alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531e7d5bfcca17da6b0000a7/anda-bertanya-arkeolog-menjawab--seputar-candi
Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi

Spoiler for Intro:


Quote:Sebagai kaskuser yang baik,ane ingin share ilmu2 yang ane dapetin sewaktu kuliah khususnya bab Candi.

Sesuai judul trit,ane bikin trit ini seperti dialog agar lebih mudah dipahami,begini gambarannya :

An : Anda
Ark : Arkeolog.

Oke langsung saja...

Quote:An :Sebenarnya apa yang dimaksud dengan candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark: Menurut Pak Soekmono (dia salah satu maestro arkelogi di Indonesia gan),candi adalah tempat memuliakan orang2 yang sudah meninggal.Ini masih ada kaitannya dengan asal kata "candi" itu sendiri,yaitu "candika",nama lain dari Dewi Durga,dewi kematian.
namun masyarakat terkadang menggunakan istilah candi untuk menyebut bangunan peninggalan dari masa Hindu-Budha di Indonesia.Terkaadang juga digunakan untuk menyebut bangunan bersejarah agama Hindu-Budha di luar negeri seperti candi Angkor Wat di Kamboja dan candi Khajuraho di India.
Namun yang unik adalah dalam prasasti2 atau naskah2 kuno yang sudah ditemukan dan diterjemahkan,tidak ditemui istilah candi.Sebutan yang digunakan adalah Padharmaan,Dharma Haji,Dharma Lpas,Prasada,Bhavana,Vihara,Parahyangan,Pangastulan,Tirth,atau Patirthan.


Quote:An :Sejak kapan tradisi pembangunan candi masuk ke Nusantara?emoticon-Bingung (S)
Ark:Sebelum tradisi Hindu-Budha masuk ke Nusantara,tidak ada tradisi membangun bangunan dari batu.Jikapun ada,jumlahnya sedikit sekali.Ketika agama Hindu dan Budha masuk ke Nusantara,tempat pemujaan awalnya pun masih terbuat dari kayu.Kemudian digunakanlah batu sebagai bahan bangunan.Itupun masih berukuran kecil dan masih minim ornamen dan masih ada unsur Indianya.
Istimewanya candi di Nusantara menurut Bosch adalah dari segi teknis,mungkin tidak begitu mengagumkan,tapi dari segi seni,candi2 di Nusantara memiliki nilai yang tinggi.Hingga kini,bangunan candi tertua masih dilihat pada gugus candi Hindu di Dieng.
Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa raja2 Nusantara mendatangkan arsitek langsung dari India untuk memebangun candi,tapi teori ini masih lemah karena tidak ditemukan candi bercorak India,misalnya penggunaan pilar.Kemudian munculah teori baru bahwa arsitek Indonesialah yang membangun candi dan mereka membangun candi sesuai yang tertera dalam kitab Silpasastra (kitab yang berisi kaidah pembangunan candi).


Quote:An :Sebenarnya apa sih latar belakang orang zaman dahulu dalam membangun candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Latar belakang candi dibangun adalah untuk Memuliakan orang yang meninggal atau sering disebut dengan didharmakan.Biasanya yang didharmakan adalah orang penting seperti raja,bangsawan,atau agamawan.Dalam tradisi Hindu Budha tidak mengenal tradisi penguburan,yang ada adalah pembakaran mayat yang kemudian abunya dilarung ke laut sebagai simbol terpisahnya roh dari unsur keduniawian yang selanjutnya akan menyatu dengan dewa yang dulu menitis pada seorang raja (mirip dengan konsep Avatar).Setelah melalui berbagai upacara,barulah didirkan candi untuk mendharamakan raja.Untuk candi Budha,
Candi dibangun sebagai tempat pemujaan atau sebagai biara.Abu jenazah biasanya disimpan di stupa2 dekat candi.Ketika candi dibangun,tanah didirikanya sebuah candi dijadikan sebuah Sima atau tanah perdikan (tanah bebas pajak) melalui berbagai upacara.Penetapan Sima ini biasanya dicatat pada sebuah prasasti.Candi memiliki konsepsi yang jauh lebih rumit daripada bangunan2 pada masa kini,konsepsi sebuah candi meliputi :
1.Candi merupakan tiruan dari gunung suci,yaitu Mahameru dan Kailasa,jadi banyak sekali ornamen tumbuhan yang ada dalam sebuah candi.
2.Sebuah candi harus memiliki konsep geometri suci atau dalam tradisi India disebut Mandala.
3.Candi merupakan simbol dari rahim atau Grbagrha.
4.Candi merupakan pusat dari peziarahan.
5.Candi merupakan imitasi dari surga,makanya banyak relief bidadari pada sebuah candi.
6.Sebuah candi merupakan penghubung antara surga dengan bumi.
Quote:Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Denah Candi Borobudur yang melambangkan sebuah Mandala


Quote:An :Saya masih bingungemoticon-Bingung (S) bagaimana orang2 zaman dahulu membangun sebuah candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Bagaimana orang2 zaman dahulu membangun candi juga masih menjadi pertanyaan bagi arkeolog karena tidak ditemukan alat2 untuk membangun candi.Teknik membangun candi tergantung dari bahannya sendiri.Untuk batu,biasanya digunakan susunan batu yang saling mengunci seperti pada mainan lego.Sedangkan untuk batu bata,biasanya batu bata akan direkatkan dengan cara digosok gosokan menggunakan air.
Yang jelas,dalam membangun candi harus memerhatikan hal2 yang ada dalam ilmu Vastusastra atau Silpasastra. Ilmu ini berisi berbagai hal mulai dari pemilihan jenis tanah,cara pengujian tanah,pembuatan diagram,detail bangunan,hingga pembagian kerjanya.


Quote:An:Terus adakah pembagian kerja dalam membangun sebuah candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Tentu ! sebuah tentu membutuhkan pembagian kerja agar bisa berdiri dengan baik termasuk candi.Adapun pembagian kerja meliputi:
1.Yajamana : Yajamana adalah orang yang memerintahkan dan mendanai pembangunan sebuah candi.
2.Acharya : Imam,atau pendeta yang memimpin upacara pembuatan candi.
3.Sthapati : Arsitek,dipilih oleh Acharya.
4.Sutrhagin:Surveyor,bertugas untuk menentukan tanah tempat akan dibangunnya candi.
5.Taksaka : Tugasnya menghias candi dengan relief2 dan membuat arca.
6.Vardhakin:Orang yang tugasnya mirip pekerja kasar,misalnya mengangkat batu,membuat perancah,atau menyusun candi.


Quote:An :Seperti apa bentuk susunan pada sebuah candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Susunan candi dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian yaitu:
1.Kaki candi merupakan bagian bawah candi. Bagian ini melambangkan dunia bawah atau bhurloka. Pada konsep Buddha disebut kamadhatu. Yaitu menggambarkan dunia hewan, alam makhluk halus seperti iblis, raksasa dan asura, serta tempat manusia biasa yang masih terikat nafsu rendah.
2.Tubuh candi adalah bagian tengah candi yang berbentuk kubus yang dianggap sebagai dunia antara atau bhuwarloka. Pada konsep Buddha disebut rupadhatu. Yaitu menggambarkan dunia tempat manusia suci yang berupaya mencapai pencerahan dan kesempurnaan batiniah.
3.Atap candi adalah bagian atas candi yang menjadi simbol dunia atas atau swarloka. Pada konsep Buddha disebut arupadhatu. Yaitu menggambarkan ranah surgawi tempat para dewa dan jiwa yang telah mencapai kesempurnaan bersemayam.
Pada dasarnya,candi merupakan tempat bertemunya surga,bumi,dan dunia bawah.Untuk lebih jelas lihat gambar di bawah
Quote:Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Susunan candi Prambanan


An :Apa aja sih yang ada pada bagian dalam candi ?
Ark: Dalam konsepsi India,bagian dalam candi melambangkan rahim atau disebut juga Grbhagrha.Pada bagian dalam candi Hindu biasanya kita akan temukan lingga,yaitu batu yang melambangkan dewa Siwa.Selain lingga,kita juga akan menemukan arca dewa yang merupakan penjelmaan seorang raja.Lalu pada bagian dasar candi,terdapat sumuran yang berfungsi untuk menyimpan peripih,yaitu kotak yang digunakan untuk menyimpan abu,entah abu jenazah atau abu hewan,serta lempengan emas yang bertuliskan mantra2,lalu ada permata,kaca,atau cangkang kerang.Pada bagian atas ruangan,terdapat rongga kosong yang fungsinya diyakini sebagai tempat bersemayamnya rohnya dewa.
Lalu untuk candi Budha,kita akan dapatkan patung Budha serta pengiringnya.


Quote:An :Terus apa sajakah yang ada pada bagian luar candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Pada bagian luar candi terdapat relief2 yang menceritakan kisah tertentu.Pada candi Hindu,biasanya menceritakan kisah Mahabaratha atau Ramayana.Sedangkan pada candi Budha bisasanya menceritakan kisah perjalanan hidup sang Budha.Kemungkinan besar relief2 pada masa itu diberi warna,namun seiring zaman,warna2 tadi luntur.Ada juga antefix,yaitu hiasan segitiga pada bagian puncak dinding.Antefix dibuat untuk memberi kesan bangunan lebih tinggi daripada biasanya.Kemudia terdapat Jaladwara,yaitu semacam tempat pembuangan air hujan yang dihias sedemikian rupa.Selain itu,
masih terdapat kala makara.Kala adalah hiasan pada bagian atas pintu candi yang berbentuk seperti wajah Iblis atau raksaksa Kala.Adapun Makara adalah hiasan di kaki tangga candi,biasanya berbentuk hewan aneh.Kala Makara berfungsi untuk menakut nakuti roh jahat agar tidak masuk ke dalam candi.Kala sendiri adalah dewa waktu.Di Jawa Timur,kala digambarkan memiliki taring besar pada bagian atas dan bawah mulut,berbeda dengan di Jawa Tengah yang taringnya hanya pada bagian atas.Selain itu,terdapat pintu masuk candi yang dibedakan menjadi dua,yaitu candi bentar yang tidak memiliki atap,dan paduraksa yang memiliki
atap.

Quote:An :emoticon-Bingung (S)
Ark:Tata letak candi dibagi menjadi dua,yaitu secara konsentris,dan secara berurutan.Secara konsentris,posisi candi yang lebih besar dikelilingi oleh anak-anak candi yang lebih kecil (candi perwara),sehingga candi paling besar ada di tengah bangunan.Sistem ini dipengaruhi oleh tata letak mandala.Contohnya pada Candi Sewu dan Candi Prambanan.Secara paralel yaitu posisi candi perwara berada di depan candi induk. Ada yang disusun berurutan simetris, ada yang asimetris.
Ada juga pola denah memanjang ke belakang.Urutan pengunjung memasuki kawasan yang dianggap kurang suci berupa gerbang dan bangunan tambahan, sebelum memasuki kawasan tersuci tempat candi induk berdiri. Sistem ini merupakan sistem tata letak asli Nusantara yang memuliakan tempat yang tinggi, sehingga bangunan induk atau tersuci diletakkan paling tinggi di belakang mengikuti topografi alami ketinggian tanah tempat candi dibangun.Ada juga yang dibangun secara tersebar.
Contohnya pada Candi Sukuh dan Pura2 di Bali.Arah hadap sebuah candi tergantung dari konsepsi dari tata ruangnya,secara kosmologis,candi menghadap ke arah barat atau timur.Candi terkadang menghadap ke arah gunung tertentu yang dianggap suci atau disebut dengan Chtonis.
Oh ya,hampir semua bagian tengah candi tidak berada tepat pada tengah bangunan,kecuali sebuah candi di Ngemplak,Sleman Yogyakarta.
Quote:Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Denah Candi Sukuh yang memanjang ke belakang
Quote:Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Denaha Candi Prambanan yang konsentris



Quote:An :Terus dimanakah orang zaman dahulu memilih lokasi untuk membangun candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Sesuai dengan kitab Silpasastra,masyarakat membangun candi berdekatan dengan air,jika tidak ditemukan air,maka akan dibuat sebuah kolam,karena air merupakan salah satu unsur upacara.Selain itu candi dibangun pada sebuah puncak gunung karena ada kepercayaan bahwa gunung merupakan tempat bersemayamnya dewa.Contoh candi yang dibangun di puncak gunung adalah candi yang ada di gunung Penanggunan.Jadi bikin candi itu gak asal2an kaya bangunan zaman sekarang.Semuanya ada konsepsinya.

Quote:An :Selama ini saya membaca buku sejarah,disebutkan bahwa candi memiliki dua langgam,yaitu langgam Jawa Tengah dan langgam Jawa Timur.Apakah itu sudah benar ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Hal itu sebenarnya sudah benar,tapi ada catatan bahwa ada candi berlanggam Jawa Tengah tapi ada di Jawa Timur seperti Candi Badut,di Jawa Tengah juga ada candi berlanggam Jawa Timur seperti candi Sukuh dan Candi Cetho.
Oleh pak Soekmono,akhirnya pembagian candi didasarkan bukan berdasarkan lokasinya,tapi berdasarkan masanya,yaitu Masa Klasik Awal dan Masa Klasik Akhir.

Quote:An :Ada berapa candi dari ukuran, kerumitan, dan kemegahannya ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Candi dibagi menjadi 3 berdasarkan dari ukuran, kerumitan, dan kemegahannya candi yaitu :

1.Candi Kerajaan, yaitu candi yang digunakan oleh seluruh warga kerajaan, tempat digelarnya upacara-upacara keagamaan penting kerajaan. Candi kerajaan biasanya dibangun mewah, besar, dan luas. Contoh: Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Panataran.
2.Candi Wanua atau Watak, yaitu candi yang digunakan oleh masyarakat pada daerah atau desa tertentu pada suatu kerajaan. Candi ini biasanya kecil dan hanya bangunan tunggal yang tidak berkelompok. Contoh: candi yang berasal dari masa Majapahit, Candi Sanggrahan di Tulung Agung, Candi Gebang di Yogyakarta, dan Candi Pringapus.
3.Candi Pribadi, yaitu candi yang digunakan untuk mendharmakan seorang tokoh, dapat dikatakan memiliki fungsi mirip makam. Contoh: Candi Kidal (pendharmaan Anusapati, raja Singhasari), candi Jajaghu (Pendharmaan Wisnuwardhana, raja Singhasari), Candi Rimbi (pendharmaan Tribhuwana Wijayatunggadewi, ibu Hayam Wuruk), Candi Tegowangi (pendharmaan Bhre Matahun), dan Candi Surawana (pendharmaan Bhre Wengker).

Quote:An :Terus apa saja fungsi dari sebuah candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Macam2,mulai dari :

1.Candi Pemujaan: candi Hindu yang paling umum, dibangun untuk memuja dewa, dewi, atau bodhisatwa tertentu, contoh: candi Prambanan, candi Canggal, candi Sambisari, dan candi Ijo yang menyimpan lingga dan dipersembahkan utamanya untuk Siwa, candi Kalasan dibangun untuk memuliakan Dewi Tara, sedangkan candi Sewu untuk memuja Manjusri.
2.Candi Stupa: didirikan sebagai lambang Budha atau menyimpan relik buddhis, atau sarana ziarah agama Buddha. Secara tradisional stupa digunakan untuk menyimpan relikui buddhis seperti abu jenazah, kerangka, potongan kuku, rambut, atau gigi yang dipercaya milik Buddha Gautama, atau bhiksu Buddha terkemuka, atau keluarga kerajaan penganut Buddha. Beberapa stupa lainnya dibangun sebagai sarana ziarah dan ritual, contoh: candi Borobudur, candi Sumberawan, dan candi Muara Takus
3.Candi Pedharmaan: sama dengan kategori candi pribadi, yakni candi yang dibangun untuk memuliakan arwah raja atau tokoh penting yang telah meninggal. Candi ini kadang berfungsi sebagai candi pemujaan juga karena arwah raja yang telah meninggal seringkali dianggap bersatu dengan dewa perwujudannya, contoh: candi Belahan tempat Airlangga dicandikan, arca perwujudannya adalah sebagai Wishnu menunggang Garuda. Candi Simping di Blitar, tempat Raden Wijaya didharmakan sebagai dewa Harihara.
4.Candi Pertapaan: didirikan di lereng-lereng gunung tempat bertapa, contoh: candi-candi di lereng Gunung Penanggungan, kelompok candi Dieng dan candi Gedong Songo, serta Candi Liyangan di lereng timur Gunung Sundoro, diduga selain berfungsi sebagai pemujaan, juga merupakan tempat pertapaan sekaligus situs permukiman.
5.Candi Wihara: didirikan untuk tempat para biksu atau pendeta tinggal dan bersemadi, candi seperti ini memiliki fungsi sebagai permukiman atau asrama, contoh: candi Sari dan Plaosan
6.Candi Gerbang: didirikan sebagai gapura atau pintu masuk, contoh: gerbang di kompleks Ratu Boko, Bajang Ratu, Wringin Lawang, dan candi Plumbangan.
7.Candi Petirtaan: didirikan didekat sumber air atau di tengah kolam dan fungsinya sebagai pemandian, contoh: Petirtaan Belahan, Jalatunda, dan candi Tikus

Quote:An :Terakhir,apa saja bahan untuk membangun candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Ada bermacam2 bahan yang digunakan untuk membangun sebuah candi,antara lain :

1. Batu andesit, batu bekuan vulkanik yang ditatah membentuk kotak-kotak yang saling kunci. Batu andesit bahan candi harus dibedakan dari batu kali. Batu kali meskipun mirip andesit tapi keras dan mudah pecah jika ditatah (sukar dibentuk). Batu andesit yang cocok untuk candi adalah yang terpendam di dalam tanah sehingga harus ditambang di tebing bukit.
2.Batu putih (tuff), batu endapan piroklastik berwarna putih, digunakan di Candi Pembakaran di kompleks Ratu Boko. Bahan batu putih ini juga ditemukan dijadikan sebagai bahan isi candi, dimana bagian luarnya dilapis batu andesit
3.Bata merah, dicetak dari lempung tanah merah yang dikeringkan dan dibakar. Candi Majapahit dan Sumatera banyak menggunakan bata merah.
4.Stuko (stucco), yaitu bahan semacam beton dari tumbukan batu dan pasir. Bahan stuko ditemukan di percandian Batu Jaya.
5.Bajralepa (vajralepa), yaitu bahan lepa pelapis dinding candi semacam plaster putih kekuningan untuk memperhalus dan memperindah sekaligus untuk melindungi dinding dari kerusakan. Bajralepa dibuat dari campuran pasir vulkanik dan kapur halus. Konon campuran bahan lain juga digunakan seperti getah tumbuhan, putih telur, dan lain-lain. Bekas-bekas bajralepa ditemukan di candi Sari dan candi Kalasan. Kini pelapis bajralepa telah banyak yang mengelupas.
6.Kayu, beberapa candi diduga terbuat dari kayu atau memiliki komponen kayu. Candi kayu serupa dengan Pura Bali yang ditemukan kini. Beberapa candi tertinggal hanya batu umpak atau batur landasannya saja yang terbuat dari batu andesit atau bata, sedangkan atasnya yang terbuat dari bahan organik kayu telah lama musnah. Beberapa dasar batur di Trowulan Majapahit disebut candi, meskipun sesungguhnya merupakan landasan pendopo yang bertiang kayu. Candi Sambisari dan candi Kimpulan memiliki umpak yang diduga candi induknya dinaungi bangunan atap kayu. Beberapa candi seperti Candi Sari dan Candi Plaosan memiliki komponen kayu karena pada struktur batu ditemukan bekas lubang-lubang untuk meletakkan kayu gelagar penyangga lantai atas, serta lubang untuk menyisipkan daun pintu dan jeruji jendela.

Quote:An :Oh ya saya hampir lupa,bagaimanakah seorang arkeolog memperlakukan sebuah candi ?emoticon-Bingung (S)
Ark:Pertanyaan yang sudah saya tunggu sejak awal,jadi begini seorang arkeolog memperlakukan sebuah candi sesuai dengan kode etik ilmu arkeologi.Jadi sebuah candi harus berdiri di tempatnya ditemukan (selama tidak ada proses tafonomi) dan jika harus disusun harus menggunakan batu aslinya.Jika candi benar2 runtuh dan batu aslinya belum ditemukan,maka bisa diganti dengan batu baru,tapi harus diberi tanda.Tujuannya jika batu aslinya ditemukan kembali,maka batu baru bisa diganti dengan batu asli.Jika anda melihat pada candi Prambanan ada beberapa batu yang tidak memiliki reliefnya dan berbeda sendiri,maka itu termasuk batu baru.
Karena apa ?Ketika batu baru diberi relief,maka akan menghilangkan kesan otentiknya.Pak Soekmono pernah memberi catatan ketika candi Prambanan akan direkonstruksi kembali bahwa Candi boleh dibangun kembali,asalkan batu baru tidak boleh lebih dari 30 % dari batu lama.Pak Soekmono sendiri lebih suka candi dibiarkan runtuh karena menambahkan kesan eksostisnya.Sama halnya pemerintah Kamboja membiarkan Candi Angkor Thom ditutupi semak belukar dan runtuh agar terlihat eksotis.

Quote:Sekedara tambahan :
Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Antefiks,hanya berfungsi sebagai hiasan

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Lingga Yoni,simbol dari kesuburan

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Jaladwara,fungsinya seperti saluran pembuangan air pada masa sekarang.

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Stupa,susunan batu yang berbentuk setenga lingkaran yang berfungsi untuk menyimpan relik atau abu.

Quote:Sumber :
Soekmono, 1974. Candi Fungsi dan Pengertiannya, UI Press.
George Michell,Hindhu Art & Architecture

Quote:Sekian trid ane,mohon maaf kalau gambarnya kurang,soalnya inet ane lemot,nanti ane tambahin kalau inetnya bagus.Silahkan jika ada yang ingin menambahakan atau bertanya.
emoticon-Big GrinReserved for Updatesemoticon-Big Grin
Quote:Buat perbandingan aja,bahwa pada masa2 awal pembangunan candi di Jawa,arsitekturnya hampir mirip dengan yang ada di India.Ada kemungkinan bahwa raja2 Jawa pada awalnya mendatangkan arsiteknya langsung dari IndiaQuote:Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi Bima di Dieng,coba bandingkan dengan sebuah sikhara pada candi Rameshwar di bawahAnda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi


Quote:
Candi2 di Sumatera
Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi/Biaro Bahal

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi Muara Takus

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi Muaro Jambi


Quote:Candi di Jawa Barat
Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi Batujaya di Karawang
gan tanya dong.

candi2 yang ada di sumatra tu apa aja?
kok gak setenar candi2 di tanah jawa?

borobudur itu yg bangun (memerintahkan) siapa dan kerajaan mana?

terus bagaimana dengan keraton (istana kerajaan) kok bekas (reruntuhannya) pada jarang ada ya?
Kalo candi yang ada di kampus pusat UII itu candi apa ya?
lha kalo situs2 megalitikum itu kan terbuat dari batu juga gan, kenapa gak bisa disebut sebagai candi? emoticon-Bingung (S)
eah ade angkatan penerus ane emoticon-Ngakak
ane bantu sundul and jawab deh sebisanya, soalnya bukan bidangnya (ane permuseuman dan kolonial emoticon-Big Grin )

Quote:Original Posted By xodox_s
gan tanya dong.
candi2 yang ada di sumatra tu apa aja?
kok gak setenar candi2 di tanah jawa?
borobudur itu yg bangun (memerintahkan) siapa dan kerajaan mana?
terus bagaimana dengan keraton (istana kerajaan) kok bekas (reruntuhannya) pada jarang ada ya?

1. Candi di Sumatera termasuk candi, hanya saja biasanya disebut bukan candi, melainkan dengan nama biaro yang artinya biara. Kalo masalah tenar ato nggak nya, itu permasalahan pengelolaan pariwisata aja sih gan. Banyak kok candi di sumatera, bagus-bagus pula.

2. Bodobudur dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra dari kerajaan Mdang di JaTeng. Permasalahan siapa yang nyuruh bangun, masih simpang siur karena bukti tertulis (biasanya kalo candi itu buktinya prasasti) kurang lengkap. Tapi Borobudur selesai dibangun waktu Raja Samarottungga memerintah. Nah, waktu Borobudur dibangun, itu Kerajaan Mdang dibawah pengaruh Sriwijaya gan.

3. Untuk bangunan bersifat duniawi seperti keraton, pada masa itu biasanya dibangun dari bahan yang mudah rapuh dan terurai seperti kayu, bambu, sabut kelapa, dll. Makanya bahan-bahan sperti ini mudah hancur tidak tersisa.

Quote:Original Posted By panjihermawan
Kalo candi yang ada di kampus pusat UII itu candi apa ya?

1. Dulu waktu lagi rame-ramenya ane setelah pulang kampus sering kesana. Ada dua nama, Candi Pustakasala dan Candi Kimpulan.

2. Dilihat dari temuannya, ada arca Ganesha, Nandi, dan Lingga-Yoni membuktikan bahwa candi Kimpulan bercorak agama Hindu. Bentuknya yang aneh menimbulkan dugaan bahwa Candi ini dulunya enggak 100% dari batu aja, tapi ada unsur lain mungkin bambu atau kayu sebagai pilarnya.

Quote:Original Posted By topx666
lha kalo situs2 megalitikum itu kan terbuat dari batu juga gan, kenapa gak bisa disebut sebagai candi? emoticon-Bingung (S)


1. Situs yang kaya gimana dulu nih, megalitik banyak gan macamnya. Ane benerin sebutannya ya. Salah kalo nyebut situs megalitikum, yang benar: Situs Budaya Megalitik emoticon-Smilie Karena megalitikum bukan sebuah masa atau jaman, melainkan budaya emoticon-Big Grin

2. tepatnya, budaya megalith adalah cikal-bakal munculnya candi. Kalo pernah dengar Punden Berundak, nah itu proto-type candi-candi yang ada di Indonesia. Ketika budaya percandian masuk, masyarakat kita dulu udah punya tempat pemujaan sendiri, namanya Punden Berundak. Nah karena mereka berfikir fungsinya sama, dan bentuknya mirip, makanya terciptalah Candi. Kalo nggak percaya agan boleh lihat foto-foto candi di India dengan di kita gan.
Quote:Original Posted By Hanomannitra

1. Situs yang kaya gimana dulu nih, megalitik banyak gan macamnya. Ane benerin sebutannya ya. Salah kalo nyebut situs megalitikum, yang benar: Situs Budaya Megalitik emoticon-Smilie Karena megalitikum bukan sebuah masa atau jaman, melainkan budaya emoticon-Big Grin

2. tepatnya, budaya megalith adalah cikal-bakal munculnya candi. Kalo pernah dengar Punden Berundak, nah itu proto-type candi-candi yang ada di Indonesia. Ketika budaya percandian masuk, masyarakat kita dulu udah punya tempat pemujaan sendiri, namanya Punden Berundak. Nah karena mereka berfikir fungsinya sama, dan bentuknya mirip, makanya terciptalah Candi. Kalo nggak percaya agan boleh lihat foto-foto candi di India dengan di kita gan.


oke gan, thanks koreksinya emoticon-Blue Guy Cendol (L)

yes, salah satunya ya punden berundak itu. btw khusus untuk candi2 peninggalan masa mataram hindu-buddha, arsitekturnya mirip sama arsitektur candi2 di india selatan tu gan.
Quote:Original Posted By topx666


oke gan, thanks koreksinya emoticon-Blue Guy Cendol (L)

yes, salah satunya ya punden berundak itu. btw khusus untuk candi2 peninggalan masa mataram hindu-buddha, arsitekturnya mirip sama arsitektur candi2 di india selatan tu gan.


Yoi,
tapi perbedaan nya candi-candi yang dimaksud itu atapnya selalu berundak-undak kan? Seperti Prambanan. Itulah namanya local genius, jadi ketika budaya percandian masuk, kita mengkombinasikan dengan apa yang sudah miliki.

Kalau mau candi yang miripnya nyaris mendekati candi di India Selatan, coba lihat foto Candi Bima di Kompleks Candi Dieng
Quote:Original Posted By xodox_s
gan tanya dong.


terus bagaimana dengan keraton (istana kerajaan) kok bekas (reruntuhannya) pada jarang ada ya?


menurut sumber Cina dari dinasti Tang,hanya menyebutkan tembok luarnya terbyat dari papan kaya dan atapnya berdaun palma.Seberapa besar dimensi bangunannya tidak diketahui,tapi sekali lagi menurut sumber Cina,kerajaan Jawa memili 32 pejabat tinggi kerajaan.Jika itu benar,maka akan memerlukan ruang yang sangat luas untuk menampung pejabat2 tadi.Bangunan kraton dari masa klasik masih bisa dilihat pada Kraton Ratu Boko (meskipun awalnya berfungsi sebagai Biara,lalu oleh Rakai pu Kumbayoni,dijadikan sebagai Kraton)
Quote:Original Posted By Hanomannitra


2. Dilihat dari temuannya, ada arca Ganesha, Nandi, dan Lingga-Yoni membuktikan bahwa candi Kimpulan bercorak agama Hindu. Bentuknya yang aneh menimbulkan dugaan bahwa Candi ini dulunya enggak 100% dari batu aja, tapi ada unsur lain mungkin bambu atau kayu sebagai pilarnya.


yang unik dari candi Kimpulan adalah bahwa di Jawa pernah ada sekte pemujaan Ganesha,padahal pada masa itu,kebanyakan orang memuja dewa Siwa.
Quote:Original Posted By xodox_s
gan tanya dong.

candi2 yang ada di sumatra tu apa aja?
kok gak setenar candi2 di tanah jawa?


Candi2 di Sumater memang tidak setenar di Jawa karena sebagian besar candi yang ditemukan hanya tinggal pondasinya saja,terus candi2 di Sumatera umumnya minim hiasan sehingga terkesan kurang menarik untuk dilihat,dan terakhir rata2 candi di Pulau Sumatera berada di lokasi yang sulit untuk dicapai.Nih ane kasih picnya emoticon-Big Grin

Quote:Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi/Biaro Bahal

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi Muara Takus

Anda Bertanya Arkeolog Menjawab :: Seputar Candi
Candi Muaro Jambi
Quote:Original Posted By Hanomannitra
eah ade angkatan penerus ane emoticon-Ngakak
ane bantu sundul and jawab deh sebisanya, soalnya bukan bidangnya (ane permuseuman dan kolonial emoticon-Big Grin )


2. Bodobudur dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra dari kerajaan Mdang di JaTeng. Permasalahan siapa yang nyuruh bangun, masih simpang siur karena bukti tertulis (biasanya kalo candi itu buktinya prasasti) kurang lengkap. Tapi Borobudur selesai dibangun waktu Raja Samarottungga memerintah. Nah, waktu Borobudur dibangun, itu Kerajaan Mdang dibawah pengaruh Sriwijaya gan.


tepatnya yang bangun siapa nih gan? Medang kah atau Sriwijaya kah?

Quote:
Asal mula Sailendra

Pada awal 1963 di Desa Sojomerto, Kabupaten Batang, dekat Pekalongan, ditemukan prasasti yang, uniknya, berbahasa Melayu Kuno. Huruf-huruf Pallawa dalam piagam batu itu menyebutkan nama-nama keluarga dari seorang tokohnya, Dapunta Selendra.

“Sembah kepada Siwa Bhatara Parameswara dan semua dewa... Dari yang mulia Dapunta Selendra. Santanu adalah nama bapaknya, Bhadrawati adalah nama ibunya, Sampula adalah nama bininya dari yang mulia Selendra.” Demikian terjemahan isi prasasti Sojomerto.

Paleografinya bercorak abad ketujuh. “Lebih tua dari prasasti Kedukanbukit,” tulis Boechari. Ia juga menganalisis, Selendra adalah penyebutan Melayu untuk Sailendra (bahasa Sanskerta). Sedangkan kata “dapunta” adalah terminologi Melayu Kuno. Dapunta Selendra adalah awal dari Dinasti Sailendra, tegasnya.

Kesimpulan ini memperkuat teori Poerba­tjaraka, bahwa Sailendra berasal dari Nusantara. Pada masa sebelumnya para ahli beranggapan Sailendra datang dari luar Indonesia.

George Coedes mengusulkan, Sailendra berasal dari Funan, kerajaan kuno di wilayah Kamboja sebelum Chenla. Menurutnya, Sailendra berarti “raja gunung”. Ketika Funan runtuh dan terjadi kerusuhan, keluarga kerajaan ini hijrah ke Jawa menggunakan nama Sailendra.

Sejarawan India RC Majumdar memiliki pendapat sendiri: Sailendra berasal dari India, tepatnya dari Kalingga, India Selatan. Keluarga Sailendra, menurut Majumdar, kemudian menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hyang. Pada 682, keluarga ini menyingkir ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hyang dengan bala tentaranya. Pada waktu itu, masih versi Majumdar, Sriwijaya berpusat di Semenanjung Malaka.

“Raja-raja Sailendra adalah keturunan Dapun­ta Selendra. Jadi tak perlu menghubung­kan kata itu dengan ‘raja gunung’,” sanggah Boechari. Dalam hal ini, menurutnya, Dapunta Selendra berasal dari Akhandalapura. Berita-berita Cina menyebutkannya sebagai Gantuoli (Kantoli), kerajaan pendahulu Sriwijaya.

Bambang Budi Utomo mendukung. “George Coedes dulu banyak menghabiskan waktu di Thailand dan Kamboja. Wajar dia beranggapan Sailendra dari Funan. Namun, tidak ada prasasti atau peninggalan arkeologis Sailendra di sana. RC Majumdar orang India. Saya kira ada faktor-faktor yang demikian,” kata Bambang. “Yang jelas, berdasarkan bukti prasasti Sojomerto, tampaknya Sailendra berasal dari Sumatra.”



kemudian

Quote:
Wangsa penguasa Sriwijaya dan Jawa.

Oleh Reynold Sumayku
Foto oleh Gunawan Kartapranata

Dalam piagam batu Wat Sema Mue­ang sisi B tiba-tiba hadir nama Sailendra. Hal ini membentuk tanda tanya. Sailendra tak per­nah disebutkan dalam banyak prasasti Sriwijaya sejak Kedukanbukit. Bukankah mereka dinasti penguasa Jawa?

Sailendra dalam konteks Sriwijaya kembali tersurat dalam prasasti Nalanda—ditulis antara 810-850. Dikisahkan, Maharaja Balaputradewa adalah anak dari Samaragrawira (Samaratungga) dan Tara. Samaratungga adalah anak dari Rakai Panamkaran, permata Wangsa Sailendra. Tara adalah putri dari Dharmasetu, raja Sriwijaya.

Sejumlah prasasti India selatan abad ke-11 menyebutkan pula nama Cudamaniwarman atau Cula­maniwarmadewa dan anaknya, Mara­wijayotunggawarman, sebagai keturunan Wangsa Sailendra. Tampak jelas, setidaknya sejak piagam Wat Sema Mueang sisi B (awal abad ke-9) hingga penyerbuan oleh Kerajaan Chola pada abad ke-11, raja-raja Sriwijaya berasal dari garis ketu­runan Wangsa Sailendra.

Hal itu, menurut ahli arkeo­logi Bambang Budi Utomo, “Diawali oleh pernikahan antara Samaratungga dan Tara.” Seperti halnya pra­sasti Nalanda, Wat Sema Mueang sisi B mengacu ke Rakai Panamkaran dari Sailendra. “Kedua prasasti itu ditulis atas perintah cucu Panamkaran, yakni Balaputradewa.”

Julukan Sesasavvarimadavimathana (pem­bunuh musuh-musuh sombong tidak bersisa) dalam piagam Wat Sema Mueang identik dengan Viravairivaraviravimardana yang disandang Dharanindra dalam prasasti Kelurak (782) di Jawa Tengah. Juga dengan Viravairimathana dalam prasasti Nalanda. Ketiga julukan itu, juga nama Dharanindra, mengacu ke Panamkaran.

Balaputradewa, berdasarkan logika ini, adalah raja Sriwijaya pertama dari Wangsa Sailendra. “Ia salah satu anak Samaratungga, selain Pramoda­wardhani. Yang terakhir ini perempuan. Ia menikah dengan Rakai Pikatan, pemeluk Hindu. Ketika Samaratungga mangkat, Pikatan naik takhta. Balaputradewa juga merasa berhak sehingga berperang melawan kakak iparnya, Pikatan,” jelas Bambang, menginterpretasikan berbagai isi prasasti. “Balaputradewa kalah perang lalu berpindah ke Sumatra. Karena ibunya keturunan raja Sriwijaya, Balaputradewa dapat naik takhta di Sriwijaya,” jelasnya.


sehingga kalau saya boleh beranggapan bahwa Borobudur adalah mahakarya Samaratungga dalam kerajaan sriwijaya, karna dari keterangan yang saya baca ada prasasti di bangka yang berisi kutukan tentang mereka yang tidak taat kepada sriwijaya dalam hal ini tanah jawa (Medang) exspansi pun dilancarkan oleh sriwijaya ke tanah jawa, dan akhirnya pemerintahan sriwijaya dipindah ke jawa di masa keruntuhan wangsa sanjaya ke wangsa sailendra...


mohon koreksi dari para ahli.

sumber

wah ane bukan ahli gan, ane juga masih belajar. emoticon-Big Grin ilmu ane blum sempurna emoticon-Smilie
setelah ane ricek lagi jawaban ane, ane ralat gan. Maklum udah lama emoticon-Big Grin
Quote:
Sebenarnya nggak salah kalo agan berpendapat seperti itu mengenai Siapa yang memerintahkan untuk mendirikan Borobudur. Selama agan punya landasan.
Ini coba ane kutip penjelasan yang pernah dosen ane terangkan. Mengenai Prasasti Karangtengah I dan II yang menjadi "buku wajib" dalam mempelajari sejarah Candi Borobudur dan mengenai penamaan Borobudur. Setidaknya ini yang ane pelajari dulu waktu kuliah.

Menurut de Casparis Di prasasti Karangtengah I disebutkan nama Samarattungga dan nama Pramodhawardhani.
kemudian di bagian yang kedua, muncul nama tokoh Mpu Palar yang memberikan hadiah berupa tanah sima tanah bebas pajak yang digunakan untuk kepentingan bersama, dalam hal ini untuk lahan pembangunan candi.

Sima itu gan, adalah kalo dalam bahasa kita mungkin seperti tanah wakaf, Tanah yang di sima-kan itu ditujukan untuk lahan pembangunan sebuah candi. Nah de Casparis memperkirakan bahwa Borobdudur didirikan oleh si Samarattungga.

waktu itu ane pernah tanya, kenapa harus Prasasti Karangtengah yang dipakai. Dosen ane menjawab karena isi dari prasasti ini yang paling mendekati. Dan akhirnya dipakai sebagai pengetahuan umum sampe skarang.
nice info gan, gan punya versi pdf sumbernya ga ya? emoticon-Malu
kerajaan2 sunda punya peninggalan candi gak? emoticon-Bingung (S)
Agan2 arkeolog yang terhormat, ane mau ngasih link nih, threadnya baru beberapa minggu tapi udah agak tenggelam memang...

Tentang penggalian sebuah situs oleh masyarakat...
http://www.kaskus.co.id/thread/532fe...us-pelawangan/

Menurut agan2, sebaiknya saran2 apa yang harus dilakukan pada kasus link di atas? Terima kasih sebelumnya...
kalo jawa barat kan dulunya hindu budha juga, ko ga ada candi ya gan?
Quote:Original Posted By shizen
kalo jawa barat kan dulunya hindu budha juga, ko ga ada candi ya gan?


Ada kok gan, misalnya percandian candi Buddha kuno Batujaya di Karawang, Candi Bojongmenje di daerah Rancaekek, Bandung, terus ada juga Candi Hindu Cangkuang di Garut, dan ada juga situs percandian Hindu Cibuaya di Karawang. Bahkan percandian Batujaya merupakan salah satu situs candi yang tertua, dari abad 2 Masehi. Tapi yang ane masih bingung, peninggalan kerajaan manakah candi2 di Jawa Barat tersebut, apakah Tarumanegara? Atau kerajaan yang masih legenda bernama Salakanagara yang lebih tua umurnya?

Ngomong2, ada yang menarik tentang penemuan Candi Cangkuang Garut. Ternyata situs Cangkuang sudah terkenal untuk ziarah jauh sebelum ditemukannya candi di daerah sana. Ini dikarenakan ada seorang penyebar Agama Islam yang meninggal di Cangkuang dan makamnya sering diziarahi orang. Ternyata, setelah ditemukan arca Syiwa di sekitar makam, dan diadakan pemugaran makam, gundukan yang terletak tepat di sebelah makam ternyata adalah sebuah candi, dan sekarang dinamakan Candi Cangkuang. Situs cangkuang jadi menarik, bisa digunakan untuk ziarah orang Hindu, bisa juga jadi situs ziarah orang Islam.
Quote:Original Posted By feniks.kelabu


Ada kok gan, misalnya percandian candi Buddha kuno Batujaya di Karawang, Candi Bojongmenje di daerah Rancaekek, Bandung, terus ada juga Candi Hindu Cangkuang di Garut, dan ada juga situs percandian Hindu Cibuaya di Karawang. Bahkan percandian Batujaya merupakan salah satu situs candi yang tertua, dari abad 2 Masehi. Tapi yang ane masih bingung, peninggalan kerajaan manakah candi2 di Jawa Barat tersebut, apakah Tarumanegara? Atau kerajaan yang masih legenda bernama Salakanagara yang lebih tua umurnya?

Ngomong2, ada yang menarik tentang penemuan Candi Cangkuang Garut. Ternyata situs Cangkuang sudah terkenal untuk ziarah jauh sebelum ditemukannya candi di daerah sana. Ini dikarenakan ada seorang penyebar Agama Islam yang meninggal di Cangkuang dan makamnya sering diziarahi orang. Ternyata, setelah ditemukan arca Syiwa di sekitar makam, dan diadakan pemugaran makam, gundukan yang terletak tepat di sebelah makam ternyata adalah sebuah candi, dan sekarang dinamakan Candi Cangkuang. Situs cangkuang jadi menarik, bisa digunakan untuk ziarah orang Hindu, bisa juga jadi situs ziarah orang Islam.


Kalau kata dosen ane,di Jawa Barat memang sedikit sekali ditemukan candi karena bentuk pemujaanya berbeda dengan yang ada di Jawa Tengah.Entah apa perbedanya.Hingga sekarang masih misteri.mengapa sedikit sekali ditemukan candi di Jawa Barat.O ya gan,yang candi cangkuang itu tidak bisa digunakan sebagai data Arkeologi karena banyak penyimpangan dalam proses rekonstruksinya.
Quote:Original Posted By feniks.kelabu
Agan2 arkeolog yang terhormat, ane mau ngasih link nih, threadnya baru beberapa minggu tapi udah agak tenggelam memang...

Tentang penggalian sebuah situs oleh masyarakat...
http://www.kaskus.co.id/thread/532fe...us-pelawangan/

Menurut agan2, sebaiknya saran2 apa yang harus dilakukan pada kasus link di atas? Terima kasih sebelumnya...

Terima kasih atas infonya gan.Sukses juga buat agan feniks.Memang pada saat ini sedang digencar-gencarkannya gerakan Arkeologi Publik.Jadi situs arkeologi tidak hanya menjadi monopoli bagi kalangan arkeolog saja,tapi publik atau masyarakat dapat berpartisipasi dalam penelitian arkeologi.Tentunya dengan dasar2 yang ilmiah.Tentang candinya sendiri,ane simpulin,entah apa sebabnya candi tersebut tertimbun,entah ditimbun atau kena bencana alam,harus diteliti lagi lebih mendalam.Tidak hanya cukup 10 hari.Bahkan kalau perlu bertahun tahun karena harus ada riset dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu geologi dan ilmu tanah.
Mohon kritikannya dari agan yang lain juga.Terima kasih