- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Dua Kali Kampanye PDIP Sepi
TS
adoeka
Dua Kali Kampanye PDIP Sepi
Dua Kali Kampanye PDIP Sepi
Rabu, 26 Maret 2014 19:27 WIB

SURYA Online, BATU - DPC PDIP Kota Batu kembali menggelar kampanye terbuka untuk kedua kalinya, Rabu (26/3/2014), di Jl Sultan Hasanuddin Kelurahan Sisir yang diikuti puluhan kader. Kondisi ini sama seperti kampanye terbuka PDIP di Desa Junrejo pekan lalu.
Para juru kampanye (jurkam) lokal dan belasan kader sudah hadir di lokasi kampanye sekitar pukul 13.00, sesuai izin ke pihak kepolisian. Namun kampanye baru dibuka sekitar pukul 14.30 dan kader yang datang mulai bertambah.
Sangking sepinya, berkalikali pembawa acara meminta kader yang mengenakan atribut PDIP maju di dekat panggung. Hiburan penyanyi dangdut yang didatangkan panitia tidak menarik banyak kader dan penonton dari warga sekitar.
Meski sepi pengunjung, panitia tetap melaksanakan kampanye tersebut. Jurkam dari
pusat dan provinsi tetap lantang berorasi di depan kaderkader PDIP. Para jurkam ini
menyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar para kader
memenangkan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo.
“Pileg nanti bukan sasaran utama, sasaran utama adalah memenangkan calon presiden. Tidak ada gunanya PDIP memenangkan Pileg kalau capresnya kalah,” ujar Sayid Muhammad Muliyady di atas panggung menyampaikan pesan Mega.
“Jokowi bisa tidak menjadi Capres jika suara PDIP tidak mencapai 25 persen suara sah nasional. Seandainya dapat 19 persen atau 24 persen, maka PDIP harus koalisi. Itu artinya kita mengulang Pemilu 2009 (tidak bisa mencalonkan presiden sendiri),”
tambahnya sembari disahut teriakan hidup Jokowi dari kader.
Jurkam dari DPRD Provinsi Sumiati tak kalah garangnya. Anggota DPRD Provinsi Jatim
ini berucap lantang membakar semangat para kader. “Kalau bapak dan ibu masih berfikir wani piro, jangan harap Jokowi jadi presiden. Jangan berharap ada perubahan yang lebih baik di negeri ini,” ungkapnya.
Jurkam dari provinsi lainnya, Sutiyo berharap para kader bisa meningkatkan suara PDIP di Malang Raya sebagai kandang banteng. “Kita harus mendukung keputusan Ketua Umum menyapreskan Jokowi. Kita harus memenangkan Pileg,” katanya.
Sementara itu, dari catatan Panwaslu, jumlah pelanggaran pemasangan atribut semakin hari semakin bertambah. Saat ini, ada 1.073 pelanggaran yang belum ditertibkan Satpol PP. “Panwas sudah mengirim surat rekomendasi kepada KPU dan Satpol sebanyak tiga kali. Dan sampai hari ini belum ada tindakan dari Satpol,” ujar Catur Heri Wibowo, Anggota Panwaslu Kota Batu.
“Kalau Satpol siap menurunkan, kami akan dampingi untuk menunjukkan lokasinya,”
ujarnya.
Pengamatan Surya, banner gambar caleg yang dipaku di pohon jumlahnya ratusan. Dari data Panwaslu, kebanyakan pelanggaran karena memasang atribut kampanye tidak di zona larangan, seperti Jl Brantas, Jl Panglima Sudirman, Jl Diponegoro, memasang lebih dari satu gambar pada satu zona.
“Pelanggaran atribut ini terjadi sejak awal kampanye, begitu tanggal 16 jadwal kampanye dimulai, pelanggaran mulai masif. Dan jumlahnya luar biasa,” pungkas Catur.
http://surabaya.tribunnews.com/2014/...anye-pdip-sepi
rame gitu dibilang sepi


Rabu, 26 Maret 2014 19:27 WIB

SURYA Online, BATU - DPC PDIP Kota Batu kembali menggelar kampanye terbuka untuk kedua kalinya, Rabu (26/3/2014), di Jl Sultan Hasanuddin Kelurahan Sisir yang diikuti puluhan kader. Kondisi ini sama seperti kampanye terbuka PDIP di Desa Junrejo pekan lalu.
Para juru kampanye (jurkam) lokal dan belasan kader sudah hadir di lokasi kampanye sekitar pukul 13.00, sesuai izin ke pihak kepolisian. Namun kampanye baru dibuka sekitar pukul 14.30 dan kader yang datang mulai bertambah.
Sangking sepinya, berkalikali pembawa acara meminta kader yang mengenakan atribut PDIP maju di dekat panggung. Hiburan penyanyi dangdut yang didatangkan panitia tidak menarik banyak kader dan penonton dari warga sekitar.
Meski sepi pengunjung, panitia tetap melaksanakan kampanye tersebut. Jurkam dari
pusat dan provinsi tetap lantang berorasi di depan kaderkader PDIP. Para jurkam ini
menyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar para kader
memenangkan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo.
“Pileg nanti bukan sasaran utama, sasaran utama adalah memenangkan calon presiden. Tidak ada gunanya PDIP memenangkan Pileg kalau capresnya kalah,” ujar Sayid Muhammad Muliyady di atas panggung menyampaikan pesan Mega.
“Jokowi bisa tidak menjadi Capres jika suara PDIP tidak mencapai 25 persen suara sah nasional. Seandainya dapat 19 persen atau 24 persen, maka PDIP harus koalisi. Itu artinya kita mengulang Pemilu 2009 (tidak bisa mencalonkan presiden sendiri),”
tambahnya sembari disahut teriakan hidup Jokowi dari kader.
Jurkam dari DPRD Provinsi Sumiati tak kalah garangnya. Anggota DPRD Provinsi Jatim
ini berucap lantang membakar semangat para kader. “Kalau bapak dan ibu masih berfikir wani piro, jangan harap Jokowi jadi presiden. Jangan berharap ada perubahan yang lebih baik di negeri ini,” ungkapnya.
Jurkam dari provinsi lainnya, Sutiyo berharap para kader bisa meningkatkan suara PDIP di Malang Raya sebagai kandang banteng. “Kita harus mendukung keputusan Ketua Umum menyapreskan Jokowi. Kita harus memenangkan Pileg,” katanya.
Sementara itu, dari catatan Panwaslu, jumlah pelanggaran pemasangan atribut semakin hari semakin bertambah. Saat ini, ada 1.073 pelanggaran yang belum ditertibkan Satpol PP. “Panwas sudah mengirim surat rekomendasi kepada KPU dan Satpol sebanyak tiga kali. Dan sampai hari ini belum ada tindakan dari Satpol,” ujar Catur Heri Wibowo, Anggota Panwaslu Kota Batu.
“Kalau Satpol siap menurunkan, kami akan dampingi untuk menunjukkan lokasinya,”
ujarnya.
Pengamatan Surya, banner gambar caleg yang dipaku di pohon jumlahnya ratusan. Dari data Panwaslu, kebanyakan pelanggaran karena memasang atribut kampanye tidak di zona larangan, seperti Jl Brantas, Jl Panglima Sudirman, Jl Diponegoro, memasang lebih dari satu gambar pada satu zona.
“Pelanggaran atribut ini terjadi sejak awal kampanye, begitu tanggal 16 jadwal kampanye dimulai, pelanggaran mulai masif. Dan jumlahnya luar biasa,” pungkas Catur.
http://surabaya.tribunnews.com/2014/...anye-pdip-sepi
rame gitu dibilang sepi



Spoiler for jangan di klik:
0
4.3K
25
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan

