alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5336b571fbca17c96c8b46c9/sepenggal-refleksi-kondisi-pendidikan-indonesia
icon-hot-thread
Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia
Quote:Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia


Quote:Credit to: zenius.net

Quote:
Pernah gak sih terpikir di benak lo tentang hal ini
Quote:"Sebetulnya siswa-siswi di Indonesia itu pinter atau bodoh sih? Emang kondisi pendidikan di negara ini kayak gimana sih? Udah lumayan bagus atau sebetulnya masih jelek?"

Kalo bicara soal situasi pendidikan, ada banyak tolak ukur yang bisa kita lihat, dari mulai prestasi akademis, fasilitas dan infrastruktur, ketersediaan guru, jumlah sekolah, dlsb.. Pastinya, artikel ini sendiri gak akan mampu memberikan pembahasan yang menyeluruh. Selain cakupannya yang terlalu luas, dibutuhkan research yang mendalam untuk mengetahui kondisi pendidikan di negara ini secara komprehensif. But if I may, gua mau coba kupas sedikit dari sudut pandang akademis untuk memberikan sedikit refleksi dari kondisi pendidikan di Indonesia.

Kira-kira satu tahun yang lalu, media nasional sempat dihebohkan dengan hasil riset berskala internasional yang bernama PISA - Program for International Student Assessment. PISA merupakan salah satu program kerjasama di beberapa negara yang tergabung dengan OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) untuk melihat perbandingan kemampuan akademis siswa berumur 15 tahun di berbagai negara dalam bidang matematika, sains, dan membaca.

Riset yang dilakukan adalah dengan menguji (assessment) kemampuan akademis siswa berumur 15-16 tahun dalam bentuk ujian tertulis setiap 3 tahun sekali untuk kategori mata pelajaran matematika, sains, dan membaca. Nah, Riset terakhir yang dilakukan itu tahun 2012 dengan menyertakan 510.000 orang siswa dari 65 negara, termasuk Indonesia.

Hasil dari ujian tersebut? Rata-rata nilai siswa-siswi Indonesia menempati urutan KEDUA... paling bawah dari total 65 negara.
Quote:Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia
(Klik untuk memperbesar)


Dulu waktu gua lihat hasil ini, hal yang pertama terlintas di kepala gua itu juga "Wah untung negara Peru ikut berpartisipasi dalam PISA!". Soalnya kalo bukan karena negara itu, Indonesia bisa dinobatkan jadi negara dengan nilai akademis terburuk, hahaha..

Ada satu hal lagi yang menarik dari riset ini. Jadi ternyata selain menguji kemampuan akademis, riset ini juga meneliti beberapa faktor lain, seperti tingkat kebahagiaan para pelajar. Hal itu diukur berdasarkan hasil jawaban dari kuesioner yang pertanyaannya seputar sejauh mana siswa di Indonesia merasa 'kerasan' atau nyaman berada dalam lingkungan sekolah. Hipotesanya sih semakin nyaman seorang pelajar berada dalam lingkungan pendidikan, maka semakin tinggi prestasi akademisnya. Kalo hipotesa ini benar, harusnya para pelajar Indonesia sangat tidak bahagia dong di lingkungan Sekolah?

Nah, setelah diolah datanya, hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata Indonesia menempati urutan PERTAMA (kali ini beneran dari atas)... sebagai pelajar yang paling bahagia dengan mengalahkan 64 negara lain-nya!
Quote:Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia

So kesimpulannya gimana?

" PELAJAR INDONESIA ITU BODOH DAN BAHAGIA "
itulah headline yang marak bermunculan di berbagai media pada lalu. Miris yah ngeliatnya. Tapi tunggu dulu. Emang kita terima-terima aja nih hasil dari survey dari lembaga internasional ini? Emangnya cara mereka mengambil sample udah pasti tepat dan mewakili 80 juta populasi pelajar Indonesia?emoticon-Berduka (S)


Quote:APAKAH TINGKAT KEBAHAGIAAN SISWA BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI AKADEMIS?ADEMIS?

Hipotesa awal yang dibangun oleh PISA ini.. "Semakin tinggi tingkat kebahagiaan siswa di Sekolahnya, maka semakin tinggi tingkat prestasi akademisnya."

Dengan hasil yang didapat dari negara Indonesia, apakah itu berarti justru mengindikasikan, "Semakin rendah tingkat pemahaman akademis siswa, berarti semakin tinggi tingkat kebahagiaannya"?

Well kalo kita lihat skema gambar di bawah ini :

Quote:Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia
Sumber : http://www.buzzfeed.com/jakel11/wher...ls-and-the-hap

Lo bisa lihat sumbu X horizontal menunjukkan tingkat kebahagiaan, sedangkan sumbu Y vertikal menunjukkan tingkat kemampuan akademis. Bisa dilihat bahwa Indonesia ada di sudut kanan bawah, mewakili kategori "bodoh dan bahagia", sebaliknya Korea di sudut kiri atas mewakili kategori "pintar tapi gak bahagia."

Tapi kalo lo perhatiin baik-baik, ada aja tuh negara yang berprestasi tapi bahagia seperti Singapore di sudut kanan atas, juga sebaliknya ada siswa yang tidak bahagia dan juga tidak berprestasi, seperti Qatar. So, kita bisa melihat bahwa kedua variabel ini tidak memiliki hubungan sebab-akibat, jadi bisa dibilang,

"TINGKAT KEBAHAGIAAN TIDAK BERKORELASI DENGAN KEMAMPUAN AKADEMIS"

Artinya, asumsi dasar dan hipotesa awal itu tidak terbukti. Tingkat kebahagiaan para pelajar sejauh yang gua telusuri ditinjau dengan pertanyaan seperti "Apakah kamu bisa dengan mudah bergaul dengan teman sekelasmu?" atau "Apakah kamu bangga terhadap asal sekolah kamu?".

Budaya masyarakat di Korea Selatan memang cenderung individualis sampai sepertinya perlu perjuangan ekstra buat dapetin temen dalam satu kelas.. Bandingin aja dengan budaya di Indonesia, baru juga 3-4 hari lo masuk kelas baru, bisa jadi udah kenal semua temen-temen sekelas. So, dengan adanya faktor lain (budaya) tersebut, kita gak bisa bilang bahwa kalo kita enjoy dengan lingkungan sekolah berarti semakin berprestasi. Disini sebenernya point yang mau gua tunjukin adalah :Lo jangan pernah dengan mudah ngeliat hasil survey itu sebagai sesuatu yang pasti benar, walaupun survey tersebut dilakukan oleh lembaga internasional sekalipun. Kita harus bisa berpikir kritis untuk melihat segala hal dan jeli melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas.


Quote:JADI APAKAH SURVEY DARI PISA INI NGACO DAN GAK BISA KITA PERCAYA?

Pengambilan sampel dari riset PISA ini memang jadi topik panas di berbagai negara. Gua sendiri pun sempat skeptis apakah pengambilan sampel oleh PISA ini bisa mewakili dan menjadi potret kemampuan akademis seluruh pelajar di Indonesia. Lihat saja Negara China, pengambilan sampel yang diambil dari Kota Shanghai, Hong Kong, dan Macao yang sudah maju - kenapa pengambilan sampel-nya gak tersebar sampai tempat terpencil seperti Kashgar atau Xinjiang? Mungkin kalau saja hal yang sama dilakukan untuk Indonesia, misalnya pengambilan sampel diambil dari Jakarta, Jogyakarta, atau Surabaya - hasilnya tidak akan seburuk ini.

Terlepas dari semua itu, survey dari PISA ini patut mendapatkan apresiasi. Dengan upaya mengumpulkan data dari 65 negara dan diolah dengan cara yang tepat, ada banyak hal lain yang bisa kita lihat selain hanya sebatas ranking antar negara - yaitumenjadi refleksi bahwa para siswa yang menjadi sample belum mampu menjawab kualitas PISA dengan baik.

Jadi, kita gak perlu dulu deh liat perbandingan antar negara, kita akui saja kalo emang hasilnya jelek. Gak usah nyari siapa yang patut disalahin. Justru nih, gua penasaran sama kualitas soal yang diujikan di PISA itu seperti apa sih? Kok bisa sih siswa-siswi yang jadi sampel survey ini sampai kesulitan buat ngejawab soalnya. Yuk kita sama-sama lihat 2 contoh soal PISA di bawah ini..

CONTOH SOAL PISA

Quote:Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia
Quote:Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia

Gimana menurut lo 2 soal di atas? Nah disini gua gak akan langsung bahas soalnya, biar lo pikirin dulu terus coba lo bahas di comment bawah artikel ini. Cuman tebakan gua sih, sebagian besar diantara lo bakal mikir kalo soal ini kegampangan. Iya gak? Kenapa gua bisa nebak gampang?

1.Soalnya gue tau kalo sebagian besar pembaca di kaskus ini berumur lebih dari 15 tahun
2.Kemungkinan yang bisa akses thred ini bersekolah yang memiliki kualitas di atas rata-rata
Sebagian besar audience kaskus itu pinter-pinter :P
Jadi kalo lo termasuk diantara 3 kategori di atas, jangan sombong dulu kalo cuma bisa menyelesaikan 2 soal di atas. Nah, kenyataannya nih, dari sekitar 7000 - 8000 siswa Indonesia berumur 15 tahun yang mengikuti survey PISA - yang bisa ngejawab dengan bener soal nomer 1 itu kurang dari 1% - berarti kurang dari 80 orang !! Parah banget yak.. Apakah memang rata-rata siswa berumur 15 tahun di Indonesia kaga bisa menyelesaikan soal di atas?


Quote:JANGAN-JANGAN SISWA DI INDONESIA MEMANG BODOH DIBANDINGKAN KEBANYAKAN NEGARA LAIN?

Bicara soal tingkat kemampuan akademis siswa di Indonesia memang topik yang agak absurd. Di berbagai media, pemberitaan seputar nasib para pelajar bisa sangat ekstrim. Di satu sisi ada banyak cerita miris tentang kondisi pendidikan yang tidak merata di sudut-sudut terpencil Indonesia. Sampai-sampai anak kelas 12 SMA ada yang masih tidak mengerti konsep aljabar sederhana, gak bisa membaca teks bahasa inggris, bahkan masih buta peta geografis negara sendiri.

Di sisi lain, tidak jarang juga kita dengar semilir "angin segar" tentang berita keberhasilan prestasi anak bangsa yang meraih gelar juara olimpiade matematika, fisika, sains, robotic, dll di ajang olimpiade akademis berkelas dunia..

Tapi kembali lagi, apakah gelar juara olimpiade akademis itu bisa mewakili kondisi pendidikan di Indonesia? Atau mungkin hanya untuk sekadar 'pembelaan semata' di tengah carut-marut kondisi pendidikan yang sebetulnya memprihatinkan?"Hei pelajar Indonesia itu ternyata cerdas lho.. bisa ngalahin pelajar-pelajar dari negara lain dalam kompetisi robot. Hebat yaah Indonesia!"
Tanpa mengurangi rasa apresiasi gua pada para siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia - Tapi apa artinya pembuktian segelintir siswa-siswi kita yang cerdas dan berprestasi ini, padahal sebetulnya pendidikan secara merata masih sangat memprihatinkan.


Quote:JADI SEBETULNYA MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA INI APAAN SIH?

Masalah pendidikan di Indonesia itu multidimensional, dari mulai ketersediaan guru berkualitas, ketersediaan buku dan akses informasi, ketersediaan infrastruktur, kurikulum yang tepat, metode belajar-mengajar yang cocok, cara penyampaian yang mudah dicerna, dan masih banyak lagi.

Tapi, gua gak mau kita coba bahas panjang lebar hal yang terlalu ngawang-ngawang, abstrak, dan di luar jangkauan kita. Kita coba dulu deh liat masalah yang sederhana dari hasil refleksi PISA tahun 2012 lalu.
Quote:" Kok bisa yah sebagian besar sampel pelajar berumur 15 tahun di Indonesia itu gak bisa jawab pertanyaan dari PISA??"


Coba deh lo liat lagi 2 soal di atas dengan seksama. Soal itu mungkin bagi sebagian dari kita cenderung mudah, tapi kalo diperhatiin, sebetulnya soal itu "lain dari yang lain" alias sama sekali berbeda dengan soal-soal yang biasa ditemui di buku cetak terbitan lokal atau Ujian Nasional sekalipun..

Quote:" DUH, INI SOAL APAAN YAH.. GUA BARU LIHAT ADA SOAL ANEH BEGINI. NGERJAINNYA PAKE RUMUS APA YAH?? DUH GUA GAK TAU RUMUSNYA NIH. GAK PERNAH DIAJARIN DI KELAS, GAK PERNAH DIKASIH TAU JUGA RUMUS DAN TRIKNYA SAMA GURU MATEMATIKA DI KELAS.. "

Sounds familiar sama pikiran di otak lo? Yup, jujur aja gua juga pernah mikir hal konyol kayak di atas. Baru liat soal, belum direnungkan dulu soalnya, langsung mikirnya SOAL INI PAKE RUMUS YANG MANA YAH?

Seolah-olah semua persoalan matematika itu bisa diselesaikan dengan tau rumusnya dan tinggal masuk-masukin ke rumusnya doang. Padahal esensi dari matematika itu sebagai abstract modelling untuk melatih logika berpikir yang tepat.

Bisa dibilang, sistem pendidikan (dari mulai cara mengajar sampai kualitas soal) yang diajarkan di Sekolah pada umumnya - secara gak langsung membuat siswanya dilatih untuk menghafal pola soal dan mengandalkan rumus, bukan memahami konsep yang dipelajari.

So, menurut gua, ITULAH PENYEBAB kenapa sampel pelajar Indonesia (15-16 tahun) itu nyaris membuat Indonesia menjadi juru kunci dalam assessment PISA 2 tahun lalu.. dan menurut gua, Inilah salah satu masalah paling kronis dalam dunia pendidikan kita. Jadi jangan heran kalo sistem pendidikan di Indonesia ini cuma melahirkan manusia-manusia yang hanya mengikuti instruksi, bukan menyelesaikan masalah.


Quote:Gua tau dengan tulisan ini, kita gak akan bisa menyelesaikan permasalahan ini dalam sekejap. Tapi dimana-mana kunci dari menyelesaikan masalah adalah, identifikasi dulu masalahnya. So disini gua coba untuk membuat langkah awal dari identifikasi masalah itu. Sejauh ini sudah banyak gerakan pendidikan yang patut diapresiasi dengan mencoba untuk menjadi solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia yang pelik ini. Jadi, harapan gua sih.. kita bisa turut berkontribusi dalam gerakan revolusi pendidikan Indonesia yang lebih baik. Give me your thoughts on comment-box bellow this thread!

Quote:"If you want to build a ship, don't teach men to build a boat. Teach them to yearn for the wide and open sea." - Antoine de Saint-Exupéry

Quote:Referensi :
Sumber artikel :
[1] http://www.oecd.org/pisa/
[2] http://gpseducation.oecd.org/Country...ld=10&topic=PI
[3] http://portraitindonesia.com/indones...upid-they-are/
[4] http://pisaindonesia.wordpress.com/a...isa-indonesia/
emoticon-Toast AYOOOO AGAN & SISTA emoticon-Toast
IKUTI LOMBA DESIGN KAOS & JAKET STK-REVOLUTION
BANYAK HADIAHNYA LHO!!
LOMBA DIMULAI TANGGAL 27 MARET - 27 APRIL 2014
emoticon-Selamat emoticon-Selamat

KLIK BANNER UNTUK KE TKP
>>> Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia <<<

Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia
Reserped Juga emoticon-I Love Indonesia (S)
trit apaan neh?

panjang bener emoticon-Matabelo
ayo majukan pendidikan indonesia jadi lebih baik emoticon-I Love Indonesia
anjir miris sekali ane liat chart nya itu

Indonesia siswanya bodoh dan bahagia

kemungkinan dia bahagia karena jarang belajar

atau bahagia karena pendidikannya kurang ketat

jadi masih sempat untuk main sana sini

dan yang ga bisa sekolahpun masih banyak, kurang perhatian dari negara emoticon-Berduka (S)

itu singapore negara tetangga kayaknya paling bagus ya di chart Happy, apa karena popolasinya sedikit dan jumlah siswanya jg dikit, jadi presentase Happy nya jadi tinggi emoticon-Bingung (S)
Miris memeang sekarang gan emoticon-Berduka (S)
kalo menurut ane di indonesia pelajaranya telat gan, karenan kurikulum masih pakai yang lama dan ngga ikut perkembagan karena sadar ngga sadar emang harus di upgrade. contoh, anak smp zaman sekarang masih dilarang bawa motor, alasan inilah itu lah padahal kan ngga bisa di pukul rata kalau anak smp ini pasti belum bisa mengendalikan motor secara baik. buktinya banyak rider rider junior ikut kejuaraan. itu cuma contoh, ya jadi intinya menurut ane harus dirombak ke kolotan selama ini gan emoticon-Matabelo CMIIW
Sepenggal Refleksi Kondisi Pendidikan Indonesia
Trit ginian jadi HT emoticon-Cape deeehh
panjang bner emoticon-Cape deeehh

mau nya TS gmna? emoticon-Cape d... (S)
Ada yang menarik dari survey PISA tentang pendidikan ini
lingkup yang disurvey adalah kemampuan berfikir dan kejiwaan dari siswa tidak memandang biografi, jumlah siswa dari negara yang disurvey. bahkan banyak opini untuk membandingkan pendidikan di indonesia dengan polandia yang notabene jumlah siswa dan letak biografi yang sangat berbeda. dan hasil dari opini itu maka negara dan kurikulum yang disalahkan.

ada yang mendasar yang harus diselesaikan oleh pendidikan di Indonesia yang mungkin tidak dimiliki oleh negara lain yaitu landasan hukumnya.
kurikulum di indonesia tidak boleh lepas dari undang undang dasar sehingga tujuan pendidikan di Indonesia sesuai dengan pasal 3 sistem pendidikan nasional

Quote: pasal 3
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.


jadi outputnya siswa diharapkan
1. beriman dan bertaqwa
2. berahlak mulia
3. sehat
4. berilmu
5. cakap
6. kreatif
7. madiri
8. warga demokratis yang bertanggung jawab

kemungkinan akan menghasilkan nilai survey lain jika 8 item itu di surveykan di seluruh dunia oleh PISA karena pada dasarnya pendidikan di indonesia adalah utuh.

pergantian kurikulum pun sering dikatakan salah satu penyebab ketertinggalan ini padahal pergantian kurikulum adalah perbaikan penyempurnaan dari pendidikan yang ada di indonesia.

pengkritik tidak pernah berfikir tentang pendidikan di indonesia secara utuh tentang usaha negara pada pendidikan ini. banyak kendala yang harus dilalui diantaranya
1. Letak geografi indonesia. untuk pemerataan pendidikan di indonesia terkendala oleh lokasi penduduk yang sangat luas mulai sabang hingga merauke bahkan seharusnya bisa tertanggulangi oleh otoda ternyata itupun tidak bisa diharapkan secara maksimal
2. Jumlah penduduk yang harus mendapatkan pendidikan selalu tidak sebanding dengan jumlah guru yang tersedia
3. Program negara sadar pada pendidikan baru muncul sekitar tahun 1975 dengan adanya program SD inpres yang harus ada di seluruh Desa se indonesia. itupun tidak semua tercapai karena lokasi yang sulit untuk di tembus. program SMP tiap kecamatan, dan SMA tiap kabupaten itu semua dilaksanakan dengan cara gedung dan siswa harus ada dulu baru gurunya dipersiapkan.
4. Anggaran pendidikan yang tertaih tatih merangkak agar sesuai dengan kebutuhan adalah kendala utama untuk memenuhi standar pendidikan. APBN tidak mampu untuk memenuhi 20 % secara utuh
5. Kesadaran masyarakat tentang pendidikan juga menjadi penyumbang ketidak berhasilan dunia pendidikan di indonesia.
6. Program wajib belajar 9 tahun sepertinya hanya usaha pemerintah saja dan hasilnya hanya kwantitas karena wajib bejar 9 tahun inilah sebagai perangkap yang menjadikan sekolah sulit untuk meningkatan kwalitas. istilah "haram siswa dropout" menjadikan dilema sekolah. sistem penilaian bukan berpedoman pada target kurikulum tapi menyesuaikan kemampuan siswa. sistem penilaian inilah yang menjadikan guru makan buah simalakama. islilah tidak ada siswa bodoh yang ada adalah cara guru mengajar yang salah selalui menghantui guru dalam menilai siswa. karena ada deadline yaitu kenaikan kelas tiap tahun sehingga nilailah yang harus menyesuaikan kemampuan siswa. intinya sementara ini pendidikan di indonesia masih belum taraf kwalitas karena wajib belajar ini.
7. KKM menjadi bulan bulanan kepentingan pemangku pendidikan

oleh sebab pendidikan di indonesia tidak usah terpaku pada hasil survey negara lain karena memang pendidikan di indonesia adalah utuh. yang jelas upaya untuk memenuhi tuntutan sisdiknas tetap terus di lakukan termasuk pembenahan kurikulum. cmiiw
-reserved-
Nice thread nih gan, sampe segitunya pendidikan Indonesia. emoticon-Berduka (S)
miris banget gan pendidikan di Indonesia emoticon-Mewek

mampir ke Thread bermanfaat gw yuk !
Menjelajahi Seluk Beluk Wisata Di Yogyakarta !!
TSnya anak pinter emoticon-shakehand

lihat avanya aja udah kelihatan emoticon-Takut (S)

nice thread gan, ane suka banget emoticon-Big Grin

dan ane gak bisa ngerjain 2 soal di atas emoticon-Ngakak (S)
Guru kencing berdiri murid kencing berdiri.....Pejabat korup berseri seri guru mengeri ngeri. Begitulah kira kira. Terima kasih. emoticon-Berduka (S)
kebanyakan miris nya gan emoticon-Mewek
tapi ada juga kok prestasinya emoticon-Big Grin
Mantabs emoticon-Ngakak
Tujuan pendidikan menurut pasal 3 sisdiknas mengambang sekali. Bagaimana cara mengukur iman, akhlak, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan demokratis?

Tujuannya abstrak, alat ukurnya ujian nasional, bagaimana bisa nyambung. Pantas saja pendidikan di Indonesia kacau balau.

Seandainya tujuan dibuat realistis, misal tamat sekolah dasar sudah mempelajari sampai tahap tertentu dan harus menguasai ketrampilan apa-apa, mungkin guru juga lebih mudah bekerja.
miris gan.. emoticon-Sorry

Semoga kedepannya pendidikan di Indonesia jadi lebih baik emoticon-I Love Indonesia