Rolling Release bukanlah nama sebuah distro linux, bisa saya katakan Rolling Releaase adalah sebuah manajemen pengembangan distro linux. Sebuah distro linux yang menerapkan Rolling Release akan memiliki karakteristik sebagai berikut:
-> Tidak mengenal adanya rilis OS yang dilakukan berkala
-> Pengguna distro dapat menginstall OS melalui file iso yang dirilis pada tahun berapa pun, kemudian tinggal mengupdate paket maka distronya akan memiliki paket2 terbaru
-> User dimudahkan karena tidak perlu melakukan upgrade dengan mendownload seluruh paket, tinggal mengupdate paket-paketnya secara rutin maka OS di kompi user sudah memiliki aplikasi2 termutakhir.
Kurang lebih seperti itulah distro linux yang mengusung Rolling Release, saat pengguna linux lainnya mengalami euforia menyambut rilis distro linux setiap 6 bulan sekali, aku ndak terlalu pusing dengan euforia itu. Distro linux Rolling Release memang tidak merilis versi baru karena memang tidak mengenal versi. Yang perlu dilakukan pengguna distro linux rolling release hanyalah mengupdate paket-paket distro linuxnya.
Apa Resiko Menggunakan Distro Rolling Release ?
Hmmm pastinya untuk sesuatu yang unik ada kekurangan tersendiri, begitu juga kalau kita menggunakan distro rolling release, nah apa aja itu ??
Spoiler for Kekurangan:
kekurangan dari sistem solling release ini
-> Belum memakai Delta Package, sehingga ukuran paket yang didownload relatif besar.
-> Belum memakai Signed Package, walaupun memakai hash check namun paket yang telah di sign lebih terjamin keabsahannya.
-> Ada paket penting yang berpeluang broken diantaranya
..Kernel Linux
..X.org
..Driver VGA propiertary (Nvidia dan ATI/AMD)
Apa Saja Distro Linux Yang Termasuk Distro Rolling Release ?
Ada beberapa distro yang menggunakan distro rolling release
Spoiler for Distro:
1. Arch Linux
Archlinux pada saat artikel ini ditulis telah berumur lebih dari 10 tahun. Paket-paket aplikasi Archlinux dikemas dalam bentuk binary. Archinux memiliki reputasi sebagai distro yang asyik untuk dimodifikasi, karena pengguna bisa memilih sendiri paket2 yang diinstall.
2. Gentoo
Konon ini adalah distro yang sulit, karena paket2nya berupa source code sehingga pengguna harus melakukan compile paket, sebenarnya sudah ada tool untuk mengotomatisasi proses compile tersebut .
Debian memiliki beberapa percabangan. Yang umum dipakai adalah stable branch atau versi stabil, stable branch dirilis sekitar 2 tahun sekali. Selain stable, Debian memiliki branch testing, unstable (sid), dan experimental. Debian testing adalah branch yang mengusung rolling release. Saya pernah coba Debian testing ini, namun terasa tidak stabil karena memang testing ini ditujukan untuk keperluan test sebelum akhirnya paket-paket nya dimasukkan ke stable branch.
Ada juga LMDE, Sabayon, Chakra
Terimakasih semua , meskipun cuma post pertama semoga bermanfaat