alexa-tracking

Pesan Bapak Untuk Anaknya di Facebook (sangat bagus utk renungan)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53266c27f7ca17215f8b463b/pesan-bapak-untuk-anaknya-di-facebook-sangat-bagus-utk-renungan
Thumbs up 
icon-hot-thread
Pesan Bapak Untuk Anaknya di Facebook (sangat bagus utk renungan)
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox.
Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya, ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata ada pesan dari 5 bulan yang lalu.

Dia baca isinya:

Salam.

Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini. Abah coba kirim pesan ini kepada kamu.
Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.

Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja.

Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?

Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah Bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.

Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu.

Saat kamu masuk MI. Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman.

Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan.
Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.

Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar.
Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu.

Kamu mulai jarang bercerita dengan abah.
Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu.

Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis.

Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tak cuti kemari lagi.

Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi.

Abah tidak minta banyak…

Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah.

Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu.

Menangis pada abah. Mengadu pada abah.

Bercerita pada abah seperti saat kamu kecil dulu.

Apapun. Maafkan abah atas curhat abah ini.


Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman.

Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.

Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah.

Maafkan abah atas segalanya.


Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

emoticon-roseSaudaraku, hargailah orang tua ketika mereka masih hidup... kadang kala kita terlalu sibuk bekerja, sekolah, kuliah, bahkan berpacaran, bertunangan, mengejar-ngejar lawan jenis yang kita sukai

emoticon-rose Sampai kita lupa akan dia yang telah membesarkan kita

emoticon-rose Memberi kita pendidikan untuk bekerja

emoticon-rose Mengajari cara berjalan agar kita bisa hidup, beraktivitas

Jangan sampai anak kita nanti melupakan kita seperti kita melupakan orang tua kita...

Quote:Pesan Bapak Untuk Anaknya di Facebook (sangat bagus utk renungan)


Jika agan merasa thread ini berguna/menggugah hati agan, kiranya agan bisa mengapresiasi TS dengan komeng, emoticon-Blue Guy Cendol (L) atau emoticon-Rate 5 Star..
supaya ane termotivasi bikin thread emoticon-2 Jempol lainnya

Spoiler for Komen Terpilih:
emoticon-Matabelo

iya gan...

ane jg anak rantau, tp alhamdulillah msh komunikasi dgn org tua setiap hari gan...
terharu aja deh gan emoticon-Berduka (S)
nice share gan....emoticon-Blue Guy Cendol (S)
Spoiler for Yang Udah Ditinggal sang Ayah:


Spoiler for Yang Belum merasakan kasih sayang Bapak:


Spoiler for yang lagi jauh dari sang papa:


Spoiler for Yang lagi selek sama Papanya:
Wah motivasi nich ?
Bapak . . . emoticon-Frown

Maafkan Anakmu..

emoticon-Sorry
emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek
nice share gan....emoticon-Blue Guy Cendol (S)
emoticon-Matabelo

jadi pengen nangis
inget orang tua di luar kotaemoticon-Mewek
Quote:Original Posted By prabu.enkku
Bapak . . . emoticon-Frown

Maafkan Anakmu..

emoticon-Sorry


harusnya kita yang minta maaf bukan bapak kita emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By shed7
inget orang tua di luar kotaemoticon-Mewek


rajin-rajinlah hubungi orang tua agan.. kirim2 kabar.. minta doa/kirimin doa..... emoticon-Smilie
kalo ada waktu liburan kesana..
ane jadi sedih sendiri bacanya gan emoticon-Mewek
apa cuman ane doang yg ngerasa begini rasanya jauh banget sama orang tua
jadi nangis ane gan..... kisahnya skolahnya persis bnget ma gwa.. MI, MTS, PONDOK, bis tu kuliah.... Ya Allah semoga orang tuaku di beri kesehatan sampai aku bisa pulang n berkumpul lagi.....




terima kasih agan udah ngingetin... emoticon-Kiss
Quote:Original Posted By sasak21
jadi nangis ane gan..... kisahnya skolahnya persis bnget ma gwa.. MI, MTS, PONDOK, bis tu kuliah.... Ya Allah semoga orang tuaku di beri kesehatan sampai aku bisa pulang n berkumpul lagi.....




terima kasih agan udah ngingetin... emoticon-Kiss


aamiin ya rabbal alamin
sama-sama gan.. kita emang harus saling mengingatkan
kisahnya juga sama ama ane gan.. bedanya ane sekolah regular, belom kuliah, ane gak jatuh cinta dengan seorang gadis tapi dengan seorang pria.. haha
Quote:Original Posted By jinglermekbutol
ane jadi sedih sendiri bacanya gan emoticon-Mewek
apa cuman ane doang yg ngerasa begini rasanya jauh banget sama orang tua


gua juga gan.. sebenernya bukan jarak yang memisahkan tapi hati.. gua sama ortu gua cuma dipisahin lantai, tapi kadang ane ngerasa jauh sama mereka.. ane ngerasa hati ane lebih deket dengan teman2 ane dibanding dengan ortu ane emoticon-Frown
Pastinya ane harus tetep mengingat Allah seperti pesan ortu ane thd ane..
sedih gan ane bacanya emoticon-Mewek
emoticon-Frown

ane sedih gan
wah, ane jadi terharu gan lihatnya emoticon-Frown

sekarang memang remaja lebih bergaul dengan teman daripada orang tua sendiri emoticon-Frown