alexa-tracking

Menyoal Pendidikan Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52caa3bdfaca172f4c00003a/menyoal-pendidikan-indonesia
Menyoal Pendidikan Indonesia
SELAMAT DATANG

Quote:BUDAYAKAN KOMEN GAN

Quote:Kita patut prihatin terhadap kualitas pendidikan di Indonesia yang kian merosot. Di tingkat ASEAN saja, kita sudah jauh tertinggal dari Si­nga­pura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Dua kekuatan utama pendidikan, yaitu Finlandia dan Korea Selatan, diikuti kemudian oleh tiga negara di Asia, yaitu Hong Kong, Jepang dan Singapura. Inggris yang dianggap sebagai sistem tunggal juga dinilai sebagai ‘di atas rata-rata’ lebih baik dari Belanda, Selandia Baru, Kanada dan Irlandia. Keempat negara itu juga berada di atas kelompok ranking menengah termasuk Amerika Serikat, Jerman dan Prancis.

Rendahnya kualitas pendidikan Indonesia ada hubungannya dengan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia, United Nations Development Programme (UNDP) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2012 sebesar 0,629. Data yang dirilis oleh UNDP pada Senin, 18 Maret 2013, menunjukkan angka IPM Indonesia sedikit naik dibandingkan di 2011 sebesar 0,624 dan pada 2010 sebesar 0,620.

IPM Indonesia belum me­nun­juk­kan pertumbuhan yang signifikan. Dengan nilai IPM saat ini, Indonesia menempati urutan ke-121 di seluruh dunia untuk nilai IPM. Naik tipis dari tahun sebelumnya yang menempati posisi 124. IPM mengukur indeks pembangunan manusia suatu negara berdasarkan tiga dimensi dasar yang tercermin dalam taraf pendidikan, kesehatan, serta kemampuan daya beli.

Penyebab

Fenomena penyebab merosotnya pendidikan Indonesia antara lain; pertama, sistem pengelolaan pen­di­dikan yang benar-benar tidak kon­sis­ten dalam menjalankan sistem, ke­bi­jakan-kebijakan yang ada selalu ber­ubah-ubah.

Belum lagi sistem pendidikan masih coba-coba, mencari sistem yang ideal dan tepat sesuai dengan karakter dan budaya Indonesia. Indonesia belum punya sistem pendidikan yang tetap, kebanyakan sistem pendidikan kelinci percobaan. Relatif sulit kita temukan di negara lain hal serupa. Contoh kasus terakhir adalah Ujian Akhir Nasional (UAN) SD dihapus, setelah dilaksanakan cukup lama.

Faktor kedua, adalah kualitas tenaga pendidik (guru) yang memang relatif masih belum dapat dikatakan baik. Guru berkualitas tinggi penting membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan. Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan.

Kemudian guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif dan aktif mendengarkan apa yang di­sam­paikan siswanya. Hal ini me­nun­jukkan bahwa guru benar-benar men­co­ba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang di­sam­pai­kan, merasakan perasaan, dan p­i­ki­ran.

Salah satu solusi mencapai kua­litas pendidikan yang bermutu tinggi yakni dengan mengadakan pelatihan guru secara berkala. Jika setiap guru di Indonesia diberi pelatihan pen­di­dikan yang cukup, konsisten dan berkelanjutan, bukan hal mustahil mutu pendidikan di Indonesia akan setara bahkan lebih dari negara-negara lain di dunia. Untuk itu, pemerintah dan swasta harus dapat bergandengan tangan untuk dapat melahirkan sosok guru yang ber­kua­litas, bukan hanya mengajar tapi juga mendidik.

Selain itu, untuk sukses mendidik siswa bukan hanya gurunya ber­kua­lifikasi sarjana S1 dan S2 saja namun juga memiliki ilmu-ilmu dan ke­mam­puan lain yang menunjang dia­n­ta­ranya quantum teaching, smart teaching, guru hebat, guru dahsyat, guru asyik, dan mampu memetakan po­tensi sang anak. Sekali lagi guru ter­ma­suk faktor yang sangat me­nen­tukan dalam membentuk kepribadian, intelektual dan bakatnya siswa setelah orang tuanya sendiri.

Ketiga, yang sangat meng­han­cur­kan dunia pendidikan di Indonesia adalah maraknya korupsi mulai pe­merintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa dan bahkan hingga di sekolah-sekolah.

Pada tahun 2013 ini anggaran pendidikan meningkat menjadi Rp. 286,56 triliun atau sekitar 20,20% dari total APBN Rp 1.418,49 triliun (tahun 2011 anggaran pendidikan 248,98 triliun atau 20,25 persen dari total APBN Rp. 1.229,56 triliun). Tapi berapa persen anggaran yang betul-betul termanfaatkan sekolah-sekolah dan dapat dinikmati siswa untuk meningkatkan pendidikan? Betapa banyak gedung-gedung sekolah se­per­ti kandang kambing, atapnya sering kali jebol pada waktu siswa belajar, belum lagi dugaan penyimpangan dana BOS.

Keempat, pendidikan karakter masih lemah di Indonesia, padahal sangat penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan kharakter akan menjadi basic atau dasar dalam pem­bentukan karakter berkualitas bang­sa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu ter­masuk budaya integritas. Pen­didikan kaarakter akan melahirkan pri­badi unggul yang tidak hanya me­miliki kemampuan kognitif saja na­mun memiliki kharakter yang mam­pu mewujudkan kesuksesan.

Inilah segelintir permasalahan serius fenomena pendidikan Indonesia, pendidikan Indonesia pada saat ini masih perlu perbaikan-perbaikan. Guru harus memaksa siswa untuk menjadi pribadi yang jujur. Sekolah adalah benteng terakhir pembelajaran kejujuran dan pembentukan moral bangsa.

Akhirnya, kedepan alangkah bi­jak­nya jika pendidikan tidak hanya mementingkan Intelektual Quetion (IQ) tetapi juga harus dikontrol dengan Emosional Quetion (EQ). Jika hal itu tidak terjadi maka muncul kepribadian yang individual dan cendrung mementingkan kepentingan pri­badi dari pada kepentingan ber­sama. Perpaduan antara IQ dan EQ yang hanya berorientasi pada materi semata perlu bingkai melalui sisi spiritualitas siswa. Untuk itu ESQ (Emotional Spiritual Quotient) sangat cocok dalam program pembinaan pembentukan karakter ke­pe­mim­pi­nan, yang menggabungkan ke­cer­da­san emosional, spritual dan quotient yang kemudian melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter.

SUMBER

oke

pertamax diamankan..
ada apa dengan negriku Indonesia..? emoticon-Berduka (S)




comment posted by si.berat © 2014
emang dah waktunya dirombak sistem pendidikan di negeri ini
jadikan pendidikan yg baik & bermutu
dibutuhkan pemimpin negri ini yg bnr2 tau prioritas, mana yg hrs didahulukan, jabatannya, hartanya, atau rakyatnya.