Quote:
Siapa sangka, pencapresan Joko Widodo (Jokowi) hanya dijadikan strategi PDI Perjuangan untuk mendulang suara pada pemilu legislatif (Pileg) 2014 nanti.
"Tuntutan partai PDI Perjuangan yang ingin memperoleh suara lebih besar, sehingga Jokowi dijadikan magnet," ungkap pengamat politik Kacung Marijan kepada Okezone, Sabtu (15/3/2014).
Keinginan PDIP tersebutlah yang membuat Jokowi akhirnya dijadikan capres. Padalah, pencapaiannya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta belum terlihat.
"Wajar kalau ada kelompok yang meminta Jokowi tetap fokus jadi Gubernur DKI Jakarta dan membuktukan dulu keberhasialannya menjadi gubernur baru bisa melangkah jadi presiden," tegas Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga itu.
Sementara, Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Sebastian Salang, menduga majunya Jokowi sebagai capres karena takut kehilangan momentum saja.
"Menurut saya ini hanya politik momentum, jadi PDIP membaca peluang Jokowi dengan peluang yang ada momentum ini mereka manfaatkan," jelas Sebastian.
PDIP sebenarnya khawatir, kalau Jokowi tidak dijadikan capres saat ini maka peluang partai berlambang banteng moncong putih itu berkuasa tidak akan ada.
"Mungkin lima atau 10 tahun lagi Jokowi tidak sepopuler sekarang. Kalau selesaikan jabatan Gubernur DKI dulu belum tentu dia berhasil dan tidak ada jaminan akan tetap stabil popularitasnya," tutup Sebastian.
OKEZONE
coba sebut partai mana yang yang tidak berambisi menang pileg ?
coba sebut partai mana yang sama sekali bersih dari kader korup ?
klo kita mau realistis, PKS lah yang paling sedikit terlibat Korupsi dan skandal wanita
Bukannya popularitas menjadi modal dasar utama Capres. Makanya dari dolo tuh UU pilpres dibenahi, klo sdh begini banyak yg terguncang hebat gara2x Jokowi Capres. Sepuluh tahun berkuasa di pemerintahan dan parlemen masak kurang waktunya ?
