- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Soal Prof Rhoma, Sekjen PKB: Semua Orang Pasti Ingin Cantumkan Gelar
TS
jajang100
Soal Prof Rhoma, Sekjen PKB: Semua Orang Pasti Ingin Cantumkan Gelar
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal mengkonfirmasi langsung ke Rhoma Irama soal gelar kehormatan profesor dari American University of Hawaii (AUH). PKB menilai gelar profesor Rhoma hal biasa.
"Masih dalam konfirmasi ke beliau. Nggak ada masalah soal gelar ini," ujar Sekjen PKB Imam Nahrawi saat dihubungi, Rabu (26/2/2014).
Menurutnya gelar pendidikan atau gelar kehormatan yang didapat biasanya digunakan untuk melengkapi nama sebagai identitas diri. "Seluruh orang yang bergelar pasti akan mencantumkan gelar," tuturnya. Nahrawi menyebut sebuah gelar tidak berkaitan dengan strategi
pemenangan kampanye.
Tapi dia menegaskan, gelar yang dimiliki Rhoma menjadi penting bila berurusan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pilpres 2014.
"Masalah gelar nama sebetulnya bukan persoalan bagus tidak, itu kan identitas yang perlu dilaporkan ke KPU bila jadi capres. Makanya mau kita tanya," imbuhnya.
Rhoma saat dihubungi terpisah menuturkan gelar profesor diterima pada Januari 2005. Manajer TMII saat itu menjadi perantara penyerahan. Gelar diberikan karena peran besar Rhoma di musik dangdut tanah air.
"Dasarnya karena saya guru besar musik dangdut di Indonesia. Makanya gelar disitu professor in music," sebut bakal calon presiden dari PKB ini.
Rhoma sendiri sudah membantah dia ataupun timsesnya memasang baliho 'Prof Rhoma Irama'. Rhoma menduga baliho itu dipasang oleh pendukungnya tanpa ada koordinasi dengan timses.
"Yang dibuat tim saya tidak pakai profesor. Baliho resmi saya tidak ada yang seperti itu, coba lihat di Mampang," ujar Rhoma saat dihubungi terpisah, Rabu (26/2/2014).
http://news.detik.com/read/2014/02/2...lar?n991103605
"Masih dalam konfirmasi ke beliau. Nggak ada masalah soal gelar ini," ujar Sekjen PKB Imam Nahrawi saat dihubungi, Rabu (26/2/2014).
Menurutnya gelar pendidikan atau gelar kehormatan yang didapat biasanya digunakan untuk melengkapi nama sebagai identitas diri. "Seluruh orang yang bergelar pasti akan mencantumkan gelar," tuturnya. Nahrawi menyebut sebuah gelar tidak berkaitan dengan strategi
pemenangan kampanye.
Tapi dia menegaskan, gelar yang dimiliki Rhoma menjadi penting bila berurusan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pilpres 2014.
"Masalah gelar nama sebetulnya bukan persoalan bagus tidak, itu kan identitas yang perlu dilaporkan ke KPU bila jadi capres. Makanya mau kita tanya," imbuhnya.
Rhoma saat dihubungi terpisah menuturkan gelar profesor diterima pada Januari 2005. Manajer TMII saat itu menjadi perantara penyerahan. Gelar diberikan karena peran besar Rhoma di musik dangdut tanah air.
"Dasarnya karena saya guru besar musik dangdut di Indonesia. Makanya gelar disitu professor in music," sebut bakal calon presiden dari PKB ini.
Rhoma sendiri sudah membantah dia ataupun timsesnya memasang baliho 'Prof Rhoma Irama'. Rhoma menduga baliho itu dipasang oleh pendukungnya tanpa ada koordinasi dengan timses.
"Yang dibuat tim saya tidak pakai profesor. Baliho resmi saya tidak ada yang seperti itu, coba lihat di Mampang," ujar Rhoma saat dihubungi terpisah, Rabu (26/2/2014).
http://news.detik.com/read/2014/02/2...lar?n991103605
0
739
5
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan