alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/531dc25720cb17cb228b45c2/stop-diskriminasi-masuk-ptn-bagi-difabel
Stop Diskriminasi Masuk PTN Bagi Difabel
Stop Diskriminasi Masuk PTN Bagi Difabel

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak pemerintah menghentikan diskriminasi bagi penyandang difabel untuk memperoleh hak pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagaimana persyaratan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014.

Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti mengatakan, persyaratan SNMPTN telah melanggar hak konstitusional difabel.

Dalam website resmi yang dikelola Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia( https://web.snmptn.ac.id /ptn/36), dinyatakan seorang calon peserta SNMPTN 2014 disyaratkan tidak tuna netra, tidak tuna rungu, tidak tuna wicara, tidak tuna daksa, tidak buta warna keseluruhan, dan tidak buta warna keseluruhan maupun sebagian.

"Bagi kami persyaratan yang dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 dan Majelis Rektor PTN itu merupakan bentuk diskriminasi hak atas pendidikan. Ini pelanggaran atas konstitusi," ujar Retno Listyarti, di kantor LBH Jakarta, Senin (10/3).

Dikatakan, pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan telah dengan sengaja mengkhianati amanat mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menutup akses dan pemerataan pendidikan bagi siswa difabel karena gangguan fisik yang mereka miliki.

Senada, Presidium FSGI, Guntur Ismail menegaskan persyaratan masuk PTN itu menandakan pemerintah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan kaum difable dan dengan sengaja berlaku diskriminatif serta melukai konsep diri dan harga diri mereka sebagai anak manusia.

Karena itu FSGI mendesak pemerintah bertanggungjawab untuk membuka pemerataan pelayanan pendidikan yang adil bagi segenap warga negara dalam memperoleh pelayanan pendidikan.(fat/jpnn)
Difabel

Quote:Penyandang Difabel Didiskriminasi Sejak Pendidikan Dasar


JAKARTA - Pemerhati pendidikan, Doni Koesoema A, mengatakan diskriminasi yang dialami penyandang difabel bukan saja ketika mereka masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah sejak mereka masuk pendidikan Sekolah Dasar.

"Para penyandang difabel sudah didiskriminasi sejak saat mereka memasuki pendidikan dasar. Sistem Pendidikan Nasional kita membagi dua jenis anak Indonesia, yaitu, mereka yang difabel dan non-difabel," kata Doni di Jakarta, Senin (10/3).

Menurut pendiri Pendidikan Karakter Education Consulting ini, adanya Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Pendidikan Inklusi yang sekadar tempelan membuktikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia sungguh melecehkan kemartabatan manusia.

Pemerintah seharusnya memandang warga negara, siapapun mereka, sebagai manusia yang memiliki hak dan martabat luhur.

"Penyandang difabel tidak pernah boleh dipandang sebagai penghambat pendidikan. Mereka adalah manusia yang memiliki hak memperoleh pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi,” lanjut Doni.

Karena itu Doni mengusulkan agar pemerintah mereformasi kebijakan pendidikan nasional secara keseluruhan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap warga negara mengenyam pendidikan yang layak, adil dan tanpa diskriminasi.

“Mempertahankan kebijakan yang tidak adil dan diskriminatif, terutama bagi penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa pengambil kebijakan pendidikan telah kehilangan nurani. Sikap tidak bermoral seperti ini tidak pantas dimiliki para pemimpin pendidikan.” tandasnya.(fat/jpnn)Difabel


emoticon-Berduka (S)

Quote:Tak Perlu Dibatasi Aturan, Kaum Difabel Sudah Tahu Diri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, syarat SNMPTN yang diskriminatif, membatasi anak-anak tuna netra, tuna rungu, dan buta warna untuk mendapatkan akses pendidikan itu berbahaya.

"Ini berbahaya karena jika aturan ini dibiarkan lama-lama SD, SMP, SMA juga membuat aturan yang mendiskriminasi difabel. Makanya aturan semacam itu harus dicabut sekarang," kata Retno di Jakarta, Senin, (10/3).

Sebenarnya, ujar Retno, aturan diskriminatif semacam itu tidak perlu dicantumkan. Misalnya saja jurusan yang membutuhkan kemampuan melihat, anak-anak tuna netra sudah pasti tidak akan memilih jurusan tersebut.

"Dengan adanya aturan yang melarang tuna netra, tuna rungu masuk jurusan tertentu itu melukai. Sebelum mendaftar saja sudah dicegah, padahal mereka juga tidak akan mendaftar jurusan yang mereka kesulitan," kata Retno.

Difabel


kami tau keterbatasan kami,
jangan kami batasi dg peraturan yg gak penting emoticon-Mad (S)
Makin susah juga buat masuk ptn
Kakak angkatan gw di kuliah ada yang tangannya kurang sempurna tuh, tapi keknya asik-asik aja

Btw
Olimpiade penyandang cacat musim dingin sekarang lagi berlangsung di Sochi emoticon-Malu (S)
mau streaming susah, pengen liat orang-orang tuna netra bisa main ski emoticon-Matabelo
Dasar pemerintah cacat nuraninya emoticon-Hammer
waauuuww

emoticon-Matabelo
kasihan ya .... emoticon-Berduka (S)

jaman sudah Kaskus kok masih diskriminatif

Larang Difabel Ikuti SNMPTN, Kemendiknas Tuai Kecaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Persyaratan baru mengenai Saringan Nasional Masuk Pergurun Tinggi Negeri (SNMPTN) sangat mengecewakan banyak pihak, khusunya para penyandang difabel. Syarat yang tidak memperbolehkan penyandang difabel mengikuti SNMPTN dinilai sebagai bentuk Kementrian pendidikan yang tidak terdidik.

Dalam websiteb resmi yang dikelola panitia SNMPTN 2014 dan majelis rektor perguruan tinggi negeri Indonesia. Menyatakan bila pendaftar SNMPTn tidak tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, dan tidak buta warna keseluruhan maupun sebagian.
Dianggap sebagai bentuk pembodohan warga Indonesia.

“kebijakan yang cacat moral,” tegas Doni Koesoema disela diskusi di kantor lembaga bantuan hukum, Senin (10/3).
Doni melihat bila kebijakan ini membuat para penyandang difabel akan sangat tersakiti. Keinginan mereka untuk mempunyai pendidikan sesuai keinginan akan dihambat oleh kebijakan pemerintah. Melalui aturan ini juga, para difabel akan merasa dilecehkan martabat manusianya.

Seharusnya pemerintah bisa ebih respect terhadap para penyandang difabel. Pasalnya setiap penyandang difabel adalah penerus bangsa Indonesia. Mereka harus mengenyam bangku pendidikan setinggi mungkin dan mampu mengakses pendidikan sebanyak-banyaknya.

Doni menambahkan bila alasan pemerintah adalah mengurangi orang-orang yang mengambil jurusan dengan keterbatasan mereka, sebenaranya itu tidak jadi masalah. Karena mereka hanya ingin mempunyai pendidikan dan belum tentu berprofesi di jurusan tersebut. "mereka juga paasti berfikir, ga mungkin pengen jadi arsitek bila susah untuk melihat,” tandas Doni.

Doni beserta pemerhati pendidikan lain, hanya berharap agar persyaratan SNMPTn mengenai penyandang difabel segera dihapuskan. Agar setiap remaja yang ingin untuk belajar dan mengejar cita-cita mereka tidak terhambat oleh persyaratna kecil seperti ini.
Difable
jangan meremehkan orang lain...
emoticon-Turut Berduka jangan patahkan mereka tuk meraih mimpi emoticon-Mewek
Quote:Original Posted By CaiFuk
kasihan ya .... emoticon-Berduka (S)

jaman sudah Kaskus kok masih diskriminatif


dari jaman jebot sampai kiamat akan slalu ada mental2 diskriminatif..
Harusnya dari SD sudah tidak ada diskriminasi emoticon-shakehand
sungguh terlalu mah untuk syarat ikut snmptn gak boleh cacat.
stephen hawking bisa tuh emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By stratovirus
Stephan hawking bisa tuh emoticon-Smilie


orang sehebat hawking pun jadi terdiskriminasi aturan ini padahal kurang pintar apa dia ?
Quote:Original Posted By grafuse2
jangankan yg difabel
kaum minoritas saja masih di diskriminasi untuk masuk ptn kok, cuma dijatah puluhan orang
seandainya tidak dijatah kalau boleh dibilang 80% lulusan terbaik yg masuk ptn itu pasti para kaum minoritas, secara dari sisi intelegensia mereka lebih unggul


kalau gak percaya tanya saja ke para profesor2 senior di kampus agan2 mengenai praktek diskriminasi ini


biasan kaum minority punya semangat yg lebih u/ melebihi kaum mayoritas.. Itu sudah

Quote:Original Posted By kshowa


orang sehebat hawking pun jadi terdiskriminasi aturan ini padahal kurang pintar apa dia ?


S. Hawking mah udah masternya master jadi ga perlu lagi ikut PTN emoticon-Ngakak (S)
Sepertinya orang difabel gak berhak mendapat pendidikan yg tinggi emoticon-Nohope
jadi harusnya bagaimana gan?

kalo dinegara lain pengaturannya bagaimana?

anak tuna rungu dan tuna netra kan butuh guru dan media khusus utk belajar
Buat yang minoritas
Di diskriminasi atau mengeksklusifkan Diri??

Itu beda tipis loh emoticon-Malu (S)

Bisa digunakan untuk dijadikan topeng malah buat playing victim emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By bung.kus
jadi harusnya bagaimana gan?

menurut agan pantas gak dg peraturan tsb??

Quote:kalo dinegara lain pengaturannya bagaimana?

anak tuna rungu dan tuna netra kan butuh guru dan media khusus utk belajar


wah yg ini ane gak tau gan emoticon-Malu (S)

ini tugasnya anggota dHEWAN buat uu pendidikan emoticon-Busa skalian lahan buat Study Banding ke luar negri emoticon-Najis (S)
Quote:Original Posted By Donkpretz

menurut agan pantas gak dg peraturan tsb??



wah yg ini ane gak tau gan emoticon-Malu (S)

ini tugasnya anggota dHEWAN buat uu pendidikan emoticon-Busa skalian lahan buat Study Banding ke luar negri emoticon-Najis (S)


jangan jangan di negara lain juga begitu gan

mungkin anak cacat bukannya gak boleh masuk......tapi karena dia butuh guru dan media khusus maka harus di sekolah khusus
Quote:Original Posted By bung.kus


jangan jangan di negara lain juga begitu gan


pastinya ada gan emoticon-Embarrassment

Quote:mungkin anak cacat bukannya gak boleh masuk......tapi karena dia butuh guru dan media khusus maka harus di sekolah khusus

ini wujud kegagalan dinas2 terkait mmfalitasi anak2 difabel emoticon-Berduka (S) kesetaraan hanya retorika belaka..
×